
...----------------...
"Sayang kamu mengantuk?" Tanya Xio yang tiba-tiba muncul dihadapan Ellisa. Xio berkata seperti itu karena ia melihat mata Ellisa yang kelihatan lelah. Ia pun langsung duduk disampingnya dan menyandarkan kepala Ellisa dibahunya.
"Aku bingung tidak ada kegiatan apapun dan tidak ada teman berbicara jadi mengantuk." Jawab Ellisa yang sudah tidak kaget lagi dengan kemunculan Xio yang selalu tiba-tiba.
"Sekarang kamu sudah boleh keluar istana atau berkumpul bersama temanmu lagi. tapi dengan syarat harus bilang dulu padaku." Ucap Xio, karena dirinyalah yang melarang Ellisa
keluar istana selama pelaku yang mencelakainya belum di temukan.
"Benarkah!?" Seru Ellisa menatap mata Xio.
"Benar sekarang kamu dan anak-anak sudah aman karena orang yang mencelakaimu sudah tertangkap." Jawab Xio.
Ellisa langsung berdiri. "Mana orangnya?! aku ingin mencincang setiap bagian tubuhnya, merebusnya kedalam lahar panas lalu membuangnya kehutan untuk dijadikan makanan monster." Ucap Ellisa terlihat marah dengan mengepalkan tangannya.
Xio menarik Ellisa kembali ke pangkuannya.
"Tenang saja sayang aku sudah memberikannya siksaan yang tidak akan pernah selesai." Kata Xio kemudian mencium punggung tangan Ellisa. "Aku tidak ingin tangan halus dan lembut ini harus ternodai dengan darah orang berdosa."
"Apakah kamu tahu motif orang itu ingin mencelakaiku dan anak-anak?" Tanya Ellisa lagi membuat Xio terdiam sejenak.
"Itu karena aku." Jawab Xio. Ellisa terlihat kebingungan dengan maksud Xio.
Xio menundukkan kepalanya, "Karena Aku nyawamu dan anak-anak kita sudah beberapa kali terancam." Ucapnya.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan, kenapa kamu bilang itu karena kamu?" Tanya Ellisa.
Sudah tiga kali Ellisa berada dalam bahaya karena seseorang yang ingin memiliki Xio. dimulai dari Bella, Brenda, serta yang terakhir yaitu Silphia. dan itu semua hanya karena obsesi mereka terhadap ketampanan Xio.
Xio pun menjelaskan itu semua pada Ellisa dengan terus menunduk karena ia menyalahkan dirinya sendiri.
"Apakah aku harus menggunakan topeng agar tidak ada yang ingin merebut ku darimu lagi?" Kata Xio.
Ellisa mengangkat wajah Xio dengan memegang kedua sisi pipi Xio dan menatap matanya. "Tidak usah menyalahkan dirimu sendiri sayang, itu memang sudah pasti akan ada banyak wanita menyukaimu dengan ketampanan seperti ini." Ucap Ellisa. "Aku juga tidak masalah kalau kamu menyukai mereka balik atau ingin menjadikannya istri-istri mu, tapi kalau itu terjadi maka aku akan pergi dengan anak-anak."
'Yang Mulia Ratu kenapa anda bicara seperti itu?!' batin sebas yang berdiri di belakang kursi mereka dengan seketika merasa kalau hawa di sekitarnya tiba-tiba menjadi dingin, dan itu sudah pasti di sebabkan oleh Xio yang terlihat sangat muram dengan apa yang baru saja Ellisa katakan dengan santainya.
"Bercanda!! kalau aku menemukan ada wanita yang ingin memilikimu maka aku akan menjadikannya samsak tinju atau bahan penyembahan leluhur. begitupun sebaliknya kalau aku tahu kamu suka dengan wanita lain selain aku, maka aku akan menghilangkan atau mengebiri kemaluanmu sampai tidak bersisa.." Ucap Ellisa dengan senyuman yang sulit diartikan layaknya seorang psikopat.
Xio yang melihat ekpresi dan mendengar perkataan Ellisa pun menjadi merinding. tapi disisi lain ia juga menjadi senang karena Ellisa sangat mencintainya. Ia pun langsung mencium bibir Ellisa tidak peduli dengan sebas atau orang yang melihatnya.
'Yang Mulia Ratu bisa bercandanya.' Batin sebas bisa kembali bernafas lega, karena sudah tidak terbayang bagaimana nasib dunia ini jika Ellisa sekali lagi meninggalkan Xio. Sebas pun mengalihkan pandangannya pura-pura tidak melihat adegan panas percumbuan antara Xio dengan Ellisa di hadapannya.
Sebas sangat tahu bagaimana sensitifnya dan takutnya Xio jika mendengar kata ditinggalkan, karena sebas pernah melihat Xio yang sedang bereksperimen membuat sesuatu yang sangat gila dan jika orang-orang mengetahuinya pasti akan berpikir kalau Xio sudah gila karena penelitiannya sangatlah mustahil.
Dari itu juga Sebas sudah mengerti kalau Ellisa adalah segalanya untuk Xio yang rela melakukan apapun demi terus bersamanya. "Cinta itu Gila" itulah yang bisa sebas lihat dari Tuannya yang sudah dimabuk asmara.
Xio bediri dari tempat duduknya sambil masih mencium bibir Ellisa di pangkuannya. "Sebas katakan pada anak-anak kalau aku dan Ellisa akan tidur siang dulu." Ucap Xio melepas Ciumannya sebentar kemudian kembali menciumnya dan menghilang tempat barusan ia berdiri membawa Ellisa.
...----------------...
Sementara itu di sisi Xio, ia langsung menjatuhkan Ellisa di atas kasur kemudian melucuti semua pakaian yang dikenakannya.
'Kenapa pakaian wanita ribet sekali sih?' Batin Xio karena menggunakan gaun, sementara dirinya sudah tidak sabar ingin mengekplor setiap inci bagian tubuh Ellisa.
Ellisa terkekeh kecil melihat Wajah kesal Xio.
Srakkk!!
Karena sudah tidak tahan lagi Xio pun langsung menyobekan gaun yang kenakan Ellisa lalu melemparnya ke sembarang tempat hingga Ellisa sudah telanjang bulat memampangkan tubuh putih mulus dan seksinya yang tidak pernah gagal membuat Xio langsung bergairah dengan hanya melihatnya saja.
Xio langsung menghisap leher Ellisa dan menggigitnya, semntara kedua tangannya sudah memainkan dan memelintir p*ting Ellisa.
Beberapa menit Kemudian Xio menyuruh Ellisa untuk menungging karena ia ingin mencoba gaya baru. Saat ini posisi Ellisa sudah menungging dengan Xio sedang menggesek-gesekkan miliknya di area Ellisa yang sudah basah dan licin.
Dengan sekali hentakan Xio berhasil memasukkan miliknya secara utuh dan langsung menabrak dinding rahim Ellisa, sehingga membuat Ellisa menjerit sambil membelalakkan matanya. Begitupun dengan Xio yang merasakan kenikmatan luar biasa, walupun sudah di masuki dan di jelajahi oleh benda besar miliknya, tapi tetap saja milik Ellisa sempit seperti biasanya.
...----------------...
Pukul 5 sore hari dikamar Xio dan Ellisa.
Terlihat mereka berdua sedang berbering dikasur sambil berpelukan tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka, sebab mereka baru saja selesai melakukan hubungan yang menguras keringat.
Ellisa membenamkan kepalanya di dada Xio dengan gangan melingkar di pinggangnya.
"Sayang apakah melahirkan akan sesakit yang orang-orang bilang?" Tanya Ellisa.
Xio mengelus rambut Ellisa, "Aku akan mencarikan obatnya agar kamu tidak sakit saat melahirkan nanti." Jawab Xio.
"Aku memang takut, tapi aku juga ingin merasakan bagaimana perasaan dan perjuangan seorang ibu saat melahirkan anak mereka. Jadi kamu tidak usah repot-repot mencari obatnya." Ucap Ellisa.
"Tidak!! pokoknya aku tidak ingin kamu kesakitan!" Seru Xio menggenggam lengan Ellisa sambil menatap matanya.
"Tapi -" Ellisa ingin menyangkal tapi tidak sempat karena Xio yang langsung mencium bibirnya.
Xio melepaskan ciumannya dan kembali menatap Mata Ellisa. "Ellisa aku mohon menurut lah padaku, orang-orang bilang melahirkan itu sangat menyakitkan. dan aku tidak ingin melihat kesakitan itu ada padamu." Ucap Xio.
Ellisa terdiam sejenak. "Baiklah kalau itu yang kamu mau." kata Ellisa menyetujui ucapan Xio.
"Aku senang kalau istri kesayanganku ini mau menurut dengan Suaminya." Xio tersenyum kemudian memeluk erat Ellisa.
...----------------...
...BERSAMBUNG...