
...----------------...
"Sepertinya Bos kali ini king goblin." Kata Leon.
Leon, Lena dan Zekiel. Mereka bertiga sedang menjelajahi sebuah dungeon dan saat ini mereka sudah sampai di ujung dungeon tersebut. ketika sampai di ruangan bos dungeon, mereka dapat melihat Seekor goblin besar berwarna hijau yang sedang tertidur di tanah dan di punggung poblin tersebut nampak 2 buah kapak batu yang terlihat besar namun juga tajam.
Swooshh!
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Leon langsung mengeluarkan salah satu pedang nya kemudian melesat cepat kearah King goblin yang sedang tidur tersebut.
Sringg!!
Crashh!!
Tiba-tiba saja kepala king goblin tersebut sudah terpisah dari tubuhnya sehingga banyak sekali darah yang keluar dari lehernya dan darah tersebut juga mengenai pakaian Leon.
Byurr!!
Leon langsung basah kuyup karena baru saja ia di siram oleh air yang sangat banyak. "Lena kenapa menyiram kakak?" Tanya Leon. "Humphh!" Lena memalingkan wajahnya.
"Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?" Gumam Leon. "Tentu saja kamu salah!, Siapa suruh membunuh king goblin barusan seorang diri saja. Kita berdua juga kan ingin ikutan." Ucap Zekiel.
"Oh hehe, maafkan aku." Kata Leon tertawa dipaksakan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kakak Selalu saja seperti itu, jadinya kan kita tidak Naik naik levelnya." Ucap Lena.
"Iya-iya maafkan kakak, nanti kakak akan bicara ke papah untuk meminta item yang dapat berbagiblevel monster yang sudah dibunuh." Kata Leon. "Nah sekarang isi didalam peti itu boleh buat kalian berdua deh, kakak tidak akan mengambil bagian sebagai permintaan maaf bagaimana?" Lanjutnya menunjuk peti yang berada di belakang mayat king goblin yang sudah mati tadi.
"Hmm... Baiklah, ayo Zekiel bantu aku membuka peti ini!" Seru Lena kemudian berjalan mendekat peti tersebut diikuti oleh Zekiel.
Ketika peti itu terbuka, Nampaklah beberapa koin emas dan perak serta ada sebuah buku yang kemungkinan buku itu adalah buku skill. Lena mengambil buku tersebut dan membaca sampulnya, "Neutralize." Judul buku tersebut.
"Aku tidak butuh emas dan peraknya, jadi akun akan mengambil buku ini saja." Kata Lena. "Hmm aku juga tidak terlalu membutuhkannya." Gumam Zekiel. "Kita berikan saja kepanti asuhan semuanya." Ujar Leon.
"Lalu mau kita apakan mayat king goblin ini?" Tanya Lena.
"Kita bawa dulu saja ke guild, Siapa tahu kan ayah membutuhkan-Nya." Jawab Zekiel diangguki Oleh Leon dan lena. Leon pun langsung memasukan mayat beserta peti yang berisi koin tadi ke dalam cincin penyimpanannya.
Azco yang dari tadi mengikuti mereka memutuskan untuk kembali ke istana karena semuanya sudah aman.
Mereka bertiga pun kemudian langsung keluar dari dungeon tersebut dan pergi ke panti asuhan terlebih dahulu. Mereka bertiga memang sudah biasa memberikan hadiah dari misi mereka ke panti asuhan walaupun panti asuhan juga sebenarnya sudah sangat tercukupi karena mendapatkan tunjangan dari Kerajaan sehingga semua kebutuhan panti asuhan selalu tercukupi.
Selesai di panti asuhan mereka bertiga langsung berjalan menuju gulid petualang. dari luar saja sudah terdengar bisingnya keadaan didalam guild tersebut, namun ketika mereka bertiga masuk tiba-tiba saja keadaan menjadi hening seketika. Hal ini lah yang Leon tidak suka karena mereka sudah mengetahui kalau Leon dan Lena adalah anak dari raja.
"Ekhemm.. Kakak-kakak semuanya, kalian tidak perlu bersikap terlalu canggung, bersikap lah seperti biasanya jujur saja aku tidak terlalu menyukai kalau ada orang yang bersikap terlalu formal. apakah kalian mengerti?" ucap Leon bersungguh-sungguh namun malah kelihatan imut dimata orang-orang yang melihatnya.
Semua orang yang ada disana langsung tersipu kelika melihat keimutan Leon saat berbicara. "MENGERTI PANGERAN!" Jawab semua orang bersamaan sehingga menciptakan suara yang sangat keras. Leon, Lena dan Zekiel yang sudah memperkirakan hal tersebut pun dudah menutupi telinga mereka dari tadi.
"Anak-anak apakah kalian bar pulang dari dungeon nya?" Ucap Aspan berjalan turun dari tangga. "Iya paman/ayah." jawab mereka bertiga.
"Paman, kita juga ingin memberikan ini untuk paman karena kita tahu harus diapakan." Kata Leon mengeluarkan mayat king goblin yang kepalanya sudah terpisah dari tubuh nya.
Hanya Aslan yang tidak terkejut lagi karena iya sudak tahu bagaimana kekuatan 3 anak tersebut apalagi Leon. Aslan juga merasa kalau kekuatan Zekiel semakin meningkat karena selalu bersama dengan Leon dan Lena.
"Apakah kalian tidak mau menjualnya saja?" Tanya Aslan.
"Tidak usah paman, Ambil saja untuk paman." Jawab Leon.
"Baiklah kalau begitu, Terimakasih." Kata Aslan. "Lalu sekarang kalian mau kemana?" Tanya nya lagi.
"Kita akan mengambil misi lagi saja." Jawab Lena. Aslan pun mengangguk.
Leon, Lena dan Zekiel pun langsung berjalan menuju papan Misi untuk mencari misi yang kira-kira mereka bisa ambil.
"Kakak Lihat!" Seru Lena menjuk salah satu kertas pengumuman. "Ayo kita ikutan di kompetisi ini!" Lanjutnya.
Leon membaca keseluruhan isi kertas tersebut yang ternyata adalah pengumuman tentang acara kompetisi pemilihan pahlawan yang akan di adakan 5 hari lagi.
"Syaratnya harus 4 orang, sedangkan kita hanya tiga orang saja. Dan lagi harus sudah berusia diatas 10 tahun." Kata Leon.
"Bagaimana kalau kita minta saja ke papah untuk memasukan kita kedalam kompetisi?!" Ujar Lena.
"Kalau ke papah memang boleh, tapi kalau mamah tahu pasti kita tidak akan di ijinkan dan nanti malah memarahi papah." Jawab Leon.
"Oh iya bagaimana kalu kita meminta Azco saja untuk ikut bersama kita!." Seru Lena. "Azco kan sekarang bisa berubah jadi seperti manusia dan juga Azco bisa membuat kita menjadi seperti berumur 10 tahun." Lanjutnya.
"Benar!" Seru Leon. "Tapi bagaimana cara membujuknya?" Lanjutnya. Mereka pun berpikir sejanak.
"Bagaimana kalau kita berikan saja makanan yang banyak?!." Ujar Lena. "Yah kita coba saja dulu, kalau dia tetap tidak mau kita pikirkan cara yang lain atau perlu kita paksa saja dia sampai mau." Kata Leon diangguki oleh Lena dan Zekiel.
"Baiklah kalau begitu kita berdua akan langsung pulang saja. Zekiel jangan beritahu laman Aslan kalau kita kan ikut dalam acara Ok?" Ucap Leon.
"Ok!" Jawab Zekiel sambil mengacungkan ibu jarinya. Leon dan Lena pun langsung keluar dari Guild kemudian beranjak kembali ke istana.
Beralih Ke sisi Azco. Sesampainya diistana, Ia langsung mencari Xio untuk memberitahu kalau ia sudah menjaga anak-anak. tapi setelah alama mencari dia tidak menemukan keberadaan Xio sama sekali dan ketika bertanya pada orang-orang, mereka pun sama tidak melihat Xio sama Sekali.
"Nanti saja deh laporannya." Gumam Azco. "Hatchuww...!" Tiba-tiba saja ia Bersin bahkan sampai keluar api dari mulutnya. "Perasaan aku tidak sedang sakit, hmmm mungkin ada yang sedang membicarakan ku" Katanya. Padahal naga sama sekali tidak akan terkena serangan penyakit.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG