
...----------------...
"Leon Ikuti papah dan jangan terlalu jauh dari papah." Ucap Xio. Leon mengangguk kemudian merekapun masuk kedalam dungeon tersebut diikuti oleh azco.
"Disini sangat gelap." Ucap Leon.
"Azco." Kata Xio, Azco yang mengerti apa yang dimaksud oleh Xio langsung saja Tubuhnya bercahaya sehingga menerangi dinding-dinding gua tersebut yang ternyata lebih luas berbeda dengan kelihatan dari luarnya.
Dan saat ini dihadapan mereka Terpampang jelas pintu gerbang yang sangat besar dan di depan gerbang tersebut terlihat banyak Sekali monster berlevel kecil seperti seperti Slime sedang menjaga gerbang tersebut.
"Papah biarkan Leon yang Melawannya."Ujar Leon dan dijawab dengan anggukan oleh Xio.
Leon langsung Saja mengeluarkan pedang kembarnya dan mengayunkan kedua pedang tersebut dari jauh.
Swoosh!!
Terlihat energi keluar dari kedua pedang Leon dengan sangat cepat dan energi dari kedua pedang tersebut berbentuk tanda silang.
Slashh!
Boom!
Tidak hanya berhasil memotong Slime-slime tersebut tapi energi tersebut juga langsung meledak ketika menyentuh permukaan sehingga sudah setengah slime yang berhasil Leon kalahkan.
'Hmm Dari mana Leon belajar teknik berpedang seperti itu?' Batin Xio karena Xio merasa belum pernah mengajarkan teknik yang seperti itu, namun Xio tidak mempertanyakannya karena Xio berpikir Asalkan ilmu tersebut dapat melindungi dirinya maka tidak perlu ada yang harus di khawatirkan.
Leon pun melanjutkan membunuh Slime-slime tersebut menggunakan pedangnya hingga tidak tersisa satupun.
Dan tiba-tiba saja pintu gerbang yang tadinya tertutup mulai terbuka perlahan. Dan ternyata dibalik pintu tersebut sudah menunggu goblin-goblin yang jumlah nya tak kalah banyak dari slime yang baru saja Leon habisi.
"Sepertinya untuk membuka pintu selanjutnya kita harus menghabisi semua monsternya terlebih dahulu." Ucap Xio karena memang saat ini ia melihat pintu besar lainnya di seberang gerombolan goblin tersebut.
"Leon mau papah bantu tidak?" Tanya Xio.
"Tidak perlu, aku bisa menyelesaikannya sendiri." Jawab Leon langsung melesat lari ketengah gerombolan goblin tersebut dan mulai memainkan pedangnya seperti orang yang sudah sangat mahir dalam berpedang.
Xio yang melihatnya hanya tersenyum karena sepertinya Leon akan sangat kuat dalam ilmu berpedang.
'System akan ada berapa pintu lagi untuk menuju bagian inti dungeon ini?' Tanya Xio dalam hati karena ada Azco di sampingnya.
[Didalam dungeon ini terdapat 10 pintu, yang dimana setiap pintunya akan bertambah sulit atau monster di balik pintu-pintu berikutnya akan lebih kuat dari pintu sebelumnya. dan di akhir pintu akan terdapat boss dungeon yaitu pemilik dungeon ini]
'Ternyata seperti itu, aku jadi penasaran sebenarnya apa yang membuat banyak orang masuk kemari dan tidak dapat kembali lagi.' Batin Xio, kemudian kembali memperhatikan pertarungan Leon dengan para goblin.
Tak butuh waktu lama, Leon sudah berhasil menghabisi semua goblin yang ada dan pintu berikutnya pun terbuka.
"Papah ayo!" Kata Leon semangat.
"Tunggu dulu, apakah kamu tidak lelah?" Tanya Xio.
"Aku tidak lelah, sekarang aku sangat bersemangat." Jawab Leon.
"Hahh baiklah, tapi kalau lelah kamu harus bilang." ujar Xio sambilmengehela nafas.
Dan di beberapa ruangan juga terdapat ada beberapa mayat demi human yang mungkin mati gara-gara bertarung dengan monster. Karena memang ada beberapa monster yang yang sulit dikalahkan.
"Papah ayo kita lanjutkan." Kata Leon.
"Tunggu dulu, Lihatlah luka-luka yang ada di tubuhmu." Ucap Xio Leon pun melihat tubuhnya sendiri yang ternyata benar saja terdapat beberapa luka ringan di beberapa bagian tubuhnya.
"Hehe saking semangatnya aku jadi tidak merasakan kalau ternyata ada luka di tubuh ku." Ucap Leon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Xio hanya bisa menggegelengkan kepalanya kemudian memberikan Leon 1 potion.
Selesai meminum potionya, Mereka pun melangkahkan kakinya ke pintu ke 9, Namun anehnya Tidak ada satupun monster disana dan hanya ada lorong kosong yang terlihat sangat panjang.
"Tuan hati-hati sepertinya Terdapat jebakan disini, dan jika dilihat dari rune sihir yang tertulis di dinding ini sepertinya jebakan yang di pasang sangat panjang." Ucap Azco sambil menunjukan rune-rune sihir yang berada di dinding-dinding lorong tersebut.
Walaupun Xio percaya dengan dengan apa yang Azco katakan, tapi dia ingin mengetesnya menggunakan shadow soldiernya.
Saat Shadow soldier Tersebut melangkah kedepan belum terjadi apa-apa, tapi tidak lama kemudian.
BOOM!!
Kedua dinding yang berada di kiri dan kanan dengan cepat bergerak menjepit Shadow soldier tersebut.
Xio kemudian mendapatkan ide untuk cepat sampai ke ujung lorong tersebut yaitu dengan memerintahkan Shadow soldier nya untuk langsung ke ujung lorong karena Shadow soldier miliknya bisa masuk kedalam bayangan. dan kemudian Xio tinggal menggunakan shadow teleportation nya.
"Leon pegang tangan papah, Azco kamu juga berpegangan padaku." Ucap Xio, Leon dan Azco pun melakukan apa yang dikatakan Xio.
Setelah Leon dan Azco berpegangan, Xio langsung saja menggunakan Shadow teleportation nya dan ternyata memang berhasil, namun ternyata saat mereka sudah berada di ujung pun jebakan tersebut masih ada. Tapi ketika dinding tersebut hampir mengenai Xio, Leon dan Azco, Xio langsung mengeluarkan black Hole nya sehingga dinding-dinding tersebut tersedot masuk sebagian kedalam blackhole.
"Hufff berhasil." Xio, Leon dan Azco menghela nafas lega. dan sekarang dihadapan mereka terdapat pintu yang berbeda daris ebelumnya karena pintu yang ada dihadapan mereka terlihat lebih mewah mungkin karena pintu tersebut merupakan pintu terakhir atau pintu menuju Boss.
Saat pintu tersebut dibuka, Banyak serbuk serbuk halus yang berhamburan, tapi karena Xio telah memprediksi hal tersebut jadi Xio sudah membuat Barrier cahaya yang melindungi mereka bertiga.
"Hahaha Akhirnya ada manusia yang berhasil Sampai di ruangan ku dan kali ini aku mendapatkan lelaki yang tampan." Terdengar Suara wanita di dalam ruangan tersebut namun karena serbuk-serbuk tersebut belum hilang sehingga menutupi penglihatan mereka.
Dan ketika serbuk-serbuk tersebut menghilang nampaklah Seorang wanita yang Menggunakan pakaian terbuka serta memiliki sayap dan tanduk.
"Tuan wanita tersebut adalah seorang Succubus yang penuh dengan hawa nafsu." Jelas Azco.
"Tunggu dulu bagaimana bisa kalian tidak terpengaruh dengan serbuk Milikku?" Kata wanita tersebut ketika melihat Xio serta Leon dan Azco tidak terpengaruh oleh serbuknya yang dapat membuat Siapa saja yang terkena serbuk tersebut akan terhipnotis.
"Yah tidak apa-apalah sebentar lagi juga kalian akan menjadi budak nafsuku!"
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG