Cross The World With System

Cross The World With System
Pulang



...----------------...


Tak butuh waktu lama Xio dan Ellisa berjalan untuk mencari Rose karena Ellisa ingat setiap pagi Rose Selalu berada di tempat Latihan.


"Nenek!!" Panggil Ellisa. Rose yang sedang Memegang pistol saat itu pun langsung melirik kearah suara kemudian meletakkan pistolnya dan berjalan kearah mereka berdua.


"Baguslah kalian sudah bertemu kembali, Karena Ellisa selalu terlihat tidak bersemangat kalau tidak ada kamu." Ucap Rose.


"Terimakasih sudah menjaga Ellisa selama aku tidak ada dan juga aku kemari ingin mengajak Ellisa kembali." kata Xio. Rose menatap Ellisa dan dijawab anggukkan olehnya.


"Baiklah kalau Ellisa juga memang mau aku tidak akan melarangnya." Jawab Rose.


"Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan mengenai kakek Azril." Ujar Xio.


"Ellisa kamu boleh membereskan barang-barang mu terlebih dahulu, nenek ingin bicara dengan Xio berdua dulu." Ucap Rose. Ellisa pun mengangguk kemudian meninggalkan mereka berdua untuk berbicara.


"Silahkan apa yang ingin kamu tanyakan?" Ujar Rose.


"Apakah Nenek sudah tahu mengenai kehilangan kakek?" Tanya Xio.


"Yah aku sudah mendengarnya dari Ellisa." Jawab Rose.


"Lalu apakah Nenek tahu siapa yang membawa kakek atau dibawa kemana kakek?" Tanya Xio lagi.


"Maafkan aku, karena aku dan Azril sudah lama tidak aa komunikasi jadi aku tidak memiliki informasi tentangnya.Tapi kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan dia karena dia akan baik-baik saja." Kata Rose.


"Baiklah kalau begitu aku akan membantu Ellisa dulu." Ucap Xio berniat untuk pergi membantu Ellisa namun terhenti oleh pertanyaan Rose.


"Tunggu dulu ada yang ingin ku tanyakan, Apakah kamu yakin dengan pilihan-Mu?, Apakah kamu sudah mengikhlaskan nya jika suatu hari Ellisa pergi?." Tanya Rose Membuat Xio diam sejenak karena pertanyaan Rose membuat dirinya kembali tidak yakin dengan pilihannya.


"Aku lihat kamu masih ragu, aku sudah sangat menyayangi Ellisa Kalau sampai Kamu membuatnya kecewa lihat saja apa yang akan terjadi." Ancam Rose. Belum Sempat Xio menjawab sudah keburu ada Ellisa menghampiri mereka dengan membawa koper.


"Sini sayang biar aku yang membawanya." Ucap Xio kemudian Memasukkan koper tersebut kedalam inventory Rose tidak aneh dengan hal tersebut karena tahu Xio memiliki sihir.


"Nenek nanti jangan lupa berkunjung ke Indonesia." Ellisa memeluk Rose.


"Tentu saja nenek akan sering berkunjung kalau ada jadwal kosong." Jawab Rose membalas pelukan Ellisa kemudian melepaskan nya kembali.


"Kalau begitu kita akan berangkat sekarang. oh ya Nenek nanti datang ke acara pernikahan kami." Ucap Xio dijawab anggukan Oleh rose.


Xio menggenggam tangan Ellisa karena ia akan langsung berteleport ke tempat Leon dan Lena.


"Apakah kamu sudah siap siap bertemu dengan anak-anak?" tanya Xio dan Ellisa pun mengangguk.


Sementara itu ditempat Leon dan Lena. Mereka berdua sedang sedang latihan menggunakan katana kayu karena ternyata rumah Jhonatan memiliki tempat latihan juga. Leon dan Lena terlihat sedang mengayunkan katana mereka masing-masing pada Boneka kayu dan disana hanya da mereka berdua.


"Anak-anak mamah Rajin-rajin sekali."


Leon dan Lena langsung mengalihkan pandangannya kearah suara dan ketikan melihat Ellisa Mereka langsung Berlari kearah Ellisa kemudian memeluk nya erat.


"Kenapa mamah meninggalkan kita?" Kata Leon.


"Iya kami kira mamah tidak merindukan kami." Tambah Lena.


"Tentu saja mamah merindukan putri dan juga jagoannya mamah yang imut ini." Jawab Ellisa mengelus kepala kepala mereka berdua dengan tersenyum.


Grebb!!


Tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang dan mencium leher Ellisa yang ternyata itu adalah Xio.


"Geli sayang!" Kata Ellisa.


"Papah!" Seru Leon dan Lena.


"Hmm Biarin dong orang mamah kalian juga istri papah" Ucap Xio melanjutkan Mencium Ellisa.


"Xio sudah nanti kamu bisa melanjutkannya kalau sidah tidak ada anak-anak." Kata Ellisa mendorong wajah Xio yang dari tadi menempel padanya.


"Janji yah jangan sampai nanti kamu mengelak." Ucap Xio berbisik ditelinga Ellisa diangguki oleh Ellisa dengan wajah yang memerah.


"Kakek Arthur dan kakek Jhonatan sedang memasak sarapan." Jawab Leon.


"Baiklah Ayo kita kesana." Xio langsung menggendong Leon dan Lena, Mereka pun berjalan menuju dapur yang ada dirumah tersebut. Xio juga sudah hapal dengan tata lokasi keseluruhan rumah yang besar itu karena waktu kecil dia pernah tinggal dirumah itu.


Saat mereka masuk kedapur terlihatlah pemandangan Yang berantakan dengan alat-alat dan bahan-bahan makanan yang berserakan dan terlihat Juga Jhonatan sedang menggiling adonan sehingga banyak tepung yang menempel di pakaiannya sedangkan Arthur sedang mengatur suhu Api tapi terlihat kebingungan.


Tok tok!


Xio mengetuk dinding.


"ELLISA!!" Seru Jhonatan dan Arthur.


Brughh!


Jhonatan dan Arthur Tabrakan sampai tersungkur di lantai karena mereka berlari kearah Ellisa secara bersamaan. Xio dan Ellisa hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka berdua.


Ellisa membatu mereka berdua berdiri karena Xio sedang memangku Leon dan Lena. Saat mereka sudah berdiri mereka berdua pun langsung memeluk Ellisa.


"Sayang kamu kemana saja, Ayah sangat rindu denganmu." Ucap Jhonatan.


"Tunggu dulu, Seharusnya aku yang mengatakan itu kan aku ayah kandungnya Ellisa." Kata Arthur.


"Suruh siapa Lama, kan aku juga ayahnya Ellisa." Jawab Jhonatan.


"Sudah-sudah, Ellisa hanya punyaku seorang." Xio menarik Ellisa dari pelukan mereka.


"Kenapa malah jadi memperebutkan aku?. Apakah kalian tidak mencium bau gosong?" Ucap Ellisa merekapun mengangguk kemudian mlirik kearah kompor yang ternyata Arthur belum mematikan kompornya. Arthur pun langsung buru-buru mematikan kompornya namun sayangnya masakannya sudah keburu gosong.


"Memangnya ayah sedang memasak apa sih?, sampai seisi dapur berantakan begini." Ucap Xio.


"Hehe tadinya kami ingin memasak masakan Spesial untuk kembalinya Ellisa." Jawab Jhonatan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Huhh sudahlah Biar Aku yang memasak." Xio menghela nafas.


"Aku bantu yah!" seru Ellisa.


"Tidak usah sayang kamu mengobrol saja dengan ayah, karena aku akan memasak masakan yang sangat-sangat spesial untuk kamu." Ujar Xio Ellisa pn mengangguk dan pergi ke ruangan makan bersama dengan Jhonatan dan Arthur serta anak-anak sementara Xio memasak didapur.


Di meja makan Ellisa menceritakan Tentang kemana dia selama ini dan juga siapa yang sudah Menolongnya.


"Ketika kamu tidak ada, Disini ada anak kecil yang selalu menangisi kamu loh." Ucap Jhonatan.


"Hah Siapa?, Leon?, Atau Lena?" Tanya Ellisa. Jhonatan pun menggelengkan kepala nya.


"Ohh maksudnya Xio." kata Ellisa baru mengerti.


"Haha apakah benar begitu?, Kok aku punya suami yang cengeng yah?" Lanjutnya.


"Ekhemm... apakah kalian sedang membicarakan ku?" Ucap Xio yang tiba-tiba bmuncul dibelakang mereka sambil membawa nampan makanan.


"Kata Ayah kamu cengeng ketika aku tidak ada." Jawab Ellisa Jujur. Xio langsung melirik kearah Jhonatan yang langsung pura-pura.


"Ha ha Lebih kita makan dulu saja karena ayah akan mengajak kalian jalan-jalan di jepang." Kata Jhonatan tertawa canggung.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


M4GR