Cross The World With System

Cross The World With System
Ketahuan



...----------------...


Xio langsung menengok kebawah Ketika mendengar suara ledakan yang besar barusan, dan yang ia lihat yaitu salah satu alat pengukir level yang sudah hancur lebur dengan azco di hadapan alat pengukuran tersebut.


Xio menepuk keningnya sendiri, 'Azco pasti lupa menekan levelnya, padahalkan aku sudah memperingati dia sebelumnya.' batin Xio. Karena alat pengukur itu hanya dapat mengukur sampai pada level 7.000 saja. dan tentu saja saat ini Azco sedang panik karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat ini, dengan keringat yang bercucuran


"Sepertinya alat ini rusak yah?" Kata Azco menepuk-nepuk alat tersebut.


Rafael yang kebetulan menjadi pengawas pun ikut memeriksa alat tersebut, "Hmm benar-benar rusak, kenapa bisa rusak?" bingung Rafael belum tahu kalau orang dihadapannya adalah Azco, karena Rafael belum tahu bagaimana penampilan Azco ketika menjadi manusia. Sampai akhirnya ia mendapatkan telepati dari Xio.


'Rafael orang yang ada di dedepanmu adalah Azco, buat saja dia untuk mengetes levelnya sekali lagi.' terdengar suara Xio dikepala Rafael.


Rafael langsung saja melihat kewajah Azco serta kearah Leon dan Lena.


'Pantas saja aku merasa tidak asing.' Pikir Rafael. "Karena terjadi kerusakan pada alat ini, silahkan untuk barisan ini beralih ke tempat pengetesan disana." Ucap Rafael menunjuk antrian yang lumayan tinggal sedikit lagi.


Semua Antrian tersebut pun terpaksa harus mengantri di tempat pengetesan satu lagi.


Ketika Azco akan berjalan pergi, ia melihat wajah Rafael yang sedang tersenyum miring padanya seaakan memberitahukan kalau Azco akan mendapatkan hukuman dari Xio. Azco berjalan sambil menggerutu kesal karena seperti sedang di ledek oleh Rafael. Walaupun Xio mungkin hanya akan memberinya hukuman untuk bekerja di bagian tulis menulis di istana selama beberapa hari.


Ujian pertama akhirnya telah selesai dengan peringkat pertama di tempati oleh 3 karena mereka memiliki level yang sama persis yaitu level 4.000. Orang-orang tersebut adalah Seorang Pria tua bernama Gard yang terlihat gagah dan tangguh dengan armor baja dan gada besar di tangannya, Gard memiliki kelompok yang berjumlahkan 6 orang.



Kemudian orang yang menduduki peringkat yang sama yaitu Wanita bernama Chintya dengan pakaian seksi yang memperlihatkan paha mulusnya serta mengenakan topi dikepalanya, Chintya memiliki tim yang berjumlah 5 orang dan semua tim-nya adalah wanita yang berpakaian seksi.



Dan orang ketiga yang memiliki level yang sama yaitu Azco dengan nama samarannya yaitu Zico.


Philip yang tadinya berpikir akan mendapatkan juara satu di ujian pertama ini, seketika menjadi ciut. tapi dia masih percaya diri dengan kemampuan tim dan dirinya sendiri.


Pembawa acara pun kemudian mengumumkan berapa banyak jumlah tim yang berhasil lolos di ujian pertama dan kemudian mengumumkan pemenang pertamanya.


Karena ada 3 tim yang mendapatkan juara pertama jadi ke tiga tim tersebut mendapatkan hadiah yang sama, hadiah nya yaitu 200.000 koin emas dan beberapa potion tingkat tinggi. emas sebanyak itu sangatlah banyak bagi orang lain karena dengan uang sebanyak itu dapat membeli banyak sekali berbagai macam hal.


Tak terlebih lagi Azco yang saat ini sedang membayangkan berapa bajak jenis makanan yang bisa ia beli. Lena langsung mencubit pinggang Azco ketika melihatnya sedang melamun dan mengeluarkan air liur dari sudut bibirnya.


"awww!...tuan Puteri kenapa anda mencubit saya?" kata Azco meringis kesakitan sambil mengusap-usap pinggangnya.


"Orang sedang menjelaskan peraturan ujian selanjutnya, dan kamu malah melamun memikirkan makanan." Ucap Lena.


"Hehe maafkan saya.." kata Azco.


"Oh iya waktu didalam hutan berjalan lebih cepat dari pada di luar,jadi 3 hari kalian di dalam hutan sama dengan satu hari di luar hutan. Dan yang mati didalam hutan juga tidak akan mati sungguhan tapi akan kembali kesini dan dianggap sudah tereliminasi. sedangkan luka yang didapat akan terasa seperti kenyataan." Jelas pembawa acara. "Baiklah apa kalian SIAP!!?" tanyanya.


"SIAPP!!" Lantang semua orang dan langsung saja muncul lingkaran sihir dibawah kaki mereka yang tiba-tiba membuat semua peserta menghilang dari arena yang ternyata sudah di pindahkan secara acak setiap orangnya ke hutan tempat ujian.


Hutan tersebut memiliki luas yang sama dengan hutan kematian sehingga para peserta harus mencari dan berkumpul kembali dengan tim mereka. Didalam hutan tersebut sudah tersedia banyak sekali makanan yang dapat di petik dari alam namun tidak semua makan tersebut aman karena ada saja yang beracun apalagi dengan banyaknya monster yang berkeliaran sehingga akan lebih menyulitkan untuk mereka bertahan hidup.


Xio sudah menghabiskan hampir 3 juta PS untuk membeli semua persiapan tersebut, tapi Xio tidak menyesalinya karena itung-itung untuk hiburan juga.


"Sayang aku akan mengajak Leon dan Lena kemari,agar dapat menontonnya dengan jelas." Ujar Ellisa akan berdiri tapi ditahan oleh Xio. "Tunggu!" kata Xio.


"Sebenarnya...." Xio tidak yakin untuk mengatakannya pada Ellisa. "Sebenarnya kenapa?" Tanya Ellisa.


"Sebenarnya Leon dan Lena mengikuti acara kompetisi dan yang mengenakan jubah putih tadi adalah mereka yang di temani oleh Azco." Jawab Xio membuat wajah Ellisa terkejut.


"Tolong jangan marah dulu sayang, aku dapat menjamin anak-anak tidak akan dalam bahaya. Aku juga sengaja membiarkan mereka ikut karena ingin melohat dan menguji mereka dalam ketahanan bertahan hidup." Jelas Xio.


Ellisa duduk kembali di kursinya dalam keadaan lemas. "Kamu bisa saja berbicara seperti itu, apakah kamu tidak ingat?. walaupun Leon dan Lena memang kuat, tapi mental mereka itu masih anak-anak yang berumur 6 tahun dan kamu membiarkan mereka ikut dalam kompetisi?" Ucap Ellisa memegang keningnya seperti sedang pusing dan kemudian menghela nafasnya. "Hahhh...."


"terserah kamu saja, tapi kalau sampai Leon dan Lena kenapa-kenapa maka kamu tidak boleh tidur denganku malam ini." Ucap Ellisa tersenyum pada Xio.


Xio yang melihat ekspresi Ellisa, tahu kalau Ellisa berkata seperti barusan berarti ia sedang sungguh-sungguh dan Xio tidak mau kalau sampai yang di katakan Ellisa sampai terjadi karena ia berpikir tidur tanpa ditemani Ellisa akan sangat menyiksa dirinya.


Langsung saja Xio mengirimkan suara telepati pada Azco untuk segera mencari anak-anak dan melindungi mereka, jangan sampai Ellisa melihat Leon atau Lena terluka sedikitpun.


Selesai mengirimkan telepati nya, Xio langsung merangkul pinggang Ellisa dan mendudukkannya di atas lahunan Xio.


"Kamu tenang saja aku bisa menjamin Leon dan Lena tidak akan terluka." Ucap Xio membelai rambut halus Ellisa sambil mencium harum wangi kulit Ellisa.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG