Cross The World With System

Cross The World With System
Tresha



...----------------...


Tiga hari telah berlalu.


"Yang Mulia semua orang sudah evakuasi ke ruang dimensi anda." Ucap Gard mengahadap Xio yang sedang duduk di singgasananya.


Xio melirik kesamping nya yang disana sudah berdiri Ellisa, Jhonatan, Rose serta Leon dan Lena. Ia kemudian membuat sebuah portal lalu berjalan kearah mereka.


"Nenek, ayah tolong temani Ellisa dan anak-anakku di dalam sana. Didalam sudah ada persediaan makanan yang cukup untuk satu bulan." Ucap Xio menunjuk portal yang di buatnya.


"Baiklah nak, kamu juga harus berhati-hati." kata Rose diangguki oleh Jhonatan dan juga Ellisa.


"Iya kamu jangan sampai ceroboh." Tambah Ellisa. Ia tahu walaupun Xio kuat tapi dirinya masih ceroboh. Xio mengangguk dan mengecup kening Ellisa.


Mereka berlima pun berjalan kearah portal.


"PAPAH KALAHKAN SEMUANYA!!" Seru Leon dan Lena mengepalkan tangan kedepan, mereka memberikan semangat pada Xio.


"Yah papah akan mengalahkan semuanya!" Sahut Xio mengepalkan tangannya kedepan juga sambil tersenyum.


Setelah 5 orang tersebut masuk kedalam portal, Xio langsung menutup portalnya kembali lalu menghilang dari tempatnya barusan.


Saat ini dihadapannya sudah ada Ratusan ribu orang yang sudah siap untuk menghadapi Rift. Orang-orang tersebut diantaranya yaitu gabungan tentara dari 3 kerajaan serta para petualang dengan senjata dan armor yang lengkap. sementara disamping dirinya yaitu para bawahan terdekatnya, termasuk Azco.


"Azco berapa jam lagi sampai Rift nya terbuka?" Tanya Xio.


"Tiga jam lagi Yang Mulia." Jawab Azco.


"Perhatian semuanya!" Tegas Xio membuat semuanya hening seketika dan berdiri tegap menghadap kearah datangnya suara.


"Karena semua orang sudah mendapatkan tugasnya di setiap daerah, dan sebelum kalian pergi kedaerah yang ditentukan, aku ingin mengatakan kalau setiap monster yang kalian bunuh akan di akumulasi kan menjadi koin emas, untuk yang membunuh monster paling banyak akan mendapatkan hadiah khusus dariku." Jelas Xio. Semua orang langsung bersorak bersemangat karena mendengar kata hadiah.


"DIAM!" Teriak Lucifer membuat semuanya kembali hening. "Silahkan lanjutkan Yang Mulia." ucapnya mempersilahkan Xio melanjutkan bicaranya.


"Jika ada yang gugur dalam Rift kali ini, kerajaan akan memberikan kompensasi kepada keluarga atau kerabat terdekatnya. Tapi aku memerintahkan kalian agar tidak gugur di pertempuran ini!."


"Baiklah cukup basa-basi nya, sekarang pergilah kedaerah kalian masing-masing!!" Tegas Xio. ia kemudian melirik kesamping kiri kanannya, "Kalian juga pergilah sekarang dan pimpin mereka." ucap Xio.


"BAIK YANG MULIA!" Jawab mereka serentak.


Semua orang pun langsung berpencar ke daerah mereka masing-masing yang sudah di tugaskan. Sementara di pulau terbangnya Xio atau di kerajaan Regalia, yang menjaga hanya dirinya sendiri bersama dengan Sebas seorang saja.


Terlihat di langit kerajaan ragalia ada 2 orang pria yang sedang terbang. Satu orang menggunakan sayap kelelawar, sedangkan satu orang lagi seperti menapakkan kakinya di udara.


"Sebas kamu habisi monster-monster yang kecilnya saja, biar aku yang membantai monster besarnya." Ucap Xio.


"Baik Yang Mulia." Jawab Sebas membungkukkan dadanya sedikit.


Tidak berselang lama Langit yang tadinya berwarna biru cerah, seketika berubah menjadi Oren gelap. Perubahan warna langit tersebut bersamaan dengan munculnya retakan-retakan ruang di berbagai tempat secara acak.


Tidak lama kemudian dari dalam retakan-retakan tersebut keluarlah berbagai macam monster yang belum pernah Xio liat sebelumnya. Monster-monster tersebut tidak hanya berjumlah ribuan saja tapi dilihat dari levelnya sangatlah tinggi-tinggi sekali. Tapi Xio yakin dengan hanya Mereka berdua saja bisa menyapu habis gerombolan monster-monster itu.


"Mungkin dengan monster sebanyak ini levelku akan bertambah." Ucap Xio memperhatikan banyaknya monster yang keluar dari retakan-retakan tersebut.


"Sebas apakah kamu sudah siap?" Tanya Xio.


"Siap Yang Mulia!" Jawab Sebas dengan raut wajah yang seketika menjadi serius.



Xio langsung saja melesat duluan kearah gerombolan monster dengan pedang di tangannya dan mulai menebas Monster-monster yang di lewatinya.


"Golden:kavanov" Gumam Sebas. Disekitar tubuhnya sudah berkumpul cairan berwarna emas yang dengan seketika berubah menjadi jarum-jarum berukuran sedang yang terlihat padat serta tajam di ujungnya.


Sebas mengarahkan tangannya kedepan dan jarum-jarum emas itu pun langsung melesat dengan cepat menusuk monster-monster dihadapannya. Monster-monster yang tertusuk jarum tersebutpun langsung tidak bergerak lagi dan sudah dipastikan kalau mereka sudah mati.


Kembali kesisi Xio. Ia masih terus bergerak cepat, dan monster-monster yang di lewatinya pun langsung terpotong menjadi dua. Xio menebas monster-monster tersebut sudah seperti memotong mentega dengan pisau panas.


Karena tidak mau terlalu lama, Xio juga mengeluarkan Para Shadow soldiernya yang langsung ikut menghabisi monster-monster.


Setelah banyaknya monster yang dibunuhnya, Xio merasa kalau kekuatannya perlahan meningkat. Walaupun saat ini ia tidak bisa melihat statusnya, tapi dia yakin kalau Levelnya sudah meningkat.


Dari raut wajahnya, ia terlihat sangat bersemangat sekali menghabisi monster-monster tersebut. Walaupun dari dalam retakan tersebut terlihat para monster tidak ada habis-habisnya. Itulah yang membuat Xio bahagia, karena dengan banyaknya monster yang dibunuhnya maka akan semakin cepat juga levelnya meningkat.


Setelah beberapa jam membantai para monster, ia melihat kalau monster-monsternya sudah berkurang dan di dalam retakan juga menjadi semakin sedikit saja yang keluarnya. Xio pun tidak mau berlama-lama lagi dan langsung membunuh semua monsternya sekaligus dengan mengubah para shadow sildiernya menjadi Blackhole sehingga menyedot para monster yang masih hidup serta yang sudah mati kedalam Blackhole.


Xio menghubungi para bawahannya di berbagai daerah dengan telepati untuk bertanya keadaan didaerah mereka, dan mereka pun menjawab kalau tinggal sedikit lagi saja monster yang tersisa.


'Baiklah selesaikan dulu saja semuanya, dan jika sudah selesai jangan langsung kembali karena siapa tahu akan ada Rift yang baru lagi.' Telepati Xio kepada para bawahannya.


'BAIK YANG MULIA.' Jawab para bawahannya menggunakan telepati juga.


Xio melirik kebawahnya dimana terlihat sudah banyak sekali rumah-rumah yang hancur gara-gara gerombolan barusan.


"Sepertinya semuanya harus di renovasi ulang." Gumamnya.


*Zzzttzz!


Krakk! krak*!


Di atas langit tiba-tiba saja muncul kembali retakan yang sangat tidak biasa, karena dilihat dari retakan tersebut ukurannya melebihi besarnya pulau terbang Xio.


Dari dalam retakan tersebut turunlah 1 makhluk yang ukurannya sangat diluar nalar. Makhluk ini terlihat seperti rusa karena memiliki empat pasang kaki serta tanduk yang bercabang dengan matanya yang berwarna merah dan bulu berwarna putih, sehingga terlihat cantik sekaligus mencekam. Keseluruhan tubuhnya tidak memiliki ukuran seperti rusa atau monster biasanya karena dari tubuhnya saja sudah sebesar pulau terbang Xio.


"Makhluk apa itu?" Ucap Xio dengan wajah tercengang.


"Tidak mungkin!!" Sebas juga wajahnya terlihat sangat terkejut.


"Sebas! Apakah kamu tahu makhluk apa itu?" Tanya Xio.


"Tresha! nama makhluk itu adalah Tresha!" Jawab Sebas.


"Bagaimana bisa makhluk legenda sepertinya bisa muncul disini?" Heran sebas.


"Bisakah kamu menjelaskannya padaku?" Ujar Xio.


"Pada beberapa ratus ribu tahun yang lalu, ada sesosok makhluk yang di sebut dengan sebutan Tresha atau Ratu kehidupan. Tresha di percaya merupakan Ratu dari segala alam. karena Tresha lah yang menjaga keseimbangan dan kehidupan alam. Tapi setelah insiden kehancuran dunia Flix, Tresha ikut menghilang entah kemana, sehingga sosoknya menjadi legenda di kalangan orang-orang." Jelas Sebas.


"Banyak rumor yang beredar juga kalau Tresha adalah perempuan yang sangat cantik, bahkan kecantikannya lah yang membuat dunia Flix ini menjadi terpecah akibat ada yang mengincarnya." Tambah Sebas.


Belum sempat Xio bereaksi, tiba-tiba saja makhluk raksasa atau yang disebut Tresha itu tatapannya langsung tertuju pada Xio. Xio juga merasakan kalau didalam ruang dimensinya seperti akan ada yang keluar.


Sebuah portal muncul di hadapannya. Didalam portal tersebut keluarlah Ellisa yang melayang denga matanya terpejam.


"Elllisa! bagaimana bisa kamu keluar dari dalam ruangan dimensiku?!" terkejut Xio dan dengan segera menghampiri Ellisa. Tapi ketika sudah dekat dengannya, Xio tiba-tiba saja langsung terpental kebelakang dengan keras.


Ellisa terus melayang ke-


...----------------...


...BERSAMBUNG...