Cross The World With System

Cross The World With System
Mansion



...----------------...


Saat sampai didepan gerbang rumah Jhonatan, Xio dihentikan oleh satpam yang menjaga gerbang untuk di periksa.


"Tunggu dulu anda ingin bertemu siapa?" tanya pak satpam.


"Halo paman lama tidak bertemu." Ucap Xio membuka kaca mobilnya.


"Oh tuan muda!, Silahkan masuk." Satpam tersebut langsung membukakan gerbangnya. setelah gerbang terbuka, Xio kembali melanjutkan mobil nya memasuki halaman rumah jhontan dan saat sudah sampai didepan rumah Xio memarkirkan mobilnya.


Xio turun dari mobilny dan berjalan memasuki rumah tersebut tanpa menekan bell sama sekali. Saat Xio masuk, Xio tidak menemukan seorangpun sampai akhirnya ada seorang ART yang sedang bersih-bersih.


"Apakah bibi tahu ayah dimana?" tanya Xio.


"Tuan Jhonatan sedang berada di gazebo dekat kolam." jawab ART tersebut sopan karena sudah mengenal Xio.


Setelah mendengar jawaban dari ART tersebut, Xio langsung berjalan menuju tempat yang telah diberitahukan. saat Xio sampai tempat yang dituju, Xio dapat melihat Jhonatan, Ellisa serata Leon dan Lena sedang mengobrol sambil memperhatikan album foto yang ada ditangan Jhonatan.


"Apa yang sedang kalian tertawakan?" Ucap Xio.


"Papah lihatlah ini foto saat papah waktu kecil" Sahut Lena, dan Xio pun langsung melihat isi album foto yang dipegang Jhonatan, da ternyata benar album tersebut berisikan foto-foto Xio saat masih kecil.


"Ayah, kenapa ayah memperlihatkan fotoku waktu kecil?, itu sangat memalukan" Ucap Xio merengek.


"Kamu sangat imut waktu kecil." Ucap Ellisa.


"Jadi kamu bilang aku tidak imut sekarang?" Ucap Xio cemberut dan memalingkan wajahnya.


"Hahaha sudahlah kamu memang imut, bukankah ada yang ingin kamu bicarakan dengan ayah?" ujar Jhonatan dan diangguki oleh Xio.


"Anak-anak, kakek ingin berbicara dulu dengen papah kalian, kalian lanjutkan saja melihat-lihatnya dengan mamah kalian." Ucap Jhonatan dan diangguki oleh mereka.


Jhonatan berdiri dan menyerahkan albumnya pada mereka, kemudian ia berjalan kembali masuk kedalam rumah diikuti oleh Xio. saat sudah sampai ruang kerja Jhonatan mempersilahkan Xio untuk duduk.


"Baiklah, ayah sudah tahu apa baru saja kamu lakukan.


lalu apakah kamu sudah menangkap orang tersebut?" tanya Jhonatan.


"Aku sudah menangkap dan mengintrogasinya." Jawab Xio.


"Apakah ayah mengenal orang yang bernama Jordan?" Lanjunya bertanya.


"Maksudmu Jordan ketua Blood Fang?" ucap Jhonatan balik bertanya.


"Iya benar, dan orang itulah yang telah merencanakan penembakan tersebut" jawab Xio.


"Orang itu selalu saja ingin menjatuhkan ku, Jordan adalah teman ayah saat di kampus tapi karena ayah selalu lebih unggul darinya sehingga membuat dia benci pada ayah" jelas Jhonatan.


"Serly juga ikut andil dalam kejadian tersebut, dia menyuruh kekasihnya untuk menembak Leon dan Lena dan dia juga mengira ayah pasti akan melindungi anak-anak, sehingga dia bisa menyalahkan kalau Leon dan Lena yang bersalah karena telah membuat ayah terluka." ucap Xio menjelaskan.


"J*lang s*alan itu selalu saja mengganggu keluargaku" ucap Jhonatan mengepalkan tangannya.


"Ayah tenang saja, aku sudah menangkap wanita ular itu." Ujar Xio.


"Baiklah biar ayah sendiri yang memberinya pelajaran." Ucap Jhonatan.


"Sebaiknya kamu juga hati-hati, takutnya Jordan mengirim akan mengirim orang lagi." Lanjutnya.


"Aku lebih khawatir pada ayah, ayah lebih baik pindah saja kerumahku besok, dan untuk sekarang biarkan Ellisa dan anak-anak menginap disini" Xio berniat untuk membeli mansion disistem untuk ditempatkan dihalaman rumahnya.


"Apakah benar ayah boleh tinggal bersamamu?" tanya Jhonatan bersemangat dan diangguki oleh Xio hingga membuat jhonatan sangat senang. Mereka pun akhirnya kembali ketempat Ellisa serta anak-anak.


"Sayang, aku pulang dulu yah, kalian tunggu disini nanti malam aku kembali" ucap Xio menatap Ellisa.


"Umm baiklak kamu harus kembali sebelum makan malam" jawab Ellisa Garena saat ini masih jam 1 siang.


Setelah mendapat persetujuan Xio pun pulang kerumahnya,


'System cek status' ucap Xio.


«STATUS»


Nama: Xio Archon


Umur: 17


Ras: Human


Level: 6.100 (0/6.100.000)


HP: 6.100.000/6.100.000


MP: 6.100.000/6.100.000


Element: Kegelapan, Ruang, Cahaya


STR: 6.100


AGL: 6.100


INT: 6.170


Skill*


Ps: 10.500.000


Inventory*


Bawahan: Azco (lv.10.000)


7 Dosa (lv.7.000)


7 Kebajikan (lv.7.000)


1.000 pasukan ilahi (lv.4.000)


"System kenapa PS ku bertambah?" Tanya Xio.


[PS anda bertambah karena telah membunuh malaikat level 6.300]


[Anda juga mendapatkan 1 box Diamond]


"oh ternyata saat membunuh malaikat itu aku mendapatkan PS, baiklah System buka box milikku"


[Membuka 1 box diamond]


[Selamat anda mendapatkan Element waktu]


[Selamat anda mendapatkan Skill book Pause]


"Bagus sekali aku mendapatkan Element baru, aku akan memasangnya nanti saja."


Xio kemudian mencari mansion di shop System, hingga dia menemukan sebuah mansion berlantai 4 yang memiliki 1.000 kamar dan disertai dengan ruangan ruangan lainnya seperti laboratorium, ruang latihan, kolam renang, ruang makan yang sangat besar, dan ruang berkumpul.


"Baiklah System aku membeli yang ini saja"


[Membeli mansion dengan harga 500.000 PS]


[Sisa PS anda 10.000.000]


Setelah membeli mansion tersebut, Xio langsung memasang ilusi di halamannya agar orang mengira kalau di halaman tersebut sudah ada mansion. Setelah memasang ilusi, Xio langsung mengeluarkan mansion yang baru dibelinya kemudian mengalirkan mananya pad mansion tersebut hingga mansion tersebut berubah menjadi besar.


Xio sengaja membeli mansion yang memiliki banyak kamar, akrena Xio berencana untuk membeli bawahan untuk melindungi keluarganya yang ada dibumi.


"Sekarang aku tinggal membeli bawahan" Xio kembali melihat-lihat shop untuk mencari bawahan.


Xio menemukan 100 orang ahli digital, 100 orang ahli bisnis, 100 orang pelayan untuk membersihkan mansion, 100 orang ahli farmasi, dan 500 orang ahli beladiri dan senjata api, totalnya menjadi 900 orang dan dihargai 4.500.000.


[Membeli 900 bawahan dengan harga 4.500.000]


[Sisa PS anda 5.500.000]


Setelah terdengar pemberitahuan System, tiba-tiba saja ada banyak orang yang berdiri rapi dihadapan Xio.


"Hormat kami yang mulia" ucap mereka serentak.


"Panggil aku Tuan saja jika ada orang lain" Ujar Xio.


"Baiklah kalian berbaris lah sesuai dengan keahlian kalian" lanjut Xio, setelah mendengar perintah dari Xio merekapun berbaris sesuai dengan keahlian mereka masing-masing.


"pertama-tama aku akan memberikan tugas untuk ahli bisnis untuk membantu perusahaanku, untuk ahli farmasi kalian bisa bekerja di laboratorium dan untuk ahli digital carilah informasi-informasi sebanyak mungkin dari peruhaan dan kelompok dunia bawah yang ada di dalam negeri ataupun diluar negeri, untuk yang ahli bertarung kalian lindungilah masion dan juga keluargaku, dan untuk para pelayang kalian bisa membersihkan mansion dan memasak untuk semua orang" Jelas Xio.


"Apa Kalian mengerti?" Tegas Xio.


"MENGERTI YANG MULIA!!" Sahut semuanya serentak.


"Kalian bisa memilih kamar kalia masing-masing, aku akan pergi sekarang dan akan kembali besok" ucap Xio kembali masuk kedalam mobilnya.


Xio tidak langsung kerumah Jhonatan, tapi dia akan pergi kedunia Flix terlebih dahulu.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG