Cross The World With System

Cross The World With System
Wanita elf



...----------------...


Xio saat ini sedang berada di ruang makan bersama dengan Keluarganya. Seperti biasa, selesai makan ia akan mengobrol-mengobrol terlebih dahulu bersama dengan Rose dan Jhonatan, sementara Ellisa bersama Leon dan Lena sedang fokus memakan dessert atau hidangan penutupnya.


"Xio apakah orang yang mencelakai Ellisa dan dan anak-anak sudah di temukan?" Tanya Rose.


"Belum nek, hanya 1 petunjuk saja yang sudah di temukan. Sepertinya orang itu cukup berbahaya." Jawab Xio. "Nenek dan ayah tetaplah waspada siapa tahu pelakunya akan kembali kesini." Tambahnya.


"kamu juga sebaiknya jangan jauh-jauh dari Ellisa dan anak-anak karena sepertinya orang itu hanya menargetkan Mereka saja." Ujar Rose.


Xio menganggukkan kepalanya.


"Oh iya nenek, apakah Markas kelompok nenek tidak akan kenapa-napa jika ditinggalkan selama satu tahun?" Xio bertanya mengenai kelompok mafianya Rose.


"Tidak usah khawatir, nenek yakin mereka bisa menjaganya. lagipula nenek memutuskan untuk pensiun saja, karena nenek berpikir kalau umur nenek sudah tua dan sudah saatnya untuk menikmati sisa hidup saja." Jawab Rose.


"Ma'am tolong jangan bicara seperti itu!". Seru Jhonatan.


"Ma'am masih muda kok, lihatlah tidak ada keriput di wajah ma'am yang cantik ini. Aku yakin kalau tuan Azril juga masih terpesona dengan penampilan ma'am yang sekarang" Lanjut Jhonatan karena memang benar, walupun umur Rose sudah lumayan tua tapi wajahnya tidak ada keriput sama sekali, dan itu karena ia selalu melakukan perawatan pada kulitnya.


"Jangan memanggilnya tuan, Apakah kamu lupa kalau Azril juga sudah menganggap mu sebagai anaknya jadi panggil dia ayah." Kata Rose.


"emm baiklah." Jawab Jhonatan. Walaupun ia juga sebanarnya ingin memanggil Azril dengan sebutan ayah, tapi ia terlalu takut kalau Azril tidak menerimanya sebab kesalahan fatalnya dulu.


"Kalau nenek pensiun siapa yang akan mengurus kelompok BlackRose nantinya?" Tanya Xio lagi.


"Tentu saja kamu." Jawab Rose dengan santainya.


Xio menghela nafas. "Hahh aku sudah bisa menebak ini." Gumamnya.


"Baiklah." Xio dengan pasrah menerimanya, karena tidak mungkin ia menolak permintaan Rose walaupun tugasnya akan menjadi semakin banyak.


"Tidak perlu risau nenek juga akan membatu kok, apalagi ayah kamu masih punya masalah dengan Kelompoknya Jordi." Ucap Rose.


Burrpp!


Pandan mereka langsung tertuju pada Ellisa yang baru saja bersendawa.


"Ups!" Ellisa menutup mulutnya karena malu. "Sepertinya aku sudah terlalu kekenyangan." Ucapnya.


"Haha tidak apa-apa sayang makanlah sebanyak yang kamu mau biar anak-anak kita sehat." Xio tertawa sambil mengelus perut Ellisa. Ia diberikan buku cara merawat ibu hamil oleh Jhonatan, di buku itu tertulis kalau ibu hamil cenderung akan mudah lapar dan makan lebih dari porsi biasanya.


"Benar kata Xio makanlah sepuasnya, dulu ibunya Xio saat hamil bisa makan sampai berkali-kali dalam sehari belum lagi dengan cemilannya." Kata Jhonatan.


"Emm."Jawab Ellisa mengangguk. Xio mencium keningnya lalu mengelus kepala Ellisa sambil tersenyum karena Menurutnya Ellisa sangat lucu.


"Lena juga mau makan yang banyak!" Seru Lena.


"Nih Lena makan saja punya kakak." Leon menyerahkan kue miliknya pada Lena.


"Terimakasih kakak! kita makan berdua saja biar Lena menyuapi kakak." Ucap Lena kemudian menyuapi sesendok kue untuk Leon. Setelah satu suapan Leon langsung memalingkan wajahnya yang sedang tersipu.


begitupun dengan para orang dewasa yang melihatnya ikut tersipu juga karena keimutan tingkah laku mereka berdua.


"Yah kalian berdua juga makanlah yang banyak agar cepat tumbuh besar." Ucap Xio.


"Bukannya kalau makan yang banyak hanya akan buat jadi gemuk?" Kata Leon.


"Itu tanyakan saja pada kakek, papah ada urusan sebentar." Jawab Xio memang benar kalau ia ada urusan dengan para bawahannya yang ingin melaporkan Sesuatu.


"Sebas kamu tunggu saja disini jaga Ellisa dan anak-anak." Tambahnya beranjak dari kursi.


"Baik Yang Mulia." Jawab Sebas. Sebelum pergi Xio juga mengecup bibir Ellisa tipis kemudian menghilang dari ruangan makan itu.


Xio barusaja mendapatkan kabar dari para bawahannya kalau mereka saat ini sedang dihutan dan sedang membuntuti orang mencurigakan.


Di tengah hutan yang di penuhi dengan pepohonan, saat ini para bawahan Xio sedang mengejar-ngejar orang yang mencurigakan tersebut. Mereka melocat dari dahan pohon satu kepohon lainnya dengan kecepatan yang bisa dibilang lumayan cepat.


"Hei Berhen disana dan tunjukkan wajahmu!" Seru Mammon.


Bukannya berhenti, orang itu malah menambah kecepatannya dan berbelok arah secara tiba-tiba. Tidak mau kehilangan jejaknya para bawahan Xio yang terdiri dari Mammon, Lucifer, Gabriel dan Sammael, mereka juga ikut menambah kecepatan dan langsung berbelok.


"Kemana perginya orang itu?!" Bingung mereka berempat. karena sudah tidak bisa melihat orang bertudung tadi yang sudah tidak bisa dirasakan hawa keberadaannya juga.


Xio tiba-tiba saja muncul di tengah mereka berempat.


"Kemana orangnya?" Ucap Xio.


"Maaf Yang Mulia, kami kehilangan jejaknya." Jawab mereka berempat Sambil menundukan kepala mereka.


Xio memejamkan matanya untuk merasakan hawa keberdaan di sekitarnya karena ia yakin kalau orang tersebut belum pergi cukup jauh.


Sringg!


Xio mengeluarkan pedangnya.


'Apakah Yang Mulia akan memenggal kita?' Batin 4 bawahan Xio ketakutan karena mereka berpikir Xio marah sebab tidak menangkap orang itu. Tapi ternyata Xio malah melemparkan pedangnya.


Swooshh!!


Pedang Xio melesat dengan sangat cepat.


dekkk!!


Akkhhh!


Pedang miliknya menancap di pohon bersamaan dengan suara perempuan yang berteriak.


Mammon, Lucifer, Gabriel dan Sammael langsung melihat kearah pedang Xio terbang yang ternyata sudah menancap di pundak orang bertudung tadi yang ternyata seorang perempuan karena dapat di dengar dari suara tadi ia teriak, tapi mereka belum dapat melihat wajahnya.


Terlihat juga wanita itu sedang berusaha melepaskan pedang Xio walaupun darah sudah bercucuran dari pundak dan telapak tangannya. Tapi sayang sekali Xio saat ini sudah berada tepat di hadapannya begitupun dengan bawahan Xio yang juga sedang mendekat kearahnya.


"Tuan tolong lepaskan aku..." Lirih wanita tersebut dengan suara lemah lembut.


Xio langsung saja membuka tudung yang menghalangi wajah wanita tersebut. Hingga terlihatlah dihadapannya saat ini seorang wanita yang sangat catik dengan rambut pirang panjang, mata hijau seperti daun muda dan telingnya yang Runcing. Dengan sekilas saja Xio sudah tahu kalau wanita itu adalah seorang Elf.


Sementara itu para bawahan Xio langsung terpesona dengan kecantikan wanita Elf itu ketika Xio membuka tudungnya. Tapi mereka juga berpikir kalau Xio sedang terpesona juga dengan kecantikan wanita itu, karena Xio terlihat menatapnya sangat teliti.


...----------------...


...BERSAMBUNG...


...JANGAN ADA NTR DIANTARA KITA🤬...