
...----------------...
Di benua iblis atau lebih tepatnya di istana kerajaan iblis, saat ini Xio sedang berbicara dengan Arthur ayah Ellisa, sedangkan untuk para dosa dan kebajikan sudah Xio suruh pulang ke kerajaan Regalia.
"Ayah mertua, aku sebenarnya bukan berasal dari dunia ini dan Ellisa sekarang sedang berada di dunia asalku, apakah ayah mertua ingin ikut denganku kedunia asalku untuk membicarakan pernikahan kami dengan ayahku?" Ujar Xio.
"Menikahi Ellisa?" Dari pada terkejut dengan Xio yang berasal dari dunia lain, Arthur lebih terkejut dengan kabar Xio yang ingin menikah dengan putrinya.
"Kenapa?, apakah ayah mertua tidak menyetujuinya?" Tanya Xio.
"Bukan seperti itu, tapi biarkan aku berbicara dulu dengan Ellisa." Jawab Arthur.
"Baiklah ayo ikut aku." Ucap Xio.
"Tunggu dulu, lalu siapa yang akan mengurus kerajaanku?" Kata Arthur.
"Bukankah Ayah mertua memiliki seirang penasehat?" Xio bertanya balik.
"Benar tapi penasehatku sudah mati saat pemberontakan terjadi." Jawab Arthur.
"Bagaimana kalau ayah mertua menggabungkan kerajaan anda dengan kerajaanku?" Ujar Xio.
'Kerajaannya?, itu berarti dia seorang raja, kenapa banyak sekali identitas nya!' batin Arthur.
"Baiklah aku setuju untuk menggabungkan kerajaanku, tapi bagaimana cara menggabungkannya?" Ucap Arthur.
"Ayah mertua tenang saja, anda sekarang tinggal mengumumkan kalau kerajaan ini akan digabung dengan kerajaan Regalia." Jelas Xio dan diangguki oleh Arthur.
Arthur bilang kalau dia memiliki alat untuk menampilkan layar proyeksi Silangit dan juga bisa mengeluarkan suara yang dapat didengar keseluruh kerajaan, Xio pun mengikuti Arthur untuk menghampiri alat tersebut, sampai akhirnya mereka tiba dihadapan sebuah crystal berwarna bening.
"Untuk menggunakan alat ini aku harus mengalirkannya mana." ucap Arthur langsung mengalirkan mananya apada crystal tersebut, dan tak lama setelah itu munculah tampilan wajah Arthur diatas langit kerajaan iblis sehingga membuat semua orang memberhentikan aktivitasnya dan langsung menatap langit
"Salam untuk semua rakyatku, Disini aku akan memberitahukan hal penting untuk kalian semua, Mulai Sekarang kerajaan ini akan di gabungkan dengan kerajaan Regalia dan mungkin aku tidak akan menjadi raja kalian lagi." Ucap Arthur yang dapat didengar keseluruh sudut kerajaan, kemudian Arthur mempersilahkan Xio untuk berbicara.
"Halo semuanya, Aku adalah Raja dari kerajaan Regalia. Kalian pasti baru pertama kali mendengar nama kerajaan tersebut, dikerajaanku tidak ada yang namanya perbudakan dan juga dikerajaanku tidak memperlakukan seseorang sesuai rasnya, karena menurutku Semua ras sama-sama memiliki hak yang sama, di kerajaanku juga tidak akan ada yang namanya krisis ekonomi atau makanan, jadi bagaimana apakah kalian setuju untuk menggabungkan kerajaan ini dengan kerajaanku?" Jelas Xio panjang lebar.
"Baiklah tidak ada penolakan, sekarang kalian masuklah kerumah kalian masing-masing, aku akan memindahkan semuanya sekaligus, Aku tunggu selama 10 menit kalian sudah harus berada didalam rumah kalian." Ucapnya lagi.
Setelah menunggu selama 10 menit, akhirnya Xio dan Arthur terbang ke atas kerajaan atau tepat ditengah kerajaan menggunakan Azco .
'System bisakah kamu memindahkan seluruh kerajaan ini bersama dengan orang-orangnya, ke kerajaan Regalia?' Ucap Xio dalam hati.
[System bisa memindahkannya dengan harga 1.000.000 PS]
'Huff baiklah pindahkan sekarang' Keluh Xio karena harga agak mahal.
[Memulai memindahkan]
[Pemindahan berhasil]
Istana serta rumah-rumah dan bangunan yang tadinya berada di kerajaan iblis kini telah mengulang, dan muncul di pulau melayang kerajaan Regalia. Xio pun menusuknya bersama dengan Azco dan Arthur.
Xio kembali menggunakan alat proyeksi yang tadi dipakainya.
"Baiklah semuanya, perkenalkan nama saya Xio Archon dan saya adalah raja dari kerajaan Yang bernama Regalia ini, Saya berharap kalian daoat hidup berdampingan tanpa membeda-bedakan ras kalian, karena kalau kalian membuat kerusuhan atau kejahatan maka akan mendapatkan hukuman, Sekian terimakasih" Ucap Xio dan didengarkan oleh semua rakyatnya, kemudian dia pergi keistananya bersama dengan Arthur.
Xio memanggil semua bawahannya untuk berkumpul di halaman istana, dan tak lama kemudian semuanya sudah berkumpul dihadapan Xio.
"Aku mengumpulkan kalian disini untuk memberitahu kalian kalau aku akan pergi untuk beberapa hari, dan aku harap kalian dapat menagatur dan menertibkan kerajaanku dengan baik, apakah kalian paham?" Ucap Xio diakhiri pertanyaan.
"PAHAM YANG MULIA." Ucap semuanya serentak.
Sementara itu di kediaman Jhonatan, Saat ini Ellisa sedang memasak didapur dengan para Pembantu, sebenarnya Jhonatan sudah melarang Ellisa karena sudah ada pembantu yang bertugas menyiapkan masakan tapi Ellisa memaksa dan di juga bilang ingin sekalian belajar.
Sedangkan Jhonatan sedang menonton Film bersama dengan Leon dan Lena, tidak lama kemudian terdengar suara mobil di luar rumah, Leon dan Lena yang mengenali suara mobil tersebut langsung berlari keluar untuk menghampirinya.
"Papah!" Teriak Leon dan Lena berhambur memeluk Xio.
"Aduh kalian ini, padahal papah hanya keluar sebentar." Ucap Xio.
"Anak-anak kasihan papah kalian kalau kalian memeluknya terus." Ucap Jhonatan berjalan mendekati Xio. Leon dan Lena pun melepaskan pelukannya.
"Xio, siapa yang bersamamu ini?" Tanya Jhonatan.
"Oh iya ayah ini ayahnya Ellisa." jawab Xio.
"Perkenalkan nama saya Arthur Vanderwall, ayahnya Ellisa" Ucap Arthur menyodorkan tangannya.
"tidak perlu terlalu formal, dan perkenalkan Saya Jhonatan Alexander ayahnya Xio" Jhonatan menjabat tangan Arthur, kemudian Jhonatan mempersilahkan Arthur masuk kedalam.
"Ayah!, kapan ayah kemari?" ucap Ellisa yang baru saja ingin memanggil Jhonatan dan anak-anak untuk makan.
"Nanti saja bicaranya, kita makan dulu, kasihan sayangku ini sudah menyiapkan makanan untuk suaminya." Ucap Xio mencium pipi Ellisa.
"Ekhem..!" Arthur dan Jhonatan berdehem bersamaan, Xio melirik kearah Jhonatan dan Arthur yang ternyata sedang menatapnya tajam.
"Hehe.." Xio tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Yasudah, ayo masuk aku sudah menyiapkan makanan." Ucap Ellisa memecah kecanggungan, Xio pun langsung berjalan cepat keruangan makan, sedangkan Arthur dan Jhonatan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Merekapun menyusul Xio keruang makan, dan setelah makan mereka berkumpul diruang kelurga dengan tambahan Adam Chris dan Juli yang baru tiba, mereka sedang membicarakan tentang Xio dan Ellisa.
"Xio Ellisa apakah kalian serius untuk menikah?" Ucap Arthur memulai pembicaraan.
"Karena menjalin rumah tangga bukan perkara yang mudah." Lanjutnya.
"Aku serius ingin menikahi Ellisa, dan berjanji tidak akan pernah mengkhianati atau membuatnya sakit hati!" lantang Xio. kemudian mereka melirik kearah Ellisa.
"Aku juga berjanji akan selalu menemani Xio dalam keadaan sudah maupun senang." ucap Ellisa.
"Baguslah jika kalian serius, lalu kapan akan dimulai pernikahannya?" tanya Jhonatan.
"Lebih cepat lebih baik!" jawab Xio.
"Sepertinya kamu sudah tidak sabar, bagaimana kalau Minggu depan?" ujar Jhonatan.
"Horeyy papah dan mamah akan menikah Minggu depan." ucap Leon dan Lena.
"Sepertinya bukan aku saja yang bersemangat." Kata Xio yang melihat Leon dan Lena juga tak kalah bersemangat.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG