
...----------------...
Sementara itu saat ini dirumah Xio. Jhonatan dan Arthur sedang ikut latihan bersama dengan para bawahan Xio, Jhonatan dan Arthur sudah sangat akrab bahkan mereka berdua terlihat seperti bersaudara. latihan mereka hanya melakukan lari mengelilingi mansion dan latihan bertarung dan ada juga yang sedang latihan menembak.
"Jhonatan benda apa yang dipakai oleh mereka itu?" Tanya Arthur menunjuk orang yang sedang memegang pistol.
"Kamu sungguh tidak tahu benda itu?" Jawab Jhonatan bertanya balik dan Arthur menjawab ya dengan menggelengkan kepala.
'Bagaimana bisa ada orang yang tidak tahu pistol di era modern ini' Pikir Jhonatan.
"Apakah kamu belum pernah menonton film action?" Kata Jhonatan bertanya lagi dan Arthur menggelengkan kepalanya.
"Hadeuhh selama ini kamu tinggal dimana sampai tidak tahu yang pistol sama sekali." ucap Jhonatan menghela nafas.
"Darimana aku bisa tahu, selama ini aku tinggal di du-" Jawab Arthur hampir keceposan akan menyebutkan dunia yang berbeda.
"du?, apa?" Tanya Jhonatan penasaran.
"Tidak mungkin kamu salah dengar haha" jawab Arthur gelagapan.
"Sepertinya barusan Ellisa memanggilku, kalau begitu aku akan melihat Ellisa dulu." Ucap Arthur lagi dan buru-buru meninggalkan Jhonatan.
"Perasaan aku tidak mendengar suara Ellisa, sudahlah." Ucap Jhonatan dan kembali melanjutkan latihannya.
Jhonatan latihan hanya sekitar 1 jam-an. selesai latihan, Jhonatan kembali kerumah untuk membersihkan diri.
Sesampainya dirumah, Jhonatan melihat Arthur sedang duduk santai disofa sambil menonton televisi dan ditemani beberapa cemilan dan kopi yang berada di meja.
Jhonatan tidak langsung kekamar mandi tapi lebih memilih duduk istirahat dulu bersama Arthur karena sudah ada dua cangkir kopi yang berada dimeja.
Saat Jhonatan duduk, "Akhh @$#&$_#!!" Teriak Azco mengeluarkan kata-kata kasar karena ekornya terduduki oleh Jhonatan.
Jhonatan juga ikut terkejut dan secara refleks melemparkan Azco.
"Aku tidak salah dengarkan!, barusan kucing itu bicara?!" Ucap Jhonatan menatap Arthur untuk memastikan pendengarannya tidak salah.
Arthur tidak menjawab dan malah berkeringat dingin saat ditanyai oleh Jhonatan.
"Ayah ada apa ini berisik sekali?" Tanya Ellisa yang baru muncul karena mendengar suara kegaduhan di ruang keluarga.
"Ellisa barusan ayah mendengar kucing itu berbicara." Jawab Jhonatan menunjuk Azco dan Ellisa pun langsung menatap tajam Azco yang sudah berkeringat dingin karena takut kena marah Ellisa jika ketahuan.
"Huff sepertinya sudah tidak ada yang perlu disembunyikan lagi." Ucap Ellisa menghela napas dan ikut duduk di sofa.
"Baiklah ayah jangan terkejut, sebenarnya Azco bukan kucing tapi naga dan juga aku serta ayahku bukan berasal dari bumi tapi berasal dari dunia yang berbeda dunia itu disebut dunia Flix di dunia Flix sendiri tidak ada benda benda modern karena disana kami menggunakan sihir. dan untuk lebih jelasnya lagi biar Xio saja yang menjelaskannya." Jelas Ellisa.
Jhonatan mencerna semua perkataan Ellisa dan dia juga baru ingat kalau Xio seharusnya kehilangan salah satu tangannya dan kenapa sekarang bisa utuh kembali.
"Jadi seperti itu, pantas saja Arthur tidak tahu banyak benda-benda modern. Kalau begitu ayah akan bertanya langsung pada Xio kalau dia sudah pulang." ucap Jhonatan.
Kembali kesisi Xio, Saat ini Xio sedang ditengah rapat mereka sedang membicarakan mengenai perusahaan perusahaan cabang yang berada diluar kota dan diluar negeri. Xio juga diberitahu kalau Minggu depan dia harus menghadiri pertemuan dengan salah satu perusahaan besar yang berada di Prancis.
"Apakah ada yang ingin bertanya atau memberikan saran?" Ujar Xio.
"Tuan muda, apa nama untuk perusahaan ini selanjutnya?" Tanya Chris.
"Untuk nama perusahaan aku akan mendiskusikannya terlebih dahulu dengan ayahku." Jawab Xio dan semuanya pun mengangguk tanda mengerti.
"Baiklah sekian rapat hari ini, saya menantikan hasil keras kalian!" Lanjut Xio langsung berdiri dan berjalan keluar Ruangan.
Xio tidak langsung pulang melainkan keruangan kerjanya terlebih dahulu untuk mengerjakan dan menandatangani beberapa dokumen yang harus diisi oleh dirinya.
Xio meregangkan tubuhnya terlebih dahulu karena lelah duduk selama 2 jam fokus pada dokumen, setelah merasa enakan Xio menelepon Chris untuk bilang kalau Xio akan pulang.
Selesai memberitahu Chris, Xio keluar perusahaan dan berjalan ketempat mobilnya tadi diparkirkan, stelah sampai Xio pun langsung mencap gas menuju rumahnya untuk mengajak Ellisa menjemput anak-anak dan sekalian juga Xio akan mengajak Ellisa mengecek kandungannya.
"Aku pulang!" Ucap Xio membuka pintu rumahnya, Ellisa yang mendengar suara Xio pun langsung menghampirinya dan Xio pun langsung mencium kening Ellisa serta perutnya Ellisa.
"Sayang kamu mau ikut menjemput anak-anak tidak?" Tanya Xio.
"Tentu saja aku mau!" Jawab Ellisa semangat.
"Kalau begitu kita beritahu ayah dulu." kata Xio.
"Ayahku dan ayahmu sedang berlatih dimansion, kamu tinggalkan pesan saja pada Azco!" ujar Ellisa.
"Memangnya ayahku sudah tahu kalau Azco bisa bicara?" Tanya Xio.
"Nanti aku ceritakan dijalan, sekarang kita harus segera menjemput anak-anak." Jawab Ellisa dan Xio pun mengangguk tanda setuju.
akhirnya mereka berdua pun naik kemobil Xio, dan Xio langsung menancapkan gasnya menuju sekolah Leon dan Lena.
Diperjalanan Ellisa menceritakan kejadian tadi pagi Ellisa juga bilang pada Xio kalau dia sudah memberitahu Jhonatan kalau Ellisa dan Arthur bukan berasal dari bumi.
"Maafkan aku, padahal kamu bilang ingin memberitahunya nanti." Ucap Ellisa sambil menunduk merasa bersalah.
"Tidak usah dipikirkan, toh ini juga bukan hal yang terlalu penting." kata Xio mengelus kepala Ellisa sedangakan tangan satunya lagi masih memegang setir mobil.
"umm, apakah kamu sudah makan siang." Ucap Ellisa kembali tersenyum.
"Setelah menjemput anak-anak kita kerestoran terlebih dahulu" jawab Xio kembali fokus pada jalan.
Saat mereka sampai sekolah, mereka dapat melihat leon dan Lena sedang berdiri di depan gerbang sekolah tapi disamping Leon dan Lena ada wanita yang Xio mslas meladeninya.
Walaupun malas tapi Xio tetap memberhentikan mobilnya di depan gerbang, Xio dan Ellisa juga turun dari mobil dan menghampiri Leon dan Lena.
"MAMAH!" Teriak Leon dan Lena berlari menghampiri Ellisa dan menciumi perut Ellisa.
"haha adik kalian geli nanti!" ucap Ellisa tertawa karena perutnya terasa geli ketika Leon dan Lena menciumi perutnya Xio juga tersenyum melihat mereka bertiga.
mereka tidak menyadari kalau dari tadi ada yang sedang tersenyum kecut melihat keharmonisan keluarga tersebut.
'Jadi dia istrinya, lihatlah sebentar lagi aku akan menghancurkan hidupnya' batin Bella.
"Ekhem.!" Bela berpura-pura batuk karena jengkel melihat pemandangan dihadapannya.
Xio pun melirik kearah bela dan merubah kembali ekpresinya menjadi dingin.
"Terimakasih sudah menjaga Leon dan Lena." Ucap Xio cuek dan tak ikhlas karena Xio tahu kalau tadinya yang menjaga Leon dan Lena di depan gwrpang adalah Toshiro.
Belum sempat Bella menjwab, Xio sudah terlebih dahulu membawa Leon Lena dan Ellisa kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan Bella yang wajahnya sudah berwarna merah padam karena kesal.
.
.
.
.
BERSMBUNG