
...----------------...
"Aku pergi kerumah Aslan terlebih dahulu siapa tahu kan Leon ada disana." Kata Xio kemudian langsung masuk kedalam bayangannya dan muncul kembali didepan pintu rumah Aslan yang kebetulan saat itu Aslan beserta istri dan juga anaknya masih berada diuar sehingga membuat mereka terkejut dengan kedatangan Xio uang tiba-tiba karena belum lama Proyeksi dilangit selesai dan saat ini orangnya sudah ada dihadapan mereka.
"Aslan Apakah Kamu melihat Leon kesini?" Tanya Xio tanpa basa-basi.
"Aku tidak melihat Leon kemari, Memangnya Leon ken-" Belum juga Aslan menyelesaikan kalimatnya sudah keburu Xio yang tiba-tiba menghilang lagi.
"Hadeuhh kebiasaan langsung tiba-tiba menghilang saja, padahal aku ingin bertanya." Ucap Aslan.
Dua jam berlalu dan Xio beserta bawahannya sudah mencari Leon di Seluruh penjuru pulau terbang tersebut namun mereka tidak dapat menemukan Leon ataupun jejaknya sama sekali. Xio pun akhirnya memutuskan untuk mencari di hutan kematian.
Hutan kematian sangatlah gelap karena hampir sebagian langitnya terhalang oleh pulau terbang milik Xio. Saat Xio terbang di udara, Ia melihat ada kepulan asap yang berasal dari dalam hutan.
Xio langsung turun ke permukaan dan masuk kedalam bayangan. Xio langsung melesat cepat kearah datangnya kepulan asap tersebut, setibanya disana, Xio dapat melihat ada beberapa pohon yang terbakar hangus dan disana juga ada seorang anak kecil laki-laki yang ia kenali yaitu Leon.
"Apakah tidak apa-apa kalau aku pergi begitu saja?"
"Tenang saja nanti juga papak akan mencari kita."
"Kenapa kamu sangat menolak meneruskan tahta papah?"
"Aku tidak mau ada yang mengetahui kalau dulunya kita yang seorang pemulung tiba-tiba menjadi seorang raja, dan coba kamu pikirkan kalau nanti anak mamah sudah besar dan tahu kalau kita bukan anak asli papah apalagi kalau sampai malah kita yang menjadi raja dia pasti akan membenci kita."
"hmm benar juga, kan anak dalam kandungan mamah ada yang lelaki."
Srakk!
Srakk!
"Siapa disana?!" Leon langsung memasang sikap waspada dan mengarahkan pedangnya ke arah semak-semak.
Xio langsung keluar dari balik semak-semak tersebut sambil tersenyum. "Ini papah, kamu bisa menurunkan kembali pedangmu." Kata Xio berjalan mendekat kearah Leon.
"Papah!, Apakah papah dari tadi disini?" Tanya Leon dan diangguki oleh Xio dengan senyuman. Leon pun memasukan kembali pedangnya kedalam cincin penyimpanan.
'Berarti papah sudah tahu kalau aku memiliki kepribadian ganda?, Apakah papah akan menerimaku?' Batin Leon. Xio mengelus kepala Leon kemudian berjongkok di hadapan Leon sampai kepalanya sejajar dan menatap wajah Leon.
"Papah baru tahu kalau Leon punya kepribadian ganda. Tapi yah asalkan yang ada didalam tubuh Leon adalah Leon dan bukan orang lain maka Leon akan tetap menjadi anak papah." Kata Xio. "Jadi Leon jangan pernah mengatakan kalau Leon bukan anak Asli papah karena itu sangat menyakitkan untuk papah yang sudah menganggap Leon seperti anak kandung papah sendiri. dan lagi papah sudah melihat bagaimana potensi kekuatan Leon yang sangat kuat dan mungkin akan sama dengan papah. " Lanjut Xio.
"Sekarang papah tanya, Apakah Leon mau mulai sekarang menganggap papah sebagai papah Asli Leon?, Bukan sekarang saja tapi untuk selamanya." Tanya Xio menatap mata Leon.
"Tentu saja, aku sudah menjadikan papah dan mamah seperti orang tua kandungku. Tapi aku takut kalau nanti anak yang ada di kandungan mamah kalau sudah besar akan membenciku karena malah aku yang meneruskan tahta papah." Jawab Leon menunduk tidak berani menatap mata Xio langsung.
"Leon Lihat papah!" Kata Xio agak keras. Leon pun langsung menatap Xio. "Apakah Leon tidak mau meneruskan tahta papah?" Tanya Xio lagi dengan tegas sehingga membuat Leon sedikit gemetar. Leon terdiam tidak menjawab dengan mata yang berkaca-kaca karena barusan Xio seperti membentak nya.
Xio langsung memeluknya ketika melihat Leon gemetar dan matanya sedikit berkaca-kaca. "Maafkan papah karena terlalu memaksa Leon, Leon bisa memikirkan nya lagi nanti dan kalu memang Leon tidak mau maka papah tidak akan memaksa. Papah juga dapat menjamin kalau anak-anak dalam kandungan mamah tidak akan membenci Leon sama sekali." Kata Xio tidak melepaskan Pelukannya dengan Leon yang ternyata sedang menangis namun tidak bersuara. Leon merasa sangat beruntung telah dipertemukan dengan orang seperti Xio yang sangat baik dan juga sayang padanya.
"Umm terimakasih, maafkan Leon juga karena sudah mengatakan kata-kata yang menyakitkan pada papah." Kata Leon Kembali tersenyum.
"Nah gitu dong." Xio mencium pipi Leon gemas. "sekarang ayo kita kembali mumpung pesta nya belum selesai. Mamah dan Lena juga pasti sudah menunggu Leon." Xio langsung menggendong Leon.
"Papah aku sudah besar, aku bisa berjalan sendiri!" Kata Leon dengan wajah memerah karena malu. "Hahaha lihatlah wajah Leon sampai memerah seperti itu." Xio tertawa sehingga membuat wajah Leon semakin memerah. "Kamu ini masih berumur 6 tahun jadi masih Anak-anak jadi tidak usah malu." Kata Xio langsung terbang ke langit.
Sementara itu di sisi Ellisa, saat ini ia sedang menenangkan lena yang tidak henti-hentinya mengkhawatirkan Leon.
"Lena sayang, tidak usah khawatir papah pasti akan menemukan kakak. Kak Leon juga kan kuat pasti tidak akan terjadi apa-apa pada kak Leon." Kata Ellisa mengelus kepala Lena.
"Lena kenapa menangis?" terdengar suara Leon di belakang mereka. Lena langsung melirik kearah belakang, dan ketika yang ia lihat adalah Leon, ia langsung berlari kearah Leon.
Bugh!
Bukan pelukan yang Leon dapatkan tapi malah tinjuan di perut yang lena berikan sehingga membuat Leon sedikit mundur.
"Ughhh, Lena kenapa memukul kakak?" Tanya Leon.
"Kakak bodoh!, Kenapa kakak membuatku khawatir, dan juga kenapa kakak berkata kalau kalau kakak bukan anak asli papah?." Kata Lena melemparkan kembali beberapa pertanyaan.
Xio dan Ellisa yang melihatnya hanya bisa terkekeh melihat kelakuan mereka berdua. "Oh iya sayang, diamana kamu menemukan Leon?" Tanya Ellisa. "Aku menemukan Leon di hutan kematian, dan lagi aku baru tahu kalau Leon ternyata memiliki kepribadian ganda." Jawab Xio membuat Ellisa terkejut.
"Apa?!" Terkejut Ellisa. "Lalu apakah kepribadian yang satunya lagi akan membahayakan Leon?" tanya Ellisa lagi. "Aku juga belum tahu, tapi aku akan memantaunya terlebih dahulu. Kalau memang kepribadian nya yang satu lagi membawa keburukan bagi Leon maka aku akan mencari cara untuk menyembuhkannya." Jawab Xio kemudian merangkul pinggang Ellisa.
"Apakah kamu senang dengan acara perayaan nya?" Tanya Xio. Elisaa mengangguk " umm aku lihat semua orang juga senang." Jawab Ellisa. "Aku tidak bertanya orang lain, aku bertanya padamu." Ucap Xio menatap Ellisa.
"Iya iya aku sangat senang, karena ternyata banyak sekali orang yang menyambutku kembali. Apalagi aku sangat terkejut karena suamiku sudah menyiapkan semua ini untukku." Kata Ellisa. Xio tersenyum dan langsung mencium bibir Ellisa.
Meraka pun Akhirnya melanjutkan avata pesta tersebut sampai malam dengan di iringi lagu dan banyak sekali makan. tidak hanya di istana saja tapi di Setiap rumah juga seperti itu.
Xio bergabung dengan Jhonatan, Arthur dan para bawahannya untuk minum anggur Aslan pun ada disana karena tadi Xio mengajak Aslan dan keluarganya untuk datang ke istana. sementara Ellisa bersama dengan Rose, Salma dan para perempuan yang lainnya.
"Xio, apakah kamu yakin akan minum lagi?" tanya Jhonatan diangguki oleh yang lainnya karena dari tadi Xio sudah minum banyak sekali.
"Ayah tenang saja, mau sebanyak apapun aku tidak mabuk." jawab Xio dengan santai nya tapi memang benar ia tidak merasa mabuk sedikit pun.
"Hahhh baiklah" Kata Jhonatan mrnghela napas pasrah. Mereka pun melanjutkan minum-minum mereka sampai acara selsai dan para wanita juga sudah pada kembali ke kamarnya.
Xio pun memutuskan untuk menyudahi minumnya dan langsung menuju kamarnya. ketika masuk kamar, Xio melihat ternyata Ellisa sudah tidur dengan ditutupi selimut. Xio pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya terlebih dahulu. Keluar dari kamar mandi Xio hanya mengenakan ****** ***** Saja kemudian langsung naik keatas ranjang.
"Hmm Ellisa sudah tidur padahal kan kita belum melakukannya." gumam Xio menatap wajah Ellisa yang sedang tertidur. Ketika Xio membuka Selimutnya, ia langsung di suguhkan dengan pemandangan tubuh Seksi Ellisa yang hanya mengenakan dalaman Saja. Wajah Xio langsung memerah dan itunya pun seketika langsung terbangun.
"Tidak tidak, aku tidak boleh melakukannya. kasihan Ellisa sepertinya baru saja tidur." Kata Xio merasa tidak tega. kemudian ia pun mencoba tidur juga dengan memeluk Ellisa untuk membuatnya nya hangat. Namun bukannya membuat Xio tertidur yang ada malah membuat itu Xio semakin tegang karena bergesekan dengan kulit halusnya Ellisa. karena sudah tidak tahan, Xio pun membuka ****** ***** miliknya dan juga milik Ellisa kemudian memasukan itunya di antara dua paha Ellisa kemudian mulai menggesekkan nya dengan perlahan karena takut membuat Ellisa terbangun.
Sayangnya kegiatan Xio ternyata membuat Ellisa langsung terbangun. "Enghh benda apa ini yang menempel di pahaku." kata Ellisa belum menyadari Xio karena Ellisa menghadap membelakangi Xio. Kemudian Ellisa menyentuh sesuatu yang menempel di pahanya itu.
Keras, besar dan hangat itu lah yang Ellisa rasakan ketika menyentuhnya. Ellisa akhirnya sadar apa itu dan langsung berbalik kebelakang. "Xio!!, Apa yang sedang kamu lakukan?" Kata Ellisa.
"Maafkan aku sayang habisnya kamu terlihat menggoda sekali dengan mengenakan pakaian dalam seperti ini, apakah aku menganggu tidurmu?" Tanya Xio dengan wajah bersalah seperti anak kecil. Membuat wajah Ellisa tersipu karena keimutan Xio. "Tidak, tapi kamu bisa membangunkan ku kalau memang kamu mau Melakukannya." Jawab Ellisa.
"Sebenarnya aku tidak tega membangunkan kamu yang sedang tidur. Jadi Sekarang bagaimana kamu mau tidur lagi atau melanjutkan nya?" Tanya Xio memasang wajah berharap.
"Baiklah kamu bisa melanjutkannya." Jawab Ellisa tersipu. Xio menyeringai dan langsung mencium bibir Ellisa dengan ganasnya.
'Baru saja aku melihat kelucuannya, sekarang menjadi ganas lagi.' batin Ellisa.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG