
...----------------...
'System kenapa kita tidak berada di istana?' tanya Xio karena saat ini dirinya sedang berada dihutan yang di penuhi .
pepohonan.
[karena tuan mengganti media perpidahan maka lokasi perpidahan akan kembali di acak]
'Lalu dimana kita sekarang?' tanya Xio lagi.
[Saat ini tuan berada di bagian luar hutan kematian dekat dengan kerajaan blue feather]
"Sayang dimana ini?" tanya Ellisa.
"Sepertinya kita berada di dekat kerajaan Blue feather" jawab Xio.
"Sebaiknya kita segera pergi ke kerajaan" lanjutnya dan langsung turun dari mobil diikuti oleh Ellisa, Xio kemudian menyimpan mobilnya di dalam inventory.
trang! trang!
"Sayang Sepertinya ada yang sedang bertempur didekat sini!" ucap Xio karena barusaja mendengar suara pedang beradu.
"kita lihat siapa yang sedang bertempur" Xio dan Ellisa pun mendekat kearah pertempuran tapi mereka melihat dari kejauhan, Xio dapat melihat ada sekitar 30 orang yang sedang bertempur 20 diantaranya seperti bandit sedangkan 10 yang lainnya seperti prajurit kerajaan yang sedang melindungi sebuah kereta kita yang terlihat mewah.
"Apakah kamu akan membantunya?" tanya Ellisa.
"Kita lihat saja dulu sampai mereka terdesak baru kita membantunya" jawab Xio, dan ternyata benar saja tak lama kemudian para prajurit terlihat terdesak karena dilihat dari mana pun mereka kalah jumlah. Xio langsung melesat kearah mereka dengan mengeluarkan pedang dark abbys miliknya sedangkan Ellisa menunggu dibalik semak.
Slashh!
Slashh!
Xio memotong semua bandit dengan mudah seperti memotong mentega dengan pisau panas. setelah selesai membunuh para bandit Xio berbalik kebelakang melihat para prajurit yang sedang memasang sikap waspada padanya.
"Tenanglah, apakah seperti itu cara memperlakukan penyelamat kalian?" ucap Xio, tak lama kemudian pintu kereta terbuka dan keluarlah seorang wanita cantik tapi tidak secantik Ellisa.
"Apakah sudah selesai komandan?" ucap wanita tersebut.
"sudah tuan putri!" jawab salah satu prajurit yang ternya seorang komandan, para prajurit langsung bersujud pada wanita tersebut yang ternyata seorang putri kerajaan.
"Kenapa kamu tidak bersujud dihadapan ku?" ucap angsuk putri menatap Xio.
"Ah karena kamu tampan maka aku akan membiarkanmu!, sekarang kamu masuklah kedalam kereta" tambahnya setelah melihat wajah tampan Xio. tapi tiba-tiba ada pedang berwarna merah seperti darah melesat kearah leher sang putri.
Swoosh!
Crashh!
kepala putri tersebut lansung terpisah dari tubuhnya, Xio sengaja membiarkannya karena tahu siapa pelakunya, Xio juga sebenarnya ingin memenggal kepala putri tersebut dari tadi. para prajurit terkejut melihat putri mereka mati mengenaskan.
"Siapa disana!?" ucap komandan tadi melirik kearah datangnya pedang tersebut. hingga keluarlah Ellisa yang tersenyum menatap Xio dan dibalas senyuman lagi oleh Xio. para prajurit terkejut karena melihat yang keluar adalah seorang wanita cantik
"Kenapa kamu membunuh putri!?" teriak salah satu prajurit memberanikan dirinya.
"Dia terlalu sombong, bahkan menyuruh suamiku bersujud dan ingin merebut suamiku" jawab Ellise santai.
"Terimakasih sayang!" ucap Xio berjalan mendekat kearah Ellisa, membuat para prajurit menoleh kearah Xio.
'Jadi dia suaminya' batin para prajurit.
Xio langsung merangkul pinggang Ellisa dan menghilang tanpa jejak dihapan para prajurit. Xio dan Ellisa muncul kembali di istananya lebih tepatnya didepan gerbang istana kerajaan Regalia.
"Humph!" Ellisa memalingkan wajahnya dengan pipi menggembung.
"Lagian mana mau aku dengan wanita seperti itu, karena dihatiku sudah ada yang menempati dan tidak akan pernah pergi" Ucap Xio langsung menggigit pipi Ellisa.
"Aww..baiklah-baiklah!" Jawab Ellisa memegang pipinya yang memerah karena di gigit Xio. Xio dan Ellisa tidak menyadari kalau dari tadi ada yang memperhatikan mereka yaitu penjaga gerbang istana, mereka lebih memilih pura-pura tak melihat. Xio dan Ellisa berjalan mendekati para penjaga.
"Salam yang mulia" Ucap penjaga memberikan salam, Xio hanya mengangguk kemudian para penjaga membukakan gerbangnya.
Xio berjalan masuk bersama Ellisa menuju ruang tahta.
"Sebas apa semuanya sudah berkumpul?" tanya xio saat melihat Sebas berdiri di depan pintu ruang tahta.
"sudah yang mulia, silahkan" jawab Sebas membukakan pintu. Saat Xio masuk ternyata benar semuanya sudah berkumpul dan tengah berdiri membungkuk.
"SELAMAT DATANG KEMBALI YANG MULIA!" Ucap semuanya serentak membungkukkan badan. Xio berjalan duduk di kursi singgasananya dengan memangku ellisa karena Xio berpikir Ellisa masih belum mau duduk di kursi ratu jika belum menikah dengannya.
"Hem berdirilah!" Ucap Xio dan semuanya langsung tegap kembali.
"Kita langsung saja keintinya, petama-tama bagaimana apakah ada rakyat yang pindah ke kerajaanku?" tanya Xio. kemudian maju Rafael.
"Kami sudah menemukan 6 desa yang pindah kemari, diantaranya 4 desa yang dihuni manusia dan 2 desa lainnya di huni oleh demi human" jawab Rafael.
"emm bagus, Rafael kamu kelola para warga dan buatlah lahan pertanian serta akademi dan juga pabrik yang membuat makanan dan kain." ucap Xio.
"Maafkan saya yang mulia, Sebenarnya saat ini para warga sedang membangun rumah-rumah mereka dibantu oleh Golem dan juga skeleton milik Belphegor, dan kami juga kekurangan bahan serta material" Ucap Rafael gugup.
"Kalau begitu kamu bisa gunakan bahan serta material yang berada di gudang istana, apakah itu cukup?"ujar Xio.
"Itu lebih dari cukup yang mulia!" Jawab Rafael, rafael sebenarnya sudah tahu sebesar apa dan sebanyak apa isi dari gudang penyimpanan istana, didalam penyimpanan tersebut tidak hanya menyimpan material tetapi ada juga makanan serta emas yang tidak pernah habis saat di ambil.
"Selanjutnya Uriel Asmodeus bagaimana apakah kalian sudah menemukan informasi dimana raja iblis?" tanya Xio.
"Kami menemukan informasi kalau raja iblis saat ini sedang ditahan di penjara bawah tanah istana raja iblis, dan juga dikerajaan iblis saat ini tengah kacau balau karena banyak para bangsawan iblis yang menjadi semena-mena pada para warga" Jelas Uriel. Xio melirik kewajah Ellisa yang terlihat sendu kemudian Xio memegang tangan Ellisa.
"Kamu jangan khawatir aku pasti akan menyelamatkan kerajaanmu" Ucap Xio pelan menatap mata Ellisa, dan dibalas anggukan oleh Ellisa.
"Baiklah besok kita akan pergi ke benua iblis kalian persiapkanlah diri kalian , dan untuk rafael serta belphegor kalian akan tinggal disini untuk melanjutkan pembangunan, aku juga tidak akan membawa pasukan, jadi pasukan juga akan tinggal disini membatu para warga membangun rumah mereka. Apa kalian paham?" Ucap Xio.
"Paham yang mulia!" jawab semuanya serentak.
kemudian Xio menanyakan tentang info benua benua lain dan juga kerajaan-kerajaan dibenua manusia tapi ternyata tidak ada hal atau info penting yang mereka dapatkan, Xio hanya mendapatkan kabar kalau poster dirinya sudah disebar dikerajaan starlight akibat membunuh tuan muda keluarga hendric saat di penginapan, tentu saja Xio tidak khawatir kalau dirinya menjadi buronan.
"Lalu apakah kalian mendapatkan informasi mengenai kakekku?" tanya Xio.
"Kami menemuk……………
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG