Cross The World With System

Cross The World With System
Kesempatan Hidup



...----------------...


Tengah malam di sebuah trotoar yang sepi.


“Apa kakak sudah bodoh hah?!” Tegur Adam.


“Diamlah...ini bukan urusanmu. Kamu tidak tahu apa-apa, dan jangan ikuti aku lagi.” Jawab Chris masih terus berjalan.


“Hahh...Aku memang tidak tahu apa tujuan kakak melakukan ini, tapi aku tahu konsekuensinya jika kakak tidak mau berhenti.” Adam menghela nafas dan terus berjalan menyusul Chris. “Apa kakak pikir Tuan muda akan memaafkannya?” Tambahnya.


Chris tidak mendengarkan Adam dan terus saja melanjutkan langkahnya.


“Apa kakak tidak ingat siapa yang sudah membuat kita berdua bisa hidup seperti sekarang? bahkan aku saja masih tidak percaya kita masih bisa bernafas setelah kejadian itu.” Kata Adam. “Dan sekarang kakak ingin mengkhianati orang yang sudah menyelamatkan dan memberikan nyawa pada kita?” Tegasnya kembali berusaha menghentikan langkah Chris.


Chris berhenti sejenak dan memijat kepalanya sendiri seperti sedang kepusingan.


...----------------...


Flashback On


Chris dan Adam merupakan warga negara asli Iran. Sejak usia muda mereka berdua sudah bergabung dalam angkatan tentara Iran. Kedua pemuda tersebut terpaksa masuk dalam Angkatan tentara tersebut demi mendapatkan uang untuk membayar semua hutang yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya yang entah pergi kemana.


Dengan keterampilan serta kemampuan yang mereka miliki, mereka berdua sempat akan di jadikan komando suatu pasukan elite, akan tetapi satu hari sebelum pelantikan tersebut dilaksanakan, ternyata ada saja orang-orang yang iri dan ingin menggagalkan usaha mereka berdua. Bahkan orang-orang tersebut sudah berada dititik ingin menghilangkan nyawa Chris dan Adam.


Mereka berdua di jebak oleh beberapa orang rekan mereka sendiri yang masih berada dalam pasukan yang sama. Saat di tengah peperangan memperebutkan sebuah pulau dengan negara musuh, mereka berdua di bohongi dengan arah yang salah hingga keduanya malah masuk ke dalam perangkap yang disana sudah banyak sekali pasukan musuh yang segera mengepungnya.


Chris dan Adam sudah tidak tahu lagi bisa keluar dari sana atau tidak, tapi itu sangat mustahil dengan jumlah 20 orang sudah mengarahkan senapannya pada mereka berdua.


Tidak langsung dibunuh, tapi Chris dan Adam ditangkap untuk dijadikan tahanan di markas musuh.


setiap hari sudah seperti neraka bagi mereka berdua, dengan segala macam siksaan yang terus diberikan setiap saat, membuat Chris dan Adam dalam kondisi hidup tak mau matipun tak segan.


Hari demi hari terus berlalu, siksaan demi siksaan terus di cicipinya. hingga suatu hari tempat tahanan mereka pun dipindahkan ke markas inti musuh. dalam hati mereka berfikir mungkin jika mati sudah tidak ada lagi debt kolektor bajingan yang terus menagih hutang yang tidak pernah lunas itu. 


Ketika Chris dan Adam dikeluarkan dari mobil pengangkut, mereka berdua langsung diseret dengan tangan terlilitkan rantai besi. Tubuhnya penuh dengan segala macam luka, wajahnya sudah seperti tidak ada kehidupan lagi l, seluruh badan terasa lemas karena hanya diberikan makan 1 kali sehari saja, dan itu pun tidak layak disebut makanan, tapi lebih layak disebut makanan hewan.


Ketika berjalan, mereka berpapasan dengan beberapa orang yang sepertinya para pimpinan dan orang penting di sana. 


"Kenapa mereka berdua di rantai seperti itu?" Tanya seorang Pria yang sepertinya sudah lumayan tua, tapi badannya masih terlihat tegap dan segar bugar.


"Mereka berdua tentara yang berasal dari negara musuh, dan sepertinya dua orang itu tidak mau berbicara apapun." Jawab sopan Pria yang berjalan di depannya. "Apa tuan Azril Tertarik pada mereka?" Tanyanya.


"Tidak...aku hanya bertanya saja." Jawab Azril.


"Baiklah mari kita ke ruangan saya saja untuk membicarakan masalah harganya." Ujar Pria tadi.


Azril mengangguk dan langsung berjalan mengikuti orang di depannya. Tanpa ada yang tahu kalau sekilas dia baru saja menunjukkan senyuman liciknya.


Malam hari di dalam sel tahanan.


Chris dan Adam yang tadinya sedang menutupkan matanya tiba-tiba saja terbangun karena mendengar suara ledakan dimana-mana. Dan anehnya lagi semua penjaga yang menjaga sel nya juga sudah tergeletak di lantai dengan keadaan mengenaskan.


Ingin bangkit dan membuka mulut, tapi tak bisa sebab kondisi tubuh yang sudah tidak bertenaga. Sebentar Chris menatap Adam lirih tidak kuasa melihat adiknya sendiri dalam keadaan tak sadarkan diri seperti itu.


Suara gagang pintu terdengar dan ada seseorang yang masuk kedalam, tapi sayangnya Chris tidak sempat melihatnya, karena sudah terlebih dahulu menutupkan matanya.


.


.


.


.


Ketika sudah sadar dan membukakan matanya, yang pertama dilihatnya adalah langit-langit berwarna putih serta selang infus yang terpasang di tangannya.


Melihat ke samping Chris dapat melihat Adam juga sedang terbaring di atas kasur dengan kondisi sama seperti dirinya.


"Oh kamu sudah bangun." Kata seorang Pria tua yang pernah di lihatnya sebelumnya saat di markas inti musuh saat itu. Benar pria tersebut adalah Azril.


Tentu saja Chris terkejut dan mundur sedikit demi sedikit waspada. Hingga dia melihat sebuah pisau buah di atas laci di samping kasurnya. Chris langsung mengambil pisau tersebut dan mengarahkan pisau tersebut ke arah Azril.


"Hahaha apa kamu yakin menggunakan pisau itu sebagai senjata?" Azril menertawakannya.


Clebb!


Pisau tersebut menancap di tembok tepat di belakang kepala Azril. Chris membelalakkan matanya tidak percaya baru saja lemparan pisaunya yang sangat cepat bisa dihindari oleh Azril dengan mudahnya.


"Hahaha ternyata cuma seperti itu saja kemampuan seorang komandan pasukan elite, eh maksudnya hampir menjadi komandan." Kata Azril dengan nada meledek. Dia kemudian mengambil pisau yang tadi menancap di tembok dan berjalan mendekat kearah Adam.


Azril yang melihat pria tersebut berjalan ke arah Adam pun segera turun dari kasur, tapi dia langsung tersungkur di lantai sebab tubuhnya masihlah lemah.


"Tidak, kumohon jangan apa-apakan dia…" Chris memohon.


"Apa maksudmu? Aku cuma mau mengambil buah ini." Kata Azril mengambil sebuah apel yang berada di keranjang buah tepat di samping ranjangnya Adam.


"Aku sudah tahu semua tentangmu dan juga adikmu, dan bahkan semua masalah yang kalian alami saat menjadi tentara. Hahhh kehidupan kalian berdua memang menyedihkan. Sudah diberikan hutang yang melimpah oleh orangtua kalian, sekali lagi kalian harus dikhianati oleh teman sendiri." Kata Azril lagi.


Chris terlihat menunduk sambil mengepalkan tangannya kuat. Dia mengingat kembali semua kejadian-kejadian yang sudah menimpanya dan juga adiknya.


"Sekarang kamu mengerti kan, musuh umat manusia adalah sifat mereka sendiri yang terkadang egois, serakah dengan yang namanya kekayaan dan kekuasaan, mereka bisa melakukan apa saja dan menjadi binatang buas demi ego sendiri. Yah walaupun tidak selamanya semua manusia sama seperti itu." Kata Azril.


“Aku pernah mengenal seorang pria yang memiliki sifat hampir sempurna, seumur hidupnya dia juga tidak pernah melakukan keburukan. Tapi sayangnya ketika dia sudah memiliki segalanya dia malah meminta lebih dari yang dimilikinya saat itu. Dan yah keserakahannya menghancurkan semua yang telah diraihnya dan dijaganya.” Azril bercerita dengan tatapan sedikit goyah, tapi dengan segera dia pun langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


“Ah maaf aku jadi cerita masalaluku.” kata Azril matanya kembali menatap Chris yang masih tersungkur di lantai. Azril berjalan kedekatnya dan kemudian membantunya kembali naik ranjang dengan sedikit senyuman di wajahnya.


“Sebelumnya, bolehkah saya mengetahui nama anda tuan? dan kenapa anda menyelamatkan kita?” Tanya Chris yang sepertinya sudah tidak waspada lagi pada Azril. Karena dia sadar.  jika mau, Azril bisa saja membunuh mereka berdua dari tadi.


“Haha benar juga aku sampai lupa memperkenalkan diri.” Kata Azril tertawa. “Perkenalkan namaku Azril Archon.” Dia kemudian memperkenalkan dirinya.


“Dan kenapa aku menyelamatkan kalian berdua karena aku merasa kalian adalah orang yang tepat.” Lanjutnya duduk di sofa yang ada di dekat ranjang Chris.


“Untuk membantuku, sampai aku menemukan penerusku” Jawab Azril. “kamu pasti sudah familiar dengan nama ‘Rose Bullet’.” Tambahnya.


“Jangan bilang itu anda?” Tanya Chris.


“Yah sayangnya itu adalah aku.” Jawab Azril membuat Chris terkejut.


Semua orang di dunia yang sudah pernah menyentuh dunia bawah pasti akan tahu dengan nama Rose Bullet. Rose Bullet sebutan untuk Azril yang berarti peluru mawar. Walaupun Azril belum pernah menunjukkan wajah aslinya pada orang saat dalam identitas tersebut, tapi semua orang tahu bahwa Rose Bullet adalah seorang yang sangat menyeramkan. Dia beroperasi di balik bayang-bayang organisasi terbesar saat itu yaitu "Black Rose" dengan diketuai oleh seorang wanita yang merupakan wanitanya sendiri.


Namun sayangnya dengan seketika Nama Blackrose sudah tidak pernah terdengar lagi seperti menghilang begitu saja. Semua orang tidak tahu kalau Rose sengaja menyembunyikan kelompoknya untuk menghindari Pencarian Azril.


"Sudah tidak ada lagi alasanku untuk bergerak di dunia bawah, dan aku berniat hanya ingin membuat pondasi baru untuk penerusku di masa depan. Kebetulan aku belum memiliki satu orangpun yang bekerja denganku, jadi apa kamu mau bekerja dibawah kepemimpinan ku?" Tanya Azril.


'Aku dan adikku sudah tidak mungkin kembali ke pasukan tentara, dan aku juga tidak mau membawanya dalam keadaan mematikan lagi.' Batin Chris.


"Baiklah saya akan menerimanya, tapi apa ada syarat tertentu?" Chris mengemukakan jawabannya.


"Syarat yah...mungkin syaratnya aku hanya ingin kesetiaan dari kalian saja. kalian bebas ingin melakukan apapun yang kalian inginkan asal tidak berkhianat." Jawab Azril.


"Oh dan hutang kalian juga sudah aku lunasi semuanya. Aku jamin kalian akan hidup dengan nyaman." Tambah Azril.


"Terimakasih Tuan! Asalkan saya dan adik saya bisa hidup damai, kami berjanji akan melakukan apapun yang anda perintahkan, dan saya juga berjanji tidak akan pernah berkhianat pada orang yang sudah memberikan kami kesempatan hidup." Ucap Chris dengan wajah bersungguh-sungguh. Dia sangat bersyukur akhirnya bisa keluar dari dunia penuh kekerasan dan diberikan hidup damai dengan adiknya.


Setelah Chris dan Adam sembuh, Azril pun membawa keduanya pindah negara. Tapi sebelum itu, Azril membantu mereka terlebih dahulu membalaskan dendam pada orang-orang yang dulu pernah mengkhianati dan menjebaknya.


Setelah tiba di Indonesia Azril mendirikan perusahan sendiri yang dengan cepat mengalahkan perusahaan-perusahaan lainnya yang ada di negara tersebut tentunya bersama dengan Chris dan Adam. Azril sengaja memilih Indonesia karena selain lingkungannya yang nyaman, dia juga bisa memperhatikan Jhonatan secara diam-diam.


Flashback Off


...----------------...


"Kakak ceritakan saja masalahnya padaku. jika bisa ,aku pun pasti akan membantu kakak." Kata Adam. "Ayo kita kesana! Sudah lama kita tidak minum bersama." Lanjutnya menunjuk sebuah bar.


Chris pun mengangguk dan kemudian mengikuti Adam masuk kedalam bar tersebut. Di Dalam bar mereka memesan minuman dan duduk berhadap-hadapan.


"Sebenarnya seperti ini…….." Chris mulai menceritakan semua masalahnya pada Adam.


"................dia memintaku untuk menyerahkan dokumen-dokumen perusahaan sebagai pertukaran nya." Selesai menceritakan semuanya Chris terlihat menunduk dengan wajah murung.


Adam mengelus punggung Chris, karena dia baru tahu kalau ternyata permasalahannya sangat rumit. "Kenapa kakak tidak menceritakannya dari dulu?" Kata Adam.


"Aku tidak bisa menceritakannya padamu, karena tidak mau kamu ikut ambil pusing dalam permasalahan ku." Jawab Chris.


"Besok kan hari libur, bagaimana kalau kakak menceritakan saja semuanya pada Tuan Muda, aku yakin Tuan muda pasti tahu cara mengatasinya." Ujar Adam.


"Tapi aku tidak berani mengatakannya pada Tuan Muda, belum lagi sudah ada beberapa dokumen yang bocor." Kata Chris.


"Besok aku akan menemani kakak bertemu Tuan Muda, percayalah Tuan Muda pasti akan memakluminya." ujar Adam lagi meyakinkan.


...----------------...


Sementara itu di sisi Xio. Di Dalam kamarnya yang gelap dengan hanya diterangi oleh cahaya lilin. Saat ini dia sedang bertelanjang bulat, dengan kedua tangannya terlihat sedang diikat menggunakan tali pada sandaran ranjangnya, serta matanya ditutup dengan penutup mata berwarna hitam.


Sementara Ellisa sedang duduk di atas dadanya dengan pakaian sangat seksi beserta sebuah cambuk terbuat dari kulit hewan berada di genggaman tangannya.


"Ehmm sayang, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Xio menelan ludahnya sendiri karena kulit mulus Ellisa terasa di dadanya.


Ctass!!


"Jangan bicara!" Bentak Ellisa membunyikan suara pecutannya. "Aku akan menghukummu!"


Xio pun langsung hening seketika dengan tubuh yang sudah bercucuran berkeringat.


.


.


.


.


.


.


Pukul 4 dini hari.


Xio terlihat tengkurap di atas ranjangnya dengan tubuh penuh dengan bekas cambukan. Sementara Ellisa yang duduk disampingnya sedang memijat pundak Xio.


"Sayang maafkan aku sepertinya terlalu kasar tadi, apa mau aku sembuhkan.?" Tanya Ellisa.


"Emmh tidak perlu membuang manamu, aku bisa menyembuhkannya sendiri dengan sekejap saja." Tolak Xio yang benar saja secara tiba-tiba bekas-bekas merah di tubuhnya hilang seketika.


"Sayang bolehkah aku meminta sesuatu?" Tanya Xio.


"Apa itu?" 


Xio membalikkan tubuhnya, dan memperlihatkan wajahnya yang memerah seperti kepanasan. "Aku masih belum puas, kita lakukan sekali lagi yah?" Tanyanya dengan wajah lugu membuat dada Ellisa berdegup kencang melihatnya.


Ellisa pun menjawab dengan anggukan kecil. Dan Xio langsung merangkulnya dan memposisikan Ellisa diatas tubuhnya.


"Tapi janji sekali lagi saja yah…" kata Ellisa.


Karena mereka berdua sudah bertelanjang bulat dari tadi. Dengan satu kali hentakan Xio menurunkan tubuh Ellisa, dan bendanya yang sudah berdiri tegak dan menjulang berhasil langsung masuk ke dalam Ellisa hingga kedalam dan membuatnya rubuh diatas tubuh Xio.


"Itu sih tergantung nanti." Kata Xio tersenyum kemudian mencium dan ******* bibir meronanya Ellisa yang manis.


...----------------...


...BERSAMBUNG...