Cross The World With System

Cross The World With System
Pesta



...----------------...


Saat ini Xio beserta keluarga sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju pesta ulangtahun anak temannya Jhonatan.


seperti biasa Xio berangkat menggunakan mobilnya bersama dengan Ellisa, Leon dan Lena. Sedangkan Jhonatan berangkat menggunakan mobilnya sendiri bersama dengan Arthur. Adam, Chris dan Juli juga ikut menghadiri pesta tersebut, mereka ikut karena bilang untuk memastikan keamanan.


"Sayang apakah kamu tahu siapa nama yang ulang tahun?" Ellisa bertanya pada Xio yang sedang menyetir.


"Entahlah aku tidak tahu, soalnya ayahku banyak sekali temannya." Jawab Xio.


"Oh iya apakah kamu memiliki teman?" tanya Ellisa lagi.


"Dulu aku punya teman, tapi ternyata orangnya berteman denganku hanya untuk mengambil keuntungannya saja. kamu juga, apakah kamu punya teman?" Ucap Xio bertanya balik.


"Tidak ada, dulu waktu aku berada di istana kebanyakan orang ingin berteman denganku hanya untuk meraup keuntungan saja karena aku seorang putri." Jawab Ellisa.


"Selama aku terus bersamamu dan keliargaku, aku tidak membutuhkan teman, apalagi keluarga kita akan bertambah!" Ucap Xio mengelus perut Ellisa.


"Hehe aku juga menantikan kehadiran keluarga baru kita." sahut Ellisa.


"Mamah, papah apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Lena yang duduk di kursi belakang.


"Mamah dan papah sedang membicarakan adik kalian." Jawab Ellisa.


"Oh iya nanti adik kita akan diberi nama apa?" Tanya Leon, Xio dan Ellisa berpikir sejenak.


"Kalau laki-laki namanya Gio dan kalau perempuan namanya Alisha." Jawab Xio.


"Setuju!, jadi tidak sabar ingin menyambutnya melihat dunia." Sahut Ellisa.


"Kita juga tidak sabar ingin mengajaknya bermain." Ucap Leon dan Lena.


"Haha kalau nanti anak papah sudah lahir, papah akan mengajak kalian berkeliling dunia." Ucap Xio sambil tersenyum.


"Horayy!!" teriak Leon dan Lena kegirangan.


"Papah harus janji!" Ucap Ellisa menirukan suara anak kecil.


"Iya papa janji!!" kata Xio mencubit hidung Ellisa gemas.


Merekapun mengobrol, dan bercanda selama perjalanan hingga akhirnya mereka tiba ditempat tujuan yaitu tempat pesta diadakan dan sudah banyak sekali orang yang hadir.


Jhonatan turun duluan dari mobil kemudian berjalan diikuti oleh Arthur, Xio juga berjalan dibelakang Jhonatan sambil menggandeng Ellisa serta Leon kan lena. tak lupa Adam Chris dan Jodi juga berjalan di belakang Xio seperti bodyguard.


Semua pandangan langsung tertuju pada mereka karena kehadiran mereka seperti permata yang masuk kedalam kumpulan kelereng biasa.


Banyak orang yang ingin tahu siapa mereka, tapi ada juga yang mengira kalau laki-laki dibelakang Jhonatan adalah anaknya.


"Siapa dia?, tampan sekali!"


"Mungkin anaknya tuan Jhonatan."


"Bukankah anaknya tuan Jhonatan sudah diusir."


"Benar juga."


"Wanita disebelahnya juga sangat cantik, Aku ingin berkenalan dengannya."


"Menyerah saja mereka sepertinya pasangan lihat saja cincin dijari mereka dan juga mereka sudah memiliki anak."


Begitulah bisikan-bisikan orang yang memperhatikan ketampanan serta kecantikan Xio dan Ellisa.


"Selamat datang dikediamanku yang kecil ini tuan Jhonatan."


Ucap pria paruh baya menghampiri Jhonatan.


"Haha tuan Billy tak perlu merendah seperti itu!" Jhonatan menjawab sapaan temannya yang bernama Billy.


"Perkenalkan ini anakku Xio!" Ucap Jhonatan lagi memperkenalkan Xio.


'Anaknya Jhonatan tampan sekali aku harus menjodohkannya dengan anakku, wanita disampingnya juga sangat cantik aku harus mendapatkannya.' Batin Billy dapat didengar oleh Xio.


Xio tertawa dalam hati ketika melihat Billy, Xio pernah melihat wajah Billy di dalam dokumen blood fang, Billy pernah bertransaksi bersama dengan oraganisasi blood fang.


"Perkenalkan ini istriku Ellisa." Ucap Xio.


"Haha istrimu sangat cantik, apakah kamu tidak berniat menambah istri?, anak Perempuanku masih belu-" Belum juga Billy menyelesaikan ucapannya tapi sudah terpotong oleh Xio.


"Tidak, aku tidak berminat." Jawab Xio ketus.


"Hmm baiklah mari masuk untuk bertemu dengan anakku yang berulang tahun, siapa tahu kamu berubah pikiran." Ucap Billy mengajak Xio.


"Orang tua ini sangat menyebalkan." Bisik Ellisa di telinga Xio.


"apakah kamu cemburu?" balas Xio berbisik di telinga Ellisa.


"humm!, kamu juga menyebalkan!" ucap Ellisa memalingkan wajahnya.


"haha maaf-maaf, Mau sebanyak apapun wanita yang aku temui aku tidak akan pernah berpaling dari kamu. karena menurutku kamu adalah wanita tercantik dan teristimewa yang ada diseluruh alam semesta." Ucap Xio dan meniup sedikit telinga Ellisa hingga membuat Ellisa tersipu malu.


Xio pun melanjutkan berjalan kedalam ruangan pesta sambil menggandeng Ellisa untuk menyusul Jhonatan.


"Hallo tuan Xio." terdengar suara perempuan yang Xio sangat membencinya.


"Tentu saja, anak-anaknya tuan Xio bersekolah di sekolahku, dan juga apakah ayah belum tahu kalau tuan Xio merupakan pemilik perusahaan AV?" jelas bela.


'Haha ternyata seperti itu, aku harus menjodohkan Bella dengannya.' batin Billy.


"Jadi seperti itu!, Jadi bagaimana Xio apakah kamu mau menjadikan Bella istri keduamu?" kata Billy.


"Sudahlah aku tidak ingin membicarakan hal itu, karena aku setia pada istriku SATU-SATUNYA!" jawab Xio menekankan kata terakhirnya kemudian pergi meninggalkan mereka sambil menggandeng Ellisa serta Leon dan Lena.


'S*alan aku harus membuat Xio agar tidak mencintai istrinya lagi.' Batin Bella kemudian ia teringat kalau Ellisa sedang hamil. dan bellapun merencanakan rencana buruk untuk Ellisa.


"Sudahlah ayah, Tuan Xio mungkin tidak ingin istrinya sedih." Ucap Bella pura-pura tersenyum dihadapan Billy dan Jhonatan.


"Kalau begitu aku akan menghampiri teman-temanku dulu." Pamit bella. meninggalkan ayahnya.


Acara pesta dimulai, sedangkan Xio dan Ellisa sedang duduk sambil memperhatikan Leon dan Lena yang sedang makan.


Xio dan Ellisa ditawari minuman dan mereka pun mengambilnya kemudian meminumnya, Xio tidak tahu kalau ada orang yang tersenyum ketika melihat Ellisa meminum minumannya.


'Haha rencanaku berhasil'


Acara berlanjut sampai akhirnya mulai acara dansa.


"Ellisa maukah kamu berdansa denganku?" Ucap Xio berjongkok satu kaki dihadaoan Ellisa.


"Ahh Xio perutku sakit!" Ucap Ellisa meringis kesakitan sehingga membuat Xio terkejut.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Xio khawatir karena melihat wajah Ellisa menjadi pucat. Ellisa tidak menjawab karena pandangannya mulai kabur dan langsung jatuh pingsan tapi Xio menahannya agar tidak terjatuh.


"Ellisa, bangun Ellisa kamu kenapa?, sayang jangan membuatku khawatir!?" Ucap Xio menepuk-nepuk pipi Ellisa pelan.


"Paman tolong panggilkan dokter, aku akan membawa Ellisa kekamar, dan tolong jaga anak-anak!" Ucap Xio langsung menggendong Ellisa menuju kamar terdekat.


Acara pesta juga menjadi terhenti seketika itu. Xio membaringkan Ellisa dikasur, dan tak lama kemudian dokter pun tiba dan langsung memeriksa Ellisa.


"Tuan sepertinya ada yang memberikan obat perangsang pada istri Anda." ucap dokter setelah selasai memeriksa kondisi Ellisa.


Xio mengepalkan tangannya dan meninju rak yang ada dihadapannya hingga hancur.


"S*alan siapa yang berani memberikan obat pada istriku?!, paman tolong periksa semua orang yang ada disini jangan biarkan satupun lolos dari pemeriksaan!" perintah Xio pada Adam dan adampun langsung bergegas melaksanakan perintah Xio.


"Lalu dok apakah istriku dan kandungannya baik-baik saja." Tanya Xio lagi.


"Maafkan saya tuan tapi saya belum pernah menemukan gejala yang seperti ini, tapi biasanya obat perangsang akan mempengaruhi kandungan ataupun tidak." jawab dokter.


"Baiklah kamu boleh keluar." Ucap Xio dan dokter itupun langsung keluar dan menutup pintu kamarnya.


"System apakah kamu bisa memeriksa kondisi tubuh Ellisa dan juga kandungannya?" Tanya Xio.


[Menganalisis tubuh Ellisa]


[Tubuh Ellisa teridentifikasi terkena racun tapi racun tersebut telah ternetralkan oleh janin yang ada di kandungannya]


[System juga memiliki kabar buruk mengenai Ellisa dan kandungannya, apakah tuan ingin mendengarnya?]


"Kabar buruk?!, kabar buruk apa System cepat beritahu aku!" Ucap Xio khawatir.


[System mendeteksi kalau janin yang ada didalam perut Ellisa memiliki element cahaya yang sangat kuat sehingga mengalahkan element kegelapan yang Ellisa miliki.]


[Tubuh Ellisa akan rusak seiring berjalannya waktu sampai dia melahirkan tapi hanya salah satunya saja yang bisa diselamatkan, jika Ellisa melahirkan maka Ellisa akan meninggal dan jika kandungannya di gugurkan maka Ellisa akan kembali kekeadaan normal. dan kondisi seperti ini tidak ada obat atau penawarnya diseluruh alam semesta]


Deg!


Hati seperti ditusuk oleh seribu pedang, dan Xio langsung terjatuh lemas mendaratkan kedua lututnya. Xio tidak bisa berkata apa-apa lagi dia menunduk dan air mata mulai terjun tak terbendung.


"Kenapa ini harus terjadi!, ini semua salahku karena membuat Ellisa mengandung!" Xio menyalahkan dirinya sendiri karena Xio berpikir kalau saja dia tidak membuat Ellisa mengandung maka Ellisa akan baik-baik saja.


"Sayang apa yang harus kulakukan?." ucap Xio sambil mengelus Surai rambut ellisa yang masih belum sadarkan diri.


"aku harus memilih antara kamu atau bayi kita, aku tahu kalau aku memberitahumu kamu pasti lebih memilih melahirkan bayi kita!" Ucap Xio lagi menatap sendu Ellisa.


"Tapi aku tidak ingin memilih salah satu aku ingin kamu dan bayi kita selamat, kalau bisa aku lebih memilih mengorbankan hidupku untuk membuat kalian hidup dengan bahagia." kata Xio menciumi seluruh permukaan wajah dan perut Ellisa.


Xio berdiri dan menatap wajah Ellisa, kemudian dia berjalan keluar kamar untuk memikirkan bagaimana menjelaskan hal ini pada Ellisa dan juga siapa yang akan dia pilih untuk diselamatkan.


Saat diluar kamar Xio menutup pintu kamar tersebut dan bersandar dibalik pintu.


"ARGGHH!, S*ALAN!, S*ALAN!, S*ALAN!" Xio berteriak dan meninju tembok yang ada dihadapannya sampai retak.


"Apa yang harus kulakukan?..." lirih Xio langsung duduk bersandar didepan pintu sambil memeluk kedua lututnya dan menangis.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG