
...----------------...
Malam berganti pagi ditandai dengan matahari yang perlahan menampakkan diri, dan sinarnya menelusuri setiap apa yang ia lewati dengan perlahan sinar tersebut menerobos memasuki jendela kaca ruangan yang di dalamnya terlihat ada seorang pria tampan yang sedang tertidur dengan hanya menggunakan piyama kimono sehingga memperlihatkan Dada bidangnya yang dapat meluluhkan setiap wanita.
Perlahan tapi pasti sinar matahari terus merayap ditubuhnya dimulai dari kaki sampai dengan wajahnya sehingga membangunkan tidurnya pria tersebut. Pria tersebut langsung bangkit dari tidurnya kemudian duduk di pinggir ranjangnya untuk mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu.
"Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang merepotkan." Gumam Xio kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak lama kemudian Xio keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sedikit basah dan hanya menggunakan handuk yang melingkari pinggangnya. Xio berjalan ke dekat ranjanganya tapi tiba-tiba saja wajahnya berubah seperti sedang kebingungan.
'Kenapa Ellisa belum menyiapkan pakaianku?' Batinnya.
"Haha aku lupa kalau Ellisa tidak ada disini." Xio tertawa.
"Sepertinya aku sudah sedikit tidak waras." katanya dan dengan seketika Wajahnya datar kembali. dan Akhirnya Xio pun harus menyiapkan Pakaiannya sendiri.
Saat ini Xio mengenakan pakaian dan jubah Khas Raja yang sangat elegan dan menambah kewibawaan dengan tak lupa mahkota miliknya, Xio memakai pakaian lengkap khas Raja karena kemarin Xio diberitahu kalau raja-raja dari 3 kerajaan lainnya ingin bertemu dengannya.
Xio pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan.
"Selamat pagi anak-anak papah yang imut." Ucap Xio kepada Leon dan Lena yang ternyata sudah berada di ruangan makan lebih dulu.
"Pagi Juga Yang Mulia Papah." Sahut Leon dan Lena.
"Kenapa kalian memanggil papah Yang Mulia?" Tanya Xio.
"Semalam kami membaca Buku kerajaan Kalau semua orang harus memanggil raja mereka dengan sebutan Yang Mulia, dan Juga karena disini semua orang memanggil Papah Yang Mulia jadi kita juga harus memanggil papah Dengan sebutan Yang Mulia Jika sedang berada di Istana." Jelas Leon dan diangguki Oleh Lena.
"Sebenarnya kalian tidak perlu memanggil papah dengan sebutan seperti itu." Kata Xio.
"Tapi di buku itu juga tertulis kalau ada orang yang tidak menghormati rajanya akan dihukum." Ucap Lena.
"Hahhh Terserah kalian saja kalau begitu, Sekarang lebih baik kita makan dulu." Ucap Xio menghela nafas pasrah.
Merekapun memulai Makan sarapan mereka dengan tenang sampai dengan selesai sarapan mereka.
"Papah Yang mulia hari ini kita ingin berkunjung ke Akademi boleh?" Tanya Lena.
"Boleh tapi kalian harus dite-" Belum Juga Xio menyelesaikan perkataannya sudah ditimpal.
"Tanpa di temani oleh kakek Sebas." Timpal Lena.
"Ya sudah kalau itu mau kalian." Jawab Xio.
"Yess Terima kasih Papah Yang Mulia, ayo kakak." Kata Lena semangat langsung menarik tangan Leon keluar dari ruangan Makan.
"Apa lagi yang mereka rencanakan?" Gumam Xio.
"Sebas pukul berapa acara pertemuan itu dilaksanakan?" Tanya Xio Pada sebas yang sudah berdiri di belakangnya.
"Jadwal pertemuan Hari ini Akan dilaksanakan pada pukul 11 dan untuk tempatnya mereka ingin di istana ini." Jawab Sebas.
"Baiklah kamu bisa menyiapkan semuanya." Ucap Xio.
"Baik Yang Mulia." Balas Sebas.
Xio diam Sejenak untuk memikirkan apa yang harus ia kerjakan karena saat ini masih jam 9 jadi masih tersisa waktu 2 jam sebelum pertemuan.
'Lebih baik aku membuntuti Leon dan Lena saja.' Pikirnya karena penasaran apa yang akan di lakukan oleh Leon dan Lena.
Xio Langsung masuk kedalam bayangan dan melesat cepat didalam bayangan segera mencari keberadaan Leon dan Lena dan untungnya Leon dan Lena belum jauh dari sana karena saat ini mereka sedang berada di kamarnya sedang berganti pakaian menggunakan pakaian warga biasa.
Semua Warga kerajaan Regalia Belum Mengetahui siapa dan bagaimana penampilan raja mereka ataupun raja mereka sudah memiliki ratu maupun Puteri dan Pangeran. Karena Xio Belum pernah Mempublikasikan dirinya serta Leon dan Lena. dan Semua orang hanya mengenal bawahan Xio saja.
"Kakak apakah tidak apa-apa kalau kita menyamar jadi warga biasa?" Tanya Lena.
"Tidak apa-apa, Toh kalau kita keluar istana dengan berpakaian seperti pangeran dan puteri malah akan menjadi perhatian dan mereka juga pasti akan memperlakukan kita berbeda." Jawab Leon.
'Oh jadi itu alasan mereka tidak mau ditemani oleh sebas, karena mereka tidak ingin menjadi pusat perhatian.' Ucap Xio dalam hati.
Selesai berganti pakaian, Leon dan Lena langsung pergi keluar istana dengan mengendap-endap karena takut ketahuan oleh Xio, Sementara orang yang mereka takuti saat ini sangat ingin tertawa Melihat kelakuan mereka.
Leon dan Lena berjalan sambil bergandengan tangan di tengah ramainya aktivitas kota, sampai mereka mencium aroma yang dapat membuat perut keroncongan. Aroma tersebut datang dari Salah satu gerobak makanan yang berjualan disana.
"Kakak ayo Kesana." Lena menarik tangan Leon menuju pedagang tersebut.
"Kakak aku ingin membeli itu." Ucap Lena.
"Baiklah tunggu sebentar." Jawab Leon segera berjalan mendekati gerobak tersebut dan untungnya tidak ada pembeli lain disana sehingga tidak perlu mengantri.
"Paman Berapa harga satunya?" Tanya Leon.
"Satu tusuk harganya ada yang 2 koin silver dan ada yang 3 koin silver." Jawab penjual tersebut.
"Kalau begitu aku beli setiap jenis 1." Ucap Leon.
"Baiklah ini dia totalnya 12 koin silver." Penjual tersebut memberikan 5 tusuk makan yang berbeda.
"Ini uangnya terimakasih paman." Leon memberikan 1 koin emas karena memang ia tidak memiliki koin lain selain koin emas yang Xio berikan.
"Apakah ada uang pas?, paman tidak memiliki kembaliannya." Ucap Penjual tersebut.
"Ambil saja kembaliannya paman." Ucap Leon langsung pergi.
"Terimakasih adik." Teriak penjual tersebut karena Leon berjalan agak cepat. Xio yang daritadi berdiam diri didalam bayang tersenyum melihat kedermawanan Leon.
"Ini dia." kata Leon menyerahkan makanannya pada Lena.
Leon dan Lena pun mulai menyantap makan yang baru saja mereka beli dengan lahap nya sembari duduk di bangku yang ada di sana.
"Ummm Enak sekali." Ucap Lena dengan mulut yang penuh membuat Xio penasaran dengan rasa makanan tersebut.
Selesai makan mereka kembali melanjutkan Perjalanan mereka menuju Akademi, dan di sepanjang perjalanan mereka menjadi sedikit pusat perhatian. Walaupun Leon dan Lena sudah memakai pakaian warga biasa tapi dengan tampang rambut dan mata mereka yang berbeda membuat mereka harus diperhatikan walaupun tidak terlalu banyak orang yang memperhatikannya.
Sesampainya didepan gerbang Akademi mereka ditahan oleh penjaga.
"Adik-adik mau kemana?" Tanya penjaga tersebut ramah.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG