
...----------------...
“System tolong kamu saja yang merekomendasikan beberapa barang yang bisa berguna untukku.”
Seketika muncul layar transparan di hadapan Xio yang menunjukkan berbagai toko rekomendasi dari system.
[Saya menyarankan Tuan untuk membeli beberapa dari pilihan saya berikut ini:
Cincin Caelum (30.000.000)
Cincin ini merupakan cincin sang penguasa langit yaitu uranus. dan siapa saja orang yang menggunakan ini, maka dia bisa mengontrol langit sesuka hatinya. Awan mendung, langit cerah, hujan badai, siang, malam, semuanya ada dibawah kendali Cincin Caelum.
Kipas 5 Elemen (20.000.000)
Kipas ini merupakan kipas milik seorang penguasa 5 Elemen dasar (Api, Air, Angin, Tanah, Listrik) di masa lalu. Dengan menggunakan kipas ini, siapapun akan dapat menggunakan berbagai macam sihir 5 Elemen hanya dengan sedikit usaha saja.
Kitab Terkutuk (100.000.000)
Kitab kuno yang disegel dengan kutukan.
Demen Fructus (25.000.000)
Buah terlarang yang dipetik dari pohon paling agung yaitu pohon Yggdrasil. Buah ini dapat meningkatkan kekuatan si pemakannya 5 kali lipat dari kekuatan asalnya, namun efeknya hanya akan bertahan selama 2 menit saja.
Parfum pesona (1.000.000)
Jika ada lawan jenis yang mencium harum parfum ini, maka siapapun itu akan langsung jatuh hati pada anda dan ingin bercinta dengan anda.
Dan masih banyak lagi barang yang bagus yang harus tuan periksa sendiri. ]
“Apa-apaan yang ketiga dan yang terakhir ini?”
“Namanya saja kitab terkutuk pasti berbahaya, sudah harganya mahal, tidak ada deskripsinya pula. dan parfum pesona ini juga, memangnya siapa juga yang mau bercinta dengan banyak wanita sekaligus?” Xio menggerutu sendiri.
[Kebanyakan pria ingin bercinta dengan banyak wanita cantik sekaligus] Tiba-tiba saja Systemnya menjawab Xio.
“Aku jadi curiga kalau System adalah sisi burukku di kehidupan sebelumnya.”
“Sytem…aku beli Cincin Caelum, Kipas 5 Elemen, dan Demen fructus saja dulu.” Kata Xio karena nanti saat dirumah juga masih ada waktu untuk memutuskan membeli sesuatu yang lebih luar biasa.
[Membeli Cincin Caelum, Kipas 5 Elemen, dan Demen fructus dengan jumlah harga 75.000.000 PS……]
[Pembelian Berhasil….Sisa Point System Tuan 285.000.000 lagi]
“Hmm…aku baru sadar kalau semua barang di toko sekarang menjadi lebih mahal.”
[Semakin tinggi level Tuan, semakin meningkat harga jual Toko.]
“Jadi seperti itu….”
Xio kemudian mengeluarkan barang yang baru saja dibelinya keatas meja.
Sekarang di depannya diatas meja sudah ada cincin berwarna silver dengan pola seperti awan di permukaannya, kemudian ada sebuah kipas indah yang memiliki lima warna di setiap sisinya. Dan juga ada satu buah seperti apel, tapi warnanya sepekat merah darah, dan juga mengeluarkan aura yang terkutuk.
Xio mengambil cincin Caelum dan memakainya di tangan kiri di jari telunjuknya. Karena kebetulan di luar pesawat terlihat sedikit mendung seperti akan hujan, Xio pun langsung mencoba cincin tersebut dengan mengalirkan sedikit mananya dan membayang langit yang cerah.
Tidak butuh waktu lama, diluar pesawat sudah tidak mendung lagi. karena malam hari, jadi tetap saja masih kelihatan gelap. Xio tadinya ingin mencoba mengubah menjadi siang hari, tapi mungkin saja itu akan menghebohkan seluruh dunia dan akan ada banyak hoax-hoax yang bermunculan. jadi dia pikir untuk mencobanya ketika di dunia Flix saja.
Sekarang matanya tertuju pada kipas indah tersebut.
“Aku bisa memasang elemen lain dengan mudah, jadi akan kuberikan ini untuk Ellisa saja.” Gumamnya memasukkan Kipas 5 elemen tersebut kedalam inventorynya.
“Untuk buah ini, mungkin akan terpakai jika dalam keadaan terdesak.” Ucap Xio memasukan Demen Fructus kedalam Inventorynya juga.
Dia kemudian melirik jam tangannya untuk melihat berapa lama lagi hingga mereka sampai di negara X. Sekitar satu jam lagi pesawatnya akan sampai di tujuan.
Ketika dia sedang memandang keluar jendela, Fellis tiba-tiba saja datang seperti sedang terburu-buru.
“Tuan sepertinya pesawat ini sudah diincar oleh seseorang. di radar menunjukkan ada 3 roket yang mengejar pesawat ini dengan kecepatan tinggi di atas permukaan laut!” Seru Fellis dengan wajah yang panik.
"Apakah ada orang lain yang mengetahui keberangkatanku?" Tanya Xio dengan santainya.
"Saya tidak yakin tuan!! sekarang sebaiknya tuan segera kenakan parasut dan menyelamatkan diri...saya sudah memanggil unit yang akan mengeva-" Fellis menyuruh Xio untuk segera menyelamatkan diri dengan cara terjun dari pesawat.
"Kembalilah ke tempatmu...tidak akan terjadi apa-apa…" Jawab Xio malah menutup matanya dengan kacamata tidur dan menyandarkan tubuhnya bersantai seperti menganggap peringatan Fellis seperti angin lewat saja.
"40 DETIK LAGI ROKETNYA AKAN MENABRAK PESAWAT INI TAPI!!” Cemas Fellis karena sudah diperkirakan roketnya akan menabrak pesawat dalam waktu kurang dari 40 detik lagi.
“Apa kamu tidak mendengar perintahku?” Kata Xio membuka sedikit penutup matanya tapi masih terlihat tatapannya yang tajam.
“Ba-baik Tuan…maafkan saya sudah mengganggu istirahat anda.” Jawab Fellis percaya tidak percaya harus menuruti kata Xio.
Fellis pun kembali keluar dari ruangan Xio dan berjalan menuju ruang kendali untuk mengabarkan apa kata Xio pada rekan-rekannya.
.
.
.
.
.
.
.
1 menit kemudian.
“Bagaimana roketnya bisa hilang dari radar?” Heran semua kru pesawat. Mereka tidak tahu kalau xio sudah menggunakan sihir pelindung di luar pesawatnya.
Sementara itu di sisi Xio, saat ini dirinya terlihat sedang tersenyum-senyum sendiri sambil memperhatikan layar handphonenya yang menampilkan gambar-gambar Ellisa dengan pakaian seksi, dan bahkan ada juga yang hanya menggunakan handuk minim saja. Sebenarnya Xio jarang sekali mengambil foto Ellisa oleh dirinya sendiri, tapi Ellisa sendirilah yang selalu mengirimkan gambar-gambar dirinya sendiri ke hp Xio ketika Xio sedang bekerja di kantornya.
“Hahh…sial, melihat gambar istriku seperti ini saja sudah membuat jantungku berdegup kencang.” Xio menghela nafas. “Pria besar ini juga sepertinya sudah tidak sabar ingin dimanjakan lagi.” Tambahnya mengelus Tonjolan di celananya.
Jika ada yang melihat Xio mengobrol sendiri, mungkin sudah akan disebut seperti orang gila. Tapi jujur saja, Xio benar-benar sudah tidak sabar ingin segera pulang dan membelai setiap inci tubuh Ellisa.
“Kenapa aku bisa secinta mati seperti ini pada Ellisa?” Tanya Xio pada dirinya sendiri. tidak pernah ada jawaban yang terlintas di kepalanya kenapa dia bisa sampai jatuh cinta pada Ellisa selain kecantikan dan sikapnya. Tapi dia yakin kalau semuanya ada hubungannya dengan kehidupan sebelumnya di masa lalu yang sudah tahu kalau Ellisa juga pernah menjadi istrinya saat itu.
“Aku harus segera mencari memori masa laluku lagi agar semuanya menjadi lebih jelas.” Gumamnya.
Sementara itu, saat ini Fellis bersama dengan rekannya sedang sibuk mencari tahu siapa yang sudah berani menembakkan roket pada pesawat yang ditumpangi tuannya.
‘Apa mungkin ada pengkhianat disini?’ Pikir Fellis.
...----------------...
Di Sebuah ruangan seperti tempat bekerja. Terlihat ada seorang pria lumayan tua sedang duduk di kursi dengan ada meja di depannya. di samping kirinya berdiri seorang wanita seperti orang Asia dengan pakaian yang cukup ketat, sedangkan di sisi kanannya berdiri seorang pria berkulit gelap dengan tubuh yang besar. Benar mereka yaitu David bersama dengan kedua anak buahnya Luo Yin dan juga Frank.
Didepan mereka terlihat ada seorang pria yang tergeletak dilantai dengan tubuhnya yang dipenuhi dengan serpihan kaca, sehingga darah menggenang di lantai.
“Bagaimana persiapan pernikahan Megan dengan Jhonatan?” Tanya David sambil mengambil satu buah cerutu yang sudah menyala di atas mejanya dan kemudian menghisap cerutu tersebut.
“Semuanya sudah siap tuan.” Jawab Frank.
“Hihi…jika tuan berhasil memanfaatkan kekayaan Jhonatan, sudah dipastikan lagi kekuasaan dan wewenang tuan akan semakin meluas hihihi.” Kata Luo Yin tertawa licik dan kemudian duduk di pangkuan sebelah paha David dan mendekatkan wajahnya di leher.
“Kalau tidak salah Jhonatan mempunyai seorang anak laki-laki dari istrinya dulu?” Tanya David.
“Benar Tuan. Namanya Xio Alexander”-”Tapi profile identitasnya sangat aneh. Ada yang mengatakan kalau dia sekolah di luar negeri, ada yang mengatakan dia dirawat di rumah sakit karena lumpuh, dan ada juga yang mengatakan kalau dia tiba-tiba menghilang seperti ditelan bumi. Sampai sekarang belum ada yang tahu dimana lokasi anak laki-lakinya Jhonatan itu.”
“Hmm…” David berdehem seperti sedang berpikir. “Apa di Black Market pun tidak ada informasi yang faktual?” Tanyanya.
“Tidak ada Tuan, semua Informasi tentangnya seperti dilindungi seseorang yang berkuasa.” Jawab Frank.
“Haha…mungkin itu karena kamu yang kurang becus.” Sahut Luo Yin dengan tangannya yang sudah masuk kedalam kemeja David dan mengelus dadanya David dengan wajah genitnya.
‘J*lang sial*n’ Frank mengumpat dalam hati.
“Apakah tuan mau saya mencari anaknya dan menyingkirkannya agar tidak ada halangan?” Tanya Luo Yin dengan nada kecentilan.
“Tidak perlu, aku hanya ingin bertemu dengannya dan melihat bagaimana sifatnya.” Jawab David meletakan cerutunya di asbak yang ada di atas meja.
“Oh iya Tuan! Tidak lama ini di Indonesia pernah muncul foto seseorang yang mirip dengan penampilan yang hampir sama dengan anaknya Jhonatan. Foto itu hanya terunggah beberapa detik saja di internet, dan setelah itu langsung menghilang kembali tanpa ada jejaknya.” Kata Frank.
“Apa kamu punya gambarnya?” Tanya David.
“Emm…kalau tidak salah tim saya sudah menyimpan gambarnya.” Jawab Frank mengeluarkan handphone nya. “Nah ada! tapi saya kurang yakin ini anaknya Jhonatan karena gambarnya sangat buram. Selain itu orang di gambar ini terlihat sudah dewasa, sedangkan anaknya Jhonatan masih remaja.” Seru Frank langsung memperlihatkan layar handphonenya pada David.
Terlihat sebuah senyuman ringan di wajahnya David.
...----------------...
Di indonesia pernah tersebar gambar seorang pria berambut putih yang sangat tampan, tapi tidak butuh waktu yang lama hingga kegemparan tersebut langsung reda. Itu karena para bawahan Xio yang sangat mahir dalam ilmu teknologi dan sangat pandai mengubur suara.
Sehingga sampai sekarang tidak ada yang pernah mengetahui kalau foto tersebut adalah Xio. Mungkin hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya, tapi mereka tidak berani membocorkannya ke khalayak umum karena takut hidupnya akan langsung berakhir.
...----------------...
Kembali ke sisinya Xio. Sekang pesawatnya sudah mendarat seperti di lapangan luas yang di ujungnya ada sebuah bangunan seperti kantor pos.
Ketika pintu pesawat terbuka, hembusan angin dingin langsung terasa menyerap ke tubuhnya Xio.
"Hm disini sudah musim dingin ternyata." Gumamnya ketika melihat hamparan salju putih bertumpuk menutupi permukaan.
Sebenarnya sebelum pesawatnya mendarat tadi juga, Xio sudah diberikan sebuah mantel bulu tebal oleh Fellis karena katanya negara yang dikunjunginya sudah 2 hari turun salju.
Xio langsung berpikir kalau anak-anaknya mungkin akan senang diajak bermain di tempat bersalju. Karena di Indonesia dan di kerajaan Regalia tidak akan pernah ada hujan salju.
Xio berjalan menuruni tangga pesawat di temani oleh Fellis di belakangnya. Di bawah tangga pesawat sudah ada seorang pria memakai seragam seperti tentara yang langsung menyambut kedatangan Xio dengan hormat.
"Selamat datang di markas saya, Tuan." Ucap Pria tersebut menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Xio.
"Eem." Jawab Xio singkat membalas jabatan tangannya.
"Beliau merupakan mantan jendral pasukan tentara di negara ini. Namanya Morron." Kata Fellis. "Beliaulah yang akan membantu kita memusnahkan kebusukan di dunia politik. Kalau dengan beliau, ditambah dengan pasukan kita, sudah pasti David tidak akan bisa berkutik lagi." Tambahnya.
"Ahhaha...Nona Fellis bisa saja, saya jadi merasa tersanjung." Ucap Morron.
"Tapi benarkan, Tuan Morron sudah memenangkan banyak sekali penghargaan saat berperang?" Kata Fellis.
"Ah itu hanya penghargaan yang sederhana saja. Saya yakin Tuan Xio yang lebih berbakat daripada saya." Jawab Morron.
"Sampai kapan kita akan berdiri di atas salju yang semakin meninggi ini?" Tanya Xio seketika. Karena memang benar salju yang turun semakin lebat. Walaupun dia tidak kedinginan sama sekali, tapi dia ingin segera menyelesaikan tujuannya datang kemari.
"Maaf tuan! Mari ikuti saya ke dalam markas!" Ujar Morron.
"Hm." Xio menjawabnya hanya dengan deheman saja.
Morron jalan duluan menuju bangunan yang seperti kantor pos tadi, diikuti Xio dan Fellis di belakangnya.
Para bawahan Rose atau para anggota Black Rose tidak ada yang mengetahui kalau Xio mempunyai kekuatan diluar nalar, jadi Fellis sudah menyiapkan pasukan Elite Black Rose dalam pesawat berbeda untuk ikut dalam misi kali ini.
Xio juga tidak mempermasalahkannya, asalkan mereka tidak menyusahkan nya, selain itu mereka juga bisa digunakan untuk membersihkan bekas pertarungan nanti.
Setibanya di bangunan kecil tadi nampak didalamnya tidak ada apapun, hanya perabotan sederhana saja. Tapi ketika Morron mematikan lampunya, tiba-tiba saja lantai yang di tapaki nya seperti melesat ke bawah.
Rupanya di bawah bangunan kecil tadi, terdapat markas yang sangat luas di bawah tanahnya. Tidak hanya banyak orang-orang yang memakai seragam tentara, tapi banyak sekali berbagai macam alat transportasi serta senjata untuk Persiapan perang disana.
"Mari Tuan, ikuti saya ke ruang rapat untuk membicarakan strateginya." Kata Morron dijawab anggukan oleh Xio.
Xio dibawa oleh Morron ke suatu ruangan yang didalamnya sudah terdapat beberapa orang yang terlihat kuat-kuat.
"Mereka rekan-rekan saya, sama seperti saya pensiunan tentara semuanya." Kata Morron.
"Hey Morron! Kemana nyonya Rose?" Tanya salah seorang laki-laki berbadan besar berjalan mendekat.
"Nyonya Rose tidak ikut, dan digantikan oleh Tuan Xio." Jawab Morron.
"Hmm.." Laki-laki itu terlihat seperti memperhatikan Xio dari ujung kepala sampai bawah kaki. Sedangkan Xio tetap memasang wajah dingin dan cueknya walaupun seperti sedang diperiksa oleh orang tersebut.
"Apa nyonya Rose serius digantikan oleh pria cantik ini? Kita akan pergi bertempur, bukan pergi ke ajang model." Ucapnya seperti mengejek dan tidak mempercayai Xio.
"APA YANG KAU KATAKAN?!" Bentak Fellis. "Beraninya kau menghina Tuanku. Kalian bisa bertahan hidup disini karena dibiayai oleh nyonya Rose, dan sekarang kamu sudah berani mengatai cucu dan juga penerusnya? Apa kamu ingin menjadi gelandangan lagi?" Lanjutnya.
...****************...
...BERSAMBUNG...