
...----------------...
"Leon, Lena ayo berangkat!" ucap Xio menunggu di luar rumah.
Hari ini adalah hari Leon dan Lena masuk kelas 1 sekolah dasar, karena hari pertamanya jadi Xio berniat untuk mengantarkan mereka, Ellisa juga sebenarnya ingin ikut tapi pagi ini dia sering mual-mual, jadi Xio melarangnya untuk ikut.
tidak lama menunggu akhirnya Leon kan lena datang menghampiri Xio dengan menggunakan seragam sekolah dan juga menggendong tas masing-masing.
"Cucu kakek imut sekali!" Ucap Arthur dan Jhonatan.
"Hati-hati saat disekolah." Ucap Jhonatan.
"Kalau ada yang nakal pada kalian lawan saja." kata Arthur.
"Ayah Leon dan Lena cuma mau sekolah bukan berkelahi, kenapa juga harus hati-hati?" Ucap Xio.
"Tentu saja harus hati-hati, bagaimana kalau ada yang ingin menculiknya karena Leon dan Lena sangat imut." Jawab Jhonatan dengan wajah khawatir.
"Haishh sudahlah ayah, sebaiknya kalian segera berangkat." sahut Ellisa karena melihat Jhonatan dan Arthur yang terlalu lebay.
"Darah kakek!, dadah mamah!" Ucap Leon dan Lena melambaikan tangan dan langsung masuk kemobil Xio.
"Kalau begitu aku juga berangkat dulu, dan mungkin setelah mengantar anak-anak aku akan langsung ke perusahaan." Ucap Xio mencium kening Ellisa sebentar dan langsung menyusul Leon dan Lena ke mobil.
Setelah masuk mobil, Xio langsung melajukan mobilnya menuju sekolahan Leon dan Lena. Sekolahan Leon dan Lena tidak terlalu jauh dari lokasi rumah Xio dan hanya memakan waktu 45 menit untuk sampai disekolahmya.
Saat sudah sampai sekolah, Xio langsung membawa Leon dan Lena menuju ruangan kepala sekolah.
Tokk!
tok!
"Masuk!" suara dari dalam ruangan kepala sekolah.
Saat Xio masuk, Xio dapat melihat seorang wanita yang lumayan cantik sedang duduk dimeja dengan menggunakan pakaian yang ketat. Xio dapat mengira kalau wanita itu adalah kepala sekolahnya karena diatas meja terdapat papan nama yang bertuliskan Bella Poarch (kepala sekolah).
Bella langsung turun dari meja setelah melihat Xio dan langsung menghampirinya.
"Perkenalkan saya Bella, kepala sekolah disini!" Ucap bela mengajak Xio berjabat tangan.
"Xio." Jawab Xio dingin membalas jabatan tangan Bella tapi hanya sebentar dan langsung menariknya tangannya kembali.
"Apakah anda tuan Xio Archon, orangtua dari Leon dan Lena Archon?" Tanya Bella.
"Ya, cepatlah tunjukkan dimana kelas anakku!" Ucap Xio dingin.
'Dingin sekali, padahal aku sudah memakai pakaian seperti ini agar dapat menarik perhatian dari pemilik perusahaan AV. Sepertinya aku harus menggunakan cara lain agar dapat mendapatkan perhatiannya.' Batin Bella.
Xio tersenyum sinis saat mendengar batinan bella.
"Anak-anak anda berada di kelas 1-B, Kalau begitu biar saya panggilkan wali kelasnya." Ucap bela kemudian menelepon seseorang, Tak lama kemudian datanglah seorang pria yang agak tua dan wajahnya seperti orang Jepang.
"Perkenalkan saya Toshiro, Guru bahasa Jepang dan juga walikelas di kelas 1-B." Ucap Toshiro memperkenalkan dirinya. Sekolah yang akan dimasuki oleh Leon dan Lena merupakan sekolah elit banyak sekali guru yang berasal dari luar negeri untuk mengajar bahasa asal mereka.
"Saya Xio, anak-anak perkenalkan nama kalian." Ucap Xio.
"Namaku Lena Archon salam kenal pak toshiro." Lena memperkenalkan dirinya menggunakan bahasa Jepang dengan fasih.
"Namaku Leon Archon." Leon juga memperkenalkan dirinya menggunakan bahasa Jepang.
Xio terkejut karena baru tahu kalau Leon dan Lena bisa berbahasa Jepang, yang Xio tidak tahu adalah bahwa Leon dan Lena sudah mempelajari sihir yang dapat memahami bahasa lain, Leon dan Lena mempelajarinya dari Ellisa.
"Hebat sekali Kalian bisa berbahasa Jepang padahal umur kalian masih kecil." Ucap Toshiro kagum menggunakan bahasa Jepang.
"Mamah kami yang mengajarkan bahasa pada Kami!" jawab Lena menggunakan bahasa Jepang juga.
"Haha anak papah memang pintar, kalau begitu kalian masuk kelas yah, nanti saat pulang papah jemput!" Ucap Xio tersenyum mengelus kepala Leon dan Lena.
'giliran Dengan anaknya saja berubah sikapnya' Batin Bella.
"Pak toshiro tolong jaga Leon dan Lena." Kata Xio diangguki oleh Toshiro.
"Papah akan ke kantor sekarang, kalian jangan nakal dan belajar dengan rajin, Ok?!."
"Ok!" Jawab Leon dan Lena mengacungkan jempolnya.
Saat Xio akan berjalan keluar, tiba-tiba saja bela merangkul tangan Xio.
"Mari saya antarkan." kata Bella sambil menggesek-gesekan lengan Xio dibelahan dadanya.
"Tidak perlu!" Bentak Xio dan melepaskan lengan bella sehingga membuat Bella tersungkur. bukannya membuat Xio tertarik tapi yang ada malah membuat Xio jijik.
"Akhh..!" Desah Bella kesakitan.
"Kalau bukan karena kesibukanku dan juga anakku masih disini, aku tidak akan segan menghabisimu." Ucap Xio berbisik di dekat telinga Bella kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut, Xio juga meninggalkan beberapa shadow soldiernya bersama dengan Leon dan Lena agar tidak ada yang membahayakan mereka.
"Saya juga permisi akan mengantar Leon dan Lena kekelas." Ucap toshiro berjalan keluar juga diikuti oleh Leon dan Lena, meninggalkan Bella yang wajahnya sudah merah padam karena kesal dan juga malu.
"Cihh untung saja dia tampan dan kaya, bagaimanapun caranya aku harus mendapatkannya, aku juga ingin melihat wanita seperti apa yang telah bisa mengalahkan pesonaku." Ucap Bella berdecih.
Kembali ke sisi Xio, saat ini Xio sudah berada di mobilnya dan sedang dalam perjalanan menuju perusahaan AV. Hari ini Xio akan mengadakan rapat mengenai penggabungan perusahaan AV dengan perusahaan AC.
Banyak wartawan yang datang keperusahaan AV untuk meliput mengenai berita besar ini. selain itu, para wartawan juga ingin mengetahui siapa sebenarnya pemilik perusahaan AV dan perisahaan AC.
Karena Xio sudah tahu kalau akan ada banyak wartawan, jadi dia tidak memarkirkan mobilnya di perusahaan dan lebih memilih berjalan kaki keperusahaan. Xio juga sudah mengenakan masker dan topi hitam untuk menyamar.
Saat Xio sampai didepan perusahaan, Xio dapat melihat banyak sekali wartawa dari berbagai stasiun televisi yang bergerombol di depan pintu masuk. karena susah untuk masuk, Xio pun memutuskan untuk menggunakan pintu para staff cleaning service.
"Hahh kenapa sangat merepotkan untuk masuk kedalam saja." Xio menghela nafas setelah berhasil masuk lewat pintu staff cleaning service. Xio belum sadar kalau dari tadi banyak sekali para staff yang sedang memperhatikan dan mendengar dirinya, mereka tadinya sedang sarapan bersama.
"Maaf anda siapa?" Tanya salah satu staff waspada karena Xio menggunakan pakaian serba hitam dan menutupi wajahnya dengan masker.
"Ahh maafkan aku mengganggu waktu makan kalian." Ucap Xio membuka topi dan maskernya. sehingga membuat semuanya terkejut, para pegawai yang ada di perusahaan sudah mengenal siapa Xio tapi mereka tidak boleh membocorkan atau memfoto identitas Xio yang memiliki perusahaan.
"Maaf kan saya tuan karena telah mencurigai anda!" Ucap staff yang tadi bertanya pada Xio sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa kalian lanjutkan saja kegiatan kalian." Jawab Xio langsung berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Xio berjalan menuju ruang rapat dan menggunakan masker dan topinya kembali, karena takutnua ada wartawan yang melihat dirinya.
Banyak orang yang berspekulasi kalau penerus perusahaan adalah anaknya Jhonatan yaitu Xio karena mereka tahu kalau kakek Azril tidak memiliki keturunan, tapi banyak juga yang menyanggahnya karena mereka mengira kalau Xio sudah tidak menjadi anak Jhonatan lagi.
Saat Xio sudah sampai diruangan rapat, Xio dapat melihat Adam sedang berdiri didepan pintu tersebut.
"Tuan muda silahkan masuk semuanya sudah menunggu!" Ucap Adam membukakan pintu dan Xio pun langsung masuk kedalam ruang rapat tersebut. walaupun Xio menggunakan masker dan topi tapi Adam tahu persis kalau itu adalah Xio.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG