
...----------------...
Mammon, Lucifer, Gabriel dan Sammael mengira kalau Xio terpesona dengan wanita Elf yang memiliki kecantikan sedikit dibawah Ellisa, karena mereka melihat Xio memegang kepala wanita tersebut.
Tapi ternyata dugaan mereka salah. Tidak lama kemudian Xio melepaskan genggaman tangannya dan langsung mencekik wanita tersebut dengan lumayan kencang, terlihat juga Xio mengerutkan alisnya serta muncul urat-urat di keningnya yang menandakan Xio sedang murka saat ini.
Xio mencabut pedangnya yang menancap di pundak wanita Elf itu secara langsung Sehingga membuatnya berteriak karena kesakitan, tapi teriakannya hanya sebentar karena saat ini ia sedang kesulitan bernafas sebab lehernya sedang di cekik oleh Xio dengan kecang. Bahkan ia merasa kalau kekuatannya secara perlahan menghilang seperti sedang di sedot.
Xio langsung mengangkat tangan wanita Elf itu, lalu menancapkan pedangnya di pohon menembus kedua telapak tangan wanita itu sehingga saat ini ia sudah tergantung di pohon dengan darah bercucuran di telapak tangan.
Wanita itu terus berteriak dan mengerang kesakitan dengan airmata yang bercucuran.
"Rasa sakit itu belum seberapa untuk membayar apa yang telah wanita hina sepertimu lakukan pada istri dan anakku." Ucap Xio.
Saat tadi Xio memegang kepala wanita itu, sebenarnya saat itu Xio sedang melihat ingatan Elf tersebut yang bernama Silphia. Dari ingatannya Xio mendapatkan kalau ternyata Silphia menyukai Xio, dan berencana menyingkirkan Ellisa. Selain itu Silphia juga bukan berasal dari dunia Flix, melainkan dari dimensi lain dan datang kedunia Flix melalu Rift bersamaan dengan invasi monster waktu itu.
Shilphia memiliki level hampir setara dengan Ellisa yaitu 12 ribu, dengan kemampuan bisa berkamuflase seperti bunglon sehingga ia bisa melewati gerbang penjagaan istana dengan mudah.
"Kalau saja Aku terlambat menyelamatkan Ellisa waktu itu." kata Xio.
"To-tolong ampuni aku..." Ucap Silphia lemas.
"Ampun?! setelah kamu berani mengancam nyawa istri dan anak-anakku kamu ingin ampun?!. Selain ingin menyingkirkan Ellisa kamu juga hampir mengancam nyawa anak-anakku yang sudah lama kutunggu tunggu kelahirannya." Ucap Xio mengeluarkan auranya sehingga udara disana menjadi mencekam.
Bawahan Xio pun akhirnya tahu kenapa Saat ini hanya ada tatapan kematian di mata Xio saat ini, mereka dapat mengira kalau wanita Elf itulah yang sudah mencelakai Ellisa serta Leon dan Lena di taman waktu itu.
Xio kemudian melemparkan bola kecil berwarna hitam putih ke pohon tempat tergantungnya wanita itu. Dibawah pohon itu muncul lingkaran Sihir berwarna putih sedangkan diatas ranting-rantingnya muncul lingkaran sihir berwarna hitam.
Arggghhh!
Teriakan kesakitan Silphia semakin kencang, karena saat ini ia merasa kalau tubuhnya sedang ditarik dari dua sisi yang berbeda sehingga tubuhnya terasa seperti akan terbagi dua.
"Hahaha apa kamu pikir segini saja sudah cukup untuk wanita hina yang ingin merebut kebahagiaan hidupku yang sudah aku rawat dan jaga sendiri?" ucap Xio tertawa menyeramkan. kemudian menjentikkan jarinya yang langsung muncul bayangan hitam dibalik pohon. Bayangan hitam itu memenlintir tangan dan kaki Silphia hingga terdengar suara retakan-retakan tulang yang sangat ngilu di dengar.
Tidak selesai sampai disitu, bayangan bayangan hitam itu juga menerobos masuk ke setiap lubang yang ada di tubuh Silphia seperti lubang telinga, hidung, mulut dan lubang-lubang lainnya.
Bawahan Xio bergidik ngeri melihat penampilan Silphia yang sangat mengenaskan saat ini dihadapan mereka.
"Sungguh naif, apakah kamu pikir jika Ellisa meninggal aku akan menyukaimu? Cuihh! itu tidak mungkin terjadi, karena kalau Ellisa sudah tidak bernyawa maka aku akan kembali menghidupkannya dengan nyawamu serta nyawa seluruh makhluk hidup yang ada di alam semesta ini, karena Ellisa merupakan segalanya dan tidak akan pernah tergantikan untukku." Ucap Xio membuat para bawahannya membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja Xio katakan, dan mereka berpikir sekilas kalau barusan yang berkata bukanlah Xio yang asli, seperti ada yang mengambul alih tubuhnya sebentar karena auranya juga berubah tapi seketika kembali seperti Xio yang semula.
"Penderitaanmu tidak akan pernah berakhir." Kata Xio langsung memasukkan Silphia bersama dengan pohonnya sekaligus kedalam ruang dimensi untuk terus memberikan penyiksaan terhadapnya.
"Aku tahu apa yang kalian pikirkan tadi, apa kalian ingin menolongnya?!" Tegas Xio.
Mereka berempat langsung bersujud di tanah dengan membenturkan kepala mereka. "Tidak Yang Mulia!! tolong maafkan kami!!" Ucap mereka berempat karena Xio ternyata tahu kalau mereka terpesona dengan tampang Silphia.
"Aku bisa memaafkan kalian yang menyukainya, tapi apakah aku harus memaafkan kalian yang sudah berpikir kalau aku akan menduakan Ellisa?" Ucap Xio menekankan auranya.
"Kami mohon maafkan kami Yang Mulia!! kami bersumpah akan menjalankan hukuman atau perintah apapun dari anda asal bukan kematia!!" Seru mereka berempat dengan tubuh yang sudah gemetar dan sudah ingin mengompol di tempat itu juga, karena saat ini Xio sudah seperti seorang pencabut nyawa mengingat perkataan Xio tadi yang bisa tanpa ragu ingin membunuh semua makhluk hidup untuk menggantikan Ellisa.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengurung kalian di kawah 7 warna selama 2 bulan sebagai hukumannya." Kata Xio.
'Selamat nyawaku.' Batin mereka berempat karena tidak jadi mati. Tapi tetap saja dikawah 7 warna juga mereka akan menderita, karena kawah 7 warna adalah tempat yang ada di benua iblis untuk memperkuat tubuh dengan proses yang sangat menyakitkan.
"Kalau kalian tidak mau maka aku akan memasukan kalian kedalam ruang di mensi untuk menemani ******* itu." Ucap Xio karena tidak mendapat jawab dari ke empat orang di hadapannya itu.
"Tidak Yang Mulia, kami lebih baik pergi ke kawah 7 warna saja!" Jawab mereka serentak.
"Baiklah kalian besok berangkat ke benua Daemon (iblis)" Ujar Xio dan lamgsung menghilang dari sana.
"Hahhh...hahhh.." Mereka berempat langsung mengatur pernafasan nya kembali.
"Saking tegangnya aku sampai lupa untuk bernafas." Kata Mammon diangguki oleh yang lainnya.
"Tapi nasib baik kita tidak jadi meninggal." tambah Gabriel.
"Apakah kalian berpikir kalau Yang Mulia katakan tadi sungguh-sungguh akan membunuh semua nyawa demi Ratu?" Tanya Lucifer.
"Aku sedikit tidak percaya, tapi kalau dilihat dari ekspresinya yang tidak ada keraguan sepertinya Yang Mulia bersungguh-sungguh." Jawab Gabriel.
"Kita bicarakan saja itu dengan yang lainnya nanti, sekarang sebaiknya kita segera kembali ke istana." Ujar Sammael diangguki oleh yang lainnya. Mereka berempat pun terbang kelangit dan langsung bergegas kembali ke istana.
Semmy itu di sisi Xio. Saat kembali ke istana, Xio langsung ketempat Ellisa yang rupanya sedang meminum teh dekat pohon taman sambil memperhatikan Leon dan Lena yang sedang bermain kejar-kejaran dengan Jhonatan.
"Sayang..."
...----------------...
...**BERSAMBUNG...
...GAK AKAN BERSIMPANG KOK 🥺**...