
...--------------...
...(Tingkatan dibagi dari yang terendah)...
...F...
...E...
...D...
...C...
...B...
...A...
...S...
...S+...
...SS...
...SS+...
...SSS...
...SSS+...
...----------------...
...«STATUS»...
...Nama: Xio Archon Alexander...
...Umur: 17...
...Ras: High Human...
...Level: 13.790 (S+)...
...Element: Kegelapan(S+), Ruang(A), Cahaya(S+), Waktu(A)...
...Tittle: The King of Regalia kingdom , Queen of life Husband, Error, Error, Error....
...STR: SS...
...INT: SS...
...VIT: SS...
(*Di perbarui yah tampilan statusnya)
Begitulah gulungan Stats menunjukan status Xio.
"Hmm lumayan meningkat." Gumam Xio puas dengan kenaikan level hasil membantai para monster tadi.
"Tittle bertambah menjadi suami dari Ratu kehidupan?" Tambahnya kebingungan. "Tapi kan aku hanya punya istri Ellisa saja." Lanjutnya, sampai terbesit di pikirannya yang berarti Ellisa lah sang Ratu Kehidupan.
Tittle Xio dulunya hanya ada Raja kerajaan Regalia saja, serta ketiga tittle yang Error tersebut.
Xio kemudian mengambil gulungan Stats yang satu lagi, lalu membuat Ellisa menggenggam gulungan tersebut. Gulungan itu bercahaya sebentar kemudian memudar kembali yang berarti gulungannya sudah selesai menganalisa status Ellisa.
Xio langsung membuka gulungan tersebut dan membacanya.
...«STATUS»...
...Nama: Ellisa Archon Alexander...
...Umur: 17...
...Ras: High Demon...
...Level: 12.330 (S+)...
...Element: Kegelapan (S), Cahaya(A), Air(A), Api(A), Angin(A), Tanah(A)....
...Tittle: The Queen of Regalia Kingdom, Queen of life, Regalia King Wife. $#_-# Wife. Error, Error....
...STR: S+...
...INT: A...
...VIT: A...
Xio terkejut dengan kenaikan Level Ellisa yang meningkat sangat pesat dari level 3 ribu bisa langsung menjadi level 12 ribu. Disisi lain ia juga merasa senang karena Ellisa saat ini sudah menjadi kuat.
Xio mengerutkan keningnya, "kenapa ada dua tittle istri disini!?, Yang satu Istri Raja Regalia yang sudah jelas aku. Lalu apa ini yang satunya lagi tidak bisa terbaca!." Gerutunya.
"Apakah Ellisa selingkuh dariku?" Pikirnya.
Plakk!
Xio menampar dirinya sendiri. "Itu tidak mungkin, aku harus menangani semua ini dengan kepala dingin." Ucapnya. Xio berpikir Ellisa tidak mungkin selingkuh darinya, karena ia selalu memperhatikan setiap aktivitas Ellisa.
Xio kemudian menyimpan gulungan stats tersebut di atas meja ketika sudah selesai membaca semuanya. Ternyata banyak sekali yang bertambah dari Ellisa, mulai dari kenaikan Rasnya, tambahan tittle baru, serta tambahan semua elemen dasar dan Elemen cahaya.
Xio berbikir kalau Ellisa mempunyai Elemen cahaya, itu berarti ia tidak perlu menyegel Atau mentransferkan elemenya pada anak-anaknya lagi.
Kalau Ellisa sudah tahu ini, ia pasti akan mengurangi jatah Xio.
Sementara itu di dalam ruangan dimensi miliknya, Leon dan Lena nampak sedang bertanya-tanya pada Jhonatan dan Rose, mengenai Ellisa yang tiba-tiba saja menghilang di dalam ruangan dimensi tersebut.
"Tidak usah khawatir, kakek yakin mamah Ellisa baik-baik saja, diluar kan ada papah yang melindunginya." Kata Jhonatan mengelus kepala mereka berdua.
"Leon, Lena." Terdengar suara pria yang memanggil mereka dibelakangnya.
Leon dan Lena langsung menoleh kebelakang karena sudah kenal dengan suara tersebut. "PAPAH!" Teriak keduanya berlari kearah Xio lalu memeluknya.
"Apakah Mamah baik-baik saja?" Tanya Lena. "Apakah monster-monster nya sudah papah bunuh Semua?" tambah Leon.
"Mamah baik-baik saja, sekarang mamah kalian sedang tidur. Monster-monster nya juga sudah papah habisi semua tidak bersisa." Jawab Xio mengusap kepala Leon dan Lena kemudian menggendong keduanya.
"Baiklah." Xio menghilang dari dalam ruang dimensinya bersama dengan Jhonatan, Rose, Leon dan Lena. Mereka sekarang sudah berada di dalam kamar Xio tempat dimana Ellisa ditidurkan.
Xio menurunkan Leon dan Lena dari pangkuannya, Leon dan Lena pun langsung berlari kearah Ellisa.
"Wahh! Mamah jadi cantik sekali!" Seru mereka berdua dengan mata berbinar melihat Ellisa.
"Xio kenapa Ellisa bisa berubah?" Tanya Rose.
Xio kemudian menjelaskan tentang yang terjadi pada Ellisa semuanya tadi, ia juga memberitahukan kalau Ellisa tidak akan bangun selama seminggu. Awalnya mereka terkejut ketika mendengar Ellisa tertidur selama itu, tapi menjadi tenang kembali setelah Xio bilang kalau itu tidak berpengaruh buruk pada kesehatan tubuh Ellisa atau kandungannya.
"Papah bolehkah kita menemani mamah tidur disini malam ini?" Tanya Lena.
"Hmm.. ya baiklah kalian boleh tidur disini." Jawab Xio.
...----------------...
Di dalam ruangan rapat. Xio saat ini sedang membicarakan mengenai pembangunan kembali rumah-rumah dan bangunan-bangunan yang hancur akibat para monster.
"Sebas bearapa jumlah korban jiwa yang meninggal saat Rift tadi?" Tanya Xio.
Sebas yang berdiri di belakangn kursi Xio pun langsung menyerahkan sejumlah dokumen yang berisi data orang-orang yang meninggal.
"Semuanya berjumlah 380 orang dari petualang dan prajurit." Ucap Sebas. Sementara bawahan Xio yang lainnya mereka sedang menunduk.
"Lalu apakah mayat mereka masih utuh?" Tanya Xio lagi sambil membuka-buka dokumen yang di berikan sebas.
"Ada beberapa yang masih utuh, dan ada juga yang sudah kehilangan anggota badannya dimakan oleh monster." Jawab Sebas.
"Begitu yah." Kata Xio. "Lalu kenapa kalian menunduk terus seperti itu?" Tanyanya memandang para bawahannya.
Para bawahan Xio saat ini sebenarnya takut kalau Xio akan memberikan hukuman pada mereka karena membiarkan adanya korban jiwa saat melawan para monster.
Karena dapat membaca isi hati mereka, Xio pun tahu apa yang saat ini sedang mereka pikirkan.
Xio menghela nafas, "Hahh...apakah kalian sungguh berpikir aku sekejam itu?, menghukum kalian gara-gara ada yang mati?" Ucap Xio.
"Aku tahu kalian tidak akan bisa melindungi semua orang sekaligus, aku tidak akan menghukum kalian, jadi tidak usah menyalahkan diri kalian sendiri. " Ucap Xio membuat mereka bisa bernafas lega.
"Sebas nanti tolong kamu berikan kompensasi pada keluarga korban, dan jangan lupa kuburkanjuga semua korban." Ujar Xio. "Oh ya berikan juga hadiah pada orang yang membunuh monster paling banyak." Tambahnya.
"Baik Yang Mulia." Jawab Sebas.
"Dan untuk kalian, tugas kalian yaitu membersihkan reruntuhan dari rumah dan bangunan yang hancur secepatnya, karena aku akan mengeluarkan semua orang dari dalam ruang dimensi." Ucap Xio.
Para bawahan Xio langsung bediri, "BAIK YANG MULIA!" Jawab mereka serentak, kemudian berpamitan pada Xio dan langsung keluar dari ruangan rapat.
Satu jam kemudian Xio diberitahukan oleh Sebas kalau reruntuhannya sudah di bersihkan.
Xio saat ini sudah berdiri di atas langit yang sangat tinggi. Ia mengarahkan tangannya kebawah sambil memejamkan matanya.
Seketika di permukaan tanah dari berbagai daerah muncul Lingkaran sihir, dan di atas lingkaran sihir tersebut mulai memunculkan orang-orang yang tadinya ada di dalam ruangan dimensi Xio.
"Perhatian Semuanya!" Terdengar suara Xio dari atas langit yang bisa didengar oleh semua orang. "Untuk yang tempat tinggalnya hancur, silhkan mengungsi terlebih dahulu ketempat yang sudah disediakan." Ucap Xio lagi.
Karena merenovasi rumah serta bangunan-bangunan yang hancur membutuhkan waktu yang lumayan lama, jadi Xio menggunakan gedung-gedung modern yang pernah ia beli dulu di System untuk dijadikan tempat menginap sementara para warganya.
Xio memerintahkan para prajurit serta warganya untuk bergotongroyong membangun kembali rumah-rumah yang hancur agar lebih cepat selesai.
...----------------...
Malam hari pun telah tiba. Xio bersama dengan Leon dan Lena memutuskan untuk makan malam di kamarnya, dan setelah makan malam Xio menyuruh untuk segera tidur. Awalnya Xio menemani mereka sampai mereka tertidur, setelah dirasa Leon dan Lena tidur, Xio langsung beranjak dari kasur dan pergi ke balkon kamarnya.
"Hahh..satu Minggu kedepan terpaksa aku harus kembali kebenda ini." Gumam Xio mengeluarkan sekotak Rokok dan satu buah korek dari sakunya.
Xio menaruh satu batang roko di mulutnya lalu menyalakannya dengan korek kemudian menghisap rokoknya.
kali ini muncul sebuah handphone dari tangannya, dan ia terlihat seperti sedang mengklik klik layar handphonenya.
"Fiuhh...Halo Paman!" Xio menghembuskan asap dari mulutnya dan menaruh handphonenya di samping telinga.
"Tuan muda!" Seru orang yang ada dalam panggilan Xio. Dari suaranya sudah di pastikan kalau orang tersebut adalah Chris.
Chris langsung menjatuhkan banyak pertanyaan pada Xio, seperti bagaimana kabar nya, Ellisa dan juga anak-anak, kenapa ia tidak kembali-kembali kebumi, kenapa handphonenya tidak bisa dihubungi, dan kenapa Jhonatan juga tidak pulang-pulang.
Xio pun menjawab Semua pertanyaan Chris panjang lebar.
"Oh ya paman apakah perusahaan berjalan dengan baik?, maafkan aku harus merepotkan paman lagi untuk mengurus perusahaan selama aku tidak ada di bumi." Ucap Xio.
"Tuan muda tenang saja, mengurus perusahaan tidak merepotkan saya sama sekali, dan bahkan saya menyukainya. Tuan muda juga tidak usah terlalu mengkhawatirkan perusahaan karena perusahaan selalu berjalan dengan baik." Jawab Chris.
"Papah.." Xio langsung menoleh kebelakang ketika mendengar suara Leon yang memanggilnya.
"Paman nanti aku hubungi lagi, Terimakasih!" Xio langsung memutus teleponnya dan memasukkan kembali handphonenya kedalam Inventory lalu membuang rokok ditangannya.
"Ada apa sayang?, apakah kamu mimpi buruk?" Tanya Xio dan di jawab gelengan kepala oleh Leon.
"Kemarilah duduk dengan papah." Ujar Xio menepuk pahanya agar memberikan tanda agar Leon duduk di atas pahanya.
Leon pun menghampiri Xio kemudian duduk dipangkuan nya sambil menghadap kelangit malam yang dihiasi bintang-bintang.
"Kenapa Leon bangun?" Tanya Xio mengelus kepala Leon.
"Entahlah barusan aku terbangun dan jadi tidak bisa tidur kembali." Jawab Leon.
"Baiklah papah akan menemani Leon sampai tertidur." Ujar Xio.
"Papah ereksi itu apa?" Tanya Leon.
"Darimana Leon tahu kata itu?" Xio bertanya balik.
"Waktu itu ketika aku ke perpustakaan dengan Lena dan kakek, aku menemukan buku di perpustakaan tentang pertumbuhan orang dewasa. Tapi kakek langsung mengambil bukunya padahal aku baru membaca daftar pustaka nya sedikit saja, dan menemukan kata Ereksi" Jelas Leon.
"Kamu akan mengetahuinya nanti ketika sudah tumbuh besar, untuk sekarang sebaiknya tidak perlu tahu terlebih dahulu." Jawab Xio.
Mereka berdua pun melanjutkan pembicaraan mereka hinggag ia mendapat Leon yang tertidur di atas pangkuannya.
...----------------...
...BERSAMBUNG...