
...----------------...
Saat ini Xio dan Ellisa sudah mengenakan pakaian formal yang rapih dan juga serasi. Mereka mengenakan pakaian formal karena acara peluncuran mobil tersebut tidak bisa dihadiri oleh sembarang orang, dan hanya mereka yang berpengaruh serta berkuasa lah yang bisa menghadirinya.
Dan sudah dapat dipastikan banyak orang dari luar negeri pun akan hadir juga disana, karena acara peluncuran mobil ini bukan sekedar peluncuran mobil biasa, tapi mobil sport inovasi terbaru, dan hanya di produksi 3 unit saja di seluruh dunia. Yang berarti akan ada kompetisi perebutan seperti pelelangan disana nanti, dan Ellisa pun sudah sadar akan hal itu.
"Sayang jika nanti kenaikan harganya terlalu tinggi, tidak jadi juga tidak apa-apa." Kata Ellisa, dan hanya dibalas senyuman saja oleh Xio, begitupun dengan Rose disana sedang menggendong bayi, dia juga tersenyum mendengar ucapan Ellisa.
"Oh iya Xio, kamu juga pakai saja mobil kakekmu yang ada di garasi." Kata Rose.
"Mobil kakek? mobil kakek yang mana?" Tanya Xio bingung, karena sebelumnya digarasi hanya ada satu mobil miliknya, dan sisanya mobil milik Jhonatan saja.
"Kakekmu Azril memiliki mobil yang dia simpan di luar negeri, dan hanya pernah dia pakai sesekali saja. Dia bilang ingin memberikan mobil tersebut pada keturunannya saja, Karena Jhonatan sudah mempunyai banyak mobil, jadi nenek pikir untuk memberikannya ke kamu saja. Nenek yakin kamu akan suka, karena selera kalian berdua sama." Jelas Rose membuat Xio semakin penasaran mobil apa itu.
"Baiklah ayo kesana, aku sudah tidak sabar mobil apa yang kakek miliki dulu." Ucap Xio.
Merekapun langsung beranjak menuju bangunan lumayan besar di samping rumahnya, yang menjadi tempat penyimpanan alat-alat transportasi.
Saat pintu garasi terbuka, langsung terlihatlah sebuah mobil berwarna biru bertema laut, dengan desainnya yang Elegan dan juga terlihat mewah tapi masuk terlihat klasik yang membuatnya tercengang. Memang benar selera Azril sangat sama sekali dengan seleranya Xio.
Xio berjalan kedekat mobil tersebut, dan mengusapkan jari nya di depan kap mobil. Walaupun mobil itu sudah lama tidak di pakai, tapi tidak ada debu sama sekali, bahkan bodinya masih terlihat baru.
Wajar saja mobil tersebut terlihat sangat ter-urus, lantaran saat masih di luar negeri Rose selalu merawat dan mengurusnya dengan baik. Baru kemarin malam mobil tersebut sampai di Indonesia yang dikirim oleh pesawat milik Rose.
Rose tersenyum melihat reaksi pertama Xio pada mobil tersebut, karena dia mengingat reaksi Azril yang tidak jauh berbeda dengan reaksi Xio pada mobil itu.
"Nek, apakah benar tidak apa-apa jika memberikannya padaku?" Tanya Xio. Dia bertanya seperti itu, karena tahu betapa berharganya mobil bernama Rolls-Royce Boat Tail tersebut yang hanya ada satu di dunia, dan memiliki harga senilai 28 juta dollar, atau seharga 400 miliar Rupiah saat dulu, tapi jika sekarang mungkin harganya sudah naik berkali-kali lipat.
"Ini sudah pesan Azril yang bilang ingin memberikan mobil tersebut untuk anak atau cucunya, jadi mobil itu sudah menjadi hak kamu." Jawab Rose. "Ajaklah Ellisa piknik berdua denganmu." Ujarnya.
Xio sudah tahu kalau mobil tersebut memiliki banyak sekali fungsi, seperti alat piknik portable, bagasi yang menjadi pendingin minuman, dan masih banyak lagi.
"Silahkan naik istriku." Kata Xio membukakan pintu mobil untuk Ellisa dan membantunya naik.
"Nenek, tolong jaga anak-anak dulu yah!" Ucap Xio.
Rose mengangguk, "Iya kalian bersenang-senang lah." Sahut Rose.
Xio tersenyum, dan kemudian masuk kedalam mobil juga duduk di kursi kemudi di samping Ellisa. Sebelum melajukan mobilnya, Xio dan Ellisa melirik terlebih dahu kearah bayi-bayinya yang sedang melambai-lambaikan tangan di gerakkan tangannya oleh Rose.
Xio dan Ellisa melambaikan tangannya juga, dan Xio pun langsung menancapkan gas melajukan mobil keluar dari garasi memasuki jalan raya.
Suatu prinsip pernah didengar oleh Xio dari Azril sebelum dirinya menghilang.
Azril berkata. "Manusia di zaman ini akan selalu menilai orang dari materi yang dimilikinya, tanpa tahu jika harta benda yang dimiliki orang itu asli atau bukan milik sah orang tersebut. Dan di Zaman ini juga sangat mudah jika kamu ingin orang-orang menghormati dan menyeganimu, caranya yaitu hanya tunjukkan saja semua materi yang kamu miliki, maka setiap orang akan akan menjilatmu seperti anjing yang tidak tahu malu demi mendapatkan keuntungan darimu, hanya kamu harus benar-benar membuktikan kalau semua yang kamu miliki memang sudah sah punya milikmu."
"Jadi tunjukkan saja pada mereka apa saja yang kamu miliki, kekayaan, kekuasaan, dan semua yang ada pada dirimu. Jika kamu berpikir ini sifat yang sombong, maka itu memang benar, tapi sombongkan saja semua yang kamu miliki pada semua orang yang sekiranya berada dibawahmu, dan harus kamu buat berlutut. Tapi ingat jangan pernah mengumbar suatu kebaikan yang pernah kamu lakukan pada orang lain, karena kita membantu dengan ikhlas bukan berniat untuk menyombongkannya pada orang lain."
"Jadi kakek selalu menggunakan barang-barang paling berharga milik kakek jika akan menghadiri acara yang dihadiri oleh orang-orang berkedudukan tinggi, agar mereka tidak berani menentang apa yang kamu katakan, dan kamu akan di perlakukan lebih spesial."
Kata-kata dari Azril tersebut masih teringat jelas didalam kepala Xio sampai sekarang, tapi dia belum percaya dengan prinsip Azril tersebut, karena menurutnya sombong tetaplah sombong, dan itu tidak baik.
Saat ini Xio masih mengendari mobil pemberian kakeknya, mobilnya melaju di jalanan melewati kendaraan orang-orang yang berbeda kelas dengan miliknya, dan tidak ada pasang mata pun yang tidak langsung tertuju pada mobil mencolok tersebut.
"Sayang, apa ada yang kamu inginkan hari ini selain mobil nanti? hari ini aku akan mengabulkan semua yang kamu inginkan." Tanya Xio dengan satu tangan memegang setir, sedangkan tangan satunya menggenggam tangan Ellisa.
"Apapun?" Tanya Ellisa memastikan.
"Iya apapun, karena hari ini aku ingin membuat kamu bahagia." Jawab Xio.
"Emm.." Ellisa membelai dagunya sendiri sedang berpikir. "Nanti saja deh aku pikirkan dulu." Ucapnya.
"Baiklah, tapi kamu harus benar-benar berjanji akan meminta sesuatu padaku ok?" Kata Xio memandang Ellisa sebentar.
"Iya-iya aku Janji." Jawab Ellisa.
Xio tersenyum dan mengelus kepala Ellisa membuat rambutnya sedikit berantakan.
"Haishh...kamu membuat rambut ku berantakan.." Kata Ellisa cemberut sambil merapihkan kembali rambutnya, sementara Xio hanya terkekeh saja melihat istrinya yang cemberut.
Di sepanjang perjalanan mereka mengobrol serta bercanda gurau, dan sesekali juga terlihat tangan Ellisa berada di paha Xio begitupun sebaliknya. Sampai akhirnya tibalah mobil mereka memasuki pekarangan villa besar dengan tema kerajaan Inggris.
Di sana juga sudah terlihat lumayan banyak orang-orang yang hadir dengan pakaian formal, walaupun acaranya dilaksanakan di ruang terbuka. Itu karena mereka tahu akan banyak orang penting yang hadir, serta sekalian bisa untuk mendapatkan relasi.
Mobil Xio melaju dengan perlahan dengan anggunnya menuju tempat parkir, membuat seluruh tatap mata tidak bisa memalingkan pandangannya dari mobil serta orang yang sedang duduk di dalamnya.
"Bukankah itu Rolls-Royce boat tail."
"Benar, bagaimana bisa mobil sekelas itu ada di negara ini?"
"Sekaya apa orang tersebut hingga memiliki mobil semahal itu?"
"Kalau dibandingkan dengan semua hartaku, mungkin hartaku tidak cukup untuk membeli satu ban rodanya saja."
"Jika dilihat orang yang mengendarainya barusan terlihat masih muda, mungkin saja mobil itu milik orangtuanya."
"Tetap saja, walau mobilnya milik orangtuanya, Itu berarti dia tuan muda dari orang yang sangat kaya."
"Jika bisa mendapatkan relasi dengannya, mungkin saja bisnis ku akan berkembang dengan bantuan orangtuanya."
Begitulah obrolan semua orang membicarakan Xio dan mobilnya, mereka tahu kalau mobil tersebut hanya ada satu di dunia, dan mereka juga tahu seberapa fantastisnya harga dari mobil itu. Beberapa orang juga ada yang membicarakan siapa pemiliknya, karena saat mobil itu dikeluarkan dulu, sang brand pembuat mobilnya tidak memberitahukan siapa yang sudah memesannya, mereka hanya mengatakan kalau mobil tersebut di pesan khusus oleh temannya. Sehingga sampai saat ini banyak yang tidak tahu kalau Rose lah yang telah memesannya untuk Azril suaminya.
Xio memarkirkan mobilnya diarahkan oleh manajernya langsung ke tempat yang berbeda dengan parkiran orang lain, seperti memang sudah di sediakan khusus tempat parkir untuk dirinya sendiri.
Xio turun dari mobilnya begitupun dengan Ellisa yang langsung di gandeng lengannya. mereka berdua langsung di sambut oleh manajer pelaksana acara kali ini.
"Selamat datang Tuan Xio CEO XIEL Company, dan Nyonya Ellisa." Sambut manajer tersebut bersalaman tangan dengan Xio. Xio bingung bagaimana bisa orang itu tahu namanya dan kedudukannya.
"Anda pasti sudah lupa dengan saya, saya pernah menghadiri acara pernikahan Tuan dan nyonya." Tambah manajer barusan melihat ekspresi Xio.
"Hmm." Xio membalasnya dengan deheman saja.
Tidak mau membuat tamu penting merasa tidak nyaman, sang manajer pun langsung menunjukkan tempat duduk khusus untuk Xio dan Ellisa yang terdapat pada jajaran orang-orang penting lainnya, yang sebagian orang Xio sudah kenal wajahnya karena sering muncul berbagai media massa. Orang-orang tersebut ada yang datang bersama istrinya, atau mingkin pacarnya, karena ada beberapa pria yang ditemani oleh beberapa wanita sekaligus.
Banyak wanita-wanita berpakaian dan berdandan menor sekali, tak berbeda jauh dengan lelakinya yang mengenakan perhiasan serba emas, seperti kalung rantai dari emas dan berlian yang bergelantungan di lehernya, gigi emas, gelang emas. Melihatnya sekilas saja membuat Xio muak.
Sangat berbeda dengan Xio yang hanya mengenakan jas, jam tangan, serta cincin pernikahan saja, begitupun dengan Ellisa yang hanya mengenakan dress hitam, cincin pernikahan, dan sepasang anting saja, bahkan dia tidak mengenakan make-up sama sekali. Walaupun terlihat sederhana, tapi semua yang mereka berdua kenakan adalah barang-barang yang harganya fantastis.
Semua orang sekilas memperhatikan langkah Xio dan Ellisa, tapi Xio tidak menggubrisnya sama sekali, atau lebih tepatnya dia dan Ellisa berjalan dengan santai dan duduk di kursinya dengan elegan serta wajah datar mereka, seperti sedang berada didalam kerajaan.
Saat sedang duduk dengan santai dengan Ellisa, Xio dapat mendengar bisikan-bisikan orang-orang yang membicarakan dirinya, dan banyak juga yang berniat untuk menjilatnya, tapi mereka mengurungkan niatnya karena tidak berani, lantaran takut jika menyinggung orang salah. Melihat semua barang yang dikenakan Xio serta Ellisa saja sangat berkualitas tinggi semua, bahkan jam tangan yang dikenakannya pun bisa mencapai miliaran rupiah.
"Sayang aku rasa ini sedikit memalukan, orang-orang seperti sedang menyelidiki kita." Kata Ellisa menggenggam tangan Xio, dia merasa semua pandang mata saat sedang meliriknya.
Xio duduk lebih mendekat ke Ellisa, dan kemudian merangkul pinggangnya.
"Itu karena mereka mengagumimu, jadi kamu tidak perlu merasa malu." Kata Xio tersenyum, membuat semua wanita yang dari tadi memperhatikannya langsung serasa meleleh di tempat dengan senyuman Xio.
Tak lama kemudian datanglah sepasang pria dan wanita yang sepertinya suami istri juga menghampiri Xio.
"Hai.. bolehkah kita berkenalan? saya Dean Hills" Ucap si pria menyodorkan tangannya mengajak bersalaman menggunakan bahasa Prancis.
"Xio Archon." kata Xio datar membalas jabatan tangannya.
"Maaf saya berasal dari Prancis, jadi kurang fasih berbahasa Indonesia." Kata Dean menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia berbicara pada Xio menggunakan bahasa Indonesia tapi di campur dengan bahasa Prancis.
"Tidak apa-apa, saya bisa bahasa Prancis." Jawab Xio menggunakan Bahasa Prancis Juga dengan sangat fasih.
(Percakapan Xio dan Dean anggap menggunakan bahasa Prancis.)
"Oh wahh anda bisa berbicara Bahasa Prancis dengan sangat fasih, saya barusan hampir mengira sedang berbicara dengan orang Prancis asli." Kagum Dean mendengar pelafalan Xio dengan mata berbinar.
"Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Xio langsung pada intinya, tidak mau berbasa-basi lagi.
Ellisa menepuk keningnya sendiri, berpikir pantas saja Xio tidak memiliki teman, habisnya jika mengobrol dengan orang sangat hemat kata, dan orang pasti akan menganggapnya tidak suka di ajak bicara.
"Ah-haha tuan Xio tidak suka berbasa-basi yah, sebenarnya saya dan istri saya baru saja tiba, dan kami sedang memilih tempat duduk yang pas, apakah kita berdua boleh ikut duduk di bangku ini?" Tanya Dean menunjuk kursi yang terdapat dimeja yang sama dengan meja Xio.
"Ma-" Xio ingin menjawab tidak, tapi langsung di potong oleh Ellisa.
"Tentu saja boleh, saya juga ingin mengobrol dengan istri anda tuan Dean." Kata Ellisa mengedipkan sebelah matanya pada Xio.
"Ah iya Terimakasih nyonya." Kata Dean, dia pun duduk bersama istrinya di bangku depan Xio dan Elllisa.
Sembari menunggu dimulainya acara, mereka berempat mengobrol, walupun Xio hanya mengeluarkan sepatah dua patah kata saja.
Dean dan istrinya yang bernama Larisa, adalah sepasang suami istri berusia 22 tahun berasal dari negara Prancis. mereka berdua sebenarnya datang ke Indonesia untuk liburan, tapi mereka juga menyempatkan waktu untuk datang ke acara peluncuran mobil tersebut, karena ingin mendapatkannya juga.
Mereka berdua juga sangat terkesan dengan Ellisa yang sangat lancar dalam berbicara bahasa Prancis.
"Tuan Xio dan nona Ellisa sangat luar biasa, selain tampan dan cantik, anda berdua juga sangat pandai bicara bahasa asing." Ucap Dean.
"Haha saya merasa tersanjung atas pujiannya, Tuan Dean dan nona Larisa juga sangat serasi dan juga ramah." Kata Ellisa.
Mereka lanjut mengobrol, bahkan Ellisa dan Larisa sudah terlihat menjadi akrab seperti teman dekat, sementara itu Dean juga sesekali mencoba mengobrol dengan Xio, walaupun dibalasnya dengan singkat saja, tapi kadang terlihat ia juga tertawa kecil.
Ellisa bersyukur karena akhirnya Xio mempunyai teman yang seumuran dengannya, walau terpaut beberapa tahun usia saja, mengingat teman Xio selalu orang yang umurnya sangat jauh dengannya.
Tak berselang lama, acara pun dimulai. terlihat 3 buah unit mobil sport di dalam display di tampilkan diatas panggung ketika tirai terbuka. Semua orang langsung terlihat antusias ketika melihatnya termasuk Ellisa, karena mobil tersebut memang di sukainya, kecuali Xio yang hanya terus memandang wajah Antusias istrinya saja. Dia tidak tertarik sama sekali dengan mobil yang ada di atas panggung.