
...----------------...
Malam berganti pagi ditandai dengan matahari yang mulai menampakkan dirinya. Didalam Sebuah tenda terlihat Xio dan Ellisa yang masih tertidur tanpa mengenakan pakaian sama sekali.
Pelahan Mata Xio terbuka dan karena ia tidur mengahadap Ellisa jadi yang pertama kali ia lihat adalah Ellisa yang masih tertidur dengan nyenyak.
Pertama ia mencium kening Ellisa dan dilanjutkan dengan mencium setiap inci wajah Ellisa, sehingga Ellisa yang tadinya sedang tidur nyenyak menjadi terasa terganggu dan mulai mengerjap-ngerjapkan matanya.
Ellisa langsung menghalagi wajah Xio dengan tangannya. "Kenapa kami mengganggu ku, aku sedang tidur nyenyak." Kata Elisa dengan Suara khas baru bangun tidur.
Xio langsung menyingkirkan tangan Ellisa dari wajahnya kemudian membenamkan kepalanya dileher Ellisa, "Apakah kamu lupa hari ini ada acara apa?" Tanya Xio.
"Oh benar!" Ellisa langsung duduk. "Hari ini kan hari pernikahan kita!" Serunya. Kemudian melirik kearah Xio, "Kenapa kamu tidak membangunkanku dari tadi?" Tanyanya.
"Aku lihat kamu tidur nyenyak sekali jadi aku tidak tega untuk membangunkannya." Jawab Xio.
"Kalau begitu ayo kita pulang sekarang dengan skillmu." Ujar Ellisa.
"Tenanglah sayang, kita tidak akan terlambat karena acara dimulai agak siang." Kata Xio. "Bahkan kalau kita Melakukannya satu dua ronde lagi juga bisa." Lanjut Xio menyeringai.
Ellisa Langsung melempar wajah Xio dengan pakaian milik Xio sendiri. "Mesum!, cepat pakai pakaianmu dan kita langsung pulang." Kata Ellisa berdiri untuk mengenakan pakaiannya kembali.
Xio pun langsung mengenakan pakaian yang Ellisa lemparkan ke wajahnya, Dengan wajah Lesu Xio memakai pakaian tersebut karena Ellisa baru saja menolaknya, Seperti anak kecil yang dilarang memakan permen oleh ibunya.
Ellisa yang melihat Ekspresi Xio hanya bisa menepuk keningnya sendiri. "Ayolah sayang jangan Lemas seprti itu, Aku bukan melarangmu tapi bagaimana kalau nanti aku kelihatan lemas ketika acaranya, dan lagi Waktu kan masih banyak jadi kamu bisa melakukan aku sesukanya setelah acara selesai bagaimana?" Kata Ellisa dengan diakhiri pertanyaan.
'Benar juga, kenapa aku jadi mesum begini?. Mungkin karena aku sudah kecanduan dengan tubuh Ellisa.' pikir Xio. "Baiklah, maafkan aku." Kata Xio tersenyum kembali.
Ellisa mengangguk sambil tersenyum, "Tidak apa-apa." ucapnya. Selesai memakai Pakaian, Xio langsung Memangku Ellisa dan seketika mereka berdua sudah berada di kamar mereka kembali bertepatan dengan suara ketukan dipintu.
Tok! tok! tokk!
"Xio!, Ellisa!." Terdengar Suara panggilan Jhonatan di balik pintu. Xio pun langsung membuka pintunnya. "Ada apa ayah?" Tanya Xio.
"Tidak apa-apa, ayah hanya ingin memastikan saja kalian sudah pulang atau belum, karena semalam ayah tidak melihat kalian pulang." Kata Jhontan. "Oh iya kalian bersiap-siaplah acaranya 2 jam Lagi." Lanjutnya.
"Baiklah." Jawab Xio, "Oh iya apakah anak-anak juga sudah bangun?" Lanjutnya bertanya.
"Sudah, Saat ini mereka sedang bersama dengan Arthur." jawab Jhontan di angguki oleh Xio. "Oh iya ini dari ayah dan ibumu." Kata Jhonatan menyerahkan sebuah kotak pada Xio.
"Tapi ayah, bukankah ini terlalu berharga untuk ayah dan ibu?" Ucap Xio. "Tidak Apa-apa, di tanganmu juga akan tetap berharga bagi ayah dan ibu, Biarkan benda tersebut menjadi turun temurun untuk keturan kamu nantinya." Kata Jhonatan menepuk-nepuk pundak Xio tapi dengan mata berkaca-kaca.
"Hahhh.." Jhonatan menghela nafas. "Tidak terasa yah kamu tiba-tiba sudah dewasa saja, Perasaan baru kemarin ayah melihatmu sebagai anak-anak tapi sekarang sudah akan berkeluarga lagi. Intinya kamu jangan pernah menjadi seperti ayah yang pernah mengabaikan orang-orang yang membuat kebahagiaan sesungguhnya demi kebahagiaan baru yang tiada artinya."
Xio yang melihat Jhonatan seperti itu kemudian memeluknya dan mengusap-usap punggung Jhonatan. "Tidak Apa-apa Ayah, aku dan ibu sudah memaafkan ayah, ayah tidak perlu memberiku kesenangan karena aku senang sudah lahir di keluarga ayah, justru aku ingin berterima kasih karena dari kecil juga aku sudah bahagia memiliki ayah dan ibu yang baik dan sayang padaku."
"Aku juga senang karena walaupun ibu sudah tidak ada, setidaknya Tuhan masih menyisakan seorang ayah yang mendukung dan juga menafkahi ku sampai aku tumbuh seperti sekarang. Ayah jangan pernah menganggap kalau ayah bukan keluargaku lagi karena sampai kapanpun ayah tetaplah seorang ayah untukku." Ucap Xio melepas pelukannya.
"Baiklah terimakasih, Ayah senang karena karena anak ayah satu-satunya akhirnya sudah dewasa." Jhonatan mengelap Air matanya. "Kalau begitu Ayah akan menyambut tamu yang sudah hadir diluar." Katanya di angguki oleh Xio.
"Oh iya ayah Tersenyumlah karena hari ini hari yang berbahagia dan bermakna, dan kalau ingin menangis pun jangan menangis karena sedih tapi harus menangis karena bahagia." Kata Xio menepuk pundak Jhonatan.
Jhonatan pun tersenyum dan mengangguk kemudian berjalan meninggalkan Xio yang sudah masuk kembali kedalam kamar. 'Kamu lihat anak kita terlalu cepat dewasa.' Kata Jhonatan dalam hati.
Dua jam telah berlalu, dan terlihat sudah banyak sekali tamu yang hadir karena Jhonatan mengundang Semua Teman dan Kenalannya baik itu yang didalam Negeri ataupun yang berada diluar Negeri. Namun tidak ada reporter sama sekali karena Xio yang memintanya. Tidak tanggung-tanggung Jhonatan Juga membayar penyanyi internasional untuk mengiringi acara.
Ketika Acara dimulai Dan Saat Xio muncul dengan menggandeng Ellisa, Semua tamu Langsung Terpukau dengan Ketampanan dan Kecantikan Xio serta Ellisa yang bak dewa dewi sehingga mereka mulai yakin kalau tidak akan ada yang bisa mengalahkan kesempurnaan Xio dan Ellisa Sampai mereka Melihat Leon dan Lena yang mengiringi Xio dan Ellisa dibelakang nya dengan membawa bunga. Kali Ini semua orang mulai berpendapat kalau Leon dan Lena kalau sudah besar akan terlihat seperti Xio dan Ellisa.
Acara berlangsung sampai pada Pengucapan janji suci sampai dengan sekarang bagian memasangkan cincin.
Xio mengeluarkan kotak yang tadi diberikan oleh Jhonatan yang isinya ternyata sepasang Cincin pernikahan yang dulunya milik Jhonatan dan Nadia. Xio langsung memasangkan cincin tersebut di jari Ellisa dan begitupun Sebaliknya Ellisa memasangkan cincin satunya di jari Xio, dan Xio langsung mencium Ellisa. Mereka berdua pun mendapatkan tepukan tangan dari Semua orang.
Acara terus berlanjut Sampai dengan Selesai ketika Sore hari, Dan Semua Tamu sudah pulang Semua Kecuali Baswara karena ia ingin memberikan hadiah pada Xio yang ternyata Hadiahnya Adalah Sebuah Rumah yang berada di Hawaii. Selesai Menyerahkan hadiahnya, Baswara langsung berpamitan untuk pulang.
Xio dan Ellisa kini sedang duduk di ruang keluarga dengan ditemani oleh Jhonatan, Arthur, Leon dan Lena. "Hahh Melelahkan Sekali." Ellisa menghela nafas, Xio pun langsung memijat pun dah Ellisa untuk membuatnya rileks.
"Terima kasih sayang." kata Ellisa, "Oh iya, Nenek Rose tidak datang yah?" Lanjutnya bertanya.
"Nenek Rose mungkin Sedang sibuk, jadi tidak bisa kemari." Selesai Xio mengucapkan kalimat nya, Tiba-tiba saja terdengar suara Helikopter dari Luar.
Mereka pun Langsung Keluar untuk Melihat Siapa yang datang menggunakan Helikopter tersebut. Ketika ada seorang yang turun dari helikopter tersebut, Jhonatan langsung berlari masuk kedalam rumah kembali.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
GATAU ACARA PERNIKAHAN GIMANAGIMANA JADINYA YANG ADA DI IMAJINASI AJA ðŸ˜ðŸ˜