
...----------------...
Saat ini Xio, Leon dan Lena sedang berkunjung kerumah Aslan karena Aslan mengajak Xio beserta anak-anak makan malam bersama dirumahnya.
Aslan memiliki Istri yang bernama Salma dengan penampilan seperti ibu rumah tangga biasanya, Aslan memiliki Sifat yang ramah dan cerewet berbeda dengan penampilan nya yang terlihat sangat garang.
Selesai makan bersama mereka mengobrol diruang tamu. sementara Leon, Lena dan Zekiel bermain di kamar Zekiel.
"Aslan, aku lihat dirumahmu banyak sekali senjata yang bagus, Memangnya apa pekerjaanmu?" Tanya Xio.
"Waktu aku masih berada di Kerajaan Blue feather aku bekerja sebagai Guild master di guild petuang jadi aku suka sekali mengoleksi berbgai macam senjata." Jawab Aslan.
"Oh seperti itu, Disini kan tidak ada guild petualang Lalu apa pekerjaanmu disini?." Tanya Xio lagi.
"Karena disini tidak ada guild petualang jadinya aku selalu berburu dihutan dan menjual hasil buruannya ke Toko-toko." Jawab Aslan.
"Walaupun sudah tidak menjadi guild master lagi, Tapi aku lebih senang berada dibawah pimpinan Raja yang baru, dan disini tidak pungutan pajak sama sekali." Lanjut Aslan tidak tahu saja kalau orang yang sedang ia puji saat ini adalah orang yang berada dihadapannya.
"Sepertinya aku harus membuat Guild juga." Gumam Xio.
"Hah?, barusan kamu bilang aoa?" Aslan tanpa sengaja mendengar gumaman Xio namun tidak terlalu jelas.
"Tidak, tidak aku tidak mengatakan apa pun." sangkal Xio.
"Oh iya ini sudah malam sepertinya aku harus pulang." Lanjutnya.
"Benar juga nanti istrimu menunggu dirumah, Kapan-kapan ajaklah juga istrimu ke rumah kami, Aku yakin istrimu sangat cantik." Ucap Aslan.
"Haha aku yakin kalau kamu bertemu istriku akan terpesona karena suaminya saja sudah setampan aku." Ujar Xio menyombongkan diri.
Dukk!!
Aslan memukul punggung Xio dan berkata, "Hahaha anak muda bisa saja, Sebenarnya waktu masih muda aku memiliki ketampanan yang berada di atas Rata-rata dan banyak sekali wanita yang mengejar-ngejar ku." Katanya tak mau kalah.
'Ughh ternyata tenaganya kuat sekali.' Batin Xio karena pukulan Aslan barusan sedikit mendorong dirinya.
"Baiklah baiklah aku percaya." Kata Xio.
"Leon, Lena ayo kita pulang." Xio memanggil Leon dan Lena dan tak lama kemudian Leon dan Lena pun menghampiri dirinya.
Selesai Berpamktan pada Aslan dan istrinya mereka pun kembali ke istana. Sesampainya di istana Xio menyuruh Leon dan Lena untuk ke kembali kekamar mereka sementara Xio menyuruh Sebas untuk datang keruang kerjanya.
"Yang mulia, Apakah anda butuh sesutau?" Tanya Sebas.
"Sebas mulai besok mulailah Pembangunan Guild petualang, untuk tempatnya pilihlah tempat yang strategis." Ucap Xio.
"Dan untuk Guild masternya aku sudah ada seseorang kamu tinggal mencari staff nya saja." Lanjut Xio.
"Baik yang Mulia." Jawab Sebas sedikit membungkukan dadanya kemudian keuar dari ruangan.
"System apakah aku bisa memunculkan monster di pulau terbang ini?" Tanya Xio.
[Anda dapat memunculkan berbagai macam monster di pulau ini dan anda juga dapat mengatur ketinggian atau pun menggerakan pulau terbang ini sesuka hati anda. Namun monster-monster tersebut tidak akan dapat menaikan Level anda.]
[Anda juga dapat memperluas Pulau terbang ini namun Harus membayarnya menggunakan Point System.]
"jadi monster-monster tersebut dapat menaikan level kecuali Aku?" Tanya Xio lagi.
[Benar]
"Baiklah tidak apa-apa, Tolong atur untuk memunculkan monster seperti alami dari level yang kecil terlebih dahulu di hutan." Ucap Xio.
[Memulai pengsummonan monster di hutan secara alami
[Pemunculan monster berhasil.]
"Sepertinya aku harus mengumumkannya terlebih dahulu, karena takutnya ada anak kecil yang main kehutan." Gumam Xio. Kemudian beranjak dari kursinya dan Berjalan menuju kamarnya.
Seperti biasa Sebelum tidur Xio selalu membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, Selesai membersihkan tubuh Ia memakai piyama kimono miliknya dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
"Oh iya aku lupa dengan mereka bertiga." Ucap Xio baru teringat kalau tadi ia meninggalkan Chalawan, Ramus, dan Khazad.
"Yah terserah lah, Mungkin mereka sudah pulang ke kerajaan mereka." lanjut Xio, dan karena sudah mengantuk ia pun segera tidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
3 hari sudah dilalui oleh Xio seperti biasanya dan pembangunan Guild petualang pun sudah selesai dengan cepat beserta dengan furniture dan ornamen didalamnya.
Selama 3 hari itu juga Xio sering berkunjung Kerumah Aslan dan Kadang juga mereka sering membawa anak-anaknya kehutan untuk berburu monster, Xio dan Aslan sudah berteman sangat dekat Namun Xio belum membetitahukan identitas dia yang sebenarnya Dan Xio juga sudah memberitahukan Nama Ellisa.
Aslan dan Salma kadang juga menanyakan Istri Xio, Namun Xio selalu menjawabnya dengan alasan Kalau Ellisa sedang tidak ingin keluar rumah.
Siang hari selesai berburu Xio dan Aslan mengajak anak-anak berjalan-jalan Di kota, Sampai tibalah mereka didepan Bangunan baru saja selesai dibangun yaitu Gulid petualang. Sebenarnya Xio sengaja mengarahkan Aslan untuk berjalan Ke sana.
"Sejak kapan ada Guild petualang disini?" Ucap Aslan.
"Benar juga, Coba kita masuk." Kata Xio pura-pura tidak tahu. Mereka pun masuk kedalam guild tersebut di ikuti oleh anak-anak.
Saat masuk Kedalam Rupanya sudah ada Sebas dan juga staff staff yang akan bekerja disana.
"Selamat datang Yang Mulia, Selamat datang Guild Master Aslan." Ucap Sebas bersama dengan staff lainya sambil membungkukan dadanya sedikit.
Aslan terkejut bukan main karena mereka baru saja menyebut Guild master Pada dirinya dan lagi mereka baru saja menyebutkan yang Mulia, Sehingga membuatnya bingung siapa yang mereka panggil yang mulia.
Kemudian Ia baru teringat Kalau dia hanya menceritakannya Pada Xio saja Yang berarti mereka baru saja memanggil Xio Yang Mulia.
Aslan Melirik Kearah Xio dan berkata, "Ini bukan mimpikan?" Ucapnya. Xio tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Maafkan Aku belum memberitahukan siapa aku sebenarnya, Karena aku pikir jika memberitahukan kalau aku seorang raja maka kamu tidak ingin berteman de-" Belum selesai Xio mengakhy kalimatnya sudah di peluk duluan oleh Aslan.
"TERIMAKASIH TEMAN!!" Ucap Aslan dengan suara yang keras karena terlalu bahagia mendapatkan pekerjaannya seperti dulu lagi. Namun tiba-tiba saja ia teringat kalau Xio adalah Raja-nya sehingga ia melepaskan kembali Pelukannya dengan cepat.
"Eh Maafkan aku yang mulia." Ucap Aslan.
"Tidak Apa-apa kamu tidak usah terlalu formal denganku." Kata Xio.
"Tapi kan anda seorang raja sedangkan saya hanya seorang warga Biasa." Ujar Aslan.
"Aku sudah menganggapmu sebagai teman dan aku tidak ingin pertemanan kita merenggang hanya karena perbedaan status sosial saja, Oh iya Ngomong-ngomong bagaimana dengan kejutanku?" Tanya Xio.
"Aku merasa sangat senang dan lagi aku tidak mengira Kalau kamu adalah seorang raja, karena tidak ada raja yang mau berbaur dengan warga biasa sebelumnya." Jawab Aslan.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG