Cross The World With System

Cross The World With System
Rencana membangun akademi



...----------------...


Pukul 09.48 Didalam kamar Xio dan Ellisa.


Matahari sudah berada di 90 derajat di atas langit, tapi mereka berdua baru saja bangun dari tidurnya karena baru saja melewati malam yang panjang dengan Xio yang menyemburkan cairan kentalnya berulang kali di dalam Ellisa, Lantaran sudah 7 hari Xio tidak mengeluarkan nya.


Saat ini Xio terlihat sedang membersihkan area sensitif Ellisa yang masih terdapat cairan putih kental mengalir keluar menggunakan handuk. Sesekali Xio juga tidak sengaja menyentuhkan handuknya pada klitori*s Ellisa sehingga membuatnya menggelinj*ng.


"Sayang kamu sengaja yah?" Tanya Ellisa dengan wajah memerah.


"Kalau sengaja memangnya kenapa?" Xio menyeringai. "Sayang kamu mau aku sengaja yah?" Tanpa basa-basi Xio langsung memainkan klitor*s Ellisa dengan gigi bagian atas dan bawahnya, serta kedua jari yang sudah masuk kedalam lubang Ellisa dan bergerak dengan lincah didalamnya.


...----------------...


11.58


Xio dan Ellisa terlihat sedang mengatur nafas mereka karena baru saja selesai melakukan kegiatan panasnya sekali lagi. Karena badan yang di penuhi oleh keringat, mereka berdua pun memutuskan untuk mandi. Setelah mandi, mereka makan bersama didalam kamar karena hari memang sudah siang.


"Sayang, aku duluan ya?." Xio berpamitan mengelus kepala Ellisa.


"Hmm yah duluan saja." Jawab Ellisa. Xio kemudian mencium bibir Ellisa sekilas serta mencium perutnya.


Saat Xio keluar dari kamarnya, ia melihat sudah ada 2 bawahannya yaitu Asmodeus dan Bellzebub yang sedang menunggu di depan pintu. Mereka berdua langsung memberikan salam hormat pada Xio ketika melihatnya keluar kamar.


"Dari kapan kalian disini?" Tanya Xio. karena saking asiknya bermain dengan Ellisa sampai membuatnya tidak sadar kalau mereka ada di depan pintu.


"Dari satu jam yang lalu, Yang Mulia." Jawab Asmodeus diangguki oleh Bellzebub.


"Berarti kalian..."


Wajah mereka berdua langsung memerah dan menunduk karena tahu apa yang akan Xio katakan. Satu jam yang lalu, Asmodeus dan Bellzebub berniat untuk menjemput Xio keruangan rapat, tapi ketika sudah di depan kamarnya mereka malah mendengar suara ******* dari dalam kamar yang sudah dapat dipastikan kalau itu adalah suara Xio dan Ellisa yang sedang melakukan hubungan suami-istri. Sehingga mereka berdua pun harus menunggu di depan pintu hingga Xio selesai, Walaupun harus menahan p*nis mereka yang sudah menegang hanya dengan mendengar suara ******* kedua pasangan tersebut.


"Hahh sudahlah, lain kali kalau aku sedang melakukan hubungan intim dengan Ellisa, kalian tunggu saja di ruangan rapat." Ucap Xio memaafkan mereka berdua.


"BAIK YANG MULIA!" Jawab keduanya serentak.


Xio pun langsung berjalan duluan di ikuti oleh Asmodeus dan Bellzebub di belakangnya. Saat dalam perjalanan menuju ruangan Rapat, Xio melihat Leon dan Lena yang sedang bermain dengan hewan kontrak mereka di taman. Xio tersenyum lalu melanjutkan kembali langkahnya.


Sesampainya diruang rapat. Ketika membuka pintu ruangan ternyata semua bawahannya sudah berkumpul, dan mereka langsung memberikan salam hormat pada Xio. Xio membalasnya salam mereka dengan anggukan kemudian berjalan kekursinya dan lamgsung duduk.


"Sebas, apakah kamu sudah selesai mendata yang aku suruh?" Tanya Xio pada sebas yang berdiri di belakang samping kanannya.


"Silahkan Yang Mulia." Sebas menyerahkan seberkas dokumen di atas meja Xio.


Berkas tersebut adalah data jumlah dan nama-nama anak dari semua anak yang ada di benua Virminium dengan umur diatas 7 tahun dan di bawah 18 tahun. Xio menyuruh sebas mengumpulkan data tersebut bertujuan untuk membangun ulang akademi yang bisa untuk menampung semuanya sekaligus.


Xio ingin memberikan pendidikan dan latihan untuk mereka sejak dini agar nanti ketika dewasa bisa membantunya memperkuat dan membuat maju kerajaan Regalia.


"73 ribu anak..."


"Sebas kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun ini?" Tanya Xio menunjukan gambarannya pada sebas.


Xio bertanya pada Sebas, karena sebaslah yang selalu mengatur dan memonitori setiap pembangunan yang Xio suruh.


"Kurang lebih 1 bulan Yang Mulia." Jawab Sebas.


"Baiklah tolong kamu urus pembangunannya." Ujar Xio memberikan gambarannya barusan pada sebas. "Dan ambil berapa saja material serta biaya yang di butuhkan dari penyimpanan Istana." Tambahnya.


"Baik Yang Mulia." Jawab Sebas menerima kertas tersebut dengan sedikit membungkukkan dadanya.


Untuk bangunan yang sangat besar dan luas selesai dalam waktu satu bulan terhitung sangat cepat lumayan cepat karena menggunakan sihir. Xio dapat membayangkan berapa lama jadinya kalau dibangunnya dibumi yang hanya mengandandal mesin dan tenaga manusia saja. Dan mungkin biasa menjadi lebih cepat kalau Xio membelinya langsung dari System tapi sayangnya saat ini System-nya sedang tidak berfungsi.


"Selanjutnya untuk kalian." Xio menghadap kedepan.


"Karena aku ingin membuat kota-kota kecil, dan panorama-panorama alami dengan ciri khasnya masing-masing yang tersebar di benua ini, jadi aku ingin kalian menyurvei semua daerah di benua ini dan catat koordinat serta bagaimana kondisi di masing-masing daerah tersebut." Jelas Xio.


"Apakah kalian paham?" Tanyanya.


"PAHAM YANG MULIA!" Jawab mereka serentak.


"Baik-"


Deg!


Tiba-tiba saja Xio merasa sakit di dadanya, dengan insting seorang suami ia merasa kalau Ellisa sedang terluka. Dengan sekedip mata Xio pun menghilang dari ruangan tersebut, meninggalkan para bawahannya yang panik karena baru saja Xio menunjukan wajah shock.


Xio muncul kembali di taman karena ia tahu kalau Ellisa ada disana, Udara yang sangat dingin seketika menyeruap keseluruh tubuhnya. Ia juga dapat melihat kalau permukaan taman tersebut sudah berubah menjadi lempengan Es dan di tengah terdapat Es-es runcing menjulang tinggi dan membentuk sebuah kubah.


Karena tidak bisa langsung masuk kedalam kubah tersebut menggunakan bayangannya, Xio pun langsung berlari dengan tergesa-gesa kearah kubah tersebut karena bisa merasakan kalau Ellisa dan anak-anak berada di dalamnya.


Xio awalnya berniat untuk langsung menghancurkan es tersebut, tapi ia berpikir kembali kalau langsung di hancurcan maka bisa melukai Ellisa atau anak-anak.


"ELLISA! SAYANG APAKAH KALIAN TIDAK APA-APA?!" Terik Xio menghancurkan Es-es tersebut hati-hati dengan wajah nya yang sudah terlihat sangat khawatir, lantaran diluar saja sudah sangat dingin dan ia bisa membayangkan bagaimana dinginnya didalam kubah es tersabut.


"ANAK-ANAK TOLONG JAWAB PAPAH!" Teriaknya lagi, tapi tidak mendapatkan jawaban sama sekali.


Para bawahan Xio yang tadinya berada di ruangan rapat pun langsung menyusul Xio, dan saat ini mereka bisa melihat Xio sendi sedang mencoba menghancurkan bubah Es yang sangat besar tersebut. Merekapun Langsung menghampiri Xio dengan segara untuk membantunya.


"Hati-hati jangan sampai membuat istri dan anakku terluka!" Seru Xio dan diangguki oleh bawahannya. Walaupun salah satu dari mereka ada yang mempunyai Elemen api, tapi Es tersebut tidak meleleh sama sekali karena sangat tebal dan kuat sekali..


"Tolong bertahanlah." Gumam Xio berharap mereka bertiga baik-baik saja.


...----------------...


...BERSAMBUNG...