
...----------------...
"Apakah kamu sudah siap?" Tanya Xio menggenggam tangan Ellisa dan di hadapan mereka saat sudah ada Sebuah crystal bening seperti alat yang pernah dipakai arthur ketika akan menyatukan kerajaannya dengan Kerajaan Xio. Namun Crystal yang ada dihadapan Xio saat ini memiliki ukuran yang lebih besar seperti cermin yang memuat dari bagian kaki sampai ke kepala.
"Aku sangat gugup, apakah aku juga harus mengatakan sesuatu?" Kata Ellisa balik bertanya. "Terserah kamu, kalau kamu ingin mengatakan sesuatu tinggal katakan saja." Jawab Xio dan diangguki oleh Ellisa.
Tidak lama kemudian datanglah juga Leon dan Lena yang sudah Selesai mengganti Pakaian mereka dengan pakaian yang memiliki warna selaras dengan yang dikenakan oleh Xio dan juga Ellisa yaitu putih biru.
"Sayang kemarilah" kata Xio.
Leon dan lena pun langsung berjalan kearah Xio kemudian Leon berdiri di samping Xio sedangkan Lena berdiri disamping Ellisa.
…………………
Beralih Ke Para rakyat kerajaan Regalia, Saat ini Semua orang sudah berdiri di luar ruangan tidak ada yang didalam rumah, bahkan ada juga yang membawa bayi mereka.
Mereka sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana rupa pemimpin kerajaan yang sangat mereka agung agungkan, Karena 2 hari yang lalu para prajurit kerajaan memasang poster di setiap dinding kota yang mengumunkan 2 hari lagi akan diadakan perayaan atas kembalinya sang ratu yang berbahagia, Sekaligus sangat raja sendiri yang akan Membuka perayaan nya.
Diantara semua orang yang paling tidak sabar yaitu Aslan dan Salma karena mereka merasa terbohongi, Xio selalu mengatakan pada mereka kalau Ellisa tidak ikut karena tidak bisa ikut saja. lalu apa maksudnya dengan kembalinya sang ratu itulah yang mereka pertanya-tanyakan.
"Kenapa lama sekali sih?" Gerutu Aslan.
"Sabar kenapa, dari tadi kamu menggerutu terus. Telingaku Bisa-bisa tuli." Jawab salma mencubit pinggang Aslan.
"Ouchh!, habisnya aku sudah tidak sabar melihat istri Xio yang selalu ia sombong-sombong kan itu." Ucap Aslan sambil mengusap ngusap bekas cubitan salma.
"Jangan membicarakannya seperti itu, walaupun kalian berdua dekat tapi dia masihlah raja kita." kata salma.
Tiba-tiba saja terdengar suara terompet dan drum yang sangat keras disertai dengan ada beberapa Air ship berterbangan diudata dengan membawa kertas besar yang digantungkan belakang Airship-Airship tersebut sehingga kertas tersebut berkibar dan nampaklah Tulisan . "Selamat datang kembali Yang Mulia Ratu"."Selamat Atas pernikahan anda Yang Mulia"."Selamat atas kandungan ratu yang ke dua bulan"."Semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan". Kira-kira seperti itu dan masih banyak lagi. Tulisan-tulisan tersebut ternyata ditulis langsung oleh para Dosa dan kebajikan yang masing-masing nya menuliskan satu kalimat ucapan selamat.
Setelah Airship-Airship tersebut sudah tidak ada, Munculah sebuah layar raksasa dilangit yang sangat besar. Mula-mula nya layar tersebut berwarna hitam dan lama-kelamaan mulai menampakan sebuah gambar sampai warna hitam tersebut digantikan dengan tampilan Xio, Ellisa, Leon dan Lena dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Ekhem.. Selamat siang Semuanya. Dihari yang berbahagia ini Saya ingin mengucapkan terimakasih untuk semua orang yang sudah mempersiapkan perayaan hari ini dan dengan antusias kalian menyambut kedatangan kembali Istriku."
"Baiklah saya akan memperkenalkan diri karena Mungkin ada yang belum mengenal nama saya, Saya Adalah Xio Archon Alexander Yaitu raja di Kerajaan Regalia, dan Wanita cantik disebelah saya adalah Ellisa Archon Alexander yaitu Istri sekaligus ratu dari dari Kerajaan Regalia. Kemudian anak perempuan disampingnya adalah Putri kami berdua Namanya Lena Archon Alexander."
"Yang terakhir Yaitu Pangeran kami ataupun juga orang yang akan menjadi Penerua tahta saya selanjutnya yaitu Leon Archon Alexander."
"Saya juga ingin mengucapkan terimakasih karena berkat kepatuhan, ketentraman, dan keharmonisan kalian sehingga dapat membuat kerajaan ini lebih tentram dan maksur. Saya berharap untuk kedepannya kita semua dapat semakin memekamurkan dan memajukan kerajaan ini."
Layar tersebut tiba-tiba saja kembali menghilang. Semua orang bersorak seperti "Hidup Yang Mulia"."Semoga diberkati". Mereka tidak menyangka kalau Kerajaan yang sangat maju dan berkembang seperti ini hanya dipimpin oleh Seorang Pria yang masih muda. Mereka juga baru mendengar ada seorang raja yang mengatakan terimakasih pada Warganya sendiri.
"Ternyata memang Benar Istri Xio sangat Cantik dan sangat anggun sekali." Kata Aslan.
"Umm aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengan-Nya." Ucap Salma mengangguk menyetujui kata Aslan.
…………………
Kembali ke sisi Xio. "Papah kenapa papah mengatakan kalau aku akan menjadi penerus papah selanjutnya?" Tanya Leon tepat setelah Xio mematikan alat proyeksi tersebut.
"Memangnya kenapa?, kan memang benar kalau anak lelaki tertua papah kan Leon satu-satunya." Jawab Xio heran.
"Tapi kan Aku tidak sekuat papah dan juga bukan anak kandung papah dan mamah, Apakah papah lupa kalau dulunya aku hanya seorang anak gelandangan. Apa kata orang kalau tahu aku yang dulunya seorang anak gelandangan tiba-tiba bisa menjadi seorang raja?" Ucap Leon.
"Jika aku meneruskan tahta papah maka hanya akan memalukan nama papah dan kerajaan ini saja." Lanjutnya kemudian tiba-tiba menghilang dalam sekejap.
Xio langsung terkejut ketika melihat Leon yang bisa tiba-tiba menghilang sperti itu, karena Xio belum pernah mengajarkannya skill teleportasi sebelumnya. Namun Xio kembali tersadar kalau saat ini bukan itu yang harus dikhawatirkan.
"Sayang apakah aku ada mengatakan hal yang salah pada Leon?, Kenapa dia selalu mengatakan tentang masa lalu nya kembali dan yang paling sakit ketika dia mengatakan kalau dia bukan anak asliku padahal aku sudah benar-benar menganggap nya seperti anakku sendiri. Apakah Leon tidak mau memiliki ayah sepertiku?" Tanya Xio pada Ellisa dengan lirih.
"Aku yakin bukannya Leon tidak menganggap kamu tapi dia masih menyimpan masa lalu yang ia alamindalam hatinya. Coba sekarang kamu cari dia dan ajak dia kembali." Ujar Ellisa diangguki oleh Xio. Ellisa sebenarnya berpikir kalau sifat Leon agak berbeda dari sebelumnya.
Xio mendekat kearah Lena kemudian berjongkok. "Lena anak asli papah kan?" Kata Xio memegang kedua sisi pipi Lena.
Lena mengangguk dengan mata berkaca kaca kemudian memeluk Xio dan menangis. "Papah tolong cari kakak, aku takut kakak melakukan hal bodoh." Kata Lena Sambil menangis.
"Iya sayang papah pasti akan mencari Kakak Leon." Kata Xio kemudian melirik kearah Ellisa memberi tanda agar menenangkan Lena. "Sudah sayang jangan khawatir kakak Leon pasti baik-baik saja dan papah juga pasti akan menemukan nya." Ucap Ellisa sambil mengusap air mata lena. Lena pun mengangguk dan berhenti menangis.
"Baiklah kalau begitu aku akan mencari leon dulu. sayang tolong perintahkan semua orang untuk mencari leon juga di setiap penjuru kerajaan." Ujar Xio diangguki Ellisa. Xio pun kemudian langsung menghilang dari hadapannya.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG