Cross The World With System

Cross The World With System
Cerita Erick



...----------------...


Saat ini seluruh penghuni rumah xio sedang berkumpul di ruang makan untuk makan malam bersama dengan tambahan 1 orang lagi yaitu Erick karena Erick yang memasaknya.


Saat Xio mencicipi makanannya, Xio dapat merasakan rasa yang familiar seperti masakan kakek Azril.


"Paman, kalau boleh tahu siapa nama guru paman?" Tanya Xio pada Erick untuk memastikan.


"Namanya Azril Archon." Jawab Erick.


"Ternyata benar." Ucap Xio.


"huh?, apanya?" Tanya Erick kebingungan.


"Kakek Azril adalah kakek angkatnya Xio dan sekarang perusahaannya diberikan pada Xio." Jelas Jhonatan.


"Ternyata seperti itu" jawab Erick.


"Lalu bagaimana cerita paman bisa bertemu dengan kakek Azril?" Tanya Xio.


"Nanti saja ceritanya, sekarang kita makan dulu." Sahut Jhonatan. dan akhirnya merekapun memulai makannya dengan hening.


Selesai makan mereka berkumpul diruang keluarga untuk mendengar cerita Erick saat bertemu Jhonatan.


"Begini ceritanya....."


Erick menceritakan kalau dulu kakek Azril pernah makan bersama dengan kekasihnya di restoran milik Erick. tapi Kakek Azril mengajukan kompalin karena tidak puas dengan makanannya kemudian kakek Azril mengajukan diri untuk menunjukan cara memasak yang benar. Erick yang terpukau dengan masakan Azril pun mengajukan dirinya untuk menjadi murid Azril.


Pada awalnya Azril sempat menolak tapi karena kegigihan Erick yang tidak pernah menyerah Erick sering datang menemui Azril untuk memintanya mengajari masak hingga membuat Azril kelelahan terus menolak Erick, akhirnya Azril pun menyetujuinya.


"...........Begitulah ceritanya." Ucap Erick selesai menceritakan pengalamannya dan semuanyapun menjawab hanya dengan ber-oh ria.


"Tunggu dulu, tadi paman bilang kalau kakek Azril memiliki kekasih?" Tanya Xio penasaran.


"Benar kalau tidak salah namanya Rose Rossler." Jawab Erick. Xio berpikir sejenak.


"Lalu apakah paman tahu dimana tempat tinggalnya?" tanya Xio lagi.


"kalau itu paman tidak tahu." Jawab Erick kemudian handphone nya berdering dan Erick pun mengangkat telepon itu.


"Maafkan aku, aku harus pulang sekarang ada urusan penting direstoran." Ucap Erick setelah selesai bertelepon.


"Baiklah tidak apa-apa terimakasih telah datang kemari!, dan maaf juga telah merepotkan." Ucap Jhonatan kemudian mengantarkan Erick kedepan rumah.


karena hari sudah malam, Xio dan Ellisa mengantarkan Leon dan Lena kekamar mereka terlebih dahulu. Setelah mengantarkan Leon dan Lena, Xio dan Ellisa masuk kekamar mereka.


Xio memutuskan untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu sebelum pergi tidur. Saat Xio sedang shower-an tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang, Xio dapat merasa punggungnya ada dua buah dada yang menempel.


Saat Xio membalikan tubuhnya dan mematikan shower nya, Xio dapat melihat Ellis yang tidak menggunakan sehelai pakaian pun, tapi yang membuat Xio terkejut yaitu Ellisa sedang menangis.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Xio khawatir sambil mengusap air mata yang berada di pipi Ellisa.


Ellisa tidak menjawab tapi malah kembali memeluk Xio erat.


"Sayang, kamu bilang saja padaku ada apa?" Tanya xio lagi.


"hiks aku merasa kalau aku akan pergi meninggalkanmu." Jawab Ellisa mempererat pelukannya dan Xio juga membalas pelukan Ellisa dengan mengelus rambut Ellisa.


Xio sebenarnya tidak mengerti kenapa Ellisa berbicara seperti itu, tapi Xio juga merasakan apa yang dirasakan Ellisa entah mengapa dia juga seperti akan ditinggalkan oleh Ellisa.


"Sudah-sudah jangan menangis lagi, kasihan anak kita kalau melihat ibunya menangis seperti ini." Xio langsung menggendong Ellisa ala tuan putri dan masuk kedalam bathub untuk berendam bersama dengan posisi Xio dibelakang Ellisa.


"Sayang sudah ya menangisinya." Ucap Xio lagi membujuk Ellisa agar berhenti menangis dan Ellisa pun akhirnya mulai mereda.


"sekarang biarkan aku membersihkan tubuhmu." Xio mulai menggosok tubuh Ellisa, walaupun sang naga milik Xio sudah berdiri dengan gagah tapi Xio berpikir untuk menahan nafsunya, karena melihat Ellisa yang sedang bersedih.


Tapi ternyata malah Ellisa sendiri yang mulai menggenggam naga milik Xio.


"Biar aku yang bersihkan yang bersihkan bagian sini." Ucap Ellisa membalikan tubuhnya dan mulai menjilati kepala sang naga.


"Ahh sayang enak, eh maksudku tidak perlu" Ucap Xio mendesah keenakan.


"Apakah kamu yakin?, padahal ini sudah berdenyut-denyut." Tanya Ellisa berhenti menjilat dan menatap xio tapi mulai memaju mundurkan genggaman tangannya.


"Uh baiklah kalau kamu memaksa." Ucap Xio kemudian Ellisa pun melanjutkan kegiatannya.


Merekapun memulai hubungan intim mereka dikamar mandi, tak hanya sampai disitu tapi saat dikasur juga mereka melanjutkannya sampai mereka ketiduran.


Malam berganti pagi, seperti biasanya pagi hari selesai sarapan, Xio mengantarkan Leon dan Lena kesekolah, selesai mengantarkan Leon dan Lena, Xio langsung berangkat menuju perusahaan.


Saat siang hari, Ellisa mendapatkan panggilan untuk datang kesekolah leon dan Lena. sebenarnya sekolah menghubungi nomor telepon Xio, tapi Xio tidak mengaktifkan handphonenya karena sedang ada pertemuan sehingga sekolah menghubungi nomor telepon rumah Xio.


Ellisa kaget karena guru yang menghubunginya bilang kalau Leon terkena masalah, Ellisa buru-buru memberitahu Jhonatan untuk mengantarkannya kesekolah karena dia tidak mengetahu jalannya.


Saat sampai sekolah, Ellisa dan Jhonatan langsung berjalan cepat menuju ruang BK, saat sudah sampai dekat ruangan BK, Ellisa dan Jhonatan dapat mendengar suara orang yang sedang marah-marah.


"Dasar Anak tidak berpendidikan berani-beraninya kamu melukai anakku." Suara perempuan dengan nada tinggi.


"Ibumu pasti seorang j*lang yang tidak mendidik anaknya."


Brakk!


"Siapa yang berani menyebut cucuku tidak berpendidikan dan menantuku seorang j*lang!" Ucap Jhonatan mendorong kencang pintu BK.


Ellisa dan Jhonatan dapat melihat seorang wanita yang sedang menunjuk-nunjuk Leon, dan ada juga seorang guru BK yang hanya duduk memperhatikan.


Ellisa langsung menghampiri Leon dan memutar-mutar tubuh Leon untuk memeriksa apakah ada yang terluka.


"Siapa kamu?!, beraninya meneriaki ku!" sentak perempuan yang mengatai Leon.


"Siapa aku tidak penting, yang pasti hidupmu akan hancur." balas Jhonatan.


"Heh berlagak sekali, aku akan menyuruh suamiku agar mengeluarkan anak ini dari sekolah." Ucap perempuan tadi merendahkan.


"Asal kamu tahu saja!, suamiku adalah orang penting di perusahaan AV." Ucapnya lagi dan langsung mengambil handphonenya dan menelepon seseorang.


"Habislah kalian aku sudah memberitahu suamiku!, dan sebentar lagi suamiku akan kemari." Ucap perempuan tersebut setelah selai menelepon seseorang yang ternyata suaminya.


wanita itu tidak tahu kalau Jhonatan juga sudah mengirimkan pesan pada Xio saat wanita tadi sedang bertelepon.


"Sayang memangnya apa yang terjadi?" Ellisa bertanya pada Leon.


"Tadi dia ingin mendorong Leon, tapi karena Leon menghindar jadi dia yang jatuh ke selokan." ucap Leon menunjuk anak laki-laki yang seumuran dengannya.


"Masih kecil sudah pandai berbohong!" Ucap wanita tadi yang memarahi Leon atau ibu dari anak yang ingin mendorong Leon.


Tak lama kemudian suami wanita tersebut datang tergesa-gesa masuk keruangan BK dengan wajah pucat dan berkeringat.


"Suam-" Belum selai wanita tersebut menyelesaikan perkataannya.


Plakkk!


Suaminya langsung menampar wanita tersebut.


"J*lang s*alan, kamu sudah membawa masalah untukku sampai aku harus kehilangan pekerjaanku!" Bentak suaminya.


"Tuan, nyonya tolong maafkan istri dan anaku yang bodoh ini." Ucapnya lagi sambil bersujud dihadapan Ellisa dan Jhonatan.


"Sayang kenapa kamu meminta maaf pada mereka, dan apa maksudmu kehilangan pekerjaan?" Tanya wanita tadi.


"Bagus, bagus sekali sudah berani mengatai anak dan istriku tapi masih tidak mau meminta maaf." Terdengar suara pria dari luar pintu.



"Kakak!, apakah kakak tidak apa-apa?!" Teriak Lena yang baru saja tiba bersama Xio.


"Umm kakak tidak apa-apa." Jawab Leon.


"Tuan tolong jangan pecat aku, ini salah mereka yang selalu menyusahkan ku!" Ucap suami wanita tadi bersujud meminta maaf dihadapan Xio.


"Memangnya dia siapa?" Tanya wanita tadi pada suaminya.


"Bodoh cepat minta maaf!, dia adalah pemilik perusahaan AV dan orang tua dari anak yang kamu katai." Bentak suaminya.


Wanita tadi wajahnya langsung pucat dan mulai berkeringat dingin disekujur tubuhnya serta lututnya juga menjadi lemas.


"Tuan, nyonya tolong maafkan aku dan anakku, jangan pecat suamiku aku mohon!" Ucap wanita tersebut ikut bersujud dikaki Xio.


"Huh kemana kesombonganmu tadi?!" kata Xio meremehkan.


"Tuan aku mohon jangan pecat Suamiku!" ucap wanita tadi.


"Semuanya sudah terlambat, siapa saja yang berani menyinggung ku atau keluarga ku tidak akan ada kata maaf." Ucap Xio.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG