Cross The World With System

Cross The World With System
Bahagia



...----------------...


"Riki tolong panggilkan ayahku!" Suruh Xio.


"Baik yang mulia!" Jawab Riki langsung pergi menjalankan tugasnya sementara Xio duduk di sofa menunggu Jhonatan.


Tak lama kemudian datanglah Riki bersama Jhonatan menghampiri Xio.


"Tuan saya sudah membawa ayah anda." Ucap Riki.


"Baiklah kamu boleh pergi." Jawab Xio, Dan Riki pun segera pergi meninggalkan Xio dan Jhonatan.


"Xio kenapa kamu membawa ayah kemari?" Tanya Jhonatan.


"Apakah ayah ingin membalas perbuatan Serly?" Ucap Xio bertanya balik.


"Tentu saja ayah sangat ingin mengajarnya!" Jawab Jhonatan.


"Ikuti aku!" Xio berjalan diikuti oleh Jhonatan di belakangnya.


Saat sudah sampai di ruangan tempat Serly ditahan, wajah Jhonatan langsung berubah menjadi marah.


"Jhonatan to-long aku." Ucap Serly saat melihat Jhonatan menghampirinya.


Jlebb!


Jhonatan menancapkan batangan besi di kaki Serly.


"Arggh..!!" Teriak Serly.


"Jhonatan aku minta maaf, tolong lepaskan aku." Ucap Serly lemas dengan pipi yang berderai air mata.


"Maaf?, Setelah kamu menghancurkan keluargaku, hingga aku meninggalkan istri dan anaku yang sangat kucintai, entah kenapa aku menjadi buta sampai aku lebih memilih wanita j*alang sepertimu." Ucap jhonatan.


"Kenapa aku sangat bodoh hingga lebih mempercayaimu daripada istriku, Gara-gara kamu istriku meninggal." lanjutnya dengan airmata yang berlinang.


Jhonatan sungguh menyesali perbuatannya telah menelantarkan istri dan anaknya yang selalu tersenyum ketika dia pulang kerja dan juga mereka tidak pernah meminta barang-barang mewah pada Jhonatan kecuali Jhonatan yang berinisiatif membelikannya dahulu.


Jhonatan juga baru sadar kalau ternya istri dan anaknya sangat tulus mencintainya tanpa memandang harta dan kekayaan. jika bisa Jhonatan ingin sekali memutar balikan waktu kembali kemasa dimana istrinya masih berada disampingnya, tapi apalah daya saat ini istrinya sudah tiada karena kebodohan dirinya sendiri.


Xio mendekati Jhonatan, karena melihat Jhonatan kembali larut pada masalalunya.


Jlebb!


Jlebb!


Jleb!


Jhontan sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya dan terus menusukan batang besi tapi pada tubuh Serly, sampai membuat Serly tak sadarkan diri.


"Ayah sudahlah, orangnya sudah tak sadarkan diri." Ucap Xio menenangkan Jhonatan. Jhonatan menghentikan kegiatannya dan berbalik kebelakang kemudian dia langsung memeluk Xio.


"Maafkan ayah, ayah ingin sekali bertemu dengan ibumu dan meminta maaf padanya secara langsung, apakah ayah harus pergi menyusul ibumu agar bisa bersamanya lagi?, ayah sangat rindu dengan ibumu." Ucap Jhonatan mencurahkan seluruh isi hatinya.


"Apa Yang ayah katakan, ibu selalu bersma kita dan mengawasi kita setiap saat, ibu juga sudah memaafkan seluruh kesalahan ayah, sebaiknya ayah kembali kerumah dulu untuk menenangkan diri." Balas Xio. dan diangguki oleh Jhonatan.


Setelah Jhonatan keluar, Xio melirik kearah Serly. Xio tahu kalau Serly hanya pingsan dan Xio akan kembali lagi menyiksanya jika Serly sudah bangun.


Xio berjalan keluar untuk kembali kerumahnya, tapi sebelum pulang Xio menyampaikan perintahnya terlebih dahulu pada bawahannya.


"Beritahu aku kalau kalian sudah menemukan informasi tentang mafia blood fang, dan juga beritahu aku kalau tahanannya sudah bangun." Tanpa menunggu jawaban dari bawahannya, Xio langsung berjalan keluar masion.


Saat sampai rumah, Xio mendekat kearah Arthur yang sedang bermain dengan Leon dan Lena didekat rumah pohon mereka.


"Apakah kalian melihat mamah kalian?" Tanya Xio.


"Mamah bilang ingin beristirahat dikamar." Jawab Leon.


"Baiklah kalau begitu, papah akan menemani mamah kalian dulu." Ucap Xio berjalan masuk kedalam rumah dan langsung pergi kekamarnya.


Saat masuk kamar, Xio melihat Ellisa yang sedang tertidur dikasur, Xio mendekat kearah Ellisa dan ingin menciumnya tapi saat Xio mencium Ellisa, Ellisa langsung bangun dan berlari ke kamar mandi.


Uekk!


Suara Ellisa didalam kamar mandi, Xio segera menghampiri Ellisa karena takut Ellisa kenapa-napa.


"Entahlah, aku langsung mual ketika mencium bau darah." jawab Ellisa, Xio baru tersadar ternyata ada sedikit bercak darah di baju Xio, tapi yang membuat Xio bingung, bukankah Ellisa sudah biasa dengan darah.


'System tolong periksa kondisi tubuh ellisa' Ucap Xio dalam hati.


[Memeriksa tubuh Ellisa]


[Saat didalam tubuh Ellisa terdapat sebuah kehidupan atau bisa dikatakan saat ini Ellisa sedang mengandung anak tuan]


Xio yang mendengar perkataan dari System senang bukan main, dan dia langsung memeluk erat Ellisa.


"Sayang terima kasih!, aku sangat bahagia!, aku akan selalu melindungi kalian!." Ucap Xio masih mendekap Ellisa, Ellisa yang mendengar perkataan Xio menjadi bingung.


"Terimakasih untuk apa?" Tanya Ellisa.


"Terimakasih telah mengandung anakku!" Jawab Xio.


"Apakah kamu serius?" Ucap Ellisa memastikan kembali apa yang baru saja dikatakan Xio.


"Benar aku serius!" Ucap Xio. Ellisa langsung menagis mengeluarkan air mata bahagianya dan membalas pelukan Xio, tapi tiba-tiba dia merasa mual kembali dan langsung muntah dipakaian Xio.


"Maafkan aku." Ucap Ellisa.


"umm tidak apa-apa, sebaiknya kamu istirahat dulu di kasur, aku akan mandi dulu." ujar Xio dan diangguki oleh Ellisa, Ellisa pun keluar dari kamar mandi dan kembali membaringkan tubuhnya dikasur, dan Xio segera mandi dengan ditambah perasaan bahagia memenuhi hatinya.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Xio ikut membaringkan tubuhnya di sebelah ellisa dan memeluknya sampai mereka tertidur.


Saat malam hari, mereka bangun dan melihat jam ternyata waktunya makan malam, Azco juga sudah diantarkan oleh Adam kerumah Xio.


Xio dan Ellisa keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan sambil bergandengan tangan dan dengan wajah yang tersenyum ceria.


"Ada apa?, kalian terlihat seperti sangat bahagia." Ucap Arthur dan diangguki oleh Jhonatan yang sama-sama ingin tahu.


"Tentu saja aku sangat bahagia, saat ini Ellisa sedang mengandung anak ku!" Jawab Xio hingga membuat Jhonatan dan Arthur terkejut begitupun dengan Leon dan Lena.


"Ellisa, apakah itu benar?" ucap Arthur dan diangguki oleh Ellisa.


"Berarti aku mendapatkan cu-" belum selesai mengucapkan kalimatnya, perkataan Arthur sudah terpotong oleh teriakan Leon dan Lena.


"HOREYY!!, KITA AKAN MEMILIKI ADIK!!" Teriak Leon dan Lena yang langsung memeluk Ellisa.


"Itu benar kalian akan menjadi kakak" ucap Ellisa tersenyum sambil mengelus kepala mereka berdua.


"Sudah dulu yah peluk mamahnya, kasihan adik kalian nanti" Ucap Xio tersenyum, Leon dan Lena pun melepaskan pelukan mereka dan duduk kembali di kursi.


"Padahal kalian belum menikah loh." Ucap Jhonatan.


"Hehe itu artinya aku terlalu luar biasa." jawab Xio cengengesan.


Setelah selesai berbicara sebentar, merekapun mulai makan malam mereka, makanan mereka telah disiapkan oleh pembantu yang yang ada di mansion. Setelah selesai makan, mereka berkumpul diruangan keluarga.


"Besok Leon dan Lena akan masuk sekolah jadi kalian tidur jangan terlalu malam, kamu juga sayang." Ucap Xio, Leon dan Lena pun mengangguk dan berjalan kekamar mereka ditemani oleh Ellisa.


"Xio, apakah kamu akan meneruskan pendidikanmu keuniversitas?" Tanya Jhonatan.


"Sepertinya aku akan kuliah dirumah saja, soalnya aku juga harus mengurus perusahaan." Jawab Xio.


"Baiklah, kalau kamu butuh bantuan di perusahaan bicara saja pada ayah." ucap Jhonatan dan diangguki oleh Xio.


Setelah selesai mengobrol dengan Jhonatan dan Arthur, Xio pergi kekamarnya menyusul Ellisa.


saat sampai kamar, Xio langsung membaringkan tubuhnya di samping Ellisa dan memluknya dengan kepala yang dibenamkan di dada Ellisa.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG