Cross The World With System

Cross The World With System
Dongeng yang tidak palsu



...----------------...


Malam hari waktu makan malam di kediaman Xio.


"Tumben sekali ayah belum pulang sebelum makan malam." Ucap Xio yang sedang duduk di ruang makan bersama yang lainnya.


"Benar juga, dari pagi dia belum menunjukkan batang hidungnya samasekali." Kata Rose. "Kita makan duluan saja, biarkan Jhonatan menyusul saja nanti." Ujarnya. dijawab anggukan oleh Xio.


Merekapun memulai makan malam mereka dengan tenang dan tentram, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu saja yang beradu dengan piring, sampai mereka selesai.


Selesai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga dengan Xio dan anak-anak menonton film superhero di televisi, sementara Rose dan Ellisa sedang memperhatikan layar handphonenya Ellisa yang sedang memutar video tutorial memasak makanan yang sedang viral.


"Papah apakah Asgard itu benar-benar ada di dunia nyata?" Tanya Leon.


"Asgard yahh..Mungkin jika di bumi itu hanya cerita mitologi belaka, tapi entah jika itu di dunia Flix yang penuh dengan ketidak mungkinan biasa terwujud." Jawab Xio.


"Wahh kalau Tempat seperti Asgard ada di Dunia Flix Leon ingin pergi kesana dan bertarung dengan para dewa disana!" Teguh Leon seperti sudah terbayang pertempuran yang akan di lakukan dalam kepalanya.


"Haha anak papah jiwa petarungnya sangat membara yah, Tapi untuk saat ini Leon belum cukup kuat untuk melawan para dewa, karena konon katanya seorang dewa memiliki kekuatan yang setara atau bahkan lebih dengan seluruh pengikutnya yang berada di seluruh penjuru dunia." Jelas Xio mengelus-elus kepala Leon.


"Ohh jadi kekuatan dewa berasal dari makhluk yang menyembahnya." Leon ber-oh ria.


"Apakah kalian tahu tempat para dewa bukan hanya di Asgard saja, tapi ada juga tempat yang bernama Olympus." Kata Xio.


"Benarkah?" Tanya Leon.


Xio menganggukkan kepalanya, kemudian mendudukan Leon dan Lena diatas pahanya. "Benar, kalau di Asgard penguasa adalah Odin, dan kalau di Olympus yang memimpinya adalah Zeus. Dua tempat tersebut adalah tempatnya para dewa-dewa yang kuat, dan juga dengan kemampuan unik mereka masing-masing." Jelas Xio.


"Kalau dewa-dewa sangat kuat, berarti tidak ada yang bisa mengalahkan mereka dong?" Ucap Leon.


"Itu tidak benar, walaupun dewa-dewa Asgard dan Olympus memang kuat, Tapi masih ada yang Lebih kuat lagi mereka, dan hanya berbeda satu tingkatan saja. Mereka disebut dengan sebutan Safaggor atau sang penjaga ruang dan Waktu."


"Safaggor ini bertugas untuk mengawasi ruang dan waktu di seluruh alam semesta, tapi mereka tidak pernah atau dilarang ikut campur tangan dalam urusan makhluk fana, kecuali dalam tugas. Sampai saat ini belum ada yang tahu siapa saja Safaggor tersebut, dan berapa sebenarnya jumlah mereka yang tersebar."


"Setelah Saffagor ada dua lagi kehadiran yang menjadi awal terciptanya alam semesta ini yaitu, Chaos atau kekacauan dan juga Pelle atau kesinambungan. Dua sosok tersebut memiliki kekuatan yang sangat berbeda sangat jauh dengan Saffagor ataupun dewa-dewa."


"Chaos dan Pelle tercipta dari sang Primodial atau bisa kita sebut kekosongan serta kehampaan. Sang Primodial sengaja menciptakan Chaos dan Pelle karena dia percaya dengan terciptanya dua sosok tersebut akan menciptakan sosok-sosok yang lainnya, sehingga terciptalah alam semesta yang kita tempati saat ini bersama dengan makhluk didalamnya."


Jelas Xio panjang lebar seperti menceritakan sebuah dongeng pada Leon dan Lena. Walaupun sebenarnya yang dia ceritakan bukanlah cerita dongeng belaka, karena dia juga mendapatkan cerita tersebut merupakan benar adanya dari System yang tidak mungkin berbohong.


Leon dan Lena mendengarkan cerita Xio dari awal mula dengan seksama dan sangat mencermatinya, mereka terlihat sangat tertarik dengan apa yang baru saja Xio ceritakan.


"Ternyata banyak sekali sosok-sosok yang sangat kuat yah." Kata Leon.


"He'em, Kalau papah? apakah papah bisa mengalahkan dewa?" Tanya Lena.


'System berapa persen kemungkinan aku bisa menang melawan seorang dewa saja?' Xio membelai dagunya pura-pura berpikir, karena aslinya dia juga tidak tahu kemungkinan menang jika dirinya bertarung dengan sorang dewa.


[Jika Tuan melawan dewa yang berada di peringkat paling bawah maka kemungkinan menangnya yaitu 54%, Sedangkan jika tuan melawan Dewa penguasa Asgard atau Olympus, maka persentase kemenangannya yaitu 13%]


Alis Xio berkedut ketika mendengar jawaban dari Systemnya.


'Sepertinya kekuatanku saat ini hanyalah awal mula dari perjalanku selanjutnya.' Batinnya.


"Sepertinya papah juga belum cukup kuat untuk mengalahkan dewa." Ucap Xio.


"Hmm begitu yah..Tapi kalau itu papah, aku sih percaya papah akan menjadi lebih kuat dari semua dewa." Kata Lena.


"Benar, mengingat para dewa umurnya yang sudah berabad-abad, itu berarti kekuatan mereka juga bertumbuh kembang di pengaruhi oleh waktu. sedangkan papah-kan umurnya masih muda, jadi masih punya banyak waktu untuk untuk menjadi lebih kuat lagi." Tambah Leon disetujui oleh Lena.


"Haha.." Xio tertawa serta tersenyum sambil mengacak-acak rambut Leon dan lena. "Kalau kalian mengatakan seperti itu, papah jadi lebih semangat lagi untuk menjadi lebih kuat." Ucapnya sembari mencium rambut mereka berdua secara bergantian.


Sementara Ellisa dan Rose tersenyum melihat kedekatan Xio dengan dengan kedua anaknya yang sepertinya sangat disayanginya walaupun mereka bukan anak asli dari hasil gen nya sendiri.


"Wahh ramai sekali yahh." Kata Jhonatan yang baru saja tiba.


"Ayah sudah dari mana? kok tumben sekali pulangnya malam?" Tanya Ellisa.


"Oh iya ayah tadi habis berkumpul dengan teman-teman ayah, biasa bermain golf sbil membicarakan bisnis." Jawab Jhonatan seperti tidak ada yang mencurigakan.


"Dan tadi ketika perjalanan pulang ayah melihat toko kue terang bulan, jadi ayah sengaja membelinya terlebih dahulu untuk kita makan bersama." Tambahnya menaruk plastik berisikan kotak-kotak kue diatas meja.


Jhonatan tersenyum kearah Xio, karena dia sebenarnya sengaja membeli makan tersebut untuk Xio yang menyukai Terang bulan. Xio juga tersenyum karena ternyata Jhonatan masih mengingat makanan apa saja favorit anaknya ketika waktui Xo kecil.


Tanpa ada satupun yang mencurigai Jhonatan, merekapun memakan makanan yang Jhonatan belikan sambil mengobrol dan bercanda gurau sampai malam dan mereka pun kembali kekamar masing-masing untuk tidur. Tentu saja kecuali Xio dan Ellisa yang tidak langsung tidur, tapi kekamar bayi di samping kamar mereka berdua untuk memastikan Nathan dan Tassa tidur dengan nyenyak. Setelah memastikan anak-anaknya tidur dengan nyenyak, Xio dan Ellisa pun langsung kekamar mereka berdua untuk berolahraga di atas ranjang terlebih dahulu.


...----------------...


Malam berganti pagi, Ellisa membuka matanya dan melirik ke samping ranjang terlihat Xio yang masih tertidur.


Tidak mau membangunkan Xio, Ellisa turun dari ranjang dengan perlahan dan kemudian mengumpulkan pakaian nya serta pakaian Xio yang berserakan di lantai setelah bermain semalam, lalu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sedikit lengket bekas keringat.


Seperti itulah keseharian Ellisa. Ia harus memandikan bayi-bayinya, membuat sarapan untuk semua orang didalam rumah dibantu oleh Rose tentunya. Pernah sekali Xio menyarankan untuk memiliki asisten rumah tangga atau baby sitter karena berpikir Ellisa akan kelelahan jika setiap harinya harus seperti itu, tapi Ellisa menolaknya dan bilang kalau dia tidak lelah samasekali dan malah merasa senang karena bisa menjadi seorang istri yang normal.


Pukul 07.17 AM


Saat ini Ellisa sedang memasak di dapur bersama dengan Rose, sedangkan Nathan dan Tassa dia tidurkan diatas keranjang bayi dekat meja makan.


"Nenek, aku dan Xio akan pergi ke acara grand launching nya mobil terbaru di kota X, jadi aku mau menitipkan anak-anak dulu pada nenek. Tidak apa-apakan?" Ucap Ellisa.


"Oh tentu saja, nenek malahan senang bisa menghabiskan waktu seharian dengan anak-anak. Jadi kamu puaskan saja waktu berduaan dengan Xio." Jawab Rose tersenyum.


"Terimakasih Nenek." Kata Ellisa memeluk Rose yang sedang memotong buah.


"Iya-iya sudah, sebaiknya sekarang kamu panggil Leon dan Lena." Ujar Rose.


"Ok!" Jawab Ellisa mengacungkan ibu jarinya dan berjalan kekamar Leon dan Lena. Tapi belum juga sampai , Ellisa sudah berpapasan dengan mereka yang sudah mengenakan seragam dan tas sekolahnya.


"Pagi mamah!!" Seru Leon dan Lena memeluk Ellisa.


"Haha, mamah kira kalian belum selesai beres-beres nya." Kata Ellisa tertawa sambil mengusap kepala mereka berdua.


"Mah dimana adik kita?" Tanya Leon.


"Adik kalian sudah dari tadi menunggu di ruang makan." Jawab Ellisa. "Kalian duluan saja kesana, mamah mau melihat papah kalian dulu." Tambahnya. Di jawab anggukan oleh Leon dan Lena dan langsung berjalan ke ruang makan.


Beberapa menit kemudian, diruang makan sudah berkumpul Rose, Leon dan Lena, serta sudah ada Jhonatan juga disana yang akan ikut sarapan bersama hari ini. Tidak lama kemudian datanglah Ellisa yang berjalan seorang diri.


"Dimana Xio?" Tanya Rose.


"Barusan aku lihat Xio tidurnya nyenyak sekali, jadi aku tidak tega untuk membangunkannya." Jawab Ellisa.


"Sudah, tidak apa-apa. Kita sarapan saja duluan, Xio juga hari ini tidak ke perusahaan kan? biarkan dia bangun siang sesekali. Biar ayah saja yang mengantar anak-anak ke sekolah." Ujar Jhonatan.


Ellisa mengangguk lalu duduk di kursinya, Dan merekapun memulai sarapannya tanpa ada Xio disana. Mengingat Xio yang selalu tertidur Antara pukul 2-3 malam hampir setiap hari, dan harus bangun pagi hari untuk bekerja, jadi kali mereka ingin memberi Xio waktu atau kesempatan agar dia bisa tidur dengan puas.


Selesai sarapan, Jhonatan pergi mengantarkan Leon dan Lena kesekolah, Ellisa membawa Nathan dan Tassa ke kamarnya, sedangkan Rose membereskan barang piring-piring bekas sarapan barusan.


Pukul 09.23 AM


Didalam kamar terlihat ada 4 insan yang sedang tertidur diatas ranjang, 2 pasangan pria dan wanita dewasa, dan 2 lagi adalah sepasang bayi kembar. Mereka adalah Xio ,Ellisa, serta Nathan dan dan Tassa.


Saat ini Ellisa sedang bersandar di sandaran ranjang sambil menyusui kedua bayinya, sedang Xio di sampingnya terlihat masih belum bangun juga.


Sampai taak lama kemudian, Xio pun Perlahan terlihat membukakan matanya, dia tersenyum karena yang pertama dia lihat adalah sang istri serta anak-anaknya yang sedang menyusu.


"Sayang kenapa kamu tidak membangunkan ku?" Tanya Xio dengan suara serak serta beratnya khas suara bangun tidur. Dia sudah menyadari kalau ini sudah jam setengah 10.


"Aku tidak tega kalau membangunkan kamu yang tidurnya terlihat nyenyak sekali." Jawab Ellisa. "Sekali-sekali tidak apa-apa kan kamu bangun siang? toh kamu hari ini tidak ada pekerjaan." Tambahnya.


Xio bangun lalu duduk dan bersandar di pundak Ellisa, sambil memperhatikan anaknya yang berada di pangkuan Ellisa.


"Memang benar aku tidak ada pekerjaan hari ini, tapi kalau aku bangun pagi kan bisa jadi yang pertama mengucapkan selamat pagi ke kamu." Ucap Xio, walaupun sebenarnya ia ingin bangun pagi agar bisa membantu Ellisa melakukan pekerjaan pagi dirumah seperti membantu masak atau memegang anak-anak.


"Makanya kalau tidur jangan terlalu malam." Kata Ellisa.


Xio mencium pipi Ellisa, "Memangnya salah siapa aku selalu tidur larut malam? itu karena kamu yang selalu membuat aku tidak bisa berhenti bergairah." Ucapnya membuat wajah Ellisa memerah seketika.


"Sudah cepat masuk kamar mandi sana!! kamu bau keringat!!" Seru Ellisa, karena jika terus berlanjut maka Xio akan meminta jatah lagi, melihat milik Xio yang sudah berdiri tegak dari bangun tidur tadi dan juga sangat terlihat jelas, karena Xio tidak mengenakan sehelai pakaian samasekali atau telanjang bulat.


Xio mencium kedua bayinya terlebih dahulu secara bergantian, dan kemudian mencium bibir Ellisa lumayan lama.


"Tapi kamu suka kan dengan bau keringat tubuhku?" Kata Xio menyunggingkan bibirnya tersenyum genit.


"Sudah sana cepat! humph..! siapa juga yang suka keringatmu?" Ellisa memalingkan wajahnya sambil cemberut.


"Iya-iya ini aku mau pergi." Kata Xiosudah akan pergi tapi kemudian kembali lagi dan membisikan sesuatu pada telinga Ellisa. "Nanti aku akan beru kamu sepuasnya mencium seluruh tubuhku dari atas sampai bawah." Bisiknya yang seketika membuat wajahnya semakin memerah, karena tahu barusan Xio bermaksud untuk menyindir soal semalam. Soalnya semalam saat bermain di ranjang, Ellisa sangat suka mengendus dan mencium dada bidang serta perut kotak-kotak nya Xio, bahkan sampai menggunakan lidahnya.


Xio langsung lari kekamar mandi sambil tertawa. karena jika masih disitu, mungkin saja Ellisa akan memukul atau menendangnya, karena begitulah Ellisa jika sedang digoda dan sudah mencapai batas maksimal oleh Xio.


'Tapi punyanya Xio yang berdiri tegak ketika bangun tidur, tidak kalah besar juga dari semalam.' Pikir Ellisa membayangkan milik Xio barusan. Tapi seketika ia menggeleng-gelengkan kepalanya, karena dia tidak mau harus terangsang saat masih pagi begini. Bisa-bisa dia menjadi wanita mesum nantinya, walaupun memang pada kenyataannya, kesempurnaan bentuk serta ukuran milik Xio pasti bisa membuat wanita mana saja terangsang dan ingin tidur dengannya.


Sementara itu didalam kamar mandi.


Xio tersenyum-senyum sendiri dibawah gemericik air shower atau pancuran.


'Karena hari ini aku akan menemani Ellisa membeli mobil, sekalian saja aku mengajaknya kencan ke tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya.' Batin Xio, berpikir untuk menyenangkan Ellisa dan mengabulkan semua yang diinginkannya.


...----------------...


...BERSAMBUNG...