Cross The World With System

Cross The World With System
Zeff



...----------------...


"Papah apakah ada item yang bisa berbagi level monster yang sudah dibunuh." Tanya Leon baru saja selesai mereka sarapan. Karena Leon sudah tidak sabar ingin meningkatkan Levelnya bersama dengan Lena dan Zekiel untuk persiapan kompetisi nanti.


"Tunggu sebentar." Jawab Xio pura-pura berpikir padahal aslinya sedang berbicara dengan System, dan System pun menyarankan sebuah item yang bernama Dullvarr yaitu sebuah permen yang jika dipotong menjadi beberapa bagian kemudian dimakan oleh beberapa maka orang yang memakan Dullvarr tersebut akan berbagi Exp sama rata dengan orang yang memakan sebagiannya lagi.


"Nih ambil saja semuanya." Xio mengeluarkan setumpuk Lolipop diatas meja.


"Kenapa kamu malah memberikan anak-anak permen lolipop?, bukannya itu tidak sehat untuk gigi?" Tanya Ellia.


"Permen ini namanya Dullvarr dan kegunaannya yaitu..... " Xio menjelaskan seperti apa yang tadi system jelaskan padanya.


"........Tapi efeknya hanya akan bertahan selama 2 jam saja." Selesai Xio menjelaskan.


"Baiklah papah terimakasih, kami akan kerumah Zekiel sekarang!" Seru Leon langsung kemasukan Semua Dullvarr tersebut kedalam cincin penyimpanannya kemudian menarik lena dan merekapun langsung menghilang dalam sekejap karena Leon menggunakan Skill teleport nya.


"Seperti nya Leon sangat ingin memenangkan acaranya." Gumam Xio.


"HAHH?!, Apa kamu bilang?!" seru Ellosa karena baru saja ia mendengar gumaman Xio tapi agak sedikit Samar.


Dengan Ekspresi panik Xio langsung mencari ide agar tidak ketahuan. "Oh itu barusan aku bilang kalau Leon sudah tidak sabar ingin menaikkan Peringkat petualang nya. Iya Itu!" Ucap Xio.


"Oh iya sekarang aku ada rapat lagi, Karena ayah tidak ada dan kalau kamu bosan mainlah kerumah salma atau suruh Salma yang kesini." Xio langsung beranjak dari kursinya.


"Aku rapat hanya sebentar saja Ok." Sebelum pergi ia menyempatkan untuk mencium Ellisa terlebih dahulu. Ellisa pun mengangguk dan Xio mencium Ellisa sekali lagi kemudian menghilangkan dari sana.


Sebenarnya pagi tadi Xio mendapatkan kabar dari bawahannya mengenai beberapa orang yang berasal dari benua demi human datang ke kerajaan Starlight untuk membecirakan sesuatu yang penting namun khazad bilang kepada demi human tersebut agar bicara langsung saja pada Xio karena Khazad tidak berani kalau saja ia mengambil keputusan yang salah.


Setibanya di ruang rapat, Sudah ada bawahan Xio, khazad, dan Juga 3 Manusia setengah Hewan sedang duduk di kursi rapat. Karena Xio muncul secara tiba-tiba jadinya mengejutkan orang-orang yang ada di ruangan itu. Namun Dengan Sigap bawahan Xio beserta Khazad langsung berdiri dan memberi Salam, "Salam, Selamat Pagi Yang Mulia!" Sapa mereka.


"heh.. apakah kalian serius menyebut anak kecil ini Yang Mulia." Ucap Salah satu demi human yang memiliki rupa seperti Singa, dia mengucapkan kalimat tersebut dengan nada yang meremehkan sehingga semua bawahan Xio beserta khazad langsung menatap nya tajam.


"Apa kenapa kalian menatapku seperti itu?, memang benarkan mana mau aku menghormati orang yang berada dibawah ku!. Aku tidak percaya kerajaan sebesar ini harus di pimpin olehnya, Mungkin sebentar lagi juga akan hancur. Khazad kamu sungguh bodoh sudah berada dibawah kendalinya." Kata nya lagi.


"Apa?!, Cepat minta Ma-" khazad ingin memperingatinya dan membuatnya meminta maaf. Namun semuanya sudah terlambat seketika ruangan tersebut menjadi gelap gulita tanpa ada sedikitpun cahaya yang tentunya keadaan tersebut membuat mereka panik.


Tidak sampai di situ saja perlahan tekanan di dalam ruangan tersebut semakin mencekam sehingga membuat mereka kesulitan untuk bernafas bahkan lutut mereka sudah mulai gemetaran dn terasa tidak kuat lagi untuk berdiri.


Para bawahan Xio sungguh mengutuk demi human tersebut dalam hati mereka, Karena kelakuan demi human tersebut sehingga membuat mereka juga harus terkena amarah Xio. Apalagi sepertinya Xio saat ini benar-benar marah.


Mereka mencoba berbicara agar dapat menenangkan Xio, tapi sayangnya suara mereka tidak dapat keluar sedikitpun. Ingin keluar dari ruangan tersebut juga susah karena gelap sekali dan juga tidak bisa bergerak sama sekali. Sehingga para bawahan Xio beserta Khazad hanya bisa berpasrah diri jika tidak mati makan mereka mungkin akan pingsan.


"Hahaha.. " Suara tawa Xio tiba-tiba saja menggema di ruangan tersebut membuat semua nya merinding.


"Bagus, Bagus sekali Khazad!. Kamu sudah membawa orang yang tidak tahu sopan santun dan posisinya sama sekali." Ucap Xio membuat bulu kuduk khazad Seketika langsung terbangun.


demi human yang tadi meremehkan Xio, saat ini dirinya sedang berlutut dipantainkatena tidak kuat untuk berdiri dan sedang mencoba untuk merapalkan tapi setelah beberapa kali ia mencobanya tidak ada satupun mantra sihirnya yang berhasil.


Sratt!!


Tiba-tiba saja ada yang menyayat punggungnya seperti menggunakan pisau panas. ia ingin langsung membuka mulutnya seperti sedang berteriak kesakitan tapi tidak terdengat teriakan sama sekali. Beberapa sayatan kembali terasa di beberapa bagian tubuhnya sehingga membuatnya tergeletak dilantai tapi masih sadarkan diri.


'Sial aku menyesal sudah menyinggung orang yang salah!' Batinnya.


"Mwnyesal?, padahal aku belum memulainya loh!" Kata Xio yang barusan mendengar batinan demi human tersebut.


Tiba-tiba muncul cahaya yang hanya menyorot demi human tersebut yang bernama Zeff namun di sekitarnya masih gelap gulita. Zeff merasa senang karena pikirnya ada yang yang membantunya, tapi pikirannya salah besar karena Xio lah yang menciptakan cahaya tersebut. Cahaya itu juga perlahan mulai membakar semua pakaian Zeff yang di teruskan membakar bulu di seluruh tubuhnya sehingga saat ini ia hanya dilapisi oleh kulit saja dan kulitnya juga seperti akn melepuh.


Muncul bayangan besar di hadapan Zeff dengan sabit yang tak kalah besar di genggaman bayangan tersebut. Zeff perlahan melayang di udara dan kedua tangan serta kakinya seperti ditarik dari segala membuat seluruh tangan serta kaki Zeff seakan dapat tercabut kapan saja.


Semua orang didalam ruangan tersebut tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi dan hanya Xio lah yang dapat melihat penampilan Zeff yang sangat mengenaskan. Zeff menangis dan meronta-ronta kesakitan karena rasa sakit yang ia rasakan, Zeff berpikir lebih baik mati daripada di siksa seperti ini.


Ctakk!


Suara jentikan jari tersebut membuat ruangan kembali menjadi normal sehingga membuat semuanya bernafas lega karena akhirnya bisa bernapas dengan normal kembali sampai mereka melihat potongan-potongan tubuh dilantai yang terbagi menjadi beberapa bagian sehingga membuat orang yang melihatnya akan merasa mual.


2 orang yang tadi bersama dengan Zeff sudah terkapar tidak sadarkan diri.


"Kalian uruslah sampah itu!" perintah Xio kemudian berjalan menuju pintu keluar. Saat aka membuka pintu tersebut tiba-tiba saja pintu tersebut sudah terbuka duluan dan ternyata Ellisa lah yang membuka pintu tersebut.


"Ughhh!" Ellisa langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan seperti menahan ingin muntah karena baru saja ia melihat mayat dan juga darah-darah dilantai. Dengan Sigap Xio langsung membawa Ellisa pergi dari sana menuju kamarnya dan membawanya ke toilet.


"Hoekk..!" Ellisa pun langsung muntah-muntah ke wastafel. Xio megelus-ngelus punggung Ellisa agar membuatnya terasa sedikit nyaman.


"Maafkan aku sayang, barusan saja aku memperlihatkan kamu sesuatu yang tidak meng-enakan. apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Xio masih mengelus-elus punggung Ellisa.


"tidak apa-apa. Sebenarnya aku sudah biasa melihat pemandangan seperti itu, tapi mungkin karena aku sedang makanya aku merasa mual." Jawab Ellisa kemudian mengambil handuk dan mengelap mulutnya. Xio juga baru bari teringat kan Ellisa iblis yang berarti sudah biasa melihat hal seperti itu.


"Baiklah ayo aku antar kekasur." Xio langsung menggendong Ellisa dan menidurkannya dikasur karena Ellisa terlihat sedikit pucat.


Xio duduk disampingnya dan memegang kening Ellisa untuk memeriksa nya, "Apakah kamu benar tidak apa-apa?, wajahmu pucat loh!" Kata Xio khawatir.


"Tidak apa-apa sebentar lagi kembali normal. Yang lebih penting coba kamu jelaskan apa yang terjadi sampai-sampai dari luar aku dapat melihat aura hitam yang sangat pekat." Ucap Ellisa penasaran.


Xio pun mulai menjelaskan Awal mulanya tercipta kejadian tersebut pada Ellisa. ".......Aku sangat membenci orang yang mengatai atau menjelekkan apa yang sudah sudah aku buat sendiri atau apapun yang merupakan miliku. jadi sekarang aku mood ku menjadi hancur, padahal tadi pagi aku dalam keadaan mood yang sangat bagus." Kata Xio.


"Uhhhh...sini peluk agar kamu kembali bersemangat!" Ucap Ellisa memasang wajah imut



Xio tersenyum dan langsung memeluk Ellisa. "Memang cuma kamu yang bisa membalikan mood ku." Kata Xio memnenamkan wajahnya di dada Ellisa.


"Sehabis ini kamu mau kemana?" Tanya Ellisa.


"Karena aku tidak ada kegiatan lagi, jadi akun akan menghabiskan waktu berduaan saja dengamu." Jawab Xio.


"Nanti bosan dong kalau cuma diam seperti ini." Ucap Ellisa.


"Hmmm.. Bagaimana kalau kita membeli pakaian dan juga perlengkapan bayi saja!" Ujar Xio.


"Di bumi?" Tanya Ellisa lagi dijawab anggukan oleh Xio.


"Baiklah Ayo, aku sudah tidak sabar ingin membeli banyak pakaian yang lucu-lucu." Kata Ellisa bersemangat.


"Kalau kamu mau beli dengan tokonya juga boleh, karena uangku tidak terbatas!" Seru Xio.


"Haha mana mungkin aku beli dengan tokonya, nanti kasihan orang lain yang ingin membeli juga." Jawab Ellisa tertawa.


"Hehe, kalau begitu akunakan meninggalkan pesan dulu untuk Leon dan Lena." Ujar Xio.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG