Cross The World With System

Cross The World With System
Pengakuan Chris



...----------------...


Pagi hari di kamarnya Nathan dan Tassa. Ellisa yang hanya mengenakan pakaian tidur terlihat sedang duduk di sofa sambil menyusui kedua bayinya, ditemani Xio disampingnya yang hanya mengenakan celana boxer dan bertelanjang dada sambil merangkul pinggang Ellisa dan membelai rambutnya.


Sebenarnya tadi mereka berdua masih melakukan kegiatan mereka di atas ranjang, tapi karena mendengar suara tangisan kedua bayinya, mereka pun terpaksa menjedanya terlebih dahulu karena kedua anaknya lebih penting daripada kegiatannya di atas ranjang.


Yang Xio sukai dari Ellisa yang setelah melahirkan yaitu sifatnya yang menjadi lebih keibuan, dan tentu saja kedua dadanya yang semakin besar karena mengandung asi.


"Sayang apa kamu tidak mau mandi lebih dulu? Badanmu sangat lengket dan bau keringat." Tanya Ellisa dapat merasakan tubuh Xio yang lengket karena menempel dengan lengannya.


"Nanti saja, aku maunya mandi bareng denganmu." Jawab Xio mencium leher Ellisa.


"Emmh.." Ellisa memejamkan matanya geli.


Brak!


Pintu terbuka begitu saja, dan Xio pun langsung memberhentikan kegiatannya barusan dengan meninggalkan bekas merah di leher Ellisa.


"Ada apa anak-anak? Pagi-pagi sudah bersemangat saja." Tanya Xio pada Leon dan Lena yang memasuki kamar tersebut dengan bersemangat.


"Kakek menyuruh kita memanggil papah untuk olahraga bersama!" Jawab Leon. Dia dan Lena terlihat sudah mengenakan set pakaian olahraga lengkap dengan masing-masing menggenggam sebotol air minum.


Xio menatap Ellisa cemberut karena tidak akan jadi melanjutkan menikmati tubuhnya Ellisa. Sedangkan kan Ellisa hanya terkekeh kecil saja melihatnya.


"Ikutlah dengan anak-anak, nanti aku menyusul." Kata Ellisa.


"Emm baiklah…" kata Xio pasrah. Dia mencium Nathan dan Tassa terlebih dahulu, dan mencium bibir Ellisa sekilas. “Ayo Anak-anak!” ajaknya kemudian berjalan keluar kamar bersama Leon dan Lena menuju tempat Fitness yang ada di halaman rumah.


Setibanya di tempat fitness, terlihat Jhonatan sedang duduk di samping lapangan sedang menunggu.


"Oy anak muda! kenapa wajahmu loyo sekali?" Tegurnya pada Xio. "Lihatlah anak-anak yang penuh energi ini!" Lanjutnya mengelus kepala Leon dan Lena.


"Hahhh... ayah, aku kan belum puas menghabiskan waktu dengan Ellisa." Jawab Xio menghela nafas.


"Oh ayolah, setiap waktu kamu selalu menempel pada Ellisa. Apa kamu tidak mau menghabiskan waktu dengan ayahmu?" Kata Jhonatan dengan wajah di sedih-sedih kan.


“Benar papah, kasian kakek tidak ada temannya.” Kata Lena mengikuti ekspresi Jhonatan.


Xio menepuk wajahnya sendiri sudah tidak tahu lagi harus mencari alasan apalagi. Ditambah dia tidak bisa menolak permintaan anak-anaknya. “Baiklah ayo sekarang kita mau apa?” Tanya Xio.


Jhonatan mengacungkan ibu jarinya pada Lena sambil mengedipkan satu matanya, dan dibalas acungan jempol juga olehnya.


“Pertama-tama kita akan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Rentangkan tangan kalian dan ikuti kakek!” Seru Jhonatan. Leon dan Lena pun mengikuti apa katanya begitupun dengan Xio walau sedikit terpaksa.


Mereka pun melakukan pemanasan bersama-sama. selesai melakukan pemanasan dilanjutkan dengan olahraga sesungguhnya menggunakan alat-alat yang ada disana. Alat-alat tersebut memang sudah disiapkan Jhonatan karena mulai sekarang dia berpikir untuk tetap menjaga kebugaran tubuhnya.


Tapi sayangnya alat-alat tersebut tidak ada pengaruhnya bagi Xio. Mau itu Treadmill atau barbell yang beratnya berkilo-kilo pun dapat digunakannya dengan mudah, dan bahkan seperti tidak ada bebannya sama sekali. Jadi Xio pun menggunakan sihirnya untuk menambah beratnya dan menyesuaikannya dengan kekuatannya sekarang.


Mungkin saat ini Barbell yang sedang diangkatnya bisa setara dengan beratnya sebuah Tank baja, dan itupun masih bisa diangkatnya dengan mudah. 


Jhonatan melihat Xio menggunakan barbel yang sama dengannya, tapi dia keheranan kenapa Xio terlihat sangat mudah mengangkatnya, sedangkan dirinya harus mengerahkan seluruh tenaga untuk berhasil mengangkatnya.


“Oh iya aku lupa, Xio kan punya kekuatan dunia lain.” Gumam Jhonatan.


Sementara itu ada sebuah mobil berwarna hitam yang masuk ke halaman depan rumah. Rose yang sedang menyiram bunga pun memberhentikan kegiatannya terlebih dahulu untuk melihat siapa yang datang. Sampai keluarlah Chris dan Adam dari dalam mobil tersebut.


Mereka berdua langsung menghampiri rose dan menyapanya. “Pagi Nyonya besar!” sapa Chris dan Adam sedikit membungkukan dadanya. mereka sangat menghormati Rose, karena bagaimanapun Rose adalah Istrinya Azril.


“Ya pagi juga!” Jawab Rose. “Apa kalian kemari untuk bertemu Xio?” Lanjutnya bertanya.


“Benar, kalau boleh saya tahu apa tuan mudanya ada?” Tanya Chris.


“Xio ada di halaman belakang, sedang olahraga dengan Jhonatan dan anak-anak. kalian langsung ke belakang saja.” Ujar Rose.


“Baiklah, Terima Kasih Nyonya besar!” Kata Chris dijawab anggukan oleh Rose.


Chris dan Adam pun langsung berjalan ke halaman belakang setelah berpamitan pada Rose.


.


.


.


.


.


Kembali ke sisi Xio. Saat ini dia sedang mengajarkan Leon dan Lena menggunakan treadmill yang benar. sedangkan Jhonatan sedang mencoba mengangkat barbell yang dipakai Xio tadi karena penasaran.


“Alat yang ini terlalu besar untuk kalian, nanti papah belikan deh untuk seumuran kalian.” Kata Xio.


“Tenang saja papah, kita bisa kok memakai yang ini juga.” Kata Leon.


“Hmm baiklah kalau menurut kalian bisa.” Jawab Xio kemudian mensetting kecepatan alat tersebut agar pas untuk anak-anak. “Sudah selesai, nah sekarang kalian boleh menggunakanya.” Ucapnya.


“Oke papah, Terima Kasih!” Seru Leon dan Lena.


 Xio menjawabnya dengan senyuman sambil mengelus kepala mereka berdua.


“Oh paman, Tumben sekali datang kemari di hari libur!” Kata Xio pada Chris dan Adam yang menghampirinya.


“Haha kami sengaja datang kemari, karena ada yang ingin dibicarakan dengan Tuan Muda.” Jawab Adam. “Haha benar-kan kakak?” tambahnya menepuk pundak Chris yang sedang gemetar.


“Haha iya benar.” Jawab Chris.


“Baiklah tunggu sebentar.” Kata Xio. “Leon, Lena, papah kedalam duluan yah, kalian lanjutkan saja bersama kakek!” Ujarnya.


“Oke!” Sahut Leon dan Lena mengacungkan jempolnya.


“Ayo paman, kita bicara didalam saja.” Ujar Xio dijawab anggukan oleh Adam dan Chris.


Diperjalanan menuju rumah, Mereka berpapasan dengan Ellisa yang sepertinya sudah selesai mandi karena kelihatan segar dan sangat cantik. dan saat ini dia mau ke halaman belakang rumah sambil membawa Nathan dan Tassa di pangkuannya.


“Sayang kok sudah selesai?” Tanya Ellisa.


“Aku ada perlu dulu sebentar dengan Paman.” Jawab Xio mengecup Kening Ellisa.


“Ohh baiklah, kalau begitu aku mau menonton anak-anak saja di belakang.” Kata Ellisa


“Oke, nanti aku menyusul.” Kata Xio dibalas anggukan dan senyuman oleh ellisa, sehingga sekali lagi Xio harus mengecupnya sekilas tak kuasa melihat kecantikan istrinya.


Xio membawa Chris dan Adam ke dalam ruangan kerjanya, dan duduk di sofa saling berhadapan membuat suasana semakin menegangkan ditambah dengan senyuman Xio yang seakan sudah tahu segala hal.


“Baiklah paman, silahkan apa yang ingin paman bicarakan?” Ujar Xio.


“Lalu…?” Tanya Xio dengan santainya. membuat Chris dan Adam heran kenapa Xio tidak terlihat terkejut sama sekali.


“I-itu..apa Tuan Muda tidak marah?” Tanya Chris gelagapan.


“Marah? marah untuk apa? Tidak ada satupun dokumen perusahaan yang bocor keluar.” Jawab Xio.


“Hah?! Lalu yang saya serahkan ke orang itu….” Terkejut Chris.


“Haha apa paman pikir orang-orang ku yang aku tempatkan di perusahaan hanya sebagai pajangan saja? mereka bekerja untuk mengawasi hal-hal janggal yang terjadi di perusahaan, dan mereka juga yang bertanggung jawab jika sesuatu terjadi. Jadi saat Paman mengira Dokumen yang Asli sudah di pegang oleh orang itu, bawahanku sudah terlebih dahulu menukarnya  dengan yang palsu saat dokumen Asli berada di genggamannya.” Jelas Xio.


Chris Adam Tertegun.


“Jadi paman tidak perlu meminta maaf. satu hal yang ingin aku tanyakan yaitu, apa alasan paman bisa berani untuk melakukan hal tersebut? Kalau paman bisa memberikan alasan yang dapat aku terima, maka aku akan mempertimbangkan Paman bekerja denganku lagi. Tapi jika alasan yang paman berikan tidak aku terima, maka maafkan aku jika harus menyingkirkan paman dari kehidupanku. Tenang saja, paling aku hanya akan mengirim paman keluar negeri.” Tambah Xio yang membuat Chris dan Adam menahan nafas ketika mendengarkannya.


Chris terdiam sebentar. Dia tidak yakin jika Xio akan menerima alasannya, sampai akhirnya dia pun menceritakan segalanya tanpa ada yang ditutupi, karena berbohong pun percuma di hadapan Xio yang dapat membaca isi hati seseorang.


.


.


.


.


.


Chris bercerita kalau ini semua dimulai ketika dia bertemu dengan seorang perempuan bernama Zara yang membuatnya jatuh cinta seketika. Awal mula hubungan mereka berjalan dengan mulus dan baik-baik saja. Setelah menjalin hubungan beberapa bulan, Zara mengaku kalau dirinya hamil, dan ayah dari anak tersebut adalah Chris. Tentu saja Chris sangat senang saat itu, dan dia percaya kalau itu merupakan anaknya karena dia memang sudah sering tidur bersama.


Tapi sayangnya ketika Zara memberitahu keluarganya kalau anak yang sedang dikandungnya adalah anak Chris. Seorang yang memiliki kedudukan tinggi di perusahaan terbesar, munculah siasat buruk dari ayah tirinya yang memberikan syarat untuk Chris. Ayah tiri Zara yang bernama Heru. Heru merupakan seorang pengusaha yang memiliki perusahaan lumayan besar juga, dan pastilah dia mengenal nama Chris.


Heru berkata pada Chris. jika Chris menginginkan Zara dan anaknya, maka sebagai gantinya Chris harus menyerahkan sejumlah aset perusahaan XIEL padanya. 


Terakhir kali Chris bertemu dengan Zara, Kondisinya terlihat sangat menyedihkan. Mata sembab seperti sering menangis, wajahnya pucat seperti sedang sakit. Tentu saja Chris tidak tega melihatnya dan ingin segera mengajak Zara bersamanya. Tapi saat itu Zara di temani oleh Heru ayah tirinya. Akhirnya demi Anak dan Wanita yang dicintainya, Chris pun rela melakukan apapun untuknya.


.


.


.


.


.


“Saya takut jika melawan Heru secara langsung. Zara yang akan terkena imbasnya.” Kata Chris di akhir ceritanya. Dan dia pun langsung bangkit dan berdiri dihadapan Xio.


“Saya tahu Tuan muda bisa membantu saya, jadi saya sangat memohon bantuan anda, saya berjanji akan mengabdikan seumur hidup saya untuk tuan muda, jika tuan muda membantu saya!” Kata Chris akan berlutut, tapi ditahan oleh Xio.


“Aku tidak memerlukan pengabdian dari paman, aku hanya butuh kesetiaan dan kejujuran paman saja. Kalau saja mengatakan masalah paman padaku dari dulu, mungkin tidak akan ada kesalah pahaman, dan aku bisa membantu paman dari dulu.” Kata Xio memegang kedua pundak Chris.


“Benarkah?” Tanya Chris memastikan, karena dia berpikir tadinya Xio tidak akan mau memaafkan atau membantunya setelah dia pernah akan berkhianat.


Xio menjawabnya dengan anggukan dan senyuman. membuat Chris senang dan terus-menerus mengatakan terima kasih, karena jika Xio membantunya maka seratus persen dia akan bertemu dengan Zara kembali dan membuatnya aman.


"Paman kembali saja kesini nanti malam, karena aku pikir lebih bagus jika bergerak pada malam hari saja." Ujar Xio.


"Baik Tuan Muda, sekali lagi saya sangat berterimakasih pada Tuan Muda." Jawab Chris.


"Terimakasih Tuan Muda sudah mau membantu kakak." Tambah Adam.


"Emm." Jawab Xio.


"Kalau begitu kami permisi." Kata Chris dijawab anggukan oleh Xio. Mereka berdua berdua pun langsung berjalan keluar setelah berpamitan pada Xio.


Setelah Chris dan Adam keluar. Xio berjalan menuju meja kerjanya dan duduk di kursinya. Dan tiba-tiba saja muncul makhluk berwarna hitam pekat seperti yang memiliki bentuk seperti manusia dengan sayap melebar di punggungnya, tapi dari kedua matanya memancarkan sinar berwarna ungu.


Makhluk tersebut langsung berjongkok satu kaki di hadapan Xio dengan kepala menunduk, seperti memberikan hormat pada Xio. 


"Salam Tuanku." Ucap makhluk tersebut dengan nada suara mengerikan. 


Makhluk tersebut merupakan salah satu Shadow soldier Xio, tapi dia salah satu Shadow soldier yang spesial. Karena di bangkitkan nya dari mayat seorang pangeran Malaikat yaitu Erden Vouch putra Klause Vouse sang raja Malaikat. Erden juga adalah seorang yang sama dengan insiden saat menyelamatkan Arthur  di istananya saat itu.


Walaupun saat itu dia adalah orang jahat dan memiliki sifat yang buruk, tapi setelah dibangkitkan menjadi Shadow soldier. Dia tidak akan dapat mengingat kehidupan Sebelumnya dan tidak memiliki emosi, tapi semua kekuatannya masih ada dan malah akan bertambah kuat.


Sangat jarang sekali Xio mengeluarkan Erden di dalam bayangannya, entah apa yang akan dilakukannya saat ini.


.


.


.


.


.


Di sisi Ellisa. Saat ini dia tengah duduk di kursi taman yang berada di bawah pohon sambil tertawa memperhatikan kelakuan Leon dan Lena yang bergelantungan di otot lengan Jhonatan.


"Anak-anak, kasian kakek kalian keberatan." Kata Ellisa. Karena selain Leon dan Lena yang bergelantungan di lengan Jhonatan, Jhonatan juga sedang mengangkat barbel yang sepertinya berat.


"Haha tidak apa-apa sayang. Ayah tidak keberatan kalau hanya mengangkat Leon dan Lena." Kata Xio yang tiba-tiba muncul di samping Ellisa dan merangkul pinggangnya mendekatkan tubuh mereka.


"Selalu saja muncul tiba-tiba seperti itu... ngomong-ngomong apa yang sudah kamu bicarakan dengan paman Chris? Barusan aku melihatnya keluar dari rumah seperti bahagia sekali, berbeda ketika saat datang tadi." Tanya Ellisa.


Xio tidak langsung menjawab, tapi dia menunjuk-nunjuk pipinya sendiri seperti memberi kode.


"Hufft.. baiklah.." Ellisa mendekatkan wajahnya pada pipi Xio, dengan bibir yang sudah siap untuk mengecupnya. Tapi ketika sudah akan sampai di pipinya, Xio langsung memalingkan wajahnya ke arah Ellisa. Sehingga bibir Ellisa malahrndarat di bibir Xio.


Ingin melepaskan ciumannya, tapi Xio malah menahan wajah Ellisa beberapa waktu dan kemudian melepaskannya.


"Kamu curang…" Kata Ellisa memundurkan wajahnya.


"Hehe tapi kamu suka kan?" Goda Xio.


"Ah sudahlah aku tidak mau bicara!" Seru Ellisa memalingkan wajahnya yang memerah.


"Baiklah-baiklah aku akan ceritakan." Kata Xio mencium pipi Ellisa dan kemudian kemudian mengambil Nathan di pangkuan Ellisa ke pangkuannya sambil bercerita masalah Chris tadi.


...----------------...


...BERSAMBUNG...