
...----------------...
7 hari telah berlalu.
Selama 7 hari ini rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang hancur sudah selesai di bangun kembali. Beberapa daerah baru juga selesai di buat beserta dengan tempat untuk para penduduknya, tapi daerah-daerah baru tersebut belum di tempati karena masih harus menunggu keputusan dari Xio.
Xio juga akan mengubah sistim pemerintahan di benuanya, yang tadinya ada 3 kerajaan lagi selain kerajaan Regalia, tapi Xio akan mengubah kerajaan-kerajaan tersebut menjadi kota. Untuk raja seperti Chalawan, Ramus dan Khazad tidak akan menjadi raja lagi dan akan menjadi mayor atau pemimpin kota tersebut.
Selama 7 hari ini juga Xio dengan sabar menunggu Ellisa terbangun. Ia membersihkan tubuh Ellisa setiap harinya, dan ia juga menggantikan pakaiannya agar Ellisa merasa nyaman. Selama 7 hari itu juga Leon dan Lena tidur bersama Xio dan Ellisa.
Hari ini tepat dimana hari Ellisa akan membuka matanya. Xio memutuskan untuk tidak keluar sama sekali demi menunggu Ellisa terbangun, walaupun sebenarnya banyak pekerjaan yang harus dikerjakannya.
Sedari pagi Xio bersama dengan anak-anaknya sudah duduk di kursi samping ranjang berharap Ellisa cepat terbangun. Tidak ada rasa bosan sama sekali yang Xio rasakan ketika menunggu Ellisa terbangun. Karena Leon dan Lena terus bertanya-tanya mengenai banyak hal padanya dan Xio pun menjawab Semua pertanyaan mereka dengan sabar. selain pertanyaan dari anak-anak yang membuatnya tidak bosan, Xio juga sangat suka memandangi wajah cantik nan imutnya Ellisa yang sedang tertidur.
Pukul 10.36
Ellisa mulai menunjukkan tanda-tanda akan terbangun seperti jari-jari tangannya yang perlahan bergerak, serta kelopak mata yang perlahan terbuka sampai terlihatlah pupil mata indah berwarna merah cerah layaknya batu permata yang berkilau.
"Sayang.../Mamah.." Xio beserta Leon dan Lena langsung memeluk Ellisa diiringi dengan tangis bahagia dari anak-anak karena rindu dengannya.
Ellisa yang baru saja terbangun dan langsung mendapatkan pelukan dari mereka bertiga sehingga membuatnya terkejut sekaligus kebingungan.
"Anak-anak mamah, kenapa kalian menangis? dan sayang kenapa matamu berkaca-kaca?" Tanya Ellisa dengan suara halus dan lemah lembutnya mengusap kepala mereka bertiga.
"Sayang, Aku dan anak-anak rindu denganmu serta mendengar suaramu, sudah 7 hari kita hanya bisa menatap wajahmu saja tapi tidak bisa mendengar suaramu." Jawab Xio memper-erat pelukannya.
"Iya benar kita sangat senang akhirnya mamah sudah terbangun." Tambah Lena diangguki oleh Leon.
"7 hari? bukannya terakhir kali aku mengingatnya kalau aku masih berada di dalam ruang dimensimu ketika Rift hari itu?, dan kenapa aku sudah ada disini?" Bingung Ellisa karena yang terakhir ia ingat adalah saat ia masih berada didalam ruang dimensi Xio.
Karena tidak mau membuat Ellisa kebungungan, Xio pun menjelaskan semua yang terjadi dihari itu dengan jujur. Tapi Xio belum memberitahukan perbahan pada penampilannya.
"Jadi ada makhluk legenda yang masuk kedalam tubuhku?" Tanya Ellisa.
"Iya, karena kekuatan makhluk itu menjadi milikmu, jadi kamu tertidur selama 7 hari untuk menyesuaikan diri dengan kekuatannya. Tapi kamu tidak usah khawatir karena itu tidak akan berpengaruh buruk pada tubuhmu serta pada bayi kita." Jawab Xio. Ia kemudian memberikan Ellisa gulungan Stats nya yang waktu itu Xio pakai untuk mengecek status Ellisa.
Ellisa mengambil gulungan tersebut kemudian membacanya, Terlihat dari wajahnya ia nampak terkejut dan kebingungan.
"Apakah ini sungguhan?" Tanyanya dan di jawab anggukan oleh Xio.
"Lalu kenapa ada 2 tittle istri disini?" Tanya lagi.
"Jadi kamu juga tidak tahu?" Xio balik bertanya.
"Yah tentu saja aku tidak tahu, kan aku cuma istrimu saja." Jawab Ellisa.
Xio bernafas lega karena melihat tidak ada kebohongan dari wajah Ellisa. Perkiraannya juga benar kalau Ellisa memang cuma dirinyalah suami Ellisa seorang.
"Tunggu dulu! Apakah kamu berpikir kalau aku sempat berselingkuh?!" Ellisa menatap Xio dengan tatapan tajam dan mengancam.
"Tidak..tidak bukan begitu sayang." Xio langsung memeluk Ellisa dan mencium bibirnya.
"Mmh.." Ellisa melepaskan ciumannya. "Hey disini masih ada anak-anak!" Ucap Ellisa menunjuk Leon dan Lena yang sedang menatap mereka berdua dengan tatapan polos. Xio terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sementara Ellisa hanya bisa menggelengkan kepala dengan kebiasaan Xio yang selalu menciumnya dimana saja.
Kruyukk!
"Anak-anak ikuti papah!, Sepertinya mamah sudah lapar." Ucap Xio berjalan diikuti oleh Leon dan Lena di belakangnya menuju meja makan yang masih ada di dalam kamarnya.
Xio mendudukan Ellisa di kursi, lalu ia ikut duduk di kursi sebelahnya begitupun dengan Leon dan Lena yang duduk di kursi yang sudah tersedia.
Xio langsung saja mengeluarkan banyak sekali macam-macam makan diatas meja, dan dari semua makannan tersebut adalah kesukaan Ellisa semua.
"Apakah kamu menyiapkan ini semua untukku?" Tanya Ellisa.
"Iya karena aku pikir kamu harus banyak makan setelah tertidur selama 7 hari." Jawab Xio sambil tersenyum menyipitkan matnya dan mengelus kepala Ellisa.
Mereka berempat pun Sarapan pagi bersama menghabiskan semua makanan yang ada di atas meja. Xio tersenyum ketika melihat Ellisa serta Leon dan Lena memakan makanan yang ia masak dengan lahap. Karena menjadi kebahagiaan nya tersendiri ketika melihat masakannya di sukai oleh mereka.
"Hahh aku kenyang sekali." Ellisa menglea nafas lega dan menyandarkan punggungnya di kursi.
"Bagusalah kalau kamu kenyang, agar bayi kita juga ikut merasa kenyang." Ucap Xio mengelus perut Ellisa.
Cupp!
Ellisa mencium pipi Xio, "Terimakasih sayang, aku sangat menyukai masakanmu." Kata Ellisa tersenyum dan dibalas senyuman lagi oleh Xio.
"Sekarang ayo kita mandi!!" Seru Lena dan Leon.
"Haha..baiklah sudah lama kita tidak mandi bersama." Jawab Xio.
...----------------...
Saat ini mereka sudah berada di dalam kamar mandi dan sedang berendam di dalam bathub yang lumayan besar tersebut sehingga muat untuk mereka berempat masuk kedalam sana.
Sebelumnya, Ellisa sempat berteriak ketika melihat pantulan dirinya di cermin kamar mandi karena ia belum diberitahu oleh Xio kalau penampilannya juga berubah. Xio serta Leon dan Lena tertawa melihat keterkejutan Ellisa, karena mereka sebelumnya memang sudah merencanakan hal tersebut. Ellisa mencubit pipi mereka bertiga karena telah mengerjainya.
Kembali ke saat ini. Posisi mereka saat ini didalam bathub saling berhadapan Ellisa duduk di atas Xio, sedangkan Leon dan Lena di hadapan mereka.
"Mamah, Lena yakin kalau mamah menjadi orang tercantik ke dua di seluruh dunia." Ucap Lena.
"Hmm? Siapa yang pertama?" Tanya Xio.
"Lena, karena kakak bilang kalau Lena adalah perempuan yang paling cantik di seluruh dunia." Jawab Lena dengan polosnya.
"Haha iya anak mamah memang yang paling cantik." Ucap Ellisa mengelus kepala Lena kemudian melirik kearah Leon yang sudah teripu.
"Oh iya, kenapa wajah papah dan mamah memerah?" Tanya Lena heran. "Apakah papah dan mamah sedang sakit?" Lanjutnya.
"Ahh! tidak, papah dan mamah tidak sedang sakit kok." Jawab Xio. Karena yang sebenarnya terjadi di bawah air sana, saat ini benda milik Xio sudah berada didalam Ellisa.
Setelah menahannya selama 7 hari, Jadi saat Ellisa menyentuhnya sedikit saja ia sudah tidak bisa menahannya blagi, apalagi Ellisa sedang duduk di atas pangkuannya. Xio juga berbisik pada Ellisa untuk menetralkan wajahnya agar tidak ketahuan Oleh anak-anak.
Mereka berdua pun berhasil melalui itu semua hingga Xio keluar di dalam Ellisa tanpa di ketahui oleh Leon dan Lena, Walaupun sesekali Xio dan Ellisa menunjukkan Ekspresi-ekspresi gairah mereka. Xio juga baru tahu ketika ia memasukkan nya tadi, ternyata Ellisa sudah seperti seorang perawan lagi, seperti saat baru pertama kali. Dan itu berhasil membuat Xio merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa.
Hari itu pun mereka berempat habiskan dengan saling bercengkrama layaknnya Keluarga normal pada umumnya. Dan ketika malam tiba, Xio dan Ellisa melakukan pertempuran ganas di atas ranjang hingga tubuh mereka di basahi dengan keringat. dan pertempuran tersebutpun dilakukan hingga hari menjelang pagi.
...----------------...
...BERSAMBUNG...