Cross The World With System

Cross The World With System
Pantai



...----------------...


Dirumah Xio tepatnya diruang keluarga, Diana terdapat Adam, Chris,Leon dan Lena yang sedang bermain sembari menunggu Xio selesai sarapan, hingga tak lama kemudian yang di tunggu pun datang sedangkan Ellisa sedang mencuci piring.


"Paman maaf lama" Ucap Xio.


"Ah tidak kok tuan muda!" jawab Adam.


"kami senang bisa bermain bersama anak-anak" sahut Chris.


"Dan ini pakaian yang tuan muda pinta" lanjutnya sambil memberikan paperbag yang didalamnya terdapat dress putih dan juga sepatu wanita.


"Ah iya terimakasih, maaf jika selalu merepotkan kalian" Ucap Xio mengambil paperbag tersebut.


"tidak apa-apa tuan muda kami juga senang bisa membantu tuanmuda, kalau boleh tahu untuk siapa pakaian wanita itu?" Tanya Chris Adam juga mengangguk angguk ingin tahu.


"Itu untuk istri masa depanku, kalau begitu aku berikan pakaiannya dulu" Xio pun pergi menghampiri Ellisa didapur.


"Oh iya paman kenapa papah dan mamah kalau mandi berdua suka lama?" tanya lena tiba-tiba. Chris dan Adam yang sudah tahu apa yang dimaksud oleh Lena menjadi bingung harus menjawab apa.


"Ehmm…itu…itu" Chris dan Adam menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Itu kenapa paman?" Sekarang Leon yang bertanya hingga membuat Chris dan Adam gelagapan, mereka tidak sadar kalau dari tadi Xio dan Ellisa sedang mendengarkan.


"Nanti kalau kalian sudah dewasa kalian akan tahu" jawab Adam.


"ekhem!" Xio berdehem untuk menyelesaikan pembicaraan mereka.


"Paman kenalkan ini adalah orang yang kumaksud dengan dengan istri masa depanku namanya Ellisa" Ucap Xio memperkenalkan Ellisa.


" dan Ellisa perkenalkan perkenalkan yang ini paman adam dan yang ini paman chris" Xio juga memperkenalkan Adam dan Chris.


"Salam kenal paman" ucap Ellisa sopan sambil tersenyum.


'astaga apakah ini yang dinamakan keluarga good looking, orang tua dan anak sama-sama perpect, dan juga kenapa semuanya memiliki warna rambut yang sama?' batin Adam dan Chris masih terbengong dengan pikirannya masing-masing.


"Ekhem!" Xio pura-pura batuk untuk menyadarkan lamunan mereka berdua.


"Ah iya salam kenal nona!" Ucap Adam dan Chris bersamaan.


"Apakah paman sudah membawa mobilnya?" tanya Xio, karena Xio berniat akan membawa mobil sendiri bersama dengan Ellisa,Leon dan Lena. Xio juga sudah memiliki SIM karena umurnya memang sudah 17 tahun.


"Sudah tuan muda, ngomong-ngomong kita akan pergi kemana?" jawab Chris.


"Anak-anak kalian mau kemana?" Xio bertanya pada Leon dan Lena.


"Pantai!!" Jawab mereka bersamaan.


"Baiklah kalau begitu kita akan kepantai, Ayo" ucap Xio menggandeng tangan Ellisa, sedangkan Leon dan Lena sudah berlari keluar.


"Tuan muda ini kunci mobilnya dan itu mobilnya" Ucap Adam menyerahkan kunci mobil dan menunjuk sebuah mobil berwarna putih.



'Kalau begini aku akan menjadi bahan perhatian' Xio menepok jidatnya sendiri, Xio tahu itu karena mobil tersebut merupakan mobil Roll-royce.


"Paman kenapa tidak mobil yang biasa saja?" Ucap Xio.


"Karena paman pikir mobil ini cocok sekali dengan tuan muda" jawab Adam dengan wajah tanpa salah.


"Hahh baiklah" Xio menghela nafas.


"Xio benda apa ini?" Tanya Ellisa menunjuk mobil.


"Ini namanya mobil, sepeti kereta mobil ini bisa membawa orang dan juga mobil ini bergerak menggunakan mesin" Xio menjelaskan pada Ellisa.


"Ohh…" balas Ellisa, sedangkan Adam dan Chris bingung bagaimana bisa ada orang yang tidak mengetahui mobil.


"Sayang kamu masuklah!" Xio berjalan membukakan pintu depan untuk ellisa, Setelah Ellisa masuk Xio menyuruh anak-anaknya untuk duduk di kursi belakang, setelah semuanya masuk Xio juga ikut duduk di kursi kemudi.


Adam dan Chris juga masuk kedalam mobil yang mereka bawa sendiri.



Akhirnya merekapun melakukan mobilnya menyusuri panjangnya jalan raya serta melewati banyaknya mobil dijalan raya, Sekitar satu jam mereka diperjalanan dan sepanjang itu pula Ellisa banyak bertanya mengenai berbagai hal yang di lewatinya, tapi Xio menjawab semua pertanyaan Ellisa dengan sabar.


Xio memarkirkan mobilnya didekat pantai, Karena kebetulan hari ini hari libur sehingga banyak yang berkunjung kepantai, dan tentu saja Xio menjadi perhatian orang-orang disana.


Apalagi saat Xio, Ellisa,Leon dan Lena keluar dari mobil, mereka menjadi pusat perhatian publik, karena bagaimana tidak dengan tampang yang rupawan, rambut berwarna putih,serta mereka juga memakai baju yang serasi yaitu Xio dan Leon menggunakan kemeja putih serta celana pendek sedangkan Ellisa dan Lena menggunakan dress pendek selutut.


Xio sangat risih dengan semua pandangan hingga akhirnya Adam dan Chris menghampirinya. Adam dan Chris mengajak Xio ketempat yang telah mereka sewa, sehingga lebih sepi disana.


Xio beserta Adam dan Chris berjemur sembari memandangi Ellisa dan anak-anaknya sedang bermain di sisi pantai. Xio tersenyum melihat mereka karena Xio tahu mereka belum pernah berkunjung kepantai sebelumnya.


"Apakah menurut paman aku akan menjadi suami serta ayah yang baik?" ucap dengan masih memandangi Ellisa dengan anak-anak.


"Aku takut aku akan menjadi seperti ayahku" lanjutnya.


"Selama kamu tidak menyakiti perasaannya, paman yakin kamu akan menjadi suami yang baik" jawab Adam.


"Kamu juga akan menjadi sosok ayah yang baik jika kamu tidak pernah mengabaikan atau menyakiti anakmu" Ucap Chris.


"Terimakasih paman!" Ucap Xio tersenyum kemudian berdiri dan pergi menghampiri Ellisa,Leon dan Lena.


Adam dan Chris tersenyum melihat mereka dari jauh.


"Kakak kapan kamu akan menikah?" Ucap Adam meledek Chris.


"S*alan kamu, aku hanya masih ingin sendiri, dan lagi pula wanita sekarang banyaknya ha ya memandang harta" Balas Crish.


Chris sebenarnya merupakan kakak Adam tapi karena tubuh Adam yang lebih besar serta wajahnya yang sangar banyak yang mengira kalau Adam lebih tua dari pada chris.


Karena matahari sudah terik Xio mengajak Ellisa dan anak-anaknya untuk makan di restoran seafood bersama Adam dan Chris.


Akhirnya merekapun makan ditempat VIP karena Chris yang sudah mereservasi tempatnya. setelah selesai makan mereka mengobrol-ngobrol sebentar.


"Tuan muda besok anda harus menghadiri acara pengangkatan anda sebagai pemimpin yang baru di perusahaan" Ucap Chris.


"Baiklah pulang sekolah aku akan langsung ke perusahaan, kebetulan besok sedang ujian jadi hanya sebentar" jawab Xio.


"Oh iya paman nanti tolong buat dua kamar lagi untuk Leon dan Lena dirumah" lanjut Xio.


"Tapi Lena tidak mau berpisah dengan kakak!" sahut Lena.


"iyakan untuk sementara kalian akan tidur bersama , dan jika kalian sudah besar pasti akan tidur terpisah" jawab Xio.


"Kakak akan selalu menemani Lena kok!" ucap Leon.


"humm baiklah!" ucap Lena cemberut yang menambah keimutannya, hingga semunya menjadi gemas melihat Lena.


"Habis ini kalian mau pulang atau berkunjung dulu?" tanya Xio.


"Pulang saja Leon sudah lelah" jawab Leon.


"Lena juga sudah lelah" ucap Lena.


Akhirnya mereka pun keluar dari restoran dan berjalan menuju mobil dengan Lena di pundak Chris dan Leon di pundak adam, sedangkan Xio berjalan dibelakangnya sambil menggenggam tangan Ellisa.


di parkiran mereka di berhentikan oleh segerombolan pria bertato seperti preman yang berjumlah 10 orang, preman-preman tersebut sudah memperhatikan Xio dan rombongannya dari saat turun dari mobil.


"Berhenti!, serahkan semua barang berharga kalian" ucap salah satu preman sambil memainkan pemukul besi ditangannya.


"Sayang apakah di dunia ini juga ada bandit?" tanya Ellisa.


"Pfft.." Xio menahan tawanya.


"Kalau disini namanya bukan bandit, tapi preman kerjaan mereka sama-sama mengambil barang orang lain" ucap Xio.


"Bolehkah aku menghajar mereka?" tanya Ellisa lagi.


"Boleh tapi jangan sampai mati dan juga jangan menggunakan sihir, mengerti?" jawab Xio.


"Baiklah, kamu tutupi mata anak-anak" ucap Ellisa, sebenarnya Ellisa ingin membunuh mereka.


'apakah pria ini sudah gila menyuruh wanita untuk melawan' batin Orang-orang yang dari tadi mendengar percakapan xio.


Ellisa maju kehadapan para preman.


"Nona bahaya!" teriak Adam dan chris.


"paman tenang saja serahkan saja anak-anak pada Xio" balas Ellisa, Adam dan chris pun memberikan Leon dan Lena ke Xio, dan Xio menutup mata mereka berdua.


"Cepatlah berikan barang-barang kal-" belum selesai preman tersebut berbicara kaki Ellisa sudah melayang tepat di wajah preman tersebut.


Swooosh!


Booom!


preman tersebut terpental dan menabrak tembok hingga retak dan tak sadarkan diri, Orang-orang yang ada disitu terkejut bukan main ,karena mereka pikir bagaimana bisa seorang perempuan memiliki kekuatan yang tak masuk akal.


"Sayang bagaimana ini?, padahal aku sudah menahan kekuatanku, bagaimana kalau dia mati?" Ellisa menatap Xio karena takut orang yang ditendangnya mati sedangkan Xio menyuruhnya untuk tidak membunuh.


Bagai disambar petir disiang bolong preman-preman tersebut serta Adam dan Chris kembali dibuat terkejut 'apakah barusan masih menahan kekuatannya, lalu bagaimana kalau menggunakan seluruh kekuatannya' batin mereka.


"Tidak apa-apa kalau hanya satu orang, sisanya biar paman Adam dan oaman Chris yang selesaikan" Ucap Xio tersenyum.


"kita masuk mobil saja, paman tolong bereskan sisannya" lanjutnya dan dibalas anggukan oleh mereka, Xio dan Ellisa pun masuk kedalam mobil membawa anak-anak. sedangkan Adam dan Chris menghajar semua preman tersebut.


Setelah selesai merekapun melajukan mobilnya pulang.


.


.


.


.


BERSAMBUNG