
...----------------...
Karena Jhonatan sudah sembuh jadi Jhonatan diperbolehkan beristirahat dirumah, Xio menyuruh Ellisa serta Leon dan Lena untuk ikut bersama Jhonatan kerumah Jhonatan, karena dirinya akan pergi mengurus orang yang telah berani bermain-main dengannya.
Xio tidak memberitahu Jhonatan kalau dirinya akan pergi menangkap orang yang telah menembaknya, karena kalau Xio memberitahu Jhonatan, dia pasti tidak akan membiarkan Xio pergi.
Saat ini Xio sedang didalam mobilbersama dengan Adam, Chris dan Juli, mereka sedang membicarakan rencana untuk menangkap orang tersebut.
"Tuan muda, apakah anda yakin hanya kita berempat yang akan pergi menangkapnya?" Tanya Adam khawatir kalau Xio kenapa-napa, Sebenarnya Adam serta Chris dan Juli merupakan pensiunan militer jadi mereka bertiga sudah sangat handal dalam pertempuran.
"Tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri." Jawab Xio.
"Dan juga jangan menelepon polisi, karena aku yakin pasti ada orangnya yang berada di kepolisian." Lanjutnya, Xio sangat yakin karena bagaimana bisa orang tersebut tidak dapat ditemukan sementara jalan di mall langsung diblokir ketika penembakan itu terjadi.
"Kalau begitu haruskah kita berangkat sekarang?" Tanya Juli.
"Kita berangkat Sekarang!" sahut Xio, dan Juli langsung melajukan mobilnya ketempat yang telah ditentukan karena mereka sudah mengetahui alamat orang tersebut.
Sampai akhirnya mereka tiba di komplek perumahan yang mewah tapi tak semewah rumah Jhonatan dan halamannya tak seluas halaman rumah Xio yang dapat membuat 2 mansion lagi di halamannya.
Mereka mamarkirkan mobilnya agak jauhan dari rumah orang tersebut agar tidak dicurigai. Sebelum turun dari mobil Xio menjelaskan rencananya.
"Baiklah , aku dan paman Chris akan masuk lewat belakang. dan untuk paman Adam dan paman Juli menunggu di depan rumah jikalau nanti dia lari lewat depan." Jelas Xio dan diangguki oleh mereka bertiga.
Xio berpikir ini akan lebih mudah jika ia melakukannya sendiri dengan menggunakan bayangannya, Karena jika bersama orang lain dia tidak bisa menggunakan kekuatannya karena di bumi tidak ada yang namanya sihir.
Xio juga sebenarnya tadi dia ingin pergi sendiri tapi mereka bertiga memaksa untuk ikut karena khawatir dengan Xio.
Xio dan Chris berjalan kebelakang rumah tersebut dengan mengendap-endap, sedangkan Juli dan Adam sedang pura-pura berjalan-jalan di depan perumahan. Saat Xio sampai dibelakang rumah tersebut, Xio dapat melihat ada pintu yang sepertinya terhubung dengan dapur.
Chris mendekat kepintu tersebut dan ingin membukanya tapi ternyata pintu tersebut terkunci, Xio yang melihat pintunya terkunci pun menggunakan bayangannya untuk menghancurkan bagian dalam gagang pintu tersebut.
"Paman biar aku yang membukanya." Ucap Xio pelan, kemudian dia menggerakkan gagang pintu tersebut dan mendorongnya hingga pintu itu terbuka. Chris menjadi heran 'bagaimana bisa pintunya terbuka bukankah tadi terkinci' batin Chris.
Setelah membuka pintu, Xio langsung menyebarkan shadow soldiernya untuk mencari lokasi orang tersebut, sampai Xio menemukan lokasinya yaitu ada didalam kamar yang ada di lantai 2 dan ternyata didalam rumah ini hanya dirinya seorang.
"Tuan muda kita harus kemana?" tanya Chris.
"Ikuti saja aku" jawab Xio lansung berjalan menuju lantai dua, saat sampai didepan kamar Xio dan Chris dapat mendengar percakapan orang yang sedang menelepon.
"Bos bagaimana kalau aku tertangkap polisi?" ucap orang yang ada didalam kamar tersebut, Xio dan Chris tidak dapat mendengar ucapan orang dibalik telepon.
"Baiklah bos terimaksih, saya akan langsung keluar negeri" Ucapnya lagi dan langsung mematikan handphonenya.
Brakk!
pintu kamar tersebut di dobrak oleh Xio, dan orang tersebut langsung mengambil pistolnya yang berada diatas meja dan mengarahkan pistolnya kearah Xio, saat ingin menarik pelatuknya Xio sudah terlebih dahulu menggunakan bayangannya untuk menghentikan pergerakannya.
"Ada apa?, kenapa kau tidak menarik oelatuknya?" ucap Xio santai.
'Sial kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuhku' batin orang tersebut.
"Tuan muda mundurlah!" Ucap Chris maju kehadapan menghalangi Xio deengan mengarahkan pistolnya kearah orang tersebut.
'Tunggu, sejak kapan paman membawa pistol?' Batin Xio, dia tidak tahu kalau Chris dan Adam selalu membawa pistol kemanapun.
"Tidak perlu khawatir paman." Ucap Xio santai berjalan mendekati orang tersebut, kemudian mengambil pistol yang ada ditangannya, aednangkan orang tersebut dari tadi hanya mematung karena susah menggerakan tubuhnya.
Setelah selesai mengikat orang tersebut, Xio menyuruh Chris untuk memanggil Adam dan Juli, sedangkan Xio berjalan mendekati sebuah katana yang terpajang didinding, kemudian dia mengambil katana tersebut dan membuka sarungnya, Xio mencoba mengayunkan katana tersebut pada lemari kayu dan lemari tetsebut langsung terbelah dua.
"katana ini tajam juga!" ucap Xio melirik orang yang sedang terikat tersebut, sehingga membuat orang tersebut bergidik ketakutan dan sudah berkeringat dingin, ingin sekali orang tersebut berbicara tapi dia tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun, sampai akhirnya datanglah Chris,Adam dan Juli menghampiri Xio, dan Xio langsung melepaskan bayangan yang mengekang orang tersebut.
"Paman biar aku yang mengintrogasinya" ucap Xio sambil memainkan katana yang ada ditangannya.
"hahaha..Aku tidak akan pernah mengatakannya" sahut orang tersebut.
"Benarkah?" ucap Xio berjalan mendekatinya.
*Slashh!
Crashh*!
Tangan kiri orang tersebut langsung terpisah dari tubuhnya.
"Arghh.." teriak orang tersebut kesakitan.
"Bagaimana apakah kamu ingin mengatakannya?" tanya Xio sambil tersenyum. tapi orang tersebut malah diam tidak menjawab, karena lama Xio memotong tangan orang tersebut yang sebelah kanan.
Adam, Chris dan Juli merinding melihat Xio yang seperti seorang yang berdarah dingin karena tersenyum ketika menyiksa orang.
Xio yang masih belum mendengar jawaban pun kembali mengarahkan katanya pada kaki orang tersebut dan siap mengayunkannya.
"He-hentikan aku akan mengatakannya!" Ucap orang tersebut terbata-bata.
"Cepat katakan!" bentak Xio.
"Aku disuruh oleh tuan Jordan ketua mafia Blood Fang, dan juga aku disuruh oleh Serly." Jelasnya.
*Slashh!
Crashh*!
Xio memenggal kepala orang tersebut, karena pikirnya orang itu sudah tidak berguna dan jika dibiarkan akan menimbulkan masalah dimasa depan.
"Paman kalian uruslah mayatnya, aku akan pulang duluan!" Ucap Xio berjalan keluar meninggalkan 3 orang yang sedang tercengang dengan apa yang Xio lakukan, mereka tidak pernah berpikir tuan muda mereka dapat mudah membunuh orang.
Saat sudah diluar rumah, Xio memperhatikan sekitarnya untuk memastikan tidak ada orang, setelah dipastikan tidak ada orang Xio langsung mengeluarkan mobilnya, kemudian masuk kedalam mobil dan melakukannya menuju rumah Jhonatan.
Di perjalanan Xio tersenyum-senyum sendiri entah apa yang dipikirkannya.
'Mafia?, Haha aku baru tahu kalau ternyata mafia itu sungguhan ada , aku kira hanya ada di film saja' batin Xio.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG