
...----------------...
Selesai mendapatkan darah Pegasus, Mereka pun langsung pulang kembali ke istana dengan Xio, Leon dan Lena Yang menaiki Elliot. Tadinya Xio berniat menggunakan skill shadow teleportation nya tapi lena memaksa nya untuk pulang dengan menunggangi Elliot jadi Xio pun pasrah saja. Anak Elliot juga ikut terbang bersama dengan mereka karena Anak Elliot masih kecil jadinya ia dipangku oleh Lena sebab pegasus yang masih kecil belum menumbuhkan sayapnya.
Lena juga menamai anak Elliot dengan nama Gelda Sehingga terjadilah kontrak Antara Lena dengan Gelda Yang membuat lambang di dahi Lena bertambah yang tadinya hanya 2 sayap sekarang bertambah bintang kecil ditengah nya.
Sesampainya di Istana, Xio langsung mengajak mereka ke taman.
"Uriel tolong campurkan Air dengan kedua bahan ini." Ucap Xio menyerah akan 2 botol kaca pada Uriel yang berisi Darah Pegasus dan air mata Siren. Uriel pun langsung melaksanakan Apa yang Xio perintahkan.
"Papah Sekarang beritahu untuk apa bahan-bahan itu?" tanya Leon.
"Sebenarnya Papah sudah menemukan cra untuk bertemu dengan mamah kalian kembali." Jawab Xio.
"APA BERTEMU MAMAH!!" Kata Leon dan Lena dengan suara yang keras karena terkejut. Xio pun mengangguk Sambil tersenyum.
"Kalau begitu cepat tunggu apa lagi!" Seru Leon diangguki oleh Lena sependapat dengan Leon.
"Papah tahu kalian sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Mamah, Kita tunggu dulu Uriel selesai meracik air nya." Ucap Xio mengelus kepala mereka berdua.
Selagi menunggu Uriel yang sedang meracik Air, Xio memutuskan untuk menanam benihnya terlebih dahulu. Ia Langsung menggali Tanah yang ada di taman tersebut Kemudian memasukan benihnya kedalam tanah dan menguburnya kembali Bersamaan dengan datangnya Uriel yang membawa Air berwarna merah didalam sebotol kaca yang kemudian diserahkan pada Xio.
Tanpa menunggu lama lagi Xio langsung menyiramkan air itu di atas tanah yang baru saja ditanami oleh benih. Air siraman sudah habis namun tidak terjadi reaksi apapun Sampai beberapa lama kemudian dari dalam tanah keluar Tunas kecil berwarna hijau yang perlahan mulai tumbuh menampakkan daun dan juga beberapa bunga Sampai Akhirnya ia berhenti bertumbuh ketika sudah menjadi pohon yang berukuran kecil.
Dari dalam pohon itu juga Terlihat seperti ada roh Kecil yang keluar, dan Roh itu mengangkat kedua tangan-Nya seolah-olah meminta sesuatu.
Xio yang mengerti pun langsung menyerahkan cincin Ellisa, Roh itu mengambil Cincin tersebut dan kemudian menelan cincin tersebut Tak lama kemudian badannya mulai bergetar kencang dan memuntahkan cincin nya kembali dan Xio mengambil kembali Cincinnya.
Roh itu menatap keatas yang kemudian menampilkan layar hologram berwarna dan di layar hologram menggambarkan seperti peta dan sebuah titik merah yang berarti itu lokasi Ellisa berada.
"ini adalah peta negara Jepang, Tapi kenapa Ellisa berada digunung." Ucap Xio kebingungan sedang apa Ellisa berada di gunung.
'Ah tidak usah dipikirkan karena kata system roh tersebut akan menunjukkan lokasi yang 100% benar. Sebaiknya aku menelepon ayah untuk menyiapkan jet pribadinya.' pikir Xio langsung mengeluarkan handphonenya dam menelepon Jhonatan.
Xio: Hallo Ayah!
Jhonatan: Xio kenapa kamu baru menelepon Ayah kembali?,
Ayah kira kamu kenapa-kenapa habisnya sudah beberapa minggu tidak ada kabar.
Xio: Aduh ayah sekarang tidak waktu untuk itu, Sekarang ayah tolong siapkan jet pribadi ayah untuk berangkat ke Jepang. Malam ini aku dan anak-anak akan pulang dan langsung berangkat ke Jepang.
Jhonatan: Memangnya mau apa ka-
Xio: Ayah nanti saja tanyanya lebih baik ayah cepat.
Tanpa menunggu Jawaban Dari Jhonatan Xio langsung mematikan teleponnya.
"Papah apakah kita akan ke Jepang sekarang?" Tanya Lena.
"Iya, apakah kalian sudah siap untuk bertemu mamah kembali." Jawab Xio. Xio pun langsung mengeluarkan Mobilnya karena sebelumnya ia memang menggunakan mobil miliknya untuk menjadi media perpindahan dunianya. Xio, Leon dan Lena pun langsung masuk kedalam mobil tersebut.
"Yang Mulia, SEMANGAT!!!" Seru semua bawahan Xio menyemangati dirinya.
"Terimakasih, Doakan aku berhasil membawa pulang kembali Ratu ku!" Ucap Xio Tersenyum di balas anggukan oleh mereka karena sebenarnya didalam hati mereka saat ini sedang berharap Ellisa baik-baik saja dan berharap Xio dapat bersama kembali dengan Ellisa.
Zingg!!
Xio pun tiba-tiba sudah berada di halaman rumahnya kembali yang berada di bumi, Xio langsung turun dari mobil kemudian masuk kedalam rumah diikuti oleh Leon dan Lena yang disambut oleh Arthur.
"Ayah Arthur, Dimana Ayah?" Tanya Xio.
"Jhonatan di kamarnya barusan ia sedang menelepon." Jawab Arthur langsung memangku Leon dan Lena.
Xio langsung saja berjalan menuju kamar Jhonatan, Karena pintunya terbuka sedikit Xio pun langsung masuk tanpa mengetuk pintu dahulu.
"Ayah apakah sudah selesai menyiapkan pesawatnya?" Tanya Xio.
"Barusan ayah menelepon pilotnya, tapi dia bilang kalau cuaca saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan. Bagaimana apakah mau besok saja?" Kata Jhonatan.
"Tidak perlu, katakan pada pilotnya kita berangkat sekarang sudah tidak ada waktu lagi." ucap Xio.
"Tapi bagaimana kalau nanti kamu kenapa-kenapa di perjalanan?" Khawatir Jhonatan.
"Ayah tidak perlu Khawatir, Aku bisa melindungi pesawatnya dengan sihir ku jadi akan aman-aman saja." Jawab Xio.
"Baiklah biar ayah meneleponnya lagi." Jhonatan mengambil handphone kembali dan menelepon pilotnya.
"Baiklah dia sudah mau." Kata Jhonatan selesai menelepon.
'Jelaslah ia mau, orang barusan ayah mengancam untuk memblokir semua kartu kredit dan memecat pilotnya.' batin Xio.
"Kalau begitu sekarang aku langsung ke bandara saja." Ucap Xio dan Mereka pun Langsung ke ruang keluarga.
"Xio Apakah kamu akan membawa Anak-anak ikut juga?" Tanya Jhonatan dijawab anggukkan oleh Xio.
"Kalau begitu Ayah juga Akan ikut." Kata Jhonatan.
"Ikut Kemana?, Aku juga ingin ikut." Seru Arthur.
"Hufff baiklah Ayah boleh ikut." Jawab Xio menghela nafas pasrah.
Selesai menyiapkan beberapa persiapan, Mereka pun langsung berangkat ke bandara menggunakan mobil Jhonatan karena cucanya sedang gerimis dan dingin karena malam hari. Xio tidak menggunakan mobilnya karena mobilnya terbuka.
Sesampainya di bandara sudah ada beberapa bawahan Jhonatan yang membawa payung kemudian mereka pun diantar menuju jet pribadinya Jhonatan yang ia sendiri beri nama Nadia.
Setelah mereka masuk kedalam dan mengambil tempat duduk serta memasang sabuk pengaman tak lama kemudian Pesawat pun mulai Lepas landas dan tak lupa juga Xio sudah memasang Barrier cahayanya.
Setelah lepas landas dan terbang di udara mereka pun mulai bisa melakukan aktivitas dengan bebas karena sudah aman.
"Oh iya Xio sebenarnya kenapa kamu tiba-tiba kejepang?" Tanya Jhonatan.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG