Cross The World With System

Cross The World With System
Harapan yang tak pasti



...----------------...


Didalam sebuah kamar terlihat ada sepasang pria dan wanita Yang sedang berbaring diatas kasur saling berhadapan. Pasangan tersebut ialah Ellisa dan juga Xio dengan rambut yang berubah menjadi pendek karena ternyata ia bisa mengubah rambut sesukanya.



"Sayang Apa yang paling kamu inginkan di seluruh alam semesta ini?" Tanya Xio.


"Aku ingin umur yang panjang agar dapat melihat anak-anak tumbuh dewasa dan juga agar selalu dapat terus bersamamu, dan jika itu tidak terwujud maka aku ingin kamu terus berada disisiku sampai Tuhan memanggilku duluan." Jawab Ellisa dan langsung dipeluk oleh Xio dengan mencium keningnya terlebih dahulu.


"Apakah kamu tahu, Waktu itu Aku pernah menyalahkan Tuhan karena Selalu merebut orang yang aku sayangi. Tapi kalau dipikir kembali seharusnya aku berterima kasih pada Tuhan karena kalau bukan karenanya Aku tidak akan dilahirkan kedunia ini oleh ibuku, dan karena Tuhan juga aku bisa bertemu dengan seorang yang benar-benar aku cintai dan mencintaiku." Ucap Xio mengelus kepala Ellisa dalam pelukan nya.


"Kalau bukan karenanya Aku tidak akan merasakan apa yang namanya bahagia dan apa yang disebut cinta itu. Bodohnya Aku pernah berpikir untuk menggugurkan calon anak kita yang tidak berdosa sama sekali, Mungkin kamu akan membenciku seumur hidup jika aku benar-benar melakukannya. Aku lebih memilih ditusuk seribu pedang daripada harus dibenci oleh orang yang Aku sayangi karena itu akan terasa lebih menyakitkan seperti Seluruh tubuhku dihancurkan." Ucap Xio mencurahkan semua isi hatinya.


"Apakah kamu berjanji akan terus menemaniku sampai aku melahirkan?" Kata Ellisa.


"Tentu saja apapun yang dapat membuatmu bahagia dan puas aku akan menepatinya, Jika kamu memintaku untuk Pergi bersamamu juga aku pasti akan melakukannya Walaupun mungkin kamu Akan ke surga sedangkan aku di neraka tapi itu tidak mematahkan semangatku untuk terus berada disampingmu." Jawab Xio.


"Sutt jangan berkata seperti itu, Cukup anak kita kehilangan ibunya saja jangan sampai mereka kehilangan kedua orang tuanya." Ucap Ellisa.


"Hmm kita doakan saja semoga Tuhan memberikan terbaik. Aku juga akan terus mencari solusi nya karena yang tidak ada belum tentu tidak ada jika belum dicari" Kata Xio memejamkan matanya tanpa melepaskan pelukan nya.


Ellisa pun tersenyum dan juga langsung memejamkan matanya.Mereka pun akhirnya tertidur setelah saling mencurahkan isi hati mereka masing-masing.


Ellisa merasa sangat beruntung karena ada pria yang sungguh-sungguh mencintainya bahkan rela berkorban demi nya dirinya.


 


......................


Hari telah berganti dan sekarang langit sudah menunjukan waktu Siang hari. Xio, Ellisa beserta yang lainnya sudah siap dan saat ini mereka sedang berpegangan tangan karena Hari ini mereka berencana Akan kembali ke Indonesia dengan menggunakan skill teleportasi milik Xio


Tak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sudah sampai kembali dirumah yang ada Di Indonesia. Xio dan Ellisa langsung kekamarnya untuk berganti pakaian karena Siang ini Xio Berbuat untuk mengunjungi perusahaannya.


Xio sengaja mengajak Ellisa karena ia telah berjanji untuk tidak jauh dari Ellisa. Begitupun dengan Leon dan Lena, Mereka ingin ikut karena dirumah tidak ada kegiatan sama sekali.


Xio juga kembali memanjangkan rambut nya karena ia pikir itu terlihat lebih menambah kesan kedewasaan nya.


Sesampainya di perusahaan, Xio langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus hanya untuk dia. Saat mereka Akan masuk ternyata sudah ada Adam, Chris, dan Juli yang menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang kembali Tuan Muda, Nona." Sapa mereka.



"ahh benar juga sudah beberapa minggu aku tidak kesini." Ucap Xio kembali melanjutkan berjalan diikuti oleh Adam, Chris,dan Juli. Saat Ellisa masuk melewati pintu utama, pandangannya langsung tertuju pada Patung yang berbentuk seperti dirinya.


"kenapa patung ini mirip denganku?" Tanya Ellisa.


"Itu memang kamu, karena aku yang memahatnya sendiri." Jawab Xio. Pandangan Ellisa tidak hanya tertuju pada patung tersebut tapi banyak juga foto dirinya yang dipajang didinding.


"Lalu kenapa foto ku juga di pajang disini?, kan aku malu kalau banyak orang yang melihatnya." kata Ellisa.


'Mulai kembali lagi Sifat Tuan Muda.' Batin Chris, Adam dan Juli.


"Kenapa memangnya kalau aku seperti ini?" kata Xio yang mendengar batinan mereka bertiga.


"Tidak tidak, kami senang saja Tuan Muda Sudah tidak sedih lagi." jawab Chis diangguki oleh Adam dan Juli. mereka sungguh lupa kalau Xio dapat mendengar suara batinan orang.


Xio pun langsung mengajak Ellisa dan anak-anaknya langsung keruangan kerjanya. Sesampainya diruangan kerja miliknya, Xio menyuruh Ellisa serta Leon dan Lena menunggu disofa sementara dirinya memeriksa pekerjaannya.


"Sayang kamu tunggulah disini dengan anak-anak, kalau bosan kamu boleh mengajak anak-anak berkeliling perusahaan." Ujar Xio.


"Tidak apa-apa aku lebih suka disini melihat wajah kamu ketika bekerja." Jawab Ellisa.


"Baiklah aku juga hanya sebentar saja, selesai disini aku akan mengajakmu memilih gaun pernikahan." Ucap Xio mencium Kening Ellisa terlebih dahulu kemudian langsung ke meja kerjanya.


Selagi Xio bekerja, Leon dan Lena menceritakan kisah mereka ketika tidak ada Ellisa. Seperti mendapatkan hadiah binatang kontrak, Mendapatkan kartu petualang, dan yang terakhir Leon menceritakan ketika dia dan Xio kesebuah dungeon dan bertemu dengan Succubus.


"Succubus mengenakan pakaian dalam saja dan bilang kalau ia akan memberi papah kenikmatan." Kata Leon. Ellisa Langsung menatap Xio tajam dan curiga, Xio yang ditatap seperti itu pun seketika langsung merasakan tubuhnya merinding.


"Lalu apa yang papah Lakukan?" Tanya Ellisa tidak berhenti menatap Xio curiga.


"Papah langsung memenggal kepalanya karena succubus itu sudah menjelek-jelekkan masakan mamah." Jawab Leon.


"Masakan?" Ucap Ellisa bingung kenapa jadi masakan.


"Iya azco bilang yang papah maksud kenikmatan itu masakan mamah." Jawab Leon.


"pfftt." Ellisa menahan tawanya.


"Sedang membicarakan Papah yah?" Kata Xio yang tiba-tiba saja duduk di samping Ellisa yang kemudian merangkulnya.


"Apakah kamu benar-benar tidak tergoda dengan Succubus yang pernah kamu temui dengan Leon?" Tanya Ellisa.


Xio menggelengkan kepalanya kemudian mengatakan, "Aku bahkan tidak tergoda atau bernafsu sama sekali." Katanya.


"Kenapa?, Leon bilang Succubus itu hanya mengenakan pakaian dalam saja." ucap Ellisa. "Apa jangan-jangan kamu sudah belok bahkan semalam pun kamu tidak meminta itu." Lanjut nya.


"Bukan-bukan seperti itu, Mana mungkin aku belok. Aku ini masih normal." Jawab Xio. "Aku tidak tergoda dengan Succubus itu karena aku sudah terkunci dengan tubuhmu saja. Dan untuk yang semalam aku tidak berani melakukan nya karena takut terjadi apa-apa dengan kamu dan anak kita."


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG