Cross The World With System

Cross The World With System
Loyalitas



...----------------...


"Xio...Xio...!" Ellisa melambai-lambai kan tangannya di hadapan Wajah Xio karena melihat ekspresi Xio yang mengerutkan dahinya. Ellisa tidak tahu kalau Xio saat ini sedang melihat mimpi Lena.


"Oh sayang kamu sudah selesai mengobati Lena." Ucap Xio Seketika ekspresinya kembali normal.


"Apakah kamu tidak kenapa-napa?" Tanya Ellisa.



"Aku tidak kenapa-napa, apa maksudmu sayang?" Jawab Xio dengan berpura-pura tersenyum sedangkan kenyataannya saat ini ia sedang banyak sekali pikiran di kepalanya.


Xio sengaja tidak memberitahu Ellisa tentang apa yang dilihatnya dalam mimpi Lena. Xio juga sudah menghapus ingatan Lena tentang mimpi tersebut, tapi Xio tidak yakin kalau Lena masih akan tetap bermimpi itu lagi atau tidak.


"Leon, Lena kalian dengan mamah dulu saja yah." Kata Xio mengelus kepala Leon dan Lena.


"Papah mau kemana?" Tanya Leon.


"Papah harus mengurus sesuatu dulu." Jawab Xio berjalan kearah Ellisa dan mengecup keningnya kemudian perutnya. Dan Xio pun langsung menghilang dari sana.


...----------------...


Di dalam sebuah ruangan yang sangat luas dan memiliki beberapa tingkatan, ruangan itu juga diisi dengan rak-rak yang banyak sekali begitupun dengan banyaknya berbagai macam buku yang di tempatkan di setiap rak-rak tersebut.


Xio pergi ke perpustakaan istana untuk mencari tahu mengenai keadaan Lena, dan Akhirnya ia pun menemukan sebuah buku yang bernama INSOMNIUM. Buku itu berisi mengenai semua macam-macam mimpi.


Xio langsung membuka buku tersebut dan mulai mnaca setiap halamannya sangat teliti, sampai ia menemukan salah satu macam mimpi yang sangat sama gejalanya dengan yang Lena alami dimana mimpi tersebut di beri nama Luxudus Insomniantes.


"delapan puluh lima persen kemungkinan terjadinya?" gumam Xio. "Itu berarti sangat besar kemungkinan terjadinya, tapi aku tidak tahu kapan semua itu akan terjadi." Lanjutnya sedikit mengerutkan alisnya.


"Sebaiknya aku bertanya pada uriel cara menyembuhkan Lena dulu." Kata Xio langsung menghilang dari perpustakaan, lalu muncul kembali di ruang takhta dan duduk di kursi singgasananya.


Xio juga sudah memanggil semua bawahannya termasuk Azco dan ribuan prajuritnya untuk segera berkumpul di ruangan yang sangat luas itu.


Semua orang yang Xio panggil pun segera bergegas berangkat ketempat Xio berada walaupun mereka harus meninggalkan aktivitas yang sedang mereka lakukan, karena perintah Xio lebih penting.


Tidak butuh waktu lama untuk menunggu semunya berkumpul, karena hanya beberapa menit saja semua orangpun saat ini sudah berada dihadapannya. Mereka sudah dapat memperkirakan dari Ekpresi wajah Xio, kalau Xio saat ini sedang pusing memikirkan sesuatu.


"Baiklah karena semuanya sudah ada disini, Aku mengumpulkan kalian disini untuk memberitahukan kalau akan ada ancaman yang sangat besar melanda dunia ini bahkan mungkin menguasai dunia Flix." Ucap Xio, Ia kemudian menjelaskan tentang kondisi Lena dan Juga apa yang dilihatnya dalam mimpi.


"Jadi aku memerintahkan kalian untuk memperketat keamanan dan menyisir kembali semua sudut dan plosok yang ada di benua Virminum ini." Ucap Xio


...----------------...


Nama-nama benua:



Benua Virminium (Manusia)


Benua Lyadrus (Elf)


Benua Daemon (Iblis)


Benua Vir dihomu (Setengah manusia/Demi human)



...----------------...


Semua bawahan Xio yang ada disana langsung bertekuk lutut dengan pandangan mereka yang serius dan terlihat sangat berambisi.


"KAMI SIAP MELAKUKAN APAPUN DEMI YANG MULIA!!, KARENA NYAWA KAMI SEMUA ADALAH MILIK YANG MULIA!!" Jawab semua bawahan Xio secara bersamaan tanpa terkecuali.


Walaupun itu terasa berlebihan bagi Xio, tapi Xio senang memiliki bawahan yang sangat loyal karena melihat dari wajah semuanya tidak ada keraguan sama sekali yang berarti mereka sangat bersungguh-sungguh akan melakukan apapun demi Xio.


"Hmm bagug, aku bangga pada kalian." Kata Xio membuat semua bawahannya senang mendapat pujian dari Xio dan Akhirnya mereka berguna untuk Xio, karena selama ini mereka belum pernah melakukan apapun untuk Xio.


"Azco, Uriel ikuti aku!" Ucap Xio, "Dan sisanya, kalian bida melakukan pekerjaan kalian sekarang. Oh ya jangan mengatakan apapun tentang semua ini pada istri serta anak-anakku." Tambahnya sebelum menghilang dengan seketika dari tempatnya begitupun dengan Azco dan Uriel.


Mereka bertiga muncul kembali di ruangan tempat kerja Xio dan sudah duduk di kursi, saling berhadapan.


"Yang Mulia kenapa anda tidak pindah ke bumi saja dulu, dan biarkan yang disini kami yang menyelesaikannya sehingga Yang Mulia dan keluarga anda tetap aman." Ujar Azco.


"Hahh.." Xio menghela nafas. "Tadinya aku juga ingin mengirimkan Ellisa dan dan anak-anak kebumi dulu, tapi untuk satu tahun kedepan aku tidak akan bisa kembali kesana." Jawab Xio.


"Apakah kalian tahu bagaimana cara menyembuhkan kondisi Lena?, atau memindahkannya kepadaku?" Tanya Xio. Ia ingin melihat mimpi itu kembali agar bisa tahu lebih jelas bagaimana rincian kejadiannya.


"Yang Mulia ada sebuah cara yang bisa memindahkan mimpi seseorang, tapi cara ini agak kotor." Jawab Uriel.


"Katakan saja bagaimana caranya!?." Ucap Xio.


"Emm itu anda harus menggunakan air bekas berendam dari orang yang anda ingin pindahkan mimpinya, dan harus memakainya untuk berendam juga." Jawab Uriel agak ragu mengatakannya.


"Itu berarti aku harus berendam air bekas Lena?" Kata Xio dijawab anggukan oleh Uriel serta Azco.


"Yah aku sih tidak apa-apa kalau harus menggunakan air bekas rendaman Lena, tapi bagaimana aku mengatakannya?" Bingung Xio karena ia berpikir tidak mungkin memintanya langsung.


"Bagaimana kalau Yang Mulia berendam saja di air yang sama dengan Puteri." Ujar Azco.


"Apakah bisa seperti itu?" Tanya Xio pada Uriel.


"Yah itu bisa, anda hanya harus menyentuh air yang sama dan mengucapkan mantra nya saja." Jawab Uriel.


"Hmm baiklah kalau seperti ini akan lebih mudah." Ucap Xio. "Kalau begitu aku akan pergi ketempat anak-anak sekarang." Lanjutnya menghilang dari ruangan itu.


Sementara itu, Ellisa serta Leon dan Lena saat ini sedang berada di dapur yang nampaknya sedang membuat kue terlihat dari Ellisa dan Lena yang sedang membuat adonan sedangkan Leon sedang memotong buah-buahannya.


"Apa yang sedang kalian buat?" Tiba-tiba saja Xio muncul membuat mereka terkejut bahkan Ellisa dan Lena sampai menumpahkan adonannya.


Xio mengangkat tangannya keudara dan tiba-tiba saja terselip sebuah pisau di jari-jarinya, ternyata pisau itu datang dari arah Leon karena barusan Leon terkejut, jadi secara reflek ia melemparkan pisau ditangannya.


"Papah!!!!" Gertak Leon dan Lena.


"Hehe.." Xio terkekeh kecil.


Ellisa berjalan mendekat kearah Xio dengan tersenyum licik. Sebuah adonanpun sudah menempel di wajah Xio sehingga membuat wajahnya penuh dengan tepung. Ellisa serta Leon dan Lena pun tertawa terbahak-bahak melihat Ekspresi wajah Xio.


Tidak mau kalah dengan Ellisa, Xio juga diam-diam mengambil tepung yang berada disampingnya dan mengoleskan tangannya di pipi Ellisa. Tidak hanya pada Ellisa tapi Xio juga mengoleskan tepung-tepung itu di wajah Leon dan Lena dengan sangat cepat.


Akhirnya terjadilah perang tepung terigu di dapur tersebut antara mereka berempat, tapi mereka juga akhirnya menyelesaikan membuat kuenya dan langsung memakannya bersama-sama walaupun pakaian serta wajah mereka berlumuran tepung sehingga alasan itulah yang membuat mereka dapat berendam bersama-sama.


...----------------...


...BERSAMBUNG...