Cross The World With System

Cross The World With System
Istriku kenapa?



...----------------...


Malam hari pukul 11 di kamar Xio.


“Maaf aku tidak menemanimu malam ini.” Kata Xio mengecup sekilas bibir Ellisa dan kemudian memeluknya lalu melepaskannya kembali.


“Haha tidak apa-apa, kan Nathan dan Natassa menemaniku tidur disini.” Kata Ellisa melirik Nathan dan Tassa yang tertidur berdampingan di atas ranjang.


Xio juga ikut melirik kearah bayi-bayinya yang sedang tertidur dengan wajah menggemaskan mereka. sehingga terlukis senyuman hangat di wajah Xio. 


“Baiklah kalau begitu aku akan pergi sekarang yah..” Kata Xio yang sebenarnya enggan untuk pergi, dan hanya ingin memeluk Ellisa sampai pagi.


“Iya cepatlah, kasihan paman sudah menunggu kamu dari tadi dibawah.” Jawab Ellisa.


“Kok istriku mengusirku sih? tidak khawatir suaminya kenapa-napa apa?” Rengek Xio.


“Hmm untuk apa khawatir? sudah pasti juga kamu tidak akan kenapa-napa. Dan juga sudah berapa lama kamu disini sejak paman datang?” Sahut Ellisa.


“Haha baiklah-baiklah.” Kata Xio mencium bibir Ellisa sekali lagi, tapi kali ini dia sedikit memainkan lidahnya.


.


.


.


.


.


“Ayo berangkat!” Kata Xio.


“Tuan muda, apa benar hanya kita bertiga saja?” Tanya Chris.


“Yah kan kita hanya akan menjemput wanita paman, bukan mau bertempur.” Jawab Xio.


‘Benar juga sih.’ Pikir Chris dan Adam. baru teringat kalau Xio mempunyai kekuatan dari dunia lain. ‘Bukankah ini akan menjadi sangat mudah?’ Batin Adam.


“Benar ini hanya membutuhkan waktu sebentar saja. sekarang paman tinggal antarkan saja aku ke alamatnya.” Kata Xio.


“Baik, ayo tuan muda biar saya yang menyetir!” Seru Chris masuk kedalam mobil bersemangat, sepertinya sudah tidak sabar.


Adam ikut masuk kedalam mobil dan duduk di kursi depan dengan Chris, sedangkan Xio duduk di kursi belakang.


Chris pun menancapkan gasnya, dan mobil yang mereka naiki itu pun melaju keluar dari halaman rumah.


Dengan jalanan yang lumayan sepi di malam hari itu, tidak membutuhkan waktu yang lama hingga akhirnya sampai di perumahan elit yang jajaran rumahnya terlihat megah-megah semua. Waja saja Heru tinggal di perumahan tersebut, mengingat dia memiliki perusahaan yang besar. 


Xio menyuruh Chris untuk melewati dan menunjukan rumah tempat Zara berada saja dan memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah tersebut agar tidak di curigai.


“Tunggu aku sedang mencari letak kamarnya.” Kata Xio masih mengontrol shadow soldiernya untuk menelusuri rumah tersebut. “Sudah ketemu. saat ini sepertinya dia sedang tidur dikamarnya. Paman bersiap-siaplah.” Tambahnya.


“Siap untuk ap-” Belum juga Chris menyelesaikan perkataannya, dia langsung menghilang dari dalam mobil.


Chris dikirim oleh Xio menggunakan Skill teleport bayangannya langsung kekamar Zara tanpa ada aba-aba terlebih dahulu.


Setelah sampai di kamarnya Zara, Chris melirik kekiri dan kekanan kebingungan berada dimana dirinya sekarang berada. sampai pandangan matanya menangkap sosok wanita yang dikenalnya sedang tertidur di atas kasur. 


Secara refleks kedua kaki Chris berjalan ke dekat wanita tersebut dan berjongkok di samping kasur dengan pandangan sendu menatap wajah wanita itu.


“Maaf aku baru bisa menemuimu.” Lirih Chris dengan tangannya sambil mengelus rambut Zara.


“Chris!!”


Belaian tangan Chris barusan ternyata membuat Zara terbangun. Dia nampak terkejut melihat Chris saat ini ada di depannya.


“Benar ini aku. Apakah aku membangunkan tidur nyenyak mu?” Kata Chris langsung di peluk oleh Zara.


“Bodoh, apa kamu pikir aku bisa tidur nyenyak...? setiap malam aku selalu selalu gelisah dan selalu bermimpi buruk.” Zara menangis sambil memeluk Chris.


“Maaf aku membuatmu tidak bisa tidur dengan nyenyak. Tapi aku berjanji kali ini akan membuatmu tidak akan gelisah lagi, dan selalu bermimpi indah setiap hari.” Jawab Chris membalas pelukan Zara sambil mengelus punggungnya. “Apakah kamu mau ikut denganku dan tinggal bersamaku?” Tanya Chris melepaskan pelukannya dan menatap mata Zara langsung.


“Tapi bagaimana dengan ayahku? aku takut dia akan menuntutmu.” Zara bertanya balik.


“Aku tidak takut dengan ayahmu, aku hanya takut kalau kamu kenapa-napa olehnya.” Kata Chris. “Bagaimana? kamu maukan ikut denganku.” Tanyanya lagi.


“Pejamkan saja matamu.” Kata Chris.


Zara kebingungan, kenapa harus memejamkan mata. tapi dia tetap melakukannya, percaya dengan Chris.


Chris memeluknya, dan dengan seketika mereka pun kembali ke dalam mobil. tapi kali ini Xio sudah duduk di kursi depan, untuk membiarkan Chis dan Zara duduk di kursi belakang.


Ketika mereka berdua muncul di mobil, Xio langsung memegang kepala Zara untuk membuatnya pingsan.


“Tuan muda, apa yang anda lakukan?!” Terkejut Chris.


“Tenang saja. Aku cuma mau membuatnya lupa saat berpindah tempat barusan.” Jawab Xio. dan Chris pun hanya ber oh ria saja.


“Oh ya tuan muda, apakah anda bisa membuatnya, melupakan ayah tiri dan keluarganya?” Tanya Chris.


“Apa paman serius?” Xio bertanya balik.


Chris mengangguk. “Dia pernah bercerita kalau keluarga aslinya hanya ibunya saja, tapi sayangnya sifatnya sama seperti ayah tirinya. begitupun dengan saudara tirinya. mereka semua selalu berperilaku buruk pada Zara. jadi aku ingin agar semua kenangan buruknya terlupakan.” Ucapnya.


“Ohh baiklah.” Jawab Xio masih memegang kepala Zara.


Beberapa menit kemudian, selesai menghapus beberapa ingatannya Zara, Xio pun langsung melepaskan tangannya. 


“Sudah Selesai, dia mungkin akan terbangung beberapa menit lagi.” Kata Xio.


“Terima kasih Tuan muda, jika bukan karena anda, saya tidak tahu lagi harus bagaimana.” Kata Chris.


“Sama-sama paman. kalau begitu paman langsung pulang kerumah saja. aku akan langsung berteleportasi.” Jawab Xio langsung menghilang dari sana.


“Kak, lalu bagaimana dengan heru? apa kita akan membiarkannya begitu saja?” Tanya Adam.


“Siapa bilang akan dibiarkan begitu saja...kamu lupa yah bagaimana kesamaan sifat Tuan muda dengan Tuan Azril?” Sahut Chris.


“Ohh.. aku paham. haha mungkin tidak lama lagi akan ada berita tentang seorang ceo yang mendadak jadi stress.” Kata Adam.


“Iya, cepat kita langsung pulang kerumah saja, kasihan wanitaku akan kedinginan nanti.” Kata Chris.


“Baiklah-baiklah, huff mentang-mentang sudah punya pasangan.” Jawab Adam mendengus.


“Adikku sayang… kalau kamu iri makanya cari pasangan.”Kata Chris.


“Berisik! itu sangat menggelikan!” Seru Adam langsung menancapkan gasnya geli dipanggil seperti anak kecil oleh Chris. Sedangkan Chris tertawa terbahak-bahak melihatnya.


...----------------...


Sementara itu di sisi Xio. Setelah kembali ke kamarnya, dirinya langsung disuguhkan dengan lantunan suara Ellisa yang sangat merdu didengar. Dia melihat Ellisa tidur menyamping sepertinya sedang menyusui Tassa sambil menyanyikan lagu tidur untuknya. Entah kenapa ketika mendengar Ellisa melantunkan lagu tidur seperti itu, muncul sedikit rasa sakit di hati Xio, tapi juga merasa sangat nyaman.


Ellisa belum menyadari kalau Xio adanya Xio, karena Xio muncul tepat di sisi ranjang di belakang Ellisa.


Xio berjalan ke arahnya dan duduk di tepian kasur. Telapak tangannya mengelus halus rambut Ellisa dengan terpancar senyuman hangat di wajahnya.


Ellisa juga memejamkan matanya merasa nyaman dengan belaian tangan Xio. tapi tiba-tiba saja dia langsung menepisnya dengan sedikit kasar. “Jangan menyentuhku!” Gertak Ellisa menghindar dari Xio..


“Apa? kenapa sayang?” Tanya Xio terkejut dengan gertakan Ellisa. 


“Sniff..” 


Xio terkejut dan panik seketika ketika mendengar suara isakan yang sangat kecil dari Ellisa seperti sedang menahan tangis.


“Sayang kamu kenapa? apakah kamu sakit? apa karena aku?!” Xio ingin menyentuh lengan Ellisa lagi, tapi lagi-lagi tangannya langsung di tepis olehnya. “Sayang bicara lah, apa aku melakukan sesuatu yang salah? aku tidak tahu harus apa kalau kamu seperti ini.” Tambahnya.


Xio sebenarnya berusaha untuk membaca isi hati Ellisa, tapi sepertinya Ellisa tidak membiarkan hal tersebut, sehingga Xio tidak bisa mendengar apapun. membuatnya bingung dan gelisah takut dirinya melakukan kesalahan. Tapi jika diingat seharian ini tidak ada yang dirasa salah.


“Sayang...kumohon katakan saja padaku..kamu tahu sendirikan sakit sekali dadaku kalau mendengar suara isakan darimu.” Kata Xio mencengkram dadanya sendiri. karena memang benar dadanya sakit sekali.


“Sniff...Pembohong!!” Sahut Ellisa masih diiringi isakan yang sepertinya juga menyakitkan.


‘Pembohong? apa aku pernah berbohong?’ batin Xio kebingungan. Dengan wajah Khawatir menunggu Ellisa lanjut bicara sambil mengelus rambutnya, karena Ellisa sudah tidak lagi menepis tangannya.


“...Apa sudah puas kamu ber…….


...----------------...


...BERSAMBUNG...