Cross The World With System

Cross The World With System
Kakek tua cerewet



...----------------...


"Benarkan, sudah aku katakan tuan barumu itu pasti saat ini sedang bersembunyi ketakutan." Ucap laki-laki yang sebelumnya mengejek Xio.


Fellis hanya mendengus dan membuang muka, tidak mau mendengarkan umpatannya lagi walau memang merasa kesal. Tapi tidak ada gunanya menanggapi seorang yang hanya bisa mengumpat saja.


"Morron!" Panggil Fellis. Dan Morron pun datang menghampirinya.


"Apa semua anak buahmu sudah siap?" Tanya Fellis.


"Sudah siap semuanya." Jawab Morron.


"Baiklah kita langsung berangkat saja! Anggotaku sudah menunggu di permukaan." Ujar Fellis.


"Baik!"-"SEMUANYA BERGABUNG KE DALAM KELOMPOK MASING-MASING DAN SEGERA NAIK KE PERMUKAAN!" Seru Morron memerintahkan pasukannya.


Semua orang yang ada di dalam markas itu pun segera bergegas bergabung dengan kelompoknya. Kemudian mereka masuk kedalam unit kendaraan yang akan dipakainya untuk berangkat. Ada yang masuk ke dalam sejumlah mobil perang terbuat dari baja, dan ada juga yang menaiki helikopter yang berjumlah 5 unit itu. Sedangkan Fellis ikut dengan Morron menaiki mobilnya Morron.


Karena markas mereka ada dibawah tanah, jadi untuk keluar dari sana ada pintu otomatis yang sangat besar terbuka ketika memang akan ada keberangkatan seperti ini.


Beberapa terlihat naik ke permukaan begitupun dengan Helikopter yang saat ini sudah terbang di langit malam diatas landasan pesawat tadi. Disana juga ternyata sudah ada para anggotanya Fellis yang sudah menunggu dengan beberapa helikopter dan mobil juga.


Sebenarnya dalam rencana kali ini semua kendaraan tidak akan berguna. Karena markasnya David berada didalam hutan dengan banyaknya pepohonan, jadi mobil tidak akan mungkin bisa masuk atau melaju di sana. Menggunakan helikopter untuk segera menuju kesana pun akan percuma karena pastinya akan langsung disadari oleh pihak David yang bisa mungkin menghancurkan strategi mereka.


Jadi kendaraan hanya digunakan untuk mengangkut orang-orang serta persediaan senjata hingga di perbatasan saja.


Markas David berada tepat di tengah hutan yang disekelilingnya penuh dengan pepohonan ek yang tinggi-tinggi. Jadi rencana Fellis dan Morron akan menyerbu dari segala arah sehingga tidak ada jalan untuk David kabur. Jika ada jalan rahasia bawah tanah, tau kabur melalui udara pun, sudah ada beberapa pasukan tersisa yang akan menunggu di sekeliling perbatasan hutan yang siap menyergapnya.


Jika kabur melalui jalur bawah tanah, mereka tidak perlu khawatir akan kehilangan jejaknya, karena sudah ada radar canggih dari Rose yang bisa mendeteksi hingga beberapa kilometer ke kedalaman tanah. Lebih tepatnya saat ini mereka sudah penuh dengan persiapan matang.


-------------


"Hmm…hutan ini sangat sunyi dan gelap." Gumam Xio yang sudah berada di perbatasan hutan menuju markas David. 


Sebenarnya Xio tahu kalau diluar hutannya juga ada kamera pengawas yang berguna jika ada seseorang memasuki hutan. Tapi semua kamera yang ada disana sudah diretas oleh anak buahnya Rose.


"Kenapa mereka lama sekali sih?" Gumamnya lagi, karena dia sudah menunggu disana lumayan lama. Dan karena tidak ada kerjaan, Xio pun menyebarkan banyak sekali pasukan bayangannya kedalam hutan untuk melumpuhkan jebakan dan penjaga yang bersembunyi di dalam hutan.


"Tinggal beberapa jam lagi matahari akan terbit, dan salju ini masih saja belum reda." Xio berpikir kalau hujan saljunya akan nanti mungkin akan menjadi hambatan bagi pasukannya, karena bisa menghalangi pandangan.


Dia mengusap cincin Caelum di tangan kanannya dengan menyalurkan sedikit mana ke dalam cincin tersebut, berniat untuk memberhentikan hujan saljunya. Tapi ternyata menghentikan hujan salju harus mengeluarkan lebih banyak mana dari pada hanya menghentikan awan mendung saja.


Cincin tersebut bersinar ketika sejumlah mana sudah diserapnya, dan sinar tersebut memancarkan cahaya yang melesat ke langit dengan berlangsung hanya sekejap mata saja. Dan tidak butuh waktu yang lama hujan salju pun mulai mereda hingga akhirnya berhenti turun lagi. 


"Hanya sesimpel itu menggunakannya...semua orang juga pasti bisa menggunakan ini." Kata Xio.


[Cincin Caelum hanya bisa digunakan oleh orang yang sudah berada di level 15.000]


"Ohh.." Xio hanya ber oh ria.


Karena menunggu terlalu lama, Xio pun memutuskan untuk pergi sendiri. Hanya dalam beberapa detik saja dia sudah berada di luar markasnya David yang dikelilingi oleh benteng-benteng baja yang menjulang tinggi itu.


Sistem keamanan benteng tersebut sangatlah ketat. Terlihat ketika ada seekor burung yang melintas di udara pun seketika langsung menghilang seperti terkena laser. Tapi tentunya itu tidak akan berpengaruh pada Xio yang bisa melewati benteng tersebut dengan mudahnya hanya melalui bayangan.


Tidak peduli dengan para penjaga yang berkeliaran, Xio terus melanjutkan menyusuri tempat tersebut di dalam bayang-bayang. Dan setelah menyebarkan pasukan bayangannya ke segala penjuru tempat tersebut, Xio mengetahui kalau disana terdapat ribuan prajurit yang tersebar di markas besar tersebut.


Bayangannya terus menelusuri lorong-lorong penuh penjaga. Sampai akhirnya dia melihat seseorang yang sebelumnya pernah dilihat di dokumen orang dengan kekuatan super. Yaitu, Frank yang sedang berjalan sendirian.


Frank memiliki badan yang sangat besar dan juga tinggi, bahkan kepalanya hampir menyentuh atap-atap lorong. 


"Lac*r sialan itu bisa-bisanya dia membuat tuan mengusirku. Kalau bukan wanitanya tuan, dari dulu sudah kehancuran dia diatas ranjang dan membuatnya tidak bisa berjalan lagi." Frank menggerutu sendiri.


"Terserahlah! Sebaiknya aku membantu mempertahankan markas ini saja." Frank terus berjalan.


Xio yang mendengarkan ucapan Frank dari tadi, sedikit terkejut. Karena ternyata pergerakan pasukannya sudah terdeteksi oleh pihaknya David.


Karena barusan Frank mengucapkan tentang tuannya, dan itu berarti merujuk pada David. 


Tidak mengejar Frank, Xio lebih memilih untuk segera menemukan keberadaan David yang kiranya sudah dekat.


Banyak sekali ruangan disana, sehingga Xio harus memeriksa semua ruangan tersebut. Tapi setelah lama memeriksa, sebagian besar dari ruangan tersebut didalamnya hanya ada kamar, ruang persedian, dan ruang persenjataan.


Sampai akhirnya Xio pun mendengar ada seorang pria dengan suaranya yang berat mengucapkan nama Jhonatan.


Sudah yakin kalau suara di ruangan tersebut adalah suaranya David. Xio tidak memilih untuk menampakkan langsung dirinya, tapi dia berubah menjadi bayangan dan menyelinap masuk melewati celah-celah yang ada di pintu untuk mendengarkan dulu apa yang sedang dibicarakan soal ayahnya.


Ketika masuk kedalam ruangan tersebut, Xio langsung bisa melihat Ada David yang sedang duduk di kursinya, dengan seorang wanita setengah telanjang duduk diatas pangkuannya saling berhadap-hadapan.


"Jika Jhonatan sudah ditangan tuan, apa tuan akan langsung menyingkirkannya?" Tanya si wanita yang tidak lain yaitu Luo Yin dengan tangannya yang sambil membuka kancing kemeja David dari atas.


"Sebenarnya itu yang aku bingungkan. Jika aku menyingkirkannya...maka Megan pasti akan marah padaku. Tapi kalau aku tidak segera menyingkirkannya, maka dia bisa saja menjadi bom waktu yang bisa menyadari siasatku kapan saja." Jawab David yang kemudian memainkan dada Luo Yin dengan mulutnya.


'Tapi impianku dari dulu tidak ada hubungannya dengan semua yang sudah kulakukan selama ini.' Batin David yang dapat didengar oleh Xio. 


"Apakah begitu caramu berperilaku di depan tamu?" Kata seraya muncul di balik dinding dan kemudian duduk di sofa yang ada di seberang kursi David.


Kemunculan Xio yang tiba-tiba tentu saja membuat David dan Luo Yin terkejut. Karena mereka kira dari tadi hanya ada mereka saja di dalam ruangan tersebut.


Tapi lebih terkejut lagi ketika Luo Yin terangkat dengan sendirinya, dan kemudian melesat ke samping menabrak dinding hingga retak.


"Tidak sopan melakukan hal tidak senonoh seperti itu di depan anak baik sepertiku." Ucap Xio dengan santai sambil menaikkan kedua kakinya diatas meja dan menyandarkan kepalanya di kepala Sofa dengan kedua lengan menjadi bantalannya.


"SIAPA KAU?!" Seru David mengambil pistol di atas mejanya, dan menodongkan pistol tersebut ke arah Xio. Tapi tidak lama kemudian David baru sadar kalau orang yang ada di hadapannya saat ini sama dengan orang dalam gambar yang ditunjukkan Frank.


"Xio! Kamu Xio anaknya Jhonatan kan? Bagaimana bisa kamu ada disini?" Tanya David sedikit menurunkan nada bicaranya.


Xio juga sadar kalau David mengurangi tingkat kewaspadaannya pada Xio dengan menyimpan kembali pistolnya dan berjalan ke arah Xio. Seperti tidak ada niatan untuk melawan.


"Apakah aku harus diam saja ketika ada orang yang ingin menghancurkan ayahku?" 


Xio sangat aneh melihat David yang tidak waspada sama sekali padanya.


"Apa kamu sudah tahu kalau ayahmu akan menikah lagi?" Tanya David. "Aku yakin kamu sudah mengetahuinya...Apa kamu marah karena itu?" Lanjutnya.


"Itu menjadi salah satunya. Tapi kejadian yang menimpa ayah 18 tahun lalulah yang membuatku tidak bisa diam saja. Dan sekali lagi kamu berencana untuk memanfaatkan ayahku?" Kata Xio. Dan David pun sedikit terkejut karena Xio mengetahui apa yang terjadi 18 tahun lalu.


"Kurasa semuanya sudah jelas." Ucap Xio sambil tersenyum miring.


Srett!


Terlihat sebuah sayatan di leher David yang tidak terlalu dalam. Yang tidak lain pelakunya adalah Xio, tapi belum selesai dia menyayat Leher David, terdengar suara Luo yin yang baru sadarkan diri menghentikannya.


"BERHENTI!" Bentak Luo Yin yang sudah berdiri dengan darah di kepalanya akibat benturan kena tembok tadi. "Kau sudah tidak bisa kemana-mana lagi bocah." Ucapnya.


Sebenarnya Xio sudah sadar dari tadi kalau saat ini di belakang punggungnya sudah ada banyak sekali benda tajam yang melayang dan mengarah padanya. Dan dia juga tahu kalau yang menggerakkan benda-benda tersebut adalah wanita itu menggunakan kemampuan telekinesisnya.


"Oh benarkah?" Kata Xio menghilang dari sofa.


"Apa! Dimana dia?!" Terkejut Luo Yin sambil mencari Xio dengan waspada.


Dor!


Kepala Luo Yin tertembak dan langsung tersungkur ke lantai. Bukan Xio yang melakukannya, tapi David lah yang menembaknya. Sedangkan Xio yang tadi sudah berada di belakang Luo Yin untuk menikamnya sedikit terkejut dengan tembakan David. Darah dari hancurnya kepala Luo Yin sedikit menyiprat ke wajah dan rambut Xio.


"J*lang berisik." Ucap David kemudian menaruh pistolnya di atas meja. 


"Kenapa kamu membunuhnya? Bukankah wanita barusan, wanitamu?" Tanya Xio sambil berjalan ke tempat duduknya tadi lagi.


"Wanitaku? Heh...jangan bercanda. Siapa yang ingin punya wanita yang sudah tidur dengan banyak pria. Dia aku gunakan hanya sebagai senjata dan alat pemuas saja." Kata David terlihat menyunggingkan bibirnya.


"Bisakah kamu mendengarkan semua ceritaku sebelum aku mati?" lanjutnya.


"Apakah orang mati perlu bercerita dulu?" Sahut Xio.


"Haha…kamu ini bisa saja." Kata David tertawa.


"Cepatlah apa yang ingin kau bicarakan? Aku tidak suka membuang-buang waktu." Ucap Xio sudah duduk kembali di sofa.


"Tapi tolong panggil saja aku kakek, karena aku sudah tua, dan kamu masih muda."


"Shhh..iya iya cepat katakan saja apa yang ingin kamu katakan kakek cerewet." Jawab Xio menggerutu.


"Emm..tunggu sebentar." David tersenyum dan kemudian berjalan ke meja kerjanya.


"Apa lagi sekarang?" Kesal Xio.


Beberapa saat kemudian David pun kembali ke sofa sambil membawa berkas yang cukup tebal. Dia menaruh berkas berisikan dokumen-dokumen tersebut di atas meja di depan Xio.


"Ini semua adalah aset milikku...dan karena waktuku sudah tidak lama lagi, jadi aku ingin kamu menyimpannya untuk dirimu."


"Jujur saja aku tidak memiliki orang yang berharga selama aku hidup ini. Jika kamu berpikir Megan berharga bagiku, itu tidak benar...Megan bukan anak sah ku, dia hanya anak hasil hubungan terlarang ku saja."


"Sudah sejak lama aku ingin merasakan punya orang yang berharga, tapi kenyataannya sampai saat ini aku tidak pernah menganggap orang lain berharga."


"Aku ingin punya istri sah dan setia, aku ingin punya anak yang meneruskan jejak ku, dan aku juga ingin punya cucu laki-laki sepertimu. Dari dulu aku selalu membayangkan kalau aku membawa cucu yang tampan sepertimu ke acara-acara bergengsi dan berjalan diatas karpet merah. Kemudian bermain golf bersama dengan anak, dan cucuku...mungkin semua orang akan iri padaku karena memiliki kehidupan yang sempurna."


"Tapi kenyataannya sifat ego ku sendirilah yang membuatku tidak akan pernah bisa merasakan hidup yang sempurna."


"Kami mendengarkanku seperti ini saja aku merasa senang, karena tidak ada orang lain lagi yang pernah melihat sisi diriku yang seperti saat ini. Jika aku sudah tidak ada tolong jangan pernah lupakan kakek cerewet ini. Dan katakan pada kakekmu Azril maafkan aku sudah meminjam cucunya sebentar untuk mendengarkan ocehan ku."


"Terimakasih nak sudah meringankan beban ku." 


David mengambil pistolnya tadi di atas meja, lalu menodongkan pistol tersebut ke kepalanya sendiri. 


Sambil tersenyum dia mengucapkan "Mungkin seperti ini cara orang jahat berakhir. Selamat tinggal." Ucapnya terakhir sambil menarik pelatuk pistol tersebut dan…


Dorr!


David meninggal ditempat oleh tangannya sendiri.


"Hemm kakek tua yang cerewet yah." Ucap Xio sambil menyunggingkan bibirnya.


Xio mengambil berkas diatas meja tadi, kemudian menjatuh bola hitam kecil di lantai dan menghilang dari sana bersama dengan mayat David.


.


.


.


.


.


Sementara itu di luar markas, atau lebih tepatnya di dalam hutan. Terdengar baku tembak yang sangat bising lantaran pasukannya Fellis dan Morron sedang berperan bersama dengan pasukannya David.


Mereka berperang tanpa sadar kalau tujuan atau bos mereka sudah terkalahkan lebih dulu. Sampai tidak lama kemudian terdengarlah suara ledakan yang sangat besar dan memekakkan telinga.


Semuanya langsung berhenti dan melirik kearah suara ledakan tersebut yang berasal dari markas utama David. Ledakan tersebut sangatlah besar, bahkan gelombang ledakannya saja sampai terasa keluar hutan.


"Tuan!" Frank langsung berlari ke arah ledakan tersebut.


...****************...


...BERSAMBUNG...