Cross The World With System

Cross The World With System
Bersenang-senang



...----------------...


Selesai sarapan bersama, Jhonatan langsung mengajak mereka pergi ke tempat wisata yang ada di Jepang karena mumpung ada disana jadi kenapa tidak. pikir Jhonatan.


Mereka berangkat hanya dengan menggunakan satu mobil saja dan yang menyetir adalah Jhonatan sendiri.


"Pertama kita mau kemana dulu?" Tanya Jhonatan.


"Lah kan ayah yang mengajak, aku kira ayah sudah menentukannya." Jawab Xio karena ia memang kurang mengenal tempat tempat yang ada di jepang


"Baiklah baiklah biar ayah yang menentukan." Kata Jhonatan langsung melajukan Mobilnya. Jhonatan dan Arthur duduk di kursi depan sedangkan Xio, Ellisa, Leon dan Lena duduk di kursi belakang.


"Oh iya Sayang aku lihat penampilan kamu agak berubah jadi lebih tampan dan rambut kamu juga jadi panjang." Ucap Ellisa bersandar di bahu Xio.


"Oh ini karena aku sudah level 10.000 lebih jadi aku berevolusi menjadi High Human." Jawab Xio.


"Benarkah?, Aku kira sudah tidak akan ada lagi yang bisa melewati level itu." Seru Arthur.


"Memangnya kenapa ayah?" Tanya Xio.


"Dulu Sekali dalam sejarah Memang banyak Yang dapat menembus level itu dan mereka yang sudah berevolusi langsung di agung agungkan oleh orang-orang. Sebenarnya dulu didunia Flix Terdapat Lebih banyak benua dan Ras tapi beberapa Abad yang lalu tiba-tiba saja banyak benua dan makhluk-makhluk yang Menghilang begitu saja entah kemana Sehingga terjadi lah kemunduran didunia Flix yang mempengaruhi banyaknya pengetahuan dan ilmu yang hilang." Jelas Arthur.


"Berarti hanya aku satu-satunya didunia Flix yang sudah menembus Level." Kata Xio.


"Yah dapat dipastikan seperti itu." Jawab Arthur.


"Berarti papah orang terkuat dong?" ucap Leon.


"Mungkin saja, karena kakek belum tahu berapa level tertinggi di alam Para malaikat." Kata Arthur.


"Kalau Aku sudah besar, aku juga ingin menjadi kuat seperti Papah!" Seru Leon dengan wajah bersungguh-sungguh tapi dimata orang yang melihatnya malah terlihat imut.


"Aku juga!, aku juga!." Tambah Lena Tak kalah imut.


"Harus dong agar kalian bisa melindungi diri sendiri atau satu sama lain." Ucap Xio mencubit gemas pipi Leon dan Lena.


"Kalau sudah besar Aku juga akan mencari istri yang cantik seperti mamah!." Ucap Leon.


"Memangnya Lena tidak cantik?" Kata Lena cemberut.


"Eh iya kan sudah ada Lena, Kalu begitu nanti Aku akan menikah dengan Lena Saja." Ucap Leon membuat Semuanya terkejut dan bingung bagaimana cara memberitahunya, Sementara Lena tersenyum karena senang.


"Janji Yah?!" Ucap Lena mengangkat kelingkingnya berniat membuat janji kelingking dan Leon pun menerima nya.


"Tapi Sayang kalian berdua kan saudara jadi tidak bisa menikah dengan saudara sendiri." Ucap Xio.


"Memangnya Kenapa papah?, Kan kalau aku menikah dengan Lena kita jadi akan terus bersama." Kata Leon diangguki Oleh Lena. mereka yang mendengarnya pun sudah tidak tahu lagi harus menjawab apa.


"Kita Sudah Sampai." Kata Jhonatan karena mereka memang sudah sampai di tempat tujuan dan langsung memarkirkan mobilnya. Xio menghela nafas Lega karena terselamatkan dari pertanyaan barusan.


Setelah mobil diparkir kan Merkapun Langsung turun dari mobil dan langsung berjalan.


"Eh tunggu dulu ayah kitanggalan sesuatu yang penting." Kata Jhonatan langsung Kembali ke mobil. Dan Ketika ia kembali Ia sudah membawa kamera dan juga tas kecil.


"Jadi kamera yang ayah bilang penting, Lalu apa isi didalam tas itu?" Tanya Xio. Jhonatan kemudian menunjukan isi tasnya yang ternyata isinya banyak memori card dan juga baterai.


"Kenapa banyak Sekali memory card nya?" Tanya Xio.


Merekapun Melanjutkan berjalan dan ternyata tempat wisata yang mereka kunjungi adalah Taman bunga sakura dan kebetulan saat ini tidak terlalu banyak orang yang berkunjung juga tapi Xio dan rombongannya masih menjadi pusat perhatian tapi tidak ada yang berani memoto secara diam-diam karena melihat dari penampilan nya sudah mengira kalau Xio dan rombongannya adalah orang penting jadi mereka takut akan terjadi kenapa-napa pada diri mereka.



Xio memutuskan untuk hari ini ia akan menghabiskan harinya bersenang-senang hanya untuk Keluarganya saja karena akan jarang sekali mereka menghabiskan waktu bersama seperti saat ini. Sekaligus Xio ingin membuat Ellisa terus gembira sampai Hari ia melahirkan bayi mereka.


Mereka menghabiskan Waktu sekitar 2 jam lebih di berjalan-jalan di tempat itu dan juga sudah banyak sekali gambar yang Jhonatan ambil dimulai dari foto anak-anak, kemudian foto Xio, Ellisa dan anak-anak dan juga ada foto mereka ber enam karena Jhonatan bilang ingin memajang Foto tersebut di Lobby perusahaan. Bahkan Jhonatan meminta foto berdua saja dengan Xio katanya ingin melihat kemiripan ayah dan dan anak.


"Hmm Kamu tidak terlalu mirip ayah dan lebih mirip dengan Nadia." kata Jhonatan.


"Haha tentu saja mana mau aku telihat seperti bapak-bapak lebih baik seprti ibu yang cantik." Tawa Xio.


"Humph Ibu kamu juga dulu mau dengan ayah karena ayah dulu orang yang sangat tampan." Ucap Jhonatan.


"Baiklah baiklah bagaimana pun aku hasil DNA dari ayah dan ibu. Sebaiknya kita ketempat selanjutnya saja." Kata Xio mengalah.


Akhirnya mereka pun beranjak dari tempat tersebut menuju destinasi Wisata selanjutnya . Mereka berjalan-jalan sampai dengan sore hari dari tempat satu ketempat lainnya dan sebelum pulang mereka memutuskan untuk makan di restoran terlebih dahulu. Selesai di restoran mereka langsung pulang kembali kerumah karena hari akan malam dan juga karena terlalu lelah.


Sesampainnya dirumah mereka langsung kembali kekamar mereka masing-masing untuk langsung beristirahat Begitupun dengan Xio dn Ellisa.


"Sayang aku mandi duluan." Ucap Xio.


"Emm baiklah." Jawab Ellisa.


"Kalau mau barengan juga tidak apa-apa." Kata Xio dengan Nada menggoda.


"Kamu duluan saja nanti aku menyusul." Ucap Ellisa.


"Baiklah janji yah aku akan lama di kamar mandi agar kamu menyusul." Ucap Xio langsung masuk kedalam kamar mandi.


Xio langsung membersihkan tubuhnya terlebih dahulu kemudian berendam didalam bathtub dengan air hangat.


"Hahh nyaman Sekali." Xio menghela Nafas Lega kemudian menutup matanya, namun Tiba-tiba saja ada Yang membelai Rambutnya. Tidak perlu membuka matanya karena Xio sudah Yakin kalau itu adalah Ellisa.



"Apakah kamu tidak mau ikut berendam?" Tanya Xio.


"Tidak usah kelihatannya juga sempit." Jawab Ellisa. Tapi tiba-tiba saja ada yang mengangkat nya yang ternyata Xio menciptakan bayangan untuk mengangkat Ellisa dan langsung menaruhnya diatas tubuh Xio.


"Xio.... aku masih mengenakan Pakaian." Ucap Ellisa kesal tapi Xio tidak menjawabnya dan Malah memeluknya sambil tersenyum.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG