
...----------------...
"Ughh walaupun aku tidak kenapa-kenapa akibat item ini, tapi aku merasa sangat pusing." Suara tersebut berasal dari puing-puing Air ship yang sudah hancur dan terlihat juga seorang pria menggunakan mahkota keluar dari kobaran api.
Xio tersenyum sinis karena ternyata raja tersebut masih hidup dan tampaknya terlihat baik-baik saja.
Kemudian ada salah satu Air ship yang turun kearah raja tersebut. Xio membiarkannya karena ingin tahu apa yang akan mereka lakukan, walaupun jarak antara Xio dan raja tersebut lumayan jauh tapi Xio masih bisa mendengar pembicaraan mereka dengan jelas.
"Ayah apakah ayah tidak apa-apa?" Ucap seorang pria muda yang baru saja turun dari Air ship dan langsung mendekat kearah raja tersebut diikuti oleh beberapa prajurit di belakangnya.
Xio dapat mengira kalau pria muda tersebut adalah anak raja tersebut atau seorang pangeran. Selain itu, Xio juga melihat ada beberapa wajah yang dikenal olehnya yaitu para prajurit yang mengawal Putri dari Kerajaan Blue Feather yang telah dibunuh oleh Ellisa saat dihutan.
'Haha apakah mereka ingin membalas kematian putri mereka.' Tawa Xio dalam hati.
"Yang mulia haruskah saya menangkap mereka?" Ujar Asmodeus.
"Jangan dulu kita permainkan mereka saja dulu." Jawab Xio. kemudian mereka kembali memperhatikan pergerakan raja tadi yang bernama Johan Miller.
"Bodoh cepat perintahkan semua kapal serang orang itu." Bentak Johan memarahi anaknya untuk langsung menyerang Xio.
Pangeran tersebut pun langsung memberikan isyarat menggunakan tangannya, Para air ship yang berjumlah sekitar 20 tersebut pun langsung mengeluarkan meriam yang muncul dari bagian bawah depan kapal mereka.
dari ujung meriam tersebut terlihat seperti ada sebuah pusaran energi yang semakin lama semakin besar, Para bawahan Xio yang melihat pusaran energi tersebut pun langsung berdiri mengelilingi Xio untuk melindunginya.
Xio tersenyum melihat reaksi bawahannya karena walau tanpa dilindungi oleh merekapun Xio akan baik-baik saja.
"Hahaha Habislah riwayatmu!" Tawa johan.
"TEMBAK!!" Teriak johan.
Zingg!
Zingg!
……
Shoos!
Semua pusaran energi tersebut langsung melesat dengan cepat. Para bawahan Xio langsung membuat barrier mereka masing-masing yang mengelilingi Xio.
"Pause." Gumam Xio, dan Seketika semuanya berhenti bergerak karena Xio menggunakan skillnya yang dapat memberhentikan waktu selama 5 detik dan skill ini hanya dapat digunakan 2 hari sekali.
Xio menggunakan Skill tersebut karena ingin Mencobanya saja setelah kemarin ia memasang element waktunya.
Boom!!
Semua tembakan tersebut saling bertabrakan.
Johan tersenyum karena mengira kalau Xio sudah mati didalam ledakan tersebut.
"Hahaha aku yakin mereka sudah mati!" Tertawa Johan.
"Apakah kamu pikir seperti itu?" Ucap Xio yang mengejutkan semua orang, mereka langsung menoleh kearah suara tersebut yang terdengar dibelakang mereka. alangkah terkejutnya mereka ketika melihat Xio dan para bawahannya baik-baik saja.
Di pulau terbang milik Xio, Xio dapat berpindah atau memindahkan seseorang kemanapun yang Xio inginkan asal masih berada di Pulau tersebut.
"Hahhh ini terlalu membuang waktu, Cepat tangkap saja mereka semua aku akan menunggu di istana." Perintah Xio kemudian langsung menghilangkan dari tempat ia berdiri.
para bawahan Xio langsung melesat cepat untuk melaksanakan perintah Xio, Saat ingin menangkap para bawahan Johan ada beberapa prajurit yang ingin memberontak dan menyerang, tapi serangan mereka dengan mudah ditangkis oleh para bawahan Xio.
Beberapa menit berlalu Xio sudah menunggu di ruangan tahtanya dengan duduk santai di kursi singgasana miliknya.
sampai akhirnya sebas datang menghampiri Xio.
"Yang mulia Semua orang dan Air ship yang datang kemari sudah berhasil di tangkap semua." Ucap Sebas.
Tidak lama kemudian datanglah kembali Sebas serta beberapa orang yang berjumlah 7 orang dengan tangan mereka dirantai dan diantaranya ada Johan dan seorang wanita yang mungkin seorang ratu. Orang-orang yang dirantai tersebut ditarik paksa oleh Lucifer, Kemudian Lucifer membuat mereka bersujud dihadapan Xio.
"S*alan aku tidak sudi bersujud padanya!" Bentak Johan, Lucifer pun menginjak paksa kepala Johan agar bersujud.
"Kalian akan mendapatkan balasannya karena telah memperlakukan ku seperti ini!" Ucap Johan lagi.
Xio berpikir sepertinya kedatangan mereka kesini tidak sesederhana itu.
"Katakan padaku apa tujuan sebenarnya kalian datang kemari?" tanya Xio namun tidak ada yang menjawabnya sama sekali.
Crashh!!
Salah satu kepala dari mereka langsung menggelinding dilantai.
"Cepat katakan jangan membuat yang Mulia menunggu!" Ucap Lucifer dengan memegang sabit yang berlumuran darah membuat orang-orang yang melihatnya menjadi bergidik ngeri karena saat ini penampilan Lucifer seperti malaikat pencabut nyawa.
"Aku akan mengatakannya!, Tapi tolong jangan apa-apakan anak dan suamiku." Ucap sang ratu dengan terus bersujud.
"Baiklah mari kita dengarkan." Jawab Xio.
"Nora J*alang bodoh jangan kamu berani mengatakannya atau kita akan berakhir!" Johan membentak istrinya yang bernama Nora.
"Diam!" Lucifer menginjak kepala johan lagi agar ia bisa diam.
Nora pun menceritakan kalau 1 minggu yang kalau ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Johan dengan entah siapa satunya lagi karena Nora hanya bisa mendengarkan percakapan mereka saja.
Nora bilang kalau ia mendengar orang tersebut menyuruh Johan untuk menguasai pulau terbang milik Xio, Johan menerima penawaran tersebut karena dijanjikan orang tersebut akan memberikan kekayaan yang berlimapah serta para wanita yang cantik, dan terakhir orang tersebut memberikan sebuah Item yang berfungsi untuk menghalau serangan.
Xio berpikir pantas saja tadi Johan tidak langsung mati ketika Air ship nya meledak.
"Lucifer Ambilkan Item itu!" Perintah Xio, kemudian lucifer mengambil sebuah kalung yang dipakai oleh Johan dan menyerahkannya ke Xio.
Xio memandangi lebih teliti kalungt tersebut.
'System apakah kami tahu item apa ini?' Tanya Xio dalam hati.
[Item yang tuan pegang bernama Mata Liontin.
Item tersebut digunakan untk merekam semua yang ada dihadapannya]
Xio yang mendengar penjelasan system barusan langsung meremaa kalung tersebut sampai hancur dengan mudah.
................
Didalam ruangan yang serba putih terlihat ada 2 orang pria paruh baya yang sedang duduk dikursi dan dihadapan mereka ada kolam air yang menampilkan sesuatu.
Namun tiba tiba saja air didalam kolam tersebut kembali normal.
"Hahahaa... "
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG