Cross The World With System

Cross The World With System
High Human



...----------------...


Xio bersama dengan yang lainya sudah sampai di istana Chalawan, Dan Chalawan sudah menyiapkan kamar untuk Xio karena Xio bilang ia ingin tidur Siang sedangkan Aslan pergi menemui Temannya dan Untuk Uriel dan Beelzebub mereka berjaga didepan pintu kamar Xio.


Xio memutuskan untuk tidur siang karena Entah mengapa Ia merasa ngantuk Sekali.


"Sepertinya Yang Mulia akan berevolusi." Ucap Uriel.


"Sepertinya seperti itu, Levelnya sudah memenuhi syarat Setelah mengalahkan Whaledom barusan." Jawab Beelzebub setuju.


3 jam telah berlalu dan Xio masih belum bangun juga, serta selama 3 jam itu pula Didalam kamar Xio seluruh tubuhnya bercahaya sangat terang sehingga cahaya menembus celah-celah pintu yang dapat dilihat dari luar kamar.


Wangi semerbak keluar dari ruangan Xio sehingga dapat membuat rileks siapa saja yang mencium wangi tersebut. banyak pelayan yang Sengaja berlalu lintas di depan ruangan Xio hanya demi mencium wewangian tersebut, Beelzebub dan uriel tidak menegur mereka karena jika itu tidak mengganggu tidur Xio naka tidak perlu di khawatirkan.


Tiba-tiba Saja pintu kamar Xio terbuka dari dalam.


"Sudah berapa lama aku tidur?" Terdengar suara seorang pria yang khas dibalik pintu kamar tersebut. Saat Uriel dan Beelzebub berbalik untuk melihat asal suara tersebut langkah terkejut nya mereka karena dihadapkan dengan Seorang Pria Yang memiliki Rambut panjang berwarna putih kulit putih bersih hidung mancung intinya sangat sempurna bahkan dapat melebihi dewa walaupun mereka berdua belum pernah bertemu dewa.



"Hey kenapa kalian menatapku seperti itu?, aku merinding jadinya." Ucap pria tersebut karena ditatap dengan inten oleh Uriel dan Beelzebub.


"Yang Mulia?" Uriel dan Beelzebub menerobos kedalam kamar untuk mencari keberadaan Xio.


"Yang Mulia dimana anda?" Mereka berdua tidak menemukan Siapapun dikamar tersebut.


Pletak!!


Pletak!!


Kepala Uriel dan Beelzebub di sentil bersamaan Oleh pria berambut panjang tadi.


"Kalian ini sebenarnya kenapa jelas-jelas aku ada disini dan kalian malah mencari ku!" Gertak pria itu Yang ternyata adalah Xio.


"Tidak kamu pasti mengaku-ngaku sebagai Yang Mulia, walaupun Yang Mulia Memang tampan tapi tidak setampan Kamu." Ucap Beelzebub dan diangguki oleh Uriel tanda setuju.


"Apa jadi kalian bilang aku tidak tampan?" Kata Xio.


"Kalau kamu benar yang Mulia Coba sebutkan Nama orang yang paling berarti untuknya." tanya Beelzebub Lagi belum puas memastikan Membuat Xio semakin heran dengan tingkah mereka berdua. Kemudian Ia tanpa sengaja melihat cerminan dirinya dari cermin yang berada di dinding.


"Rupanya seperti Itu pantas saja mereka berdua tidak mengenalku." Ucap Xio menepuk jidatnya sendiri setelah melihat perubahan barunya.


"Ellisa." Jawab Xio. Sehingga membuat Uriel dan Beelzebub langsung menunduk sambil membungkukkan dada mereka.


"Maafkan Kami yang Mulia karena tidak mengenali anda." Ucap keduanya bersamaan.


"Lagian kalian bodoh sekali, Sudah jelas dari tadi kalian berjaga dipintu dan tidak ada yang masuk sama sekali berarti hanya aku sendiri didalam. Tapi aku juga cukup terkejut sih dengan perubahan baruku." Ucap Xio kembali memerhatikan kembali dirinya sendiri di cermin.


"Oh iya apakah Aslan Sudah kembali?" Tanya Xio.


"Sudah Yang Mulia, dan Chalawan juga mengajak anda untuk makan bersama dengan keluarganya dia juga bilang ingin memberikan hadiah terimakasih pada anda karena telah menyelamatkan anak serta kerajaannya."Jawab Uriel.


"Baiklah Ayo kalian ikut juga." Kata Xio.


Mereka pun Langsung beranjak menuju Ruang makan Yang sudah ditunjukan oleh Chalawan pada Uriel dan Beelzebub. Di sepanjang perjalanan Banyak Sekali pelayan Yang menatap Xio Namun Xio hanya mengacuhkannya.


'oh iya System apakah Aku berubah gara-gara berevolusi menjadi Ras High human?' Tanya Xio Dalam hati.


[Benar, Karena Tuan sudah berada di Level 10.000 Maka Tuan sudah memenuhi syarat untuk berevolusi]


'Lalu Apa yang berubah setelah aku berevolusi?' Tanya Xio lagi.


[Setelah Berevolusi, Mana Serta kekuatan dalam tubuh Tuan otomatis bertambah menjadi dua kali lipat]


Tak lama mereka Berjalan dan akhirnya merekapun telah sampai diruangan Makan yang disana sudah terdapat Chalawan, 3 Orang perempuan yang kemungkinan Istri dan anaknya serta satu lagi yaitu remaja yang sebelumnya terkena penyakit.


Saat melihat Xio Mereka Langsung ternganga sekaligus terpana seakan tidak percaya dengan Orang yang saat ini dihadapan mereka karena mereka belum pernah melihat orang yang sangat sempurna seperti Xio.


"Ekhemm..!" Beelzebub berpura-pura batuk untuk menyadarkan mereka. dan Chalawan pun Langsung tersadar dari Lamunannya.


"Yang Mulia silahkan duduk, Maafkan sikap saya barusan saya sampai pangling melihat penampilan anda yang baru." Ucap Chalawan mempersilahkan Xio untuk duduk. Xio pun Mengangguk kemudian Uriel dan Beelzebub menarik kursi Untuk mempersilahkan Xio duduk.


Asha memiliki elemen Tumbuhan beracun yang dapat mengendalikan pikiran orang dengan sengatan akar tumbuhannya, Ia berniat untuk menyengat Kaki Xio secara diam-diam agar dapat mengendalikan Xio.


Karena tumbuhan milik Asha sangat kecil jadi ia berhasil menyelinspkan akar-akar tumbuhannya di kaki Xio.


Xio yang tengah Makan tiba-tiba saja kakinya merasa seperti digigit semut yang bersamaan dengan munculnya peringatan System.


[Peringatan! Anda telah terkena sengatan Racun akar pengendali pikiran]


[Racun berhasil di netralisir]


Xio Yang mendengar Notifikasi system awalnya Terkejut namun setelah tahu racun sudah dinetralkan ia bernafas Lega kembali dan ia pun memikirkan rencana untuk menjebah orang yang ingin mengendalikan pikiran nya.


Xio Langsung berpura-pura menjatuhkan peralan makannya dan berpura-pura menatap lurus tanpa pandangan ia juga mendengarkan semua isi hati orang yang berada didalam ruangan tersebut sampai Akhirnya ia mendengar batinan Asha.


'Haha Berhasil dengan Begini Aku akan mendapatkan Pria yang tampan, Aku sudah tidak sabar melihat kegagahan nya ketika di ranjang.' Batin Asha.


'Sekarang kemarilah pria tampan dan Cium aku.' Asha masih belum tahu kalau Xio hanya berpura-pura saja. Xio pun langsung berdiri beranjak dari tempat duduknya.


"Yang Mulia Apakah Anda Baik-baik saja?" Tanya Uriel karena melihat Xio yang bersikap aneh. Xio tidak menjawab dan langsung Berjalan mendekat kearah Asha dengan masih berpura-pura pikirannya sedang di kendalikan.


Xio langsung memutar bangku yang sedang diduduki Oleh Asha kemudian mendekatkan Wajahnya pada Wajah Asha. Asha pura-pura terkejut namun dalam hatinya ia sedang tertawa puas.


Saat Bibir mereka hampir bersentuhan tiba-tiba saja.


Jlebb!!


Terlihat Pisau berwarna Hitam pekat yang menembus dada Asha. Xio langsung mendorong kursi Asha sehingga ia jatuh tersungkur, Mereka yang dari tadi mengira kalau mungkin Xio menyukai Asha langsung berpikir terbalik.


"Cuihh!!" Xio meludah.


"Bagus!!" Kata Xio.


"Bagus sekali Chalawan Anakmu berani mengendalikan pikiranku." Lanjutnya.


"APA!!!" Chalawan terkejut, Padahal sebelumnya ia sudah memberitahu keluarganya agar bersikap sopan karena Xio adalah orang penting dan juga orang yang kuat.


Istri beserta Anaknya berteriak histeris ketika melihat Asha yang terkapar di lantai dengan pakaian yang sudah bersimbah darah.


"Aku sudah menyelamatkan kerajannmu, dan sekarang anakmu malah ingin mengendalikan ku. ck ck ck aku sudah mengatakan sebelumnya kalau aku paling tidak suka disentuh oleh wanita apalagi wanita yang memiliki hati busuk seperti anakmu, Kamu telah mengecewakan ku." Ucap Xio.


"Yang Mulia tolong maafkan saya, saya juga telah memperingati keluarga saya untuk tidak macam-macam pada anda namun saya tidak tahu kalau Asha tidak menuruti peringatan Saya. Tolong jangan apa-apa kan keluarga dan Kerajaan saya yang Mulia." Chalawan meminta maaf sambil bersujud sujud sebab takut Xio akan menghancurkan keluarga dan juga kerajaannya karena Chalawan yakin kalau Xio mampu menghancurkan satu kerajaan dengan seorang diri.


"Aku sudah membunuh Anakmu, apakah kamu tidak marah?" Ucap Xio. Chalawan berpikir sejenak karena ia takut salah menjawab.


"Saya sudah mengikhlaskan nya karena itu kesalahan ia sendiri." Jawab Chalawan.


Xio tersenyum kemudian berkata, "Baiklah aku tahu kamu raja yang baik." kata Xio.


"Kalau begitu aku akan kembali kekerajaanku sekarang." Lanjutnya.


"Tunggu dulu Yang Mulia, Saya ingin memeberikan ini Pada anda." Ucap Chalawan menyerahkan satu buah bijih benih pada Xio.


"benih ini adalah benih hasil peninggalan leluhur kami yang katanya spesial namun kami tidak tahu benih apa itu sbenarnya dan juga cara menumbuhkan nya." Jelas Chalawan.


"Baiklah aku Akan mengambilnya." Kata Xio dan Langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut diikuti oleh Uriel Dan juga Beelzebub.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG