Cross The World With System

Cross The World With System
Sila (Succubus)



...----------------...


"Yah tidak apa-apalah sebentar lagi juga kalian akan menjadi budak nafsuku!" Kata wanita tersebut Sombong.


"Pffftt." Azco berusaha menahan tawanya ketika mendengar perkataan wanita Succubus tersebut yang ingin membuat Xio menjadi mainan nafsunya.


"Hei kenapa kamu tertawa." Sentak Succubus tersebut pada Azco.


"Tidak tidak, Aku tidak tertawa lanjutkan saja apa yang ingin kamu lakukan." Ucap Azco.


'System periksa status Succubus itu' Kata Xio dalam hati.


[ Sila (Succubus)


Lv: 4.700


Element: Tanah, kegelapan.]


"Pria tampan Aku berikan kamu dua pilihan, Kemarilah dan akan kuberikan kenikmatan tanpa aku hipnotis, atau Aku harus menghipnotis mu terlebih dahulu untuk memberimu kenikmatan." Ujar Sila.


"Cuihh Apa kenikmatan?, Bagiku tidak akan pernah ada yang bisa menandingi kenikmatan istriku." Jawab Xio meludah.


"Azco apa yang dimaksud kenikmatan?" Tanya Leon berbisik pada Azco.


"Emmm itu...." Azco bingung harus menjawab apa karena tidak mungkin untuk memberitahu yang sebenarnya.


"Ohh itu maksudnya masakan, iya benar masakan Nona Ellisa sangat enak dari pada wanita itu ha ha." Ucap Azco tertawa canggung.


"Ohh seperti itu.." kata Leon percaya dengan apa yang dikatakan oleh Azco.


"Jadi kamu sudah mempunyai istri yah, tapi kalau aku melihatnya sepertinya kamu sudah cukup lama tidak merasakan kenikmatan, Apakah kamu hanya membual kalau istrimu tidak pandai membuat mu puas." Ucap Sila.


"Papah cepat lawan wanita itu, dia sudah mengejek masakan mamah!" Ucap Leon.


"Hah?, Masakan?" Kata Xio bingung kemudian melirik kearah Azco yang sedang menahan tawanya. dan Xio pun akhirnya mengerti kenapa Leon malah membicarakan masakan.


"Baiklah papah akan membuatnya menarik kata-katanya kembali karena telah berani mengejek Masakan Ellisa." Xio langsung mengeluarkan pedang dark abyys miliknya kemudian melesat kearah Sila dengan kecepatan yang sangat tinggi dengan pedang ditangan yang sudah siap di ayunkan.


Trangg!!


Suara pedang Xio yang bertemu dan saling bergesekan dengan kukunya Succubus tersebut yang ternyata bisa memanjang.


"Percuma saja pedangmu tidak akan bisa mengalahkan kuku cantik ku yang yang kuat ini." Dengan percaya dirinya Sila berbicara seperti itu.


"Apakah kamu yakin?" Ucap Xio dengan senyum meremehkan kemudian mengalirkan sedikit elemen cahayanya kedalam pedang miliknya.


Trangg!!


Kuku milik Sila langsung patah ketika Xio menyalurkan elemen cahaya kedalam pedang miliknya.


"Apa!!, Bagaimana bisa?" lantang Sila Terkejut ketika melihat kukunya patah karena Kuku miliknya hanya bisa kalah ketika bertemu dengan Elemen cahaya, dan yang Sila tidak tahu bahwa Xio memiliki Elemen cahaya.


[Pedang Dark Abyys telah berevolusi menjadi pedang Light And Shadow]


Pedang milik Xio melayang di udara serta mengeluarkan aura berwarna Emas dan hitam yang menyelimuti pedang tersebut. Kemudian Aura-aura tersebut menyerap masuk kedalam pedang hingga tidak tersisa lagi.


Kali ini terlihatlah pedang milik Xio yang sudah berubah dengan perpaduan antara warna hitam dan emas yang membuat pedang tersebut terlihat sangat Elegan dan megintimidasi.



Sila yang melihat hal tersebut pang mencoba untuk melarikan diri dari situ karena baru menyadari kalau Xio memiliki Elemen cahaya yang dimana Elemen tersebut adalah musuh alaminya.


"Eitsss Kenapa kamu terburu-buru." Xio menarik Ekor Succubus tersebut yang mencoba terbang. Succubus tersebut malah mendesah dan langsung jatuh ke tanah.


Xio berjalan mendekat kearah Sila, Namun anehnya Sila malah terus menunduk. Xio kemudian mengarahkan pedangnya ke dagu Sila dan mengangkat wajahnya. Ternyata wajah Sila saat ini sangat merah dan terlihat air liur yang menetes di ujung bibirnya.


"Tuan, Ekor Succubus meruapakan bagian yang sangat sensitif dan karena tadi tuan menyentuh nya jadi sekarang dia sedang terangsang, Kalau tuan mau tuan boleh melakukannya dan aku akan membawa Leon keluar untuk memberikan tuan privasi." Bisik Azco di telinga Xio.


Bughhh!!


Xio memukul kepala Azco.


"Awww, Tuan kenapa memukul ku?" Kata Azco sambil memegang kepalanya yang kesakitan.


"Pulang dari Sini Aku akan membuatmu bekerja seminggu penuh dan hanya makan 3 kali sehari dengan sayuran saja." Balas Xio.


"Tidaaaakkk!!" Teriak Azco mendramatisir.


"Aku setia pada Ellisa dan Aku tidak akan pernah melakukan hal tersebut kecuali dengan Ellisa." Xio mendengus kesal.


'Sial Aku lupa kalau tuan sangat setia dan Cinta mati dengan nona Ellisa.' Batin Azco kemudian kembali kedekatan leon dengan perasaan menyesal karena telah memberi saran pada Xio yang berujung dengan hukuman berat untuk dirinya.


dengan ditambah perasaan kesal yang baru saja Azco katakan, Tanpa menunggu lebih lama lagi Xio langsung memenggal kepala Sila tanpa perlawanan sama sekali karena Sila sedang dalam kondisi pikiran yang hanya di penuhi dengan hal-hal mesum.


Saat Sila sudah mati, Tiba-tiba saja Kursi batu yang tadi diduki oleh Sila langsung bergeser yang rupanya ada ruangan lain di Bawah kursi tersebut.


Xio turun dan memeriksa ruangan tersebut yang ternyata berisikan tumpukan emas dan Ruby tang lumayan banyak dan disana juga terdapat beberapa terngkorak manusia yang terlihat sudah tua dan rapuh.


Walaupun Xio tidak terlalu membutuhkan Emas dan ruby tersebut tapi Xio tetap memasukannya kedalam inventory.


"Huhhh aku pikir akan ada yang spesial ternyata hanya ada ini Saja." Gumam Xio Kemudian Kembali ketempat Leon.


"Sudah selesai sekarang ayo kita pulang."Kata Xio.


Kemudian mereka pun kembali kekerajaan Regalia dengan cepat karena menggunakan skill Shadow teleportation Xio.


Dan saat mereka sudah sampai ternyata Hari sudah malam Tapi masih ada beberapa pelayan yang masih berkeliaran yang menandakan saat ini jamnya makan malam.


"Azco ingat apa yang kukatakan tadi!" Ucap Xio.


"Baik tuan." Jawab Azco Lemas kemudian pergi meninggalkan Xio karena harus melaksanakan hukuman dari Xio.


"Papah ayo keruang makan, sepertinya Lena sudah menunggu disana." Kata Leon.


"Baiklah Ayo." Sahut Xio dan mereka pun berjalan menuju ruangan makan Yang ternyata benar saja Lena sudah duduk di kursi meja makan dengan wajah cemberut.


"Papah Kenapa Lama sekali?" Tanya Lena.


"Haha maafkan papah, mungkin karena kakak kamu yang terlalu asyik bertarung." Jawab Xio mengelus kepala Lena.


"Hehe maafkan kakak, Habisnya kakak Juga ingin cepat menjadi kuat untuk melindungi Lena dan Bisa menjadi seperti papah." Ucap Leon.


"Baiklah, Tapi lain kali kalau akan lama jangan lupa ajak Lena juga, karena Lena juga ingin menjadi kuat." Ujar Lena.


"Baiklah, Anak papah memang kuat-kuat, Sekarang ayo kita makan dulu." Ucap Xio mengelus kepala Leon dan Lena.


Mereka pun Makan malam Bersama hanya bertiga dengan hening. Selesai makan mereka memutuskan untuk segera tidur.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG(((((