
...----------------...
(15:23 di mansion Xio)
"Bagaimana apakah sudah mendapatkan informasi yang kuminta?" Tanya Xio.
"yang mulia kami mendapatkan informasi kalau organisasi Blood fang yang ada di negara ini hanyalah organisasi cabang saja sedangkan markas pusat mereka berada di China." Jawab Stevi salah satu bawahan Xio yang bekerja di bagian hacking.
"Kami juga sudah mendapatkan informasi ketua blood fang yang ada di China bernama Stevan Steele yang merupakan pamannya Jordan, dan ini dokumen yang berisi lokasi markas-markas mereka yang berada di Indonesia serta kegiatan-kegiatan mereka dari 2 tahun yang lalu." Ucap Edward menyerahkan dokumen, Edward juga merupakan salah satu bawahan Xio juga yang bekerja di bagian hacking.
Xio mengambil dokumen tersebut dan mulai membacanya.
Xio sangat puas dengan informasi yang didapatkan oleh para bawahannya karena isi dokumen tersebut sangat komplit dimulai dari biodata hingga kegiatan transaksi ilegal senjata dan obat-obatan terlarang tertata semua didalam dokumen tersebut.
"Bagus aku puas dengan kerja kalian, sekarang kalian beritahu semuanya untuk berkumpul di aula!" ucap Xio.
"Baik yang mulia!" Jawab Stevi dan Edward serentak.
Serelah memberikan perintah pada mereka, Xio berjalan menuju ruangan dimana Serly di tahan.
saat Xio sudah sampai diruang tahanan Serly, Xio mencium bau yang sangat menyengat seperti bau Pesing, mungkin itu karena Serly mengompol karena dia tidak bisa pergi ke toilet sebab dirinya diikat.
"Ternyata kamu sudah bangun." Ucap Xio sambil menutup hidungnya. Xio dapat melihat Serly yang menangis dengan penampilan yang tidak berdaya.
"tolong lepaskan aku.." Lirih Serly lemas tapi Xio tidak menggubrisnya dan malah terkekeh.
"Keh keh..Bagaimana apakah akamu sudah cukup menderita?" Kata Xio santai.
"Sudah.. cukup.." Ucap Serly lemas.
"Tapi bagiku ini belum dapat membayar semua apa yang kau perbuat." Kata Xio dan langsung dibawah Serly muncul banyak tangan berwarna hitam dan ada juga wajah yang menarik dan meneriaki nama Serly.
"Tidak tidak lepaskan!, lepaskan aku!" Serly ketakutan dan berusaha memberontak tapi tangan-tangan tersebut terus menarik Serly.
Xio sebenarnya membuat Shadow expansion yang dapat membuat orang yang terkena skill tersebut masuk kedalam bayangan dan disiksa tanpa henti didalam bayangan tersebut.
"Nikmatilah penderitaanmu." Ucap Xio dan langsung meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan menuju aula tempat para bawahannya berkumpul.
"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul, aku akan memberitahukan kalau 2 hari lagi kita akan menyerang markas blood fang, dan selama 2 hari ini aku akan mengirimkan beberapa orang untuk memata-matai dan menyusup kedalam markas mereka." Jelas Xio.
"Aku akan mengirimkan 10 orang saja untuk melakukan tugas tersebut, apakah kalian mengerti!?" Tegas Xio.
"MENGERTI!!" Jawab semuanya serentak.
"Bagus, kalau begitu yang ditunjuk maju kedepan." Ucap Xio kemudian menunjuk beberapa orang.
"Baiklah aku percayakan tugas ini pada kalian, kabarkan kalau ada yang mencurigakan. dan untuk yang lainnya berlatihlah kembali perkuat diri kalian, Sampai sini paham!?" Tegas Xio.
"PAHAM YANG MULIA!!" Jawab semuanya serentak dan kembali melanjutkan kegiatan mereka.
Xio juga memutuskan untuk kembali kerumahnya karena hari sudah petang menyambut malam. saat sampai rumah, Xio melihat Ellisa duduk di luar sedang menonton video di handphonenya, Xio pun menghampiri Ellisa dan duduk disampingnya.
"Sayang apa yang kamu lihat sampai mengiler begitu?" Tanya Xio.
"Aku sedang menonton orang yang sedang memasak ini!" Jawab Ellisa menunjukan layar handphonenya ke Xio.
"Ohh." Kata Xio hanya ber oh ria. Ellisa langsung menatap mata Xio tajam.
"Ada apa?, kenapa kamu menatapku seperti itu?" Ucap Xio pura-pura kebingungan, sebenarnya Xio tahu kalau Ellisa sedang mengidam.
"Hump dasar tidak peka!" Ucap Ellisa memalingkan wajahnya sambil menggembungkan pipinya.
"Hahaha baiklah aku mengerti." kata Xio sambil tertawa dan Ellisa pun kembali menatap Xio.
"tapi ada syaratnya." Lanjut xio sambil menunjuk bibirnya. seakan mengerti maksud Xio, Ellisa langsung mencium bibir Xio.
"Ekhem!" Suara deheman dibelakang Xio hingga Xio memberhentikan ciumannya dan mengalihkan pandangannya untuk melihat suara siapa barusan.
"Ayahhh, mengganggu saja!" Teriak Xio kesal karena menggangu momennya.
"Hehe lagian kalian bermesraan diluar." Ucap Jhonatan terkekeh.
"huff sudahlah, lebih baik memesan makanan untuk Ellisa saja." Menghela nafas Xio kemudian langsung membuka handphonenya untuk memesan makanan online.
"Tunggu dulu!" Ellisa langsung merebut handphone yang ada di genggaman Xio.
"kenapa?" Tanya Xio bingung.
"Aku mau orang ini langsung yang memasaknya di sini." Kata Ellisa kembali menunjukan layar handphonenya.
"Haduhh anak papah ini ingin menyusahkan papahnya." Ucap Xio sambil mengelus-elus perut Ellisa.
"Ayah, orang ini teman ayah kan?" Tanya Xio menunjukan layar handphone Ellisa pada Jhonatan. Jhonatan memang memiliki banyak teman yang bekerja diberbagai profesi dan dari berbagai belahan dunia.
"Iya, memangnya kenapa?" kata Jhonatan bertanya balik.
"Ellisa sedang mengidam masakannya dan ingin orangnya langsung datang kesini." Jelas Xio.
"Baiklah ayah hubungi dulu orangnya, demi cucuku!." kata Jhonatan dan langsung menelepon orang yang dimaksud oleh Xio.
"Dia bilang dia bisa datang kemari tapi mungkin akan agak lama karena rumahnya agak jauh. bagaimana tidak apa-apa kan?" ucap Jhonatan bertanya pada Ellisa.
"Tidak apa-apa sekalian untuk makan malam saja." Jawab Ellisa.
"Anak papah memang pintar." Ucap Xio sambil menggesek-gesekkan hidungnya di perut Ellisa.
Jhonatan terkekeh melihat kelakuan Xio tapi dia juga memakluminya karena dulu tingkah Jhonatan juga seperti itu ketika Nadia mengandung Xio.
"Sudah-sudah ayo masuk kedalam sebentar lagi malam." Ujar Jhonatan, Xio dan Ellisapun menurutinya dan masuk kedalam rumah.
Satu jam berlalu, akhirnya chef temannya Jhonatan tiba dirumah Xio. Jhonatan, Xio dan Ellisa datang menghampirinya.
"Erick!, apa kabar!" Ucap Jhonatan.l menyapa chef tersebut yang bernama Erick dan umurnya hampir sama dengan Jhonatan.
"Baik-baik!. Lalu diamana cucumu yang kamu bilang ingin masakanku?" Tanya Erick.
"Sebenarnya ini untuk menantuku yang sedang mengidam." Jawab Jhonatan.
"Oh jadi Xio sudah mendapatkan istri!" Erick sebenarnya sudah mengenal Xio saat kecil karena Jhonatan sering membawa Xio bermain kerumah Erick.
"Halo paman, perkenalkan ini istriku Ellisa." Ucap Xio.
"Sudah lama tidak bertemu kamu semakin tampan saja dan juga mendapatkan istri yang sangat cantik." puji Erick.
"Hehe, maafkan aku karena merepotkan paman datang kemari malam-malam." Kata Xio.
"Tidak apa-apa, ayo tunjukan dapurnya paman akan memasak masakan spesial yang paman dapatkan dari resep guru paman." ucap Erick, Xio pun langsung menuntun Erick menuju dapur.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.