Cross The World With System

Cross The World With System
Pertemuan Raja



...----------------...


"Adik-adik mau kemana?" Tanya penjaga tersebut ramah.


"Kami ingin melihat orang-orang yang sedang latihan apakah boleh?" Ucap Lena balik bertanya. Penjaga tersebut berpikir sejenak karena memang tidak ada larangan untuk orang yang ingin melihat masuk kedalam tapi disisi lain penjaga tersebut juga bingung harus membiarkan mereka atau tidak.


"Mmm baiklah tapi kalian jangan mengganggu orang-orang yang sedang Belajar." Ucap penjaga tersebut, penjaga tersebut membiarkan Leon dan Lena masuk karena pikirnya tidak akan mungkin juga anak seumuran mereka menimbulkan kekacauan.


"Terimakasih paman kami berjanji tidak akan menganggu." Ucap Leon dan Lena bersamaan kemudian merekapun berhasil melewati Gerbang akademi.


"Kakak sekarang kemana kita?" Tanya Lena karena melihat Akademi tersebut yang sangat luas serta banyak sekali bangunan-bangunan yang mereka tidak tahu bangunan apa itu.



"Kakak juga tidak tahu, Coba kita kesana." Jawab Leon. Namun tiba-tiba dihadapan mereka terjatuh sebuah kertas.


Mereka mengambil kertas tersebut yang saat mereka buka ternyata isinya adalah denah lokasi sekolah akademi tersebut, Didalam peta tersebut juga Tergambar dengan jelas lokasi dari berbagai macam kelas dimulai dari kelas Memanah, berpedang, Alchemist, Sihir, pengetahuan, Summoner dan bahkan ada kelas bisnis serta memasak juga ada kelasnya. dan Setiap jurusan dibagi menjadi beberapa kelas lagi sesuai dengan umur mereka.


Didalam peta tersebut juga terletak seperti arena bertarung, Aula, kantin, ruang guru, asrama, dan juga ruangan kepala sekolah. Akademi ini bernama BRIGHT FUTURE WAY (BFW), dan di akademi ini murid mulai bisa bersekolah ketika umur mereka 7 Tahun keatas, dan Mereka akan lulus ketika sudah berumur 17 Tahun.


"Hmm Siapa yang menjatuhkan peta ini disini?" Ucap Lena.


"Siapapun itu terimakasih, karena sekarang kita sudah mengetahui setiap lokasi nya." Kata Leon. Mereka tidak tahu kalau yang memberikan peta tersebut adalah Xio.


Leon dan Lena pun melanjutkan berjalan, dan yang pertama mereka kunjungi adalah Kelas Alchemist dan mereka hanya bisa mengintip dari luar saja. Di dalam ruangan kelas Alchemist Leon dan Lena dapat melihatat orang-orang yang sedang melakukan Eksperimen seperti menumbuhkan kembali tanaman mati dan juga ada yang sedang mengamati Bagaimana monster kecil berkembang biak.


Leon dan Lena lanjut berjalan melihat aktivitas Setiap kelas yang ada sampai tibalah mereka di kelas Summoner yang berada di ruangan terbuka dan kebetulan Guru yang sedang mengajar adalah Belphegor.


"Baiklah Sekarang kita akan belajar cara mengontrol Mahkluk Summonan Kita, Sekarang kalian Bisa mengeluarkan makhluk summon kalian masing-masing." Ucap Belphegor.


Langsung saja para murid mulai merapalkan mantra mereka Namun yang membuat Leon dan Lena bingung adalah mantra yang mereka rapalkan Sangat panjang sedangkan Mereka sendiri untuk Meng summon hanya dengan menyebutkan nama Skill nya saja.


Belphegor yang menyadari keberadaan Leon dan Lena berniat untuk menyapa mereka namun sudah didahului oleh Xio yang berbisik pada Belphegor memberi tahu kalau Leon dan Lena sedang ingin menjadi warga biasa.


"Hai adik-adik Apa kalian tidak mau bergabung?" Ujar Belphegor pada Leon dan Lena.


"Tidak perlu kami hanya ingin bertanya saja Kenapa mereka harus merafalkan mantra yang sangat panjang untuk Meng summon?" Tanya Leon Membuat Semua murid yang berada disana langsung mengalihkan perhatian mereka pada Leon.


"Sebenarnya Summoner dan penyihir dibagi menjadi beberapa tingkatan, untuk yang paling tinggi adalah mereka yang bisa Melakukan Skill mereka tanpa Rapalan ataupun tanpa menyebutkan skillnya Contohnya adalah Raja Xio Archon." Jelas Belphegor.


"Di bawahnya ada orang-orang yang harus menyebutkan Nama skill mereka dulu, dan dibawahnya lagi adalah orang-orang yang harus Merapalkan mantra-mantra seperti dibuku." Lanjutnya.


"Guru, Apakah ada orang lain yang memiliki tingkatan yang sama dengan Raja Xio." Tanya salah seorang murid.


"Untuk Saat ini hanya Yang mulia saja yang bisa melakukan semua sihir tanpa mantara dan tanpa menyebutkan Skill nya. Selain yang mulia Ada juga pangeran dan putri tapi mereka hanya bisa beberapa saja." Jawab Belphegor membuat semua murid menjadi kagum dan mengagung-agungkan Raja mereka. Selain itu mereka juga mendapatkan info baru kalau ternyata Raja mereka sudah memiliki anak.


"Terimakasih Paman, Kalau begitu kami pergi dulu." Ucap Leon dan diangguki Oleh Belphegor. Setelah Leon dan Lena pergi ada murid yang bertanya lagi.


"Guru kenapa mereka memanggil guru Paman?".


Leon dan Lena melanjutkan perjalanan mereka Sementara Xio sudah kembali ke karena sudah pukul 11 Lewat. Xio juga sudah diberi tahu kalau tempat pertemuannya tidak di istana karena Sebas sudah menyiapkan tempat diluar ruangan yang dapat langsung melihat pemandangan Kerajaan.



Xio Berjalan diudara menuju tempat tersebut, dan ketika hampir sampai di tempat tersebut Xio sudah bisa melihat Da 3 orang pria yang masing-masing mengenakan mahkota sedang duduk melingkar di Sebuah Gazebo, Serta di belakang mereka masing-masing Berdiri satu orang perempuan yang kemungkinan asisten mereka.


Perhatian mereka langsung tertuju pada Xio yang sedang berjalan diudara dan sedang mendekat kearah mereka. Alangkah tercengangnya mereka karena baru kali ini melihat orang yang bisa berjalan diudara.


Mereka langsung berdiri karena baru sadar kalau orang tersebut adalah Raja dari kerajaan Regalia Sebab saat ini Xio mengenakan mahkotanya. Dan mereka masih sedikit tidak percaya Kalau Kerajaan yang sangat Besar dan megah ini dipimpin oleh seorang anak muda yang mungkin seumuran dengan anak mereka.


"Selamat datang di Kerajaan ku dan perkenalkan Namaku Xio Arhon, Raja dari kerajaan Regalia." Ucap Xio kemudian mempersilahkan mereka bertiga untuk memperkenalkan diri.


"Saya Chalawan Rock dari Kerajaan Greenland." Ucap Pria yang memiliki rambut hitam panjang dengan kulit Berwarna Coklat.



"Saya Ramus Manners dari Kerajaan Sunshine." Ucap Pria yang terlihat seumuran dengan Arthur dan Jhonatan.



"Saya Khazad Alkaras dari Kerajaan StarLight." Ucap Pria yang terlihat sudah tua.



Selesai semuanya memoerkenalkan diri, Xio kemudian mempersilahkan mereka duduk kembali.


"Baiklah kita mulai Saja, Apa yang membuat kalian ingin bertemu denganku?" Tanya Xio tanpa basa-basi.


"Raja Xio, Kami bertiga sudah membicarakan ini dari jauh hari ketika pulau terbang ini tiba-tiba muncul begitu saja di langit hutan Kematian, Dan tujuan Kami ingin bertemu karena kami Ingin Meminta kerjasama serta perdamaian dengan Kerajaan Regalia." Jelas Khazad.


"Kami sudah tahu kalau Kerajaan Blue feather telah dikalahkan boleh oleh Kerajaan anda, Kerajaan Blue feather adalah Kerajaan yang tidak bisa kita bertiga kalahkan, Sementara anda hanya mengalahkannya dalam 1 hari yang berarti Kerajaan anda lebih kuat, Dan kami takut kalau anda akan mulai merebut Kerajaan kami juga." Ucap Ramus.


"Jadi kalian takut kalau aku menyerang Kerajaan kalian?" kata Xio dan diangguki oleh mereka bertiga.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG