Cross The World With System

Cross The World With System
Jhonatan



...----------------...


"Sayang, kapan kamu akan pergi dari Jhonatan?" ucap pria tersebut memeluk pinggang wanita tersebut.


"kamu tunggu saja sampai aku menguras habis hartanya, dan aku akan kembali bersamamu!" jawab wanita tersebut.


"Aku juga ingin bertemu dengan anakku!" Ucap si pria.


"Aku harus segera pulang, akan gawat kalau Jhonatan tahu aku keluar bertemu denganmu" ujar wanita yaitu Serly kemudian pergi meninggalkan sang pria.


Xio merekam semua percakapan mereka, Xio baru tahu kalau ternyata anak Serly bukan anak kandung Jhonatan atau ayah Xio. Setelah mereka pergi, Xio juga pergi menuju penjual camilan dan juga es krim untuk anak-anaknya karena tadi sudah berjanji untuk membelikan makanan.


Selesai membeli semua dan menyimpannya di inventory, Xio kembali kemobilnya dan melajukannya menuju rumah.


"Aku pulang!" ucap Xio setelah membuka pintu, karena tidak ada yang menjawab Xio pun memeriksa setiap ruangan untuk mencari mereka tapi masih tidak ditemukan juga.


Kemudian Xio teringat kalau tadi mereka sedang bermain di rumah pohon akhirnya Xio pun menuju rumah pohon.


Xio masuk kedalam rumah pohon tersebut, Saat Xio masuk Xio dapat melihat kalau mereka sedang tertidur dengan posisi Ellisa ditengah sedangkan Leon dan Lena samping kiri kanannya. Xio yang melihat mereka tertidurpun mendapatkan ide, dia mengambil spidol dan mulai mencorat-coret wajah mereka, setelah selesai dia kemudian memfotonya.


Cekrekk!


Xio lupa kalau ternyata Flashlight nya tidak dimatikan hingga membuat mereka terbangun. mereka bertiga membuka matanya dan langsung duduk. yang pertama Leon dan Lena lirik adalah wajah Ellisa.


"Pfft……Hahaha" Leon dan Lena tertawa.


"Ada apa kenapa kalian menertawakan mamah?" Ucap Ellisa kebingungan.


"Mamah lihatlah wajah mamah!" Leon memberikan cermin kepada Ellisa, belum sempat Ellisa mengambil cermin tersebut Ellisa juga malah tertawa.


"hahaha…Lihatlah wajah kalian" ucap Ellisa sambil tertawa, Leon dan Lenapun kemudian melihat ke cermin. Mereka tidak menyadari kalau dari tadi Ada Xio yang sedang menahan tawa.


"Pfftt!!" Xio keceplosan, hingga membuat mereka melirik kearah Xio dan melihat kalau Xio sedang memegang sebuah spidol.


"PAPAH/XIO!!!" Teriak mereka kemudian langsung berlari kearah Xio dan menerkamnnya hingga membuat Xio terjatuh.


"Mamah tahan tangan papah" ucap Lena, Ellisa pun menahan tangan Xio, dan Leon mengambil spidol ditangan Xio kemudian mulai mencorat-coret wajah Xio.


"Hei hei hentikan…haha" Ucap Xio sambil tertawa karena Ellisa dan Lena menggelitiknya, merekapun akhirnya berhenti setelah wajah Xio juga penuh dengan coretan.


"Haha wajah papah sangat jelek" ucap Lena.


"Hah…hah…sudah-sudah papah tidak kuat lagi" Xio duduk dan mulai mengatur nafasnya karena habis digelitiki.


"Papah apakah papah membawa oleh-olehnya?" tanya Lena.


"Tentu saja, papah juga membawa eskrim" Xio mengeluarkan tadi yang dibelinya, kemudian merekapun makan bersama.


"Oh iya sayang ini handphonenya!" Xio menyerahkan handphone pada Ellisa.


"umm terimakasih!" jawab Ellisa yang masih memakan eskrim, Xio mendekatkan wajahnya pada wajah Ellisa dan menjilat pipi Ellisa.


"Ehhh?..Apa yang kamu lakukan!?" ucap Ellisa dengan wajah memerah.


"Barusan ada es krim diwajahmu, ternyata lebih manis eskrim yang ada diwajahmu aku jadi ingin lagi" goda Xio, kemudian mendekatkan kembali wajahnya dan ******* mulut Ellisa.


"Ada anak-anak didepan kita, bagaimana kalau mereka melihat" Ellisa mendorong tubuh Xio.


"Hehe habisnya bibirmu sangat menggoda" jawab Xio, kemudian merekapun melanjutkan memakan makanannya diselingi oleh canda tawa dan Xio juga mengabadikan momen tersebut dengan memotretnya. karena hari sudah malam akhirnya mereka kembali masuk kerumah dan kekamarnya masing-masing.


Malam berganti pagi, Saat Xio akan berangkat sekolah dia melihat berita di internet tentang orang tua Jody yang menjadi gila dan juga anak ya yang menjadi setress. Xio hanya tersenyum melihat berita tersebut.


Sudah 5 hari Xio menjalani hari seperti biasanya dan jika ada waktu luang Xio akan mengajarkan tentang hal-hal yang ada dibumi pada Ellisa, Xio juga mengajarkannya mengendarai mobil serta menggunakan handphone, kamar baru untuk Leon dan Lena juga selesai dibangun. dan selama itu juga Xio mengumpulkan bukti-bukti mengenai Serly.


Saat ini, setelah pulang sekolah Xio diberi tahu kalau dia akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan AC (Alexander company) perusahaan ayah Xio, pertemuan kali ini diadakan di perusahaan AV. Xio juga membawa Ellisa,Leon dan Lena untuk membicarakan tentang sekolah mereka dan juga untuk menitipkan Leon dan Lena karena besok Xio harus kembali kedunia Flix.


Mereka berangkat menggunakan pakaian yang serasi dengan Xio. Xio datang keperusahaan pukul setengah 3 siang sedangkan pertemuan akan dimulai pukul 3. Saat mereka turun dari mobil ternyata sudah ada Adam dan Chris yang menunggunya.


"Sayang antar aku ketoilet" Ellisa menarik tangan Xio.


"Paman tolong jaga anak-anak!" Ucap Xio, kemudian mengikuti Ellisa.


Saat sampai toilet Xio menunggu di depan pintu sedangkan Ellisa masuk kedalam toilet karena toilet itu merupakan toilet perempuan. Saat Xio sedang menuggu tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Nak tunggu dengarkan ayah dulu!" ucap Jonathan menahan tangan Xio.


"Bukankah Anda sudah mengatakan kepada saya kalau anda bukan ayah saya lagi" Xio menepis tangan Jhonatan. Jhonatan pun terdiam sejenak mengingat perkataannya dulu yang pernah ia ucapkan.


"Ayah sungguh tidak bermaksud seperti itu, Ayah hanya ingin kamu kembali bersama ayah, tolong maafkan ayah dan kembalilah bersama ayah" Ucap Jhonatan.


"Cihh..apakah aku harus memaafkan orang tua yang ingin anaknya meninggal?" Xio berdecih. mata Jhonatan sudah berkaca-kaca, dia baru sadar ternyata dibenci serta tidak diakui oleh anak sendiri sangat menyayat hatinya.


"Ayah rela memberikan apapun bahkan ayah rela hidup miskin, ayah hanya ingin hidup bersamamu lagi dan melihatmu sukses dan juga memili istri serta seorang anak. kumohon maafkan ayah" Jhonatan menggenggam tangan Xio dengan mata berlinang.


"Lalu kemana saja kamu selama ini?, apakah kamu tahu setelah ibu meninggal bagaimana kehidupanku?, kamu bahkan tidak pernah memperhatikanku dan lebih memperhatikan wanita j*alang itu. Aku bahkan tidak pernah menyangka ada orang tua yang lebih mementingkan anak orang lain dari pada anak kandungnya sendiri" ucap Xio melepaskan genggaman tangan Jhonatan.


'anak orang lain?' batin Jhonatan bingung, tak lama kemudian pintu toilet terbuka dan keluarlah Ellisa.


"Sayang ada apa, dan siapa ini?" ucap Ellisa, Ellisa sebenarnya usdah mendengar percakapan Xio dengan Jhonatan daritadi.


"tidak apa-apa, ayo kita pergi" Xio menarik tangan Ellisa, tapi kemudian menghentikan langkahnya, dan berbalik kebelakang melirik Jhonatan sejenak.


"Lebih kamu segera periksa emailmu" ucap Xio kembali melanjutkan langkahnya, sedangkan Jhonatan masih terdiam disana kebingungan.


'Siapa wanita barusan kenapa memanggil Xio sayang?, dan juga sedang apa Xio berada di sini?' begitulah batin Jhonatan.


Kembali ke Xio, Saat ini dirinya sedang duduk di sofa diruangannya bersama dengan Ellisa,dan juga anak-anaknya.


"Papah kenapa murung seperti itu?" tanya Lena karena daritadi melihat wajah Xio seperti tidak bersemangat.


"Ah tidak apa-apa" jawab Xio berusaha tersenyum, Xio sebenarnya saat ini sedang memikirkan apakah dia harus memaafkan ayahnya atau tidak, Saat tadi bertemu Jhonatan juga Xio dapat merasakan adanya racun yang berada di tubuh Jhonatan.


'Lebih baik aku kirimkan dahulu bukti-bukti tentang Serly' batin Xio, kemudian membuka laptopnya dan mengirimkan semua bukti-bukti tentang Serly yang sudah dikumpulkannya.


Xio juga sebenarnya merasa kasihan melihat jhonatan tapi apalah daya luka yang membekas dihati tidak akan mudah disembuhkan.


Sementara itu saat ini jhontan sedang termenung di dalam mobil didepan laptopnya menunggu email yang dikatakan xio, tak lama kemudian ia mendapatkan email tersebut dan ia pun langsung membukanya, Tak lama setelah ia membuka email tersebut wajahnya saat ini sudah memerah karena marah.


"Wanita j*Alang, s*alan!" Jhonatan membanting laptopnya.


'Aku harus bertemu dengan Xio kembali, dan berbicara padanya' Batin Jhonatan kemudian langsung berlari ke meja resepsionis.


"Apakah di perusahaan ini ada yang bernama Xio?, dia memiliki rambut berwarna putih" tanya Jhonatan.


"Apakah orang yang dimaksud tuan adalah CEO Perusahaan tuan Xio Archon?" resepsionis kembali bertanya.


'Xio archon?, CEO perusahaan?, apakah mungkin ada orang yang memiliki nama sama dengan anakku?' Jhonatan bertanya-tanya dalam hati.


"Iya iya cepat beritahu aku diamana ruangannya!" Jhonatan sebenarnya tidak yakin kalau Xio yang dia maksud adalah orang yang sama.


"Mohon maaf sebentar lagi tuan Xio akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan AC" ucap resepsionis tersebut.


"Permisi tuan Jhonatan, apakah anda mencari seseorang?" Ujar Chris tiba-tiba.


"Tuan Chris!, apakah anda bisa membawaku bertemu dengan tuan Xio?!" ucap Jhonatan, Chris langsung tahu kalau Xio yang dimaksud adalah Xio anak Jhonatan. Chris berpikir sejenak karena dia tahu masalalu Xio dan juga Jhonatan.


"tunggu biarkan saya menelepon nya terlebih dahulu" jawab Chris kemudian langsung mengeluarkan handphonenya untuk menelpon Xio.


Xio: Ada apa paman?


Chris: tuan muda a-ayah anda ingin bertemu dengan anda (Chris berbicara dengan suara kecil)


Xio: Biark………………


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG