Cross The World With System

Cross The World With System
Masalalu



...----------------...


Azril langsung berlari kebelakang rumah untuk melihat apa yang terjadi.


"Hei bocah! suara apa itu barusan?" Seru Azril. Tapi dia sudah melihat Arcas yang terbaring tidak sadarkan diri ditanah.


Disekitar tubuh Arcas nampak aura berwarna ungu yang sangat pekat dan membuat keadaan disana sangat mencekam. Bahkan genangan air yang berada di dekatnya pun berubah menjadi warna ungu.


Azril langsung berniat untuk mengangkat Arcas. tapi saat sudah menyentuh kulit Arcas, ujung jari Azril seketika seperti mati rasa disertai dengan kulitnya yang perlahan menjadi warna ungu.


Dengan segera Azril menarik tangannya kembali ia tahu akan berbahaya jika aura ungu tersebut sampai menyebar ke tubuhnya.


'Seperti gelarnya, kekuatannya pun sangat luar biasa walau masih kecil. Aku tidak bisa membayangkan akan sekuat apa lagi kekuatan khususnya ini.' Batin Azril.


Azril mengangkat tangannya kedepan, tiba-tiba saja Arcas mulai terangkat dan melayang di udara. Itu karena Azril menggunakan Skill yang bernama "Imvertats", Skill ini hampir sama dengan telekinesis memindahkan suatu benda dari tempat semula ketempat yang berbeda hanya dengan menggunakan pikiran saja. Tapi Skill yang Azril miliki lebih spesial lagi, sebab ia bisa juga mengubah ukuran benda yang terpengaruh skillnya menjadi besar ataupun kecil terkecuali manusia dan makhluk hidup yang bernafas lainnya.


Azril membawa Arcas kedalam rumah lalu membaringkannya diatas ranjang, lalu ia mengambil kendi kaca yang terletak diatas meja. Dia langsung mengguyurkan Arcas menggunakan air jernih yang berada didalam kendi kaca tersebut.


Perlahan-lahan aura yang sangat pekat tadi mulai mengusut masuk kembali kedalam tubuh Arcas sampi akhirnya tidak terlihat lagi aura yang mengerikan.


"Hufff...Nasib baik air suci ini bekerja." Azril menghela nafas lega.


"Sebaiknya membuatkannya makan." Gumam Azril langsung pergi meninggalkan Arcas yang masih belum terbangun.


.


.


.


.


.


...----------------...


Didalam sebuah kamar terlihat seorang Pria yang sangat tampan berambut putih yaitu Xio sedang tertidur seorang diri diatas Ranjang besar dan juga empuk. Sudah terlewat kurang lebih 24 jam sejak ia tumbang di acara saat itu, dan hingga sekarang dia belum bangun juga.


Deg!


Kelopak matanya tiba-tiba saja terbuka, memperlihatkan pupil mata yang secerah langit berwarna biru disiang hari dan tatapannya yang dalam sedalam lautan.


Dengan nafas yang terengah-engah Xio langsung bangkit dari tidurnya. Dia Melihat banyak sekali layar transparan bertumpuk di hadapannya dengan berbagai macam pemberitahuan.


[Peringatan! System telah diaktifkan kembali]


[Selamat! Tuan mendapatkan 200.000.000 Poin System]


[Selamat! Tuan Mendapatkan Tubuh Distruizone (Tubuh sang kehancuran). Tubuh ini merupakan Tubuh seorang seorang Raja kehancuran dimasa lalu yang sangat di segani dan di takuti oleh semua orang, bahkan oleh para dewa sekalipun.]


[Selamat! Tuan telah membangun dan membentuk ulang ingatan-ingatan Tuan di kehidupan sebelumnya (00,78%)]


[Selamat! Tuan telah mendapatkan Elemen Listrik]


[Selamat Tuan mendapatkan 2 buah kotak Mysteri.]


[Selamat! Tuan telah mendapatkan 2 kartu pemanggilan istri di kehidupan sebelumnya.]


Xio terkejut dengan pemberitahuan-pemberitahuan dari System itu, dan yang membuatnya bingung yaitu maksud dari ingatan-ingatan di kehidupan sebelumnya. Dia berpikir apa itu berarti dirinya telah hidup dua kali.


"System apa kamu bisa memberitahuku bagaimana kehidupan ku di kehidupan sebelumnya?" Tanya Xio.


[AKSES DITOLAK!!]


[Tuan akan mengetahuinya sendiri seiring berjalannya waktu]


"Lalu apa ingatan anak kecil bernama Arcas tadi adalah ingatanku dimasa lalu?" Tanyanya lagi.


[Benar nama Tuan di kehidupan sebelumnya adalah Arcas]


"Jadi itu aku dimasa lalu. Apakah kakek Azril yang ada disana juga orang yang sama dengan kakek Azril sekarang?"


[Benar]


"Yah aku sudah dapat mengiranya sih, karena wajahnya sama dan hanya proporsi badannya saja yang berbeda." Gumam Xio karena Azril dimasa sekarang badannya tidak kekar lagi tapi lebih buncit.


Tiba-tiba saja mata Xio terbelalak dengan mengepalkan tangannya sangat kuat seperti sedang menahan marah. Lantaran dia baru teringat hadiah System yang terakhir yaitu kartu pemanggilan istri di kehidupan sebelumnya.


"System Jawab aku, ada berapa banyak istriku di kehidupan sebelumnya?!" Tanya Xio masih mengepalkan tangannya.


[Menjawab pertanyaan Tuan! Di kehidupan sebelumnya Tuan memiliki istri sebanyak 6 orang]


"Apa Ellisa juga termasuk?"


[Benar]


Kalo Xio benar-benar terlihat sudah sangat murka terlihat dari raut wajahnya serta urat-urat dikeningnya yang menonjol.


"Br*ngsek! Br*ngsek! Br*ngsek! Kenapa aku menjadi orang Munafik!?" Gertak Xio mengutuk dirinya sendiri. Dia sangat tidak suka mempermainkan hati wanita apalagi disana ada Ellisa-nya juga yang berarti dia pernah membagikan hatinya pada wanita lain. Jika bisa kembali ke masa lalu Xio sungguh akan menghajar dirinya dimasa itu dan membunuh lima wanita lainnya, membayangkan bagaimana wajah Ellisa yang diduakan saja sudah membuatnya sakit hati, dan ini bukan hanya 2 tapi 6 sekaligus.


Xio duduk di pinggiran ranjang sambil menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Dia berpikir kenapa semakin banyak saja misteri dan hal-hal yang belum dia ketahui.


"System sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?"


[21 Jam 46 Menit 12 detik]


Cklek!


Pintu kamarnya ada yang membuka dari luar, dan masuklah Ellisa dengan mata yang sembab seperti habis menangis. Dia terkejut melihat Xio yang sudah sadarkan diri dan sedang duuduk si tepi ranjang.


"Say.."


Dengan segera Ellisa berlari kerah Xio. Dan Xio yang menyadarinya pun langsung melebarkan kedua tangannya sudah siap di peluk oleh Ellisa.


Grebb


Ellisa memeluk Xio dengan sangat erat sambil menangis, begitupun dengan Xio yang membalas pelukan Ellisa.


Xio mencium kening Ellisa dan mengelus-elus rambutnya.


"Kenapa kamu menangis sayangku, aku merasa sangat bersalah sudah membuat matamu menjadi sembab seperti ini." Ucap Xio mengusap air mata Ellisa dengan jarinya.


"Ini semua salahmu!, salahmu!." deraian air matanya malah semain deras, ia juga sambil memukul-mukul dada Xio. Tapi kemudian memeluknya kembali membenamkan wajahnya di dada Xio.


"Aku sangat khawatir kamu kenapa-napa..." Lirih Ellisa. "Aku takut terjadi sesuatu padamu, Tidak ada satu orangpun yang tahu penyebab kamu tidak sadarkan diri." Lanjutnya.


Xio memegang kedua pipi Ellisa dan menatapnya dalam-dalam. Perlahan wajahnya mulai mendekat hingga akhirnya Bibir Xio sampai di bibir Ellisa.


Xio melepaskan Ciumannya kemudian menatap Ellisa kembali. "Apa kamu sudah cukup tenang?" Ucapnya di jawab anggukan oleh Ellisa.


Sebenarnya barusan Xio membaca ingatan Ellisa dimulai saat dirinya tidak sadarkan diri.


...---------FLASHBACK-------...


Saat Xio tumbang di acara waktu itu, semua orang nampak panik dan semua prajuritpum dengan sigap langsung menghalangi semua jalan keluar sebab mereka mengira ada yang meracuni Xio.


Sementara Xio langsung dibawa kekamarnya dan segera di periksa oleh Uriel. Disaat dia di periksa, terlihat Ellisa dengan wajah yang sangat khawatir sedang di tenangkan oleh Rose.


"Maaf Yang Mulia Ratu, saya tidak dapat mengidentifikasi keadaan Yang Mulia saat ini." Ucap Uriel yang tentu saja membuat Ellisa semakin panik.


"Apakah kamu tahu penyebabnya?" Tanya Jhonatan.


"Maafkan saya Tuan, tapi penyebabnya juga tidak dapat di temukan dan tidak ada tanda-tanda dari racun atau sihir samasekali di tubuh Yang Mulia." Jawab Uriel.


Ellisa langsung bergerak kesamping kasur dan menangis disitu juga sambil menggenggam tangan Xio, sementara Bayinya di gendong oleh Rose.


"Sebas apa yang sudah terjadi pada Xio?!" Tanya Ellisa.


"Maaf Yang Mulia Ratu, saya juga tidak tahu tapi saya yakin jika menyentuh atau terkena aura yang keluar dari Yang Mulia sangat berbahaya." Jawab Sebas. "Saya juga menyarankan untuk memindahkan tempat tidur anak-anak kekamar sebelah dulu saja, karena aura ini bisa menyebar ke seluruh ruangan." Tambahnya memang benar udara didalam ruangan tersebut mulai sesak tapi hanya Ellisa sajalah yang tidak terpengaruh dan Sebas juga menyadarinya.


"Nenek tolong jaga dulu Nathan dan Tassa, aku akan menunggu disini sampai Xio bangun." Ujar Ellisa.


"Tapi Ellisa disini katanya berbahaya." ucap Jhonatan.


"Tidak apa-apa ayah, aku tidak merasakan apapun sama sekali." Jawab Ellisa. "Sebaiknya semuanya segera keluar, aura sudah semakin menguat." Ucapnya.


"Baiklah, Hati-hati yah sayang." Ujar Rose i kawan anggukan oleh Ellisa.


...--------FLASHBACK OFF--------...


Ellisa sudah menunggu Xio dilamar tersebut selama 21 jam tanpa tidur sama sekali, dan dia juga pergi kekamar Nathan dan Tassa hanya untuk menyusui mereka dan menidurkannya kemudian kembali lagi kekamar Xio.


"Maafkan aku sudah membuatmu khawatir, dan terimakasih sudah sangat perhatian menunggu aku bangun disini dengan sabar." Ucap Xio mengecup kening Ellisa.


"Sudah menjadi tugas istri untuk merawat suaminya yang sedang sakit." Kata Ellisa.


"Hm Istriku memang yang terbaik dari semua wanita yang ada." Xio memeluk Ellisa erat.


'System hancurkan saja kartu pemanggilan istri tadi.'


[Menghancurkan 2 buah kartu pemanggilan istri.]


[Penghancuran selesai]


Xio langsung menciumi setiap inci bagian wajah Ellisa tanpa ada yang terlewat.


"Haha geli sayang." Kata Ellisa merasa geli, tapi Xio tidak mendengarkannya dan malah terus menciuminya hingga sampai dibibir Ellisa dan langsung mengul*mnya.


Xio berpikir untuk apa dia butuh istri lagi, mau itu baik ataupun cantik dia tidak akan pernah menerimanya karena didepannya saat ini sudah ada yang sangat sempurna.


'Oh iya System kenapa Ellisa tidak terpengaruh dengan aura kehancuran ku?' Tanya Xio dalam hati.


[Itu karena Tubuh kehidupannya memiliki kekuatan yang setara dengan tubuh kehancuran Tuan]


"Sayang dimana anak-anakku?" Tanya Xio.


"Nathan dan Tassa sedang tidur di ruang sebelah, kalau Leon dan Lena sedang membantu puriel mencari obat untukmu." Jawab Ellisa.


"Aku ingin bertemu mereka." kata Xio.


"Tunggu disini, biar aku membawanya kemari." Ujar Ellisa sudah berdiri dan berniat akan pergi, tapi dlXio menahannya dengan mencekal lengannya.


"Tidak! kamu sudah terlalu kelelahan dan tidur saja disini. Aku tahu kamu belum beristirahat sama sekali." Xio merarik Ellisa hingga membuat Ellisa langsung berbaring di ranjang.


Cup!


Xio mencium tipis bibir Ellisa, "Istirahatlah istriku tercinta." Kata Xio sambil tersenyum hangat, dan entah kenapa Ellisa pun seketika langsung merasakan kantuk yang sangat berat hingga akhirnya dia tertidur.


Xio menyelimutinya kemudian berjalan keluar ruangan sambil mengirim telepati pada Uriel untuk menghentikan kegiatannya, dan menyuruh Leon dan Lena untuk datang kepadanya.


Xio langsung masuk kedalam ruangan di samping kamarnya tempat dimana bayi-bayi mungilnya sedang tertidur. Dia berjalan kedekat ranajang bayi, dan nampak sebuah senyuman terlukis di wajahnya ketika melihat anaknya tertidur dengan nyenyak.


Xio mencium keduanya satu persatu secara bergantian, "Memang benar, orang tua akan merasa senang jika melihat anak-anaknya tertidur dengan nyaman" Gumamnya.


"PAPAH!!" Seru Leon dan Lena yang tiba-tiba sudah berada di dalam ruangan itu juga. mereka langsung berlari kearah Xio dan langsung memeluknya dengan isakan tangis terdengar dari keduanya.


Xio mengelus kepala mereka berdua sambil tersenyum, "Sudah-sudah jangan menangis, anak-anaknya papah kan tidak boleh cengeng." Kata Xio menenangkan mereka.


"Apa papah sudah tidak kenapa-napa?" Tanya Lena.


"Ya sekarang papah sudah tidak kenapa-napa lagi." Jawab Xio tersenyum.


"Semua orang sangat khawatir dengan keadaan papah saat itu, dan kita juga tidak tega melihat mamah tidak tidur menjaga papah." Ucap Leon membuat Xio merasa lebih bersalah terutama lebih lagi pada Ellisa.


"Hm maafkan papah sudah membuat semuanya khawatir, dan kalian tidak perlu cemas, sekarang mamah sedang beristirahat dikamar." Jawab Xio dijawab anggukan oleh Leon dan Lena.


"Papah boleh minta tolong tidak?" tanya Xio.


"Tolong apa?"


"Tolong Leon dan Lena katakan pada sebas dan Dulux tidak perlu dilanjutkan investigasinya."


"Ok!" Jawab Keduanya sambil mengacungkan ibu jarinya, dan langsung berjalan keluar kamar.


"Ternyata semua orang juga bisa mengkhawatirkan ku.". Gumam Xio.


Walaupun semua orang tahu kalau Xio itu sangat kuat, tapi tetap saja meski begitu, melihat Xio tidak sadarkan diri membuat semuanya cemas. Mereka khawatir Xio dalam bahaya, atau ada musuh yang lebih kuat darinya.


Xio menghilang dari ruangan tersebut, dan muncul kembali di kamarnya berbaring diatas ranjang, tepat di samping Ellisa yang sedang tertidur.


'Status' batin Xio, dan munculah layar hologram di hadapannya yang sudah sangat lama sekali tidak dilihatnya.


...----------------...


...«STATUS»...


...Nama: Xio Archon Alexander...


...Umur: 18...


...Ras: Human Demigod...


...Level: 19.462 (SS)...


...Element: Kegelapan(SS), Ruang(A+), Cahaya(SS), Waktu(A), Void (B)...


...Tittle: The King of Regalia kingdom , Queen of life Husband, Reincarnator, Error, Error....


...STR: SSS...


...INT: SSS...


...VIT: SSS...


...Skill (32)...


...Inventory (76)...


...Servant: 15...


...Memories [0,78%]...


...----------------...


"Ternyata ada 1 tittle ku yang terbuka." Gumam Xio. Dia semakin penasaran dengan dua Tittle yang masih belum terbuka dan juga kelanjutan ingatannya.


"System apa kamu tahu identitas kakek Azril yang sebenarnya?"


[Tuan akan tahu seiring berjalannya waktu.]


"Hahh... lagi-lagi seperti itu, padahal hanya tinggal memberitahukannya saja." Xio menghela nafas pasrah. Dia semakin yakin kalau identitas kakek Azril sangat luar biasa hingga System saja menyembunyikannya.


Xio melihat kesamping, dan dia melihat wajah Ellisa yang sangat cantik tertidur sangat pulas. Dia menyentuh pipi Ellisa dengan tatapan sendu, Berpikir kenapa dirinya dulu tega menikah wanita lain jika Ellisa sudah berada bersamanya.


"Cihh membayangkannya saja sudah membuatku muak!"


...----------------...


...BERSAMBUNG...