Cross The World With System

Cross The World With System
Kembali sekolah



...----------------...


Setelah kejadian dipantai kemarin tidak ada kejadian apapun lagi setelah mereka pulang.


Saat ini Xio akan berangkat sekolah seperti biasa Xio berangkat naik bus umum dan tak lupa juga Xio memakai ilusinya agar tangannya kelihatan seperti tangan palsu, Xio tadinya disuruh Chris untuk Adam yang mengantar kesekolah menggunakan mobil tapi Xio menolak karena ingin melihat bagaimana orang-orang yang buta harta melihat dirinya.


cup!


cup!


"anak-anak jangan nakal sama mamah" Xio mencium Leon dan Lena bergantian, dan dibalas anggukan oleh mereka.


cup!


"Sayang aku berangkat!" Xio juga mencium bibir Ellisa sekilas, Kemudian pergi berjalan meninggalkan mereka menuju halte bus, setelah sampai halte Xio naik bus yang bertujuan ke dekat sekolahnya.


Setelah turun dari bus Xio berjalan ke gerbang sekolah, lagi-lagi Xio menjadi bahan perhatian serta pembicaraan dan lagi saat ini wajah Xio sudah tidak memiliki bekas luka yang membuat wajahnya semakin tampan.


"Bukankah itu Xio"


"Aku rasa dia semakin tampan"


"percuma saja tampan kalau miskin"


Xio dapat mendengar setiap bisikan karena Indra milik Xio semakin tajam, Xio hanya tersenyum mendengar semua bisikan tersebut dan memilih langsung kekelasnya.


Setelah sampai dikelas Xio duduk di bangkunya dan mulai membaca buku, walaupun buku tersebut tidak berguna bagi Xio karena Xio sudah sangat pintar.


Tak lama kemudian guru pertama datang dan mulai membagikan kertas ujian, Tak sampai 30 menit Xio sudah menyelesaikan semua pertanyaan, Xio tidak langsung mengumpulkan kertasnya dan lebih menunggu mengumpulkan bebarengan dengan yang lainnya.


Setelah menunggu selama 1 jam akhirnya bel istirahat berbunyi dan guru pengawas mulai mengambil seluruh kertas ujian, setelah selesai guru tersebut mempersilahkan semuanya untuk istirahat.


Xio bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar tapi Xio merasa ada beberapa orang yang mengikutinya terus, Xio berjalan ke arah toilet untuk memancingnya ketempat yang sepi, dan ternyata benar orang-orang tersebut mengikutinya masuk kedalam toilet dan menahan pintunya.


Xio sudah bisa menebak siapa yang mengikutinya, Xio berbalik kebelakang untuk melihat orang tersebut dan ternyata benar dugaan Xio orang yang mengikutinya adalah Jody bersama temannya mereka tersenyum meremehkan kearah Xio.


"Apakah kalian tidak ada kerjaan mengikuti orang lain ke toilet!" Ucap Xio mengejek.


"Apakah kamu takut?" jawab Jody.


"Hahaha…" Xio malah tertawa, Jody yang kesal dengan tingkah Xio langsung maju kehadapan Xio dengan tangan yang akan meninju wajah Xio.


Grepp!


Xio menahan tinjuan Jody dengan tangannya dan meremas tangan Jody hingga membuat Jody berteriak kesakitan, tak hanya sampai disitu Xio membuka pintu salah satu closet dan menyeret Jody dengan menjambak rambutnya.


"S*ialan lepaskan jody" teriak salah satu teman Jody berlari kearah Xio dengan mengepalkan tangannya, belum juga sampai ke Xio orang tersebut sudah terpental karena ditendang oleh Xio.


"Lepaskan aku!" Jody berteriak sambil berusaha melepaskan cengkraman Xio, Xio tidak mempedulikannya dan mulai memasukkan wajah Jody kedalam air closet, teman-temannya ingin membantu tapi mereka takut bernasib sama seperti orang yang tadi di tendang Xio, ada juga orang yang ingin keluar dari toilet untuk melaporkan pada guru anmun Xio tak tinggal diam Xio menggunakan bayangannya untuk mengunci pintu tersebut.


Selama 2 menit Xio menenggelamkan wajah Jody dengan wajah tersenyum, Xio mengangkat wajah Jody dari closet dan terlihat Jody dengan nafas yang terengah-engah karena sudah dua menit menahan nafas di dalam air toilet, Xio akan memasukkan kembali kepala Jody kedalam closet tapi terhenti.


"Hentikan kumohon hentikan" Ucap Jody memohon.


"Hmm baiklah" Ucap Xio tersenyum menyeramkan, Jody yang mendengar hal tersebut menjadi lega tapi Berbah kembali ketika melihat senyuman Xio yang menyeramkan.


Xio kembali menyeret Jody kedekat tembok dan membenturkan wajah Jody di permukaan Jody.


"Arggh…!!" Teriak Jody, tak hanya satu kali Xio membenturkan wajah Jody sampai sekarang wajahnya Jody sudah babak belur dan hidungnya yang patah, Xio pun melepaskan cengkeramannya hingga Jody terkapar lemah di lantai.


"Kalian kemarilah!" ucap Xio menunjuk 3 orang teman Jody, mereka pun menghampiri Xio dengan gemetaran.


Xio mencengkeram pergelangan tangan mereka hingga tulangnya patah Xio juga menendang tulang kering kaki mereka sampai terdengar suara retakan, sebelum Xio pergi Xio melirik kearah Jody yang masih meringis kesakitan dilantai, seakan tidak puas dengan siksaan yang barusan, Xio menginjak kedua peegelangan tangan dan kakinya Jody hingga tulangnya patah, Xio berniat akan membuat Jody cacat.


"Perhatian untuk murid yang bernama Xio Kelas 12 A, Segera datang keruang kepala sekolah"


Xio tersenyum mendengar pengumuman barusan karena dia sudah tahu apa yang akan terjadi, Xio segera melangkahkan kakinya menuju ruang kepala sekolah.


Xio membuka pintu kepala sekolah tanpa mengetuknya terlebih dahulu, dan twrnyata benar diruangan tersebut sudah ada kedua orang tua Jody beserta Jody yang sudah diperban dan juga menggunakan kursi roda. Disana juga terdapat pria gemuk yang sudah berumur yaitu merupakan kepala sekolah.


"Hei apakah kamu tidak punya sopan santun?" teriak kepala sekolah, tapi Xio tidak menggubrisnya.


"Cepatlah aku tidak punya banyak waktu, ada apa aku dipanggil kemari?" Ucap Xio langsung keintinya.


"Sadarilah posisimu kamu bukan lagi keluarga Alexander, dan kamu sudah berani melukai anakku" teriak ayah Jody, Xio melirik kearah Jody dan melihat Jody yang tersenyum.


"Karena kamu sudah berani membuat masalah disini maka kami harus mengeluarkanmu dari sekolah" ucap kepala sekolah.


"Apakah kamu mempermasalahkannya ketika kamu melihat aku di pulkuli oleh jody?" balas Xio, Xio sebenarnya tahu saat dia masih sering di bully oleh Jody kepala sekolah sering melihatnya dan lebih mengabaikannya.


"Apa maksudmu!" ucap kepala sekolah pura-pura kebingungan.


"Aku rasa kamu sudah terlalu tua untuk menjadi kepala sekolah!" Xio mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang, setelah selesai berbicara di telepon tiba-tiba saja telepon kepala sekolah sekarang yang berbunyi.


Kepala sekolah mengangkat panggilan tersbut.


Kepala sekolah: Halo!, ada apa tuan?


A (orang yang menelepon kepsek): Aku rasa kamu sudah menyinggung orang yang salah.


kepsek: Apa maksud anda?


A: intinya sekarang kamu sudah bukan menjadi kepala sekolah lagi, segeralah kemasi barang-barangmu, ini semua karena kamu sudah menyinggung orang yang seharusnya tidak kamu singgung.


kepsek: ta-tapi tuan!


A: tidak ada kata tapi cepatlah kemasi barang-barangmu atau aku juga akan kena masalah.


Tutt! suara sambungan terputus.


Orang tua Jody yang dari tadi memperhatikan kepala sekolah bingung karena apa yang yang terjadi hingga kepala sekolah berkeringat dingin.


Kepala sekolah melirik kearah Xio dan langsung berkeringat dingin ketika melihat Xio tersenyum menyeramkan, dia berpikir pasti Xio yang melakukannya.


"Kepala sekolah apa yang terjadi? tanya ayah Jody.


"Tidak-tidak kalian uruslah sendiri aku akan pergi" jawab kepala sekolah merapikan tasnya dan berlari meninggalkan ruangan tersebut, disaat Xio juga akan pergi dari ruangan tersebut tapi terhenti oleh ucapan ibunya Jody.


"Heh kau mau kemana, aku harus membalaskan perbuatanmu!" lantang ibu Jody, Xio kembali mendekat kearah mereka.


"Sebenarnya aku belum puas membuat anak kalian seperti ini" ucap Xio sambil mendekat kearah Jody, Xio menginjak ******** Jody sampai membuat Jody berteriak dan menangis kesakitan dan lagi tangnnya susah digerakan, orang tua Jody ingin menolong tapi entah kenapa mereka tidak bisa bergerak dan berbicara.


Xio memegang kepala kedua orang tua Jody dan memberikan ilusi agar mereka menjadi gila, Setelah selesai Xio keluar dari ruangan tersebut menuju kekelasnya dan kembali memulai ujiannya, banyak orang yang penasaran kenapa Xio dipanggil ke ruang kepala sekolah dan kenapa Jody tidak masuk kekelas.


.


.


.


.


BERSAMBUNG