
...****************...
(Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.)
...----------------...
"Ayah Siapa lagi yang ayah undang?" Tanya Xio.
"Hehe ayah mengundang teman ayah, kamu juga pernah bertemu dengannya, sebaiknya kita segera menyambutnya." Jawab Jhonatan membuat Xio semakin yakin kalau orang Jhonatan undang adalah orang Xio pikirkan.
Saat mobil yang paling depan berhenti semua mobil yang di belakangnya juga berhenti, Lalu keluarlah orang-orang yang menggunakan pakian seragam, Mereka langsung Berbaris membuat jalan untuk orang yang berada didalam mobil.
Semua tamu undangan yang sudah hadir juga menjadi penasaran sebenarnya siapa orang yang berada didalam mobil tersebut sampai harus di kawal oleh banyak orang sekaligus.
Saat pintu mobil tersebut terbuka, Alangkah terkejutnya mereka karena yang keluar dari mobil tersebut adalah seorang pria yang kalau dilihat lihat umurnya hampir sama dengan Jhonatan dan orang terbut sangat berpengaruh untuk negara.
Orang tersebut adalah seorang presiden yang bernama Baswara Darma, Baswara dan Jhonatan adalah teman dekatnya Jhonatan saat Jhonatan beesekolah di Indonesia.
"Selamat datang Baswara!" Ucap Jhonatan.
"Jangan main-main denganku, aku masih belum memaafkanmu. Aku kemari hanya ingin bertemu Xio." Ketus Baswara, Baswara Sebernarnya marah kepada Jhonatan karena masalah masa lalunya ketika Jhonatan menikah lagi.
Baswara sangat marah dan kecewa ketika mendengar berita kalau Jhonatan menikah lagi, karena baswara sangat menyayangi Nadia seperti menganggap Nadia adiknya sendiri.
Baswara, Nadia, dan Jhonatan berasal dari Universitas yang sama dan mereka selalu berpergian bersama sehingga baswara menganggapnya seperti saudara.
"Halo Paman!" Ucap Xio.
"Oh Xio kamu sudah besar tenyata, Maafkan paman karena tidak pernah berkunjung." Balas Baswara.
"Tidak apa-apa paman, aku tahu kalau paman pasti sibuk." Ucap Xio.
"Lalu diamana yang sedang berulang tahun ini?" Tanya Baswara. Xio pun kemudian mengenalkan Leon dan Lena pada Baswara.
"Hmm kalau dilihat-Lihat mereka sangat mirip dengan mu saat masih kecil." Kata Baswara.
"Haha ayo masuk paman acaranya akan segera dimulai." Ucap Xio mengantarkan Baswara menuju tempat duduknya yang berada di samping Jhonatan.
Xio sebenarnya kasihan pada Jhonatan yang di campakkan oleh Baswara, Namun Xio ingin agar Jhonatan menyelesaikan masalahnya sendiri dan segera berbaikan dengan Baswara.
Acara ulang tahun pun dimulai dengan diawali pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan tiup lilin dan Pemotongan kue.
Saat Leon dan Lena meniup Lilin tidak sengaja Xio mendengar batinan mereka.
'Aku harap Mamah, papah dan adik selalu diberika umur yang panjang dan selalu diberikan kebahagiaan.' Doa Lena dan Leon, Xio yang mendengar nya pun merasa terharu karena bukannya berdoa untuk diri mereka sendiri tapi mereka malah berdoa untuk Xio dan Ellisa yang berarti Leon dan Lena Sangat menyayangi Xio dan Ellisa.
Saat keacara pemotongan Xio menemani disamping Leon dan Lena, Semua tamu menyorakan "Potong kue nya, potong kue nya." Leon dan Lena pun Memotong kue tersebut dengan memegang satu pisau oleh berdua.
Saat ditanya untuk siapa suapan kue pertamanya, Leon dan Lena malah terdiam dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang untuk siapa suapan pertamanya?" Ucap Xio sambil mengelus kepala Leon dan lena.
"Tadinya kami ingin memberikan suapan pertamanya pada mamah dan papah bersamaan, Tapi..." Kata Leon tidak melanjutkan perkataannya.
"Karena mamah tidak ada disini biar papah saja yang mewakilkan nya jadi kalian bisa menyuapi papah 2 kali." Ucap Xio tersenyum walaupun hatinya kembali bersedih.
Leon dan Lena pun akhirnya mengangguk dan menyuapi Xio secara bersamaan. Tapi tidak hanya disitu saja Leon dan lena malah menyuapi Xio sekali lagi.
"Ini untuk adik kita!" Ucap Leon dan Lena, Xio pun menereminua dengan tersenyum.
Jhonatan, Arthur dan semua bawahan Xio merasa Simpati Karena mereka tahu bagaimana perasaan Xio saat ini. mereka berpikir mungkin jika Ellisa Ada disana Akan menambah kesan kebahagiaan yang lebih.
Ellisa menangis karena ia sedang menonton secara langsung acara ulang tahun Leon dan Lena, karena Rose telah menyuruh salah satu bawahannya untuk menyamar menjadi salah satu tamu undangan sambil membawa kamera pemantau.
"Ellisa sayang sudah ya jangan menangis terus, kasihan bayi kamu kalau melihat orang tuanya bersedih terus." Ucap Rose berusaha menenangkan Ellisa. sampai akhirnya Ellisa pun berhenti menangis dan menenangkan dirinya dengan memeluk Rose.
Acara terus berlanjut sampai Tibalah acara penyerahan hadiah. Semua tamu undangan memberikan semua Kado yang mereka bawa.
Sampai tibalah giliran arthur untuk menyerahkan hadiahnya.
"Ini hadiah dari kakek." Ucap arthur menyerahkan dua buku yang terlihat sudah tua dan disampulnya bertuliskan bahasa asing, Arthur memberikan masing-masing satu untuk Leon dan Lena.
"Golem Api." Leon membaca sampul buku tersebut.
"Golem Air." ucap Lena juga.
"Wahh Skill baru!!, Terimakasih kakek!" Ucap Leon dan Lena bersamaan.
"Ayah bukankah buku skill itu hanya ada di benua elf saja?" Tanya Xio.
"Ha ha ternyata kamu tahu, Ayah tidak sengaja menemukannya waktu berkunjung ke benua Elf." Jawab Arthur canggung. Jawaban Arthur membuat Xio tambah curiga tapi Xio tidak mempermasalahkannya.
Namun berbeda dengan apa yang terjadi di benua Elf, saat ini mereka tengah di hebohkan dengan hilangnya Buku Skill warisan nenek moyang mereka.
Di benua Elf terdapat buku Skill hasil turun temurun dari pendahulu mereka yaitu buku Skill golem yang dibagi menjadi beberapa element seperti Air, Api, tanah, kayu, dan es.
Dan sekarang 2 diantaranya telah menghilang tapi mereka tidak tahu siapa yang mengambilnya.
Selesai Arthur menyerahkan hadiahnya, selanjutnya adalah giliran baswara.
"Ini dari kakek!" Ucap Baswara Menyerahkan 2 buah kotak kaca yang didalamnya terdapat kalung dengan jenis yang sama. Hampir semua tamu tercengang karena mereka tahu kalau kaling tersebut merupakan kalung yang langka dan hanya di produksi sepasang saja.
"Terimakasih kakek presiden!!" Ucap Leon dan Lena. Baswara tersenyum karena baru kali ini ia di panggil kakek sekaligus presiden.
Selanjutnya adalah giliran Jhonatan yang menyerahkan hadiahnya.
"Leon dan Lena pasti akan sula dengan hadiah kakek." Ucap Jhonatan kemudian menunjuk 2 kotak yang sangat besar.
Saat kotak tersebut dibuka nampak lah 2 mobil yang terlihat sangat Elegan, dan lagi-lagi para tamu di buat tercengang olehnya karena mobil tersebut hanya di produksi 10 unit di seluruh dunia.
Beda halnya dengan Xio yang hanya bisa menggelengkan kepala karena Mana mungkin Leon dan Lena akan mengendarai mobil di umurnya saat ini.
"Haahhhh Ada-ada saja." Gumam Xio menghela nafas.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG