
...----------------...
Di langit diatas hamparan laut yang luas, terlihat ada naga besar yang sedang terbang cepat mengepakkan sayapnya. Diatas naga tersebut juga nampaknya ada 3 orang anak kecil, 1 laki-laki dan 2 perempuan.
"Wohoooo!! Zio lebih kencang lagi!!" Seru Leon berdiri di punggung Azco sambil mengacungkan pedangnya seperti kesatria menunggangi naga dalam cerita dongeng, namun kali ini secara nyata.
Saat ini Azco alan pergi ke benua Vir Dihomu kembali, tapi Leon dan Lena memaksa ingin ikut. Azco pun hanya bisa menurutinya karena mereka bilang itu persyaratan agar tidak memberitahu Xio.
'Kalau Yang Mulia tahu matilah aku.' Batin Azco karena Leon dan Lena ikut dengannya tanpa izin dari Xio.
"Pegangan yang erat." Kata Azco menambah kecepatan terbangnya. sementara anak-anak tertawa gembira dengan hembusan angin yang menerjang mereka.
Bukannya takut jatuh, mereka malah terlihat sangat menikmatinya. Azco juga bisa melihat Falma yang ikut tertawa bahagia sambil berpegangan pada Lena.
Satu jam kemudian mereka pun sudah sampai tidak jauh dari dari kerajaan yang pernah Azco kunjungi yaitu kerajaan Scoleem. Sebelum berangkat masuk Azco memasangkan Illusi terlebih dahulu pada Leon dan Lena sehingga mereka terlihat seperti manusia setengah serigala putih yang kembar.
Falma menarik-narik pakaian Azco sambil menunjuk-nunjuk dirinya sendiri.
"Oh Falma juga mau diubah?" Kata Azco.
Falma mengangguk-anggukkan kepalanya yang berarti mengiyakan. Azco pun memberikan Illusi juga pada Falma sehingga yang tafinya manusia setengah domba, berubah menjadi manusia setengah serigala tapi berwarna hitam begitupun dengan Azco sendiri. Karena sekarang pasti ia masih menjadi buronan di dalam kerajaan itu.
"Kalian pakailah ini." Azco memerahkan jubah bertudung pada mereka. "Jangan dibuka jika tidak mendesak ok?" Lanjutnya.
"Ok!" Jawab Leon dan Lena mengacungkan ibu jarinya begitupun dengan Falma.
"Baik ayo jalan, dan ingat kita disini tidak sedang bertamasya." Ujar Azco memimpin jalan.
...----------------...
Sementara itu disisi Xio. Saat ini dia sedang duduk di gazebo yang ada di taman sambil menggendong Nathan dan Tassa. Tidak hanya Xio yang ada disana tapi ada juga Ellisa, Jhonatan, Rose, dua pelayan wanita Ellisa, dan tentunya sebas.
Dihadapan Xio terlihat ada handphonenya yang dilayarinya menunjukan gambar Chris dan juga Adam. sementara Xio sendiri tengah asik memperhatikan Nathan dan Tassa yang sedang mengendor ibu jari mereka sendiri membuat keduanya terlihat sangat imut.
"Tuan muda kapan anda pulang kebumi? kita berdua rindu sekali dengan anda." Ucap Adam di sebrang panggilan video tersebut dengan menunjukkan wajah cemberut yang membuat Xio merasa geli melihatnya.
"Benar kita juga sudah tidak sabar ingin menggendong bayi-bayi tuan muda yang sangat imut itu." Tambah Chris dengan tatapan berbinar melihat Nathan dan Tassa di pangkuan Xio.
"Hmm... kira-kira kita baru bisa pulang ke bumi sekitar dua bulanan lagi." Jawab Xio. "Oh ya paman apakah disana baik-baik saja ketika aku tidak ada?" Lanjutnya bertanya.
"Disini semuanya aman terkendali, tuan muda tidak perlu khawatir. walaupun Jordan beberapa kali mengganggu perusahaan, tapi semuanya tetap bisa di tangani." Jawab Chris.
"Baguslah kalau begitu." Kata Xio.
"Tuan muda aku sedikit bingung, bagaima bisa jaringan handphone disana masih bisa terhubung dengan bumi, apakah disana juga memiliki satelit? dam bagaimana cara tuan muda mengisi ulang baterai nya?" Tanya Adam.
"Untuk mengisi baterai kita disini menggunakan batu core listrik, sedangkan untuk jaringan aku juga tidak tahu kenapa disini bisa terhubung dengan bumi. padahal di dunia Flix belum ada alat modern seperti di bumi." Jawab Xio, dia sendiri juga menjadi keheranan dengan keanehan tersebut.
"Halo paman!" Sapa Ellisa muncul di layar karena dia duduk di samping Xio.
Adam dan Chris langsung melongo melihat perempuan yang sangat cantik muncul di layar handphonenya. walaupun mereka sering melihat wanita-wanita model yang cantik di bumi, tapi ketika melihat Ellisa seeakan semua wanita tersebut sudah berada jauh di bawah Ellisa.
"Nona apakah anda nona Ellisa?" Tanya Adam karena mereka berdua baru kali ini berkesempatan melakukan panggilan Vidio sehingga tidak tahu dengan perubahan Ellisa.
"Hummm belum juga satu tahun tapi paman sudah lupa denganku!" Ellisa cemberut sambil mengembangkan pipinya.
Walaupun saat ini Adam dan Chris berada di sebrang layar, tapi bulu kuduk mereka tiba-tiba saja bangun karena merasakan tekanan dari tatapan sinis Xio yang berada di samping Ellisa.
"Bu-bukan seperti itu maksud saya nona, tapi anda benar-benar menjadi sangat cantik. Tuan muda juga sangat tampan, jadi aku pikir anda berdua menjadi lebih cocok dan serasi lagi." Ucap Adam terbata-bata.
"Jadi maksud paman sebelumnya kita tidak cocok?" Kata Ellisa, sedangkan pria disampingnya yaitu Xio yang sudah terlihat wajahnya semakin menyeramkan. bahkan Adam dan Chris pun mulai merasa kedinginan.
'Ah sial aku salah lagi.' Batin Adam.
"Menyingkirlah bodoh biar aku yang berbicara dengan nona Ellisa!" Seru Chris. Adam pun menyingkir sambil menunduk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Nona maafkan perkataan adikku yang bodoh itu, maksud Adam bukan seperti itu, dari dulu kita bertemu juga kita berpikir nona memang sudah sangat cocok dengan tuan muda."
"Dan sekarang ketika melihat nona dan tuan muda lagi, aku berpikir Anda berdua sudah seperti pasangan yang paling serasi di seluruh dunia. Apalagi sekarang Nona dan tuan muda sudah punya dua malaikat yang sangat lucu." Jelas Chris. Dia bisa bernafas lega kembali karena melihat lekukan bibir di wajah Xio yang berarti ia tersenyum walaupun hanya sedikit.
Pakk!
"Benarkan Adam?" Chris memukul punggung Adam.
Ellisa memalingkan wajahnya memandang Xio.
"Sayang apakah kamu setuju dengan kata Paman?" Tanya Ellisa menatap Xio.
Cup!
Xio mencium tipis bibir Ellisa sambil tersenyum. "Tidak hanya paling serasi, tapi aku juga akan menjadikan kita sebagai keluarga paling bahagia di seluruh dunia." Jawab Xio membuat pipi Ellisa memerah. Sementara orang yang melihat mereka berdua hanya bisa tersenyum-senyum memperhatikan kemesraan keduanya, dan entah kenapa hati mereka juga merasa sejuk jika melihat Xio dan Ellisa bersama.
'Indahnya masa muda.' batin Rose dan Jhonatan melihat Xio serta Ellisa yang sedang bermain dengan bayi-bayinya sambil mengobrol dengan yang ada di layar handphone.
Jhonatan juga selalu mengabadikan momen-momen tersebut dengan menangkap gambar menggunakan handphonenya.
"Oh ya Xio kemana Leon dan Lena? bukankah hari ini seharusnya libur?" Tanya Jhonatan sebab biasanya jika libur sekolah Leon dan Lena pasti akan bersama Xio.
"Kalau tidak salah, tadi anak-anak bilang akan pergi dengan Azco. tapi entah kemana." Kata Ellisa.
"Pergi dengan Azco? tapi Azco Kan sedang bertugas. aku kira tadi anak-anak pergi ke guild. jangan-jangan mereka juga ikut ke benua demi human dengan Azco." Ucap Xio.
"Di benua itu terlalu berbahaya untuk anak-anak, Sebas kamu ikutilah anak-anak. aku khawatir mereka kenapa-napa." Perintah Xio cemas karena dia sudah mendengarkan info dari Azco tadi mengenai kerajaan disana yang masih banyak kekerasan serta perbudakan di tempat umum, dan Xio tidak ingin anak-anaknya melihat hal-hal tersebut.
"Jika sudah ketemu bawa pulang saja dengan Azco sekaligus." Tambahnya.
"Baik Yang Mulia." Jawab Sebas mengeluarkan sayapnya lalu melesat dengan cepat kelangit.
"Bukannya akan baik-baik saja kalau dengan Azco?" Tanya Ellisa.
"Yah itu benar, tapi aku tidak mau anak-anakku melihat lingkungan yang ada disana." Jawab Xio.
Ellisa tersenyum dan mencium pipi Xio. "Kamu sudah cocok sekali jadi ayah yang penyayang." Ucap Ellisa dibalas senyuman oleh Xio.
"Ngomong-ngomong sepertinya anak-anak mamah sudah tidur di pangkuan papahnya yah."
"Ayo kita kembali kekamar saja untuk menidurkan anak-anak." Ujar Xio.
"Nenek, Ayah kita duluan." Kata Xio dijawab anggukan oleh Rose dan Jhonatan.
Xio dan Ellisa pun berjalan meninggalkan mereka dengan Ellisa yang menggandeng lengan Xio.
Sesampainya di kamar mereka, Ellisa langsung menidurkan Nathan dan Tassa di ranjang bayi.
Grepp!
Xio memeluknya dari belakang.
"Istriku..sayangku..cintaku..." Ucap Xio.
"Ihh..Sayang kenapa kamu tiba-tiba jadi lebay seperti itu?" Kata Ellisa.
"Aku bersumpah atas nama seluruh alam semesta ini, kalau aku tidak akan pernah membuat atau membiarkan harta paling berhargaku di kehidupan ini merasakan rasa terluka ataupun sakit di hati." Xio berkata dengan sungguh-sungguh.
Ellisa membalikkan badannya lalu mencium bibir Xio.
"Walaupun kamu sudah mengatakan itu berkali-kali, aku berharap kamu terus mau merawat hatiku." Ucap Ellisa menatap mata Xio.
Xio tersenyum, dia sadar kalau memang dirinya sudah berkali-kali mengatakan hal tersebut, dan dia juga bersyukur sampai saat ini belum pernah lagi membuat Ellisa kecewa.
"Terimakasih sayang sudah mempercayaiku." Kata Xio memeluk Ellisa dengan erat sambil mencium dan melum*at bibirnya.
Ellisa juga membalas ciuman Xio sambil mengalungkan kedua lengannya di leher Xio.
Mereka berdua pun melanjutkan pergulatan bibir dan lidah tersebut di ranjang sampai terjadilah pertempuran panas diatas ranjang tersebut yang menguras keringat serta suara-suara merdu yang di lantunkan mereka berdua, sementara anak-anak nya tertidur dengan nyenyak seperti tidak merasa terganggu samasekali.
...----------------...
Sementara itu disisi Leon dan Lena.
Terlihat mereka sudah di kepung oleh banyak orang dewasa berbadan besar serta prajurit-prajurit yang sudah mengarahkan tombak mereka kearah Azco, Falma, Serta Leon dan Lena.
"Ck orang-orang bodoh."
...----------------...
...BERSAMBUNG...