
...----------------...
"Oh iya Xio sebenarnya kenapa kamu tiba-tiba kejepang?" Tanya Jhonatan.
"Aku sudah Menemukan lokasi Ellisa." Jawab Xio
"APA?!!, BENARKAH?!!" Teriak Jhonatan dan Arthur Bersamaan.
"Ayah jangan berteriak." Xio menutup kedua telinganya dan menunjuk Leon dan Lena Yang sedang tidur. Mereka berdua pun langsung menutup mulut mereka dengan tangan.
Xio langsung mengeluarkan handphonenya dan membuka map Jepang kemudian menujukan lokasi Ellisa yang telah Xio tandai pada Jhonatan dan Arthur.
"Bukankah tempat itu pegunungan?" Kata Jhonatan.
"Benar itulah yang membuatku bingung kenapa Ellisa berada di gunung?" Ucap Xio.
"Setelah mendarat Ayah dan anak-anak langsung ke rumah saja biarkan aku yang mencari Ellisa sendiri biar lebih cepat juga." Tambah nya di jawab anggukkan oleh Jhonatan karena memang sudah malam dan juga jika mereka ikut hanya akan menghambat Xio.
Karena Perjalanan dari Indonesia Kejepang memakan waktu kurang Lebih 7 jam jadi Jhonatan dan Arthur memutuskan untuk tidur sementara Xio sedang mengecek perkembangan perusahaan nya selama dia tidak ada.
"Tidak ada perkembangan apapun." Gumam Xio kemudian ia melihat file dokumen yang di berikan Anak buahnya. File itu berisi aktifitas kelompok Blood Fang beberepa hari kebelakang.
"Mereka juga belum memulai pergerakan lagi. Kenapa aku selalu lupa untuk menghancurkan kelompok mereka yah?" Bingung Xio padahal ia pernah dua kali membuat jadwal untuk menyerang mereka tapi selalu saja tidak jadi.
Karena perjalan masih jauh Xio pun memutuskan untuk tidur juga. 6 Jam telah berlalu dan sebentar lagi pesawat akan segera mendarat di bandara, Xio, Jhonatan dan Arthur pun Sudah bangun. Tak lama kemudian pesawat pun mereka Landing dengan selamat.
"Ayah aku akan berangkat sekarang." Ucap Xio Langsung menghilang dari hadapan mereka dan masuk kedalam bayangan.
Karena Leon dan Lena masih tidur, Jhonatan dan Arthur pun turun dari pesawat dengan memangku Leon dan Lena. sebelum turun mereka juga Menyelimuti Leon dan Lena dengan mantel karena diluar sangat dingin.
Jhonatan dan Arthur langsung masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan oleh anak buahnya.
"Langsung kerumah." Kata Jhonatan pada supirnya. Jhonatan Memiliki rumah hampir di setiap negara dan juga setiap rumahnya tidak ada yang sederhana entah berapa banyak uang yang ia miliki.
"Baik Tuan." Jawab Supir dan langsung menancapkan gasnya menuju tempat tujuan.
Sementara itu disisi Xio, Saat ini dia sedang melesat cepat dari bayangan ke bayangan dan tak terasa ia sudah sampai saja di gunung tempat Ellisa. Xio menyebarkan Shadow soldiernya ke sesegala penjuru tapi Tidak ada satupun Rumah atau tempat tinggal Di gunung itu.
Akhirnya ada salah satu Shadow soldier yang melihap pintu dari baja seperti pintu bunker tapi tidak ada penjaganya sama sekali. Xio mencoba membuka pintu tersebut tapi tidak berhasil kemudian ia melihat ada Tombol sandi yang kemungkinan besar untuk membuka pintu itu. Namun tanpa Sandi sama sekali pun Xio bisa melewati pintu itu dengan mudah karena ia berubah menjadi bayangan.
Setelah melewati pintu tersebut, Ia dihadapkan dengan lorong yang dindingnya terbuat dari baja. Selesai Melewati lorong tersebut, Kali ia melihat Markas Bawah tanah Yang sangat besar Namun dari tadi ia tidak melihat ada orang sama sekali.
Karena bingung harus mencari Ellisa kemana Xio pun Kembali masuk kedalam bayangan untuk menelusuri setiap ruangan yang ada disana. Sudah beberapa kamar yang ia periksa tapi Ellisa belum di temukan juga sampai tibalah Xio didepan Pintu Yang berbeda dari yang lainnya karena pintu itu memiliki motif berbeda dari yang lainnya.
Xio langsung Masuk kedalam ruangan itu dan yang pertama ia lihat Adalah Seorang Wanita berambut putih Yang selama ini dia cari-cari sedang tertidur diatas kasur.
Xio berjalan mendekat kearah wanita itu Kemudian menyentuh pipinya dengan Lembut dan tanpa sadar Air mata Keluar dari kedua matanya. Air mata tersebut merupakan Air mata bahagia dari kebahagiaan yang Xio rasakan karena akhirnya ia bisa bertemu Dan menyentuh Ellisa kembali secara langsung.
Xio ikut berbaring Di sampingnya sambil terus menatap Wajah Ellisa dengan senyuman, Perlahan ia membelai Rambut panjang Ellisa kemudian mencium kening nya. Sejenak Ellisa bergerak karena tidurnya merasa terganggu tapi ia pun tidur kembali.
Pagi hari pun tiba. Xio tidak tidur sama sekali karena ia terus memperhatikan wajah Ellisa. Perlahan Ellisa mulai Membuka matanya dan alangkah terkejutnya dia karena yang pertama ia lihat adalah Xio sedang tersenyum padanya.
'Apakah ini mimpi?, Sepertinya ini memang mimpi bagaimana mungkin Xio berada disini, Sebaiknya aku tidur kembali.' Batin Ellisa memutuskan untuk menutup matanya kembali. Xio tersenyum mendengar batinan Ellisa dan langsung mencium Bibir nya.
'Kalau ini mimpi kenapa sentuhannya terasa sangat nyata' Pikir Ellisa kembali membuka matanya.
"Ini bukan Mimpi sayang Sekarang aku sudah menemukanmu, Apakah kamu tidak rindu denganku?" Ucap Xio. Ellisa langsung bangkit kemudian duduk sambil menatap wajah Xio dalam.
Ellisa menyentuh wajah Xio dengan kedua tangannya Kemudian Langsung Memeluknya sambil menangis dan Xio pun Membalas Pelukan Ellisa. Agak lama mereka berpelukan untuk melepas rindu.
"Apakah kamu kesini untuk memintaku menggugurkan bayiku?" Tanya Ellisa membuka percakapan dengan menatap mata Xio serius.
"Bayi kita sayang, Aku mencarimu hanya ingin kamu berada di sisiku lagi." Jawab Xio.
"Aku sudah memutuskan untuk menghargai pilihanmu kalau kamu memang lebih memilih kandunganmu maka aku akan terus menemani sampai kamu melahirkan nanti. Aku tidak mau kalau nanti kamu melahahirkan aku tidak di sisimu." Lanjut Xio tapi masih ada kebimbangan dalam hatinya.
"Terimakasih sudah menghargai keputusanku, dan Maafkan aku yang egois karena memutuskannya sendiri." Ucap Ellisa.
"Tidak perlu meminta maaf, Aku juga mengerti perasaanmu. Jadi kamu mau kan pulang bersamaku dan melaksanakan pernikahan denganku?" Tanya Xio.
"Apakah kita harus menikah?, Aku juga tidak lama lagi di dun-" Ellisa belum menyelesaikan perkataannya Xio Langsung mencium bibir Ellisa.
"Ellisa aku tidak suka kalau kamu berkata seperti itu." Ucap Xio melepas Ciumannya. Ellisa pun mengangguk.
"Baiklah Sekarang ayo kita pulang." Kata Xio trun dari ranjang.
"Tunggu dulu aku harus bicara dulu dengan nenek!" Seru Ellisa.
"Nenek?" Kata Xio.
"Apakah kamu ingat cerita paman Erick mengenai Kekasih kakek?" Tanya Ellisa dijawab anggukan oleh Xio.
"Aku ikut kemari dengan Nenek Rose." Tambah Ellisa.
"Baiklah ayo, aku juga ingin bicara dengannya." Ajak Xio.
Mereka berdua pun langsung keluar dari kamar dan berjalan bergandengan mencari Keberadaan Rose. Yang membuat Xio heran suasana nya menjadi berbeda dengan semalam karena saat ini terlihat banyak orang yang yang sedang melakukan aktivitas nya masing-masing banyak Juga yang menyapa Ellisa dengan memanggilnya Nona.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG