
...----------------...
Crasshh!
kretek! kretek!
Brughh!
Monster burung yang sangat besar jatuh menimpa pepohonan hingga akhirnya menyentuh tanah. Monster burung itu sudah dipastikan tidak hidup karena melihat keapalanya yang sudah terpisah dari tubuhnya.
...«STATUS»...
...Nama: Xio Archon Alexander...
...Umur: 17...
...Ras: High Human...
...Level: 11.089 (400.080.000/1.000.000.000)...
...Element: Kegelapan, Ruang, Cahaya, Waktu...
...Skill: (16)...
...Ps: 4.600.000...
...Inventory: (79)...
...Servant: (15)...
"Hahhh hanya bertambah delapan puluh ribu?" Heran Xio karena burung yang dibunuhnya barusan seharusnya menambahkan banyak poin pengalaman tapi kenapa hanya sedikit saja.
Xio Saat ini sedang berada di hutan Kematian berniat untuk menaikkan Levelnya tapi semua tidak sesuai ekspektasi nya karena tadinya ia berpikir akan cukup mudah untuk menaikan level. Tapi nyatanya ia harus memperoleh banyak sekali poin pengalaman untuk naik satu level saja dan lagi monster-monster yang di bunuhnya hanya menghasilkan sedikit poin pengalaman saja.
Xio sudah berburu dari pukul 11 siang sampai pukul 4 sore dan sudah tak terhitung jumlah monster yang sudah dibunuhnya tapi levelnya hanya meningkat 84 level saja.
"System kenapa poin pengalaman yang kudapatkan hanya sedikit?" Tanya Xio.
[Monster-monster yang tuan bunuh adalah monster-monster rendah sehingga tidak akan banyak poin pengalaman yang tuan dapatkan] Jawab System.
"Monster lemah?" Bingung Xio karena ia pikir monster yang dibunuhnya dari tadi adalah monster-monster yang berada dilevel 5.000-6.000 dan lagi di dunia ini sangat jarang ada monster yang levelnya lebih dari 6.000.
"Apakah kamu tahu dimana aku bisa menemukan monster yang lebih kuat?" Tanya Xio lagi pada System.
[Beberapa ratus tahun yang lalu monster-monster di dunia Flix sangat beragam serta memiliki kekuatan diatas rata-rata. Tapi karena Sebuah insiden, dunia Flix ini terpecah belah sehingga banyak sekali pecahan tersebut yang terpencar membuat hampir 75% Bagian nya menghilang ke dimensi yang berbeda dan hanya menyisakan dunia Flix yang sekarang.]
"Lalu insiden seperti apakah itu sampai membuat fenomena yang sebesar itu?" Tanya Xio penasaran.
[Memulai pencarian.....]
Zzzttzz!!
Tiba-tiba saja kepala Xio berdengung sangat keras dan rasanya kepala seperti akan pecah.
[Pencarian Gagal!]
[Peringatan Akses ditolak!]
[Peringatan Akses ditolak!]
[Peringatan Akses ditolak!]
Xio menjambak rambut dan menggigit lidahnya sendiri karena tidak tahan dengan rasa sakit di kepalanya yang semakin lama semakin bertambah rasa sakitnya dan Xio pun memutuskan untuk menggunakan Shadow teleportation nya untuk langsung kekamarnya.
Seketika Xio pun sudah berada di dalam kamarnya. ia langsung membaringkan tubuhnya dikasur dengan terus saja menekan kepalanya menggunakan kedua tangan dan sambil menggigit bibir sampai berdrah mencoba bertahan agar tidak tumbang. Penampilannya saat ini sangat berantakan sudah seperti orang yang dalam kondisi sedang sekarat.
Beberapa menit kemudian rasa sakit di kepalanya perlahan mereda walaupun hanya sedikit saja bersamaan dengan munculnya notifikasi hologram dihadapannya.
[System akan dinonaktifkan selama 1 tahun Karena Tuan baru saja mencoba membuka Akses yang masih terkunci.]
"Hahhh....Hahhh.." Suara deru nafas Xio yang memburu karena kelelahan. Seluruh tubuh dibasahi dengan keringat sampai pakaiannya basah karena keringat, dikepalanya terlihat berdarah karena barusan Xio menyakar dirinya sendiri begitupun dengan bibirnya yang memiliki bekas gigitan serta darah yang mengalir dari kedua lubang hidungnya hingga kasur yang tadinya putih bersih saat ini sudah memiliki bercak-bercak merah diatasnya.
"Hahhh... Sebenarnya insiden apa itu sampai dapat membuat System Error dan menonaktifkan dirinya sendiri." Ucap Xio masih mencoba menormalkan pernafasannya.
"Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting hingga tidak bisa mengaksesnya seperti itu." Gumam Xio semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi di masa lampau.
"System akan mati selama satu tahun, berarti aku tidak bisa mengandalkannya untuk satu tahun kedepan." Kata Xio. "Hmm tidak apa-apa lah, aku juga tidak bisa kalau hanya mengandalkan System terus." Lanjutnya.
"Tunggu dulu!, Bagaimana d Ngan Inventory?" Panik Xio karena hampir sebagian barang-barang pentingnya berada didalam Inventory.
Xio mencoba membuka Inventory nya yang ternyata masih bekerja normal sehingga membuat Xio menghela nafas Lega.
Cklekk!!
Pintu kamar ada yang membukanya yaitu Ellisa yang sedang membawa Secangkir teh ditangannya.
Prangg!!
Cangkir yang ada di tangan Ellisa seketika jatuh kelantai karena Tubuh Ellisa seketika lemas seluruhnya ketika ia melihat kondisi Xio di atas ranjang.
"Sayang apakah kamu tidak apa-apa?" Tanya Xio Seketika berada di hadapan Ellisa untuk menahan tubuh Ellisa yang baru saja akan terjatuh Lemas.
"Seharusnya aku yang bertanya!, kenapa kamu bisa sampai seperti ini?" Ucap Ellisa mencengkeram baju Xio dan terdengar juga suara isakan tangis darinya.
Xio mendekap Ellisa kepelukannya sambil mengelus kepala Ellsa Lembut. "Aku baik-baik saja tidak usah khawatir." Ucap Xio mencium kening Ellisa.
"Bodoh!, bagamana kamu bisa Baik-baik dengan kondisi seperti ini?." Kesal Ellisa masih terisak tapi sambil mengelap bekas bercak darah yang ada di wajah Xio dan juga terlihat wajahnya sangat mengkhawatirkan keadaan Xio. "Sini biar aku obati bibirmu." Ujar Ellisa sudah akan berdiri tapi ditahan oleh Xio.
"Bukankah obatnya sudah ada disini?" Kata Xio tersenyum menyentuh lembut bibir Ellisa dengan jari dan kemudian langsung mencium bibirnya.
Setelah puas mencium Ellisa, Xio pun melepaskan ciumannya, "Obatnya sangat luar biasa!" Kata Xio.
"Yah yah cepat kekamar mandi!, badanmu penuh keringat." Ellisa mendorong Xio masuk kekamar mandi tapi sebelum menutup pintu kamar mandinya Ellisa kembali berkata. "Aku akan menunggu disini sampai kamu selesai untuk menjelaskan apa yang terjadi." Kata Ellisa kemudian langsung menutup pintunya. Xio tersenyum dan pasrah saja disuruh oleh Ellisa karena memang pakaian dan seluruh tubuhnya Sudah basah dengan keringat.
Setelah selesai mandi dan ketika keluar dari kamar mandi, Xio melihat Ellisa sedang berdiri diatas kasur sedang mengganti seprai yang tadi habis terkena bercak darah. Ellisa tidak sadar kalau Xio sudah keluar dari kamar mandi.
Xio berjalan kearah Ellisa dengan mengendap-endap agar tidak ketahuan olehnya dan Xio pun langsung memeluknya dari belakang dengan meliklngkarkan tangannya di perut Ellisa, dan menangkupkan dagunya di pundak Ellisa.
"Sayang kenapa kamu tidak menyuruh maid saja yang membereskannya?, diisstana ini kan banyak maid." Ujar Xio.
"Ini hanya pekerjaan kecil jadi tidak perlu memanggil maid, dan juga aku tidak mungkin kelelahan hanya karena ini, apalagi aku sudah meminum pil yang kamu kasih." Jawab Ellisa dengan tangan yang masih Sibuk melipat seprai.
"Sayang awas dulu, aku akan menyimpan ini dulu ke-kamar mandi." Kata berniat kekamar mandi untuk menyimpan seprai kotornya.
"Tapi aku ingin seperti ini terus." Jawab Xio masih memeluk Ellisa sambil mencium wangi rambut halusnya Ellisa.
'Mulai lagi manjanya.' Batin Ellisa. "Lalu harus aku knakan seprai ini?" Tanya Ellisa.
Xio tersenyum kemudian mengeluarkan sebuah bola hitam kecil diatas telapak tangannya dan mendekatkannya dengan seprai tersebut hingga seprai tersebut masuk kedalam bola hitam itu yang tidak lain adalah black hole.
Xio kemudian duduk diatas kasur dan langsung mendudukan Ellisa diatas pangkuannya. Ia terus menciumi wangi tubuh Ellisa yang memiliki wangi seperti bunga bunga kesukaan Xio yaitu bunga mawar Juliet.
Xio mulai menyukai wangi bunga tersebut ketika ia masih kecil. Saat itu Jhonatan membawa bunga mawar Juliet kerumah untuk Nadia ,kebetulan Xio ada disana sehingga Xio mencoba mencium bunga tersebut dan ternyata sangat harum dan menyukainya. tapi harga bunga tersebut tidaklah main-main yaitu seharga 30 Milyar karena hanya dipanen dalam waktu 15 tahun sekali.
"Haha...Sayang itu geli." Kata Ellisa karena hidung Xio terasa menggelitik. "Apakah kamu sangat suka dengan wangiku?" Lanjutnya bertanya.
"Iya aku menyukainya, kamu sangat harum sekali." Jawab Xio masih terus menciumi Ellisa.
"Tagi pagi aku membuat sabun dan parfum dari bunga mawar yang ada di atas meja itu." Ucap Ellisa.
Xio langsung melirik kearah meja yang Ellisa tunjuk dan terlihatlah diatas meja tersebut hanya ada vas bunga yang kosong. Xio hanya bisa melongo karena ternyata yang Elllisa pakai adalah bunga mawar miliknya yang tadinya ada 6 tangkai mawar Juliet di dalam vas tersebut. Itu berarti Ellisa sudah membuat dan memakai sabun serta parfum dengan harga senilai 180 Milyar Rupiah.
"Ehmmm... Maafkan aku....apakah mawar itu punya kamu?" Tanya Ellisa merasa bersalah karena melihat Xio yang tersenyum kecut.
Xio langsung saja mengubah ekspresinya menjadi tersenyum tulus kearah Ellisa. "Tidak apa-apa, aku senang ko kalau kamu menjadikannya wewangian jadinya aku bisa mendapatkan double combo." Ucap Xio memeluk Ellisa. "Kalau kamu juga suka, maka aku membelinya lebih banyak lagi nanti di bumi." Tambahnya lalu menidurkan Ellisa di kasur diikuti olehnya yang berbaring di samping Ellisa.
"Sayang apakah kamu sadar kalau perutku sudah agak membesar?" Tanya Ellisa sambil memegang perutnya.
"Hmm?...Benarkah?" Xio kemudian membuka baju bagian depan Ellisa sehingga memperlihatkan perutnya lalu mengusapnya.
"Wahhh benar juga!!" Seru Xio tersenyum cerah. "Tapi masih 7 bulan lagi sampai mereka keluar dari sini, aku sudah sangat tidak sabar ingin cepat-cepat kamu melahirkan dan melihat bayi-bayi ku." Lanjutnya masih tersenyum cerah seperti tidak ada beban sama sekali sehingga Ellisa juga ikut tersenyum bahagia.
"Tunggu dulu, kamu belum menceritakan apa yang sudah terjadi padamu tadi!" Ucap Ellisa baru teringat sekarang karena dari tadi asik mengobrol dengan Xio.
"Sebenarnya aku tadi bisa seperti itu karena........" Xio mulai menceritakan kalau dia seperti itu karena sedang mencari tahu insiden apa yang membuat dunia Flix terpecah belah. Tapi Xio tidak memberitahukan mengenai Systemnya.
"Kenaoa bisa sampai seperti itu hanya karena mencari tahu insiden masa lampau saja?" Tanya Ellisa.
"Aku juga tidak tahu, tiba-tiba saja kepalaku seperti akan pecah dan terdengar suara yang sangat nyaring di dalam kepalaku. Sepertinya insiden itu tidak sederhana dan kemungkinan menyangkut seseorang yang sangat kuat." Jelas Xio.
"Mungkin benar insiden itu tidak sederhana." Kata Ellisa. "Dan kamu jamgan mencoba untuk mencari tahunya lagi!" Tegas Ellisa karena tahu Kalau Xio pasti sangat penasaran.
"Apakah kamu tahu tadi aku sangat khawatir kalau kamu kenapa-napa. Saat melihat kondisimu tadi saja aku sangat lemas." Ucap Ellisa.
"Terimakasih sayang sudah mengkhawatirkan ku." Kata Xio memeluk Ellisa dan membenamkan kepalanya di belahan dada Ellisa. "Aku tidak akan membuatmu khawatir lagi." Ucapnya.
"Aku harap begitu." Kata Ellisa sambil mengelus rambut Xio.
"Hss!" Ellisa merasakan tubuhnya seperti terkena sengatan listrik sekejap yang ternyata Xio memainkan p*utingnya menggunakan Gigi dan lidahnya. Tidah hanya itu saja, Ellisa juga merasa ada sesuatu yang menggerayangi pahanya yang perlahan terus naik. Elly melihat kebawah, dan itu adalah tangan Xio yang sudah berada di area Sensitifnya yang mulai memainkannya menggunakan jari.
Karena Xio selesai mandi, jadi ia hanya mengenakan handuk saja yang melilit di pinggangnya. Tapi terlihat ada benda yang sudah kokoh yang berontak keluar dari handuk.
"Sayang bolehkan?" Tanya Xio meminta pada Ellisa dan dijawab anggukan olehnya sambil menggigit bibir bawahnya.
Lagi dan lagi mereka terus melakukan hubungan suami-istri tersebut. dan seperti biasa mereka akan berhenti ketika jam makan malam.
Mereka makan malam bersama dalam keadaan hening sampai selesai. Sebelum kembali kekamar, mereka akan mengobrol terlebih dahulu seperti Leon dan Lena yang membicarakan keseharian mereka tadi siang.
"Papah, apakah kita boleh bersekolah di sisni?" Tanya Lena.
"Kenapa tidak tunggu kalian sudah 7 tahun saja?" Xio bertanya balik.
"Kenapa tidak kamu masukkan saja?, Toh Leon dan Lena punya kekuatan Lebih dari anak seusianya." Ujar Ellisa.
"Hmm iya juga sih, tapi bagaimana dengan sekolahnya di bumi?" Ucap Xio.
"Kalau sekolah dibumi tenang saja, nanti juga mereka bisa meloncat kelas karena kepintaran Leon dan Lena sudah setara dengan anak SMP." Jawab Jhonatan.
"Hahhh baiklah, Kalau begitu Minggu depan Leon dan Lena sudah boleh masuk Akademi." Ucap Xio.
"Yeyy!" Seru Leon dan Kena ber-tosan. "Terimakasih Papah!" Ucap Keduanya sambil tersenyum manis dan dibalas senyuman juga oleh Xio.
"Leon, Lena, mau ikut nenek nonton pertandingan baseball tidak?" Tanya Rose.
"Mau, mau!" Sahut keduanya langsung turun dari kursi dengan senangat karena mereka berdua sangat suka baseball.
Rose pun berjalan sambil memegang tangan keduanya.
"Tunggu Ma'am aku juga ingin ikut!" Seru Jhonatan langsung ikut dengan Rose. "Aku yakin kali ini tim jagoanku yang menang!" Kata Jhonatan.
"Bagaimana kalau kita taruhan?!, Kalau kamu kalah kamu harus memberikan semua koleksi anggurku, dan kalau aku kalah kamu boleh meminta sesuatu padaku." Ujar Rose.
"Tidak-tidak, aku tidak mau." Jawab Jhonatan. Mereka terus berdebat sambil berjalan. Xio dan Ellisa hanya bisa terkekeh melihatnya.
"Ngomong-ngomong kapan kompetisi nya akan dilanjutkan?" Tanya Ellisa.
"2 hari lagi kompetisinya akan dimulai kembali." Jawab Xio langsung menggendong Ellisa dan menghilang dari sana.
Mereka tiba-tiba sudah ada di tempat yang sepertinya di dalam hutan, tapi mereka di suguhkan dengan pemandangan Kolam Air terjun yang sangat indah serta disana juga terasa beruap yang berarti air dari air terjun tersebut adalah air panas.
Walaupun saat itu adalah malam hari yang seharusnya gelap, tadi disana tidak karena terdapat penerangan dari tanaman-tanaman yang bercahaya semakin menambah estetika keindahan kolam air terjun tersebut.
Xio langsung saja memasukan pakaiannya dan juga pakaian Ellisa kedalam Inventory sehingga saat ini mereka tsedang telanjang bulat. Xio turun duluan kedalam kolam tersebut sampai permukaan air hanya sampai di atas pusarnya saja. Xio kemudian menyodorkan tangannya untuk membantu Ellisa turun dan Ellisa pun menerimanya lalu ikut turun kedalam kolam.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG